Sebuah pengalaman dari Ari, seorang Managing Director sebuah perusahaan konsultan manajemen yang sering memberi training kepada karyawan perbankan dan perusahaan lain, cukup memberi inspirasi tentang hubungan kita dengan Bapa Sorgawi. Pada suatu ketika Ari Kiswanto beserta ketiga anak-anak perempuannya berlibur ke Singapura. Sebagaimana biasanya anak-anak ABG ini diajak berdoa dulu, mengucap syukur karena mereka telah tiba di Singapura dengan selamat dan berdoa dengan pokok-pokok doa pribadi yang lain. Meskipun anak-anak ini mulanya ogah-ogahan berdoa, namun mereka akhirnya taat juga.
Setelah berdoa, Ari membagikan tiga amplop. Ketiga ABG itu semangat dan senang sekali ketika melihat di dalamnya ada beberapa lembaran uang dollar Singapura. "That's for you, guys!" kata Ari yang terbiasa berbicara bahasa Inggris dengan mereka. "It's time for shopping now! Who's gonna go with me?" Anak yang pertama diajak pergi shopping dengan ayahnya ogah, "Wah, boring deh jalan-jalan ama Daddy!" Begitu juga ABG yang kedua. Lalu ABG yang ketiga mau ikut dengan Ari.
Kedua ABG pertama dan kedua selama tiga hari piknik dan berbelanja itu memisahkan diri dari Ari. Mereka lebih asyik jalan sendiri-sendiri. Anak yang ketiga, mungkin karena masih kecil, lebih suka bepergian dan berbelanja dengan ayahnya. Ketika Ari melihat sepatu dipajang di toko tertentu dan nampaknya cocok, ia akan berkata kepada anak ketiganya, "Let's try the shoes for you!" Anaknya mencoba.
"Do you like these shoes, darling?"
"Well, it's OK for me!"
"Who's gonna pay for that?"
"It's you, Daddy!"
Begitu juga kalau ada gaun, kalau ada T-Shirt, atau boneka, Ari akan mengajak anak ketiganya mencoba barang-barang yang mungkin disukai anaknya ini.
"Do you like it, darling?"
"Sure!"
"Who's gonna pay for it?"
"Of course, it's you, Daddy!"
Berkali-kali anaknya belanja bagi keperluan dirinya dan berkali-kali anaknya selalu bilang, "You pay for that, Daddy!" Ari senang sekali membelikan barang ini dan itu yang disukai anak ketiga yang menyertainya ini. Alih-alih uangnya habis, uang yang diberikan Ari kepada anak ketiganya ini masih utuh.
Pada hari terakhir ketika mereka sudah berada di Airport Changi, ketiga ABG ini kerepotan membawa barang-barang belanjaan mereka. Ketiga anak itu hampir sama banyaknya membawa tentengan barang-barang kesukaan yang mereka beli. Bedanya, anak pertama dan kedua telah kehabisan uang sakunya untuk belanja. Anak ketiga sekarang baru belanja di "Mall" Changi Airport, sementara kedua kakaknya melongo. Anak ketiganya puas berbelanja sendirian. Karena ia dekat dengan daddy-nya, ia selalu dibayari daddy dalam berbelanja, sekarang dia bisa memuaskan diri setelah selama ini menyenangkan hati daddy-nya.
Demikian juga anak-anak Tuhan yang selalu intim dengan Tuhan, yang selalu ingin menyenangkan hati Bapa Sorgawi, maka jangan heran kalau Bapa Sorgawi akan mencurahkan kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah. Ia sangat senang kepada anak Tuhan yang mencari hati-Nya, bukan tangan-Nya untuk mencari berkat. Ia sangat senang kepada anak Tuhan yang mengasihi diri-Nya, bukan mengasihi berkat-berkat-Nya saja. Ia sangat senang kepada anak Tuhan yang mau melekat kepada-Nya seperti Daud.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com