Tadi siang kami mendoakan seorang ibu yang minggu lalu divonis terkena virus HIV. Wanita ini baru berusia 41 tahun, tampak kurus dan lemah dengan gejala batuk dan buang-buang air. Sampai saat kami mendoakan, dia belum diberitahu penyakit apa yang sesungguhnya dideritanya. Ketika tadi kami melayani, saya mengajak wanita ini untuk meminta dibaptis Roh Kudus. Setelah diberi penjelasan sedikit tentang baptisan Roh Kudus, di tempat pembaringannya Bapa Sorgawi mencurahkan Roh-Nya dengan dahsyat. Wanita ini dipenuhi dengan kekuatan baru, kasih, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus.
Suami wanita ini dulunya adalah seorang pelaut yang suka judi dan main perempuan. Delapan tahun yang lalu suaminya pergi meninggalkan dirinya dan satu orang anak wanita berusia tiga tahun. Suaminya bukan pergi meninggalkan keluarganya begitu saja, namun juga meninggalkan utang banyak karena suaminya ini menipu para TKW yang sudah membayar banyak dan berharap akan dikirim ke mancanegara, namun uangnya dihabiskan di meja judi. Isterinya sangat kesulitan dikejar-kejar penagih utang. Sekarang ternyata suaminya bukan hanya meninggalkan utang, namun meninggalkan benih virus HIV. Memang suaminya telah meninggal di Batam dan menurut keterangan dia meninggal karena virus HIV AIDS.
Tanpa keahlian yang memadai, sepeninggal suaminya ia hanya dapat bekerja sebagai penjahit. Ia bekerja menjahit di tempat usaha saudaranya. Setiap minggu ia hanya membawa pulang Rp. 200 ribu. Apabila satu hari tidak masuk kerja, karena sakit umpamanya, upahnya dipotong Rp. 40 ribu. Dengan uang begitu kecil, ia harus membayar sewa satu unit rumah di Rumah Susun Klender, dan membesarkan seorang anak perempuan yang kini berusia 11 tahun dan menanggung ayahnya yang juga ikut dirinya untuk menjagai anak perempuannya, keluarga ini sangat kesulitan keuangan. Namun yang luar biasa, wanita Manado ini tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta-minta uang atau meminjam uang. Seringkali dirinya harus puasa atau anaknya hanya makan nasi yang ditaburi garam dan minyak jelantah supaya ada aroma bekas gorengan.
Minggu lalu wanita ini diperiksa di RS Persahabatan dan dokter di sana mengadakan pemeriksaan darah secara khusus, ia terbukti positif terkena virus HIV/AIDS. Karena keluarga ini kesulitan keuangan, maka ia hanya berobat jalan. Gereja dimana ia biasa beribadah tidak dapat memberi bantuan keuangan karena pengurus gereja ini mengaku bahwa mereka adalah gereja kecil dan tidak memiliki dana diakonia. Oleh karena itu, selain mendoakan wanita itu, kami juga menyampaikan bantuan dana dan makanan dari gereja.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com