<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343</id><updated>2012-02-02T06:49:29.603+07:00</updated><category term='Pengampunan - Forgiveness'/><category term='Kata-kata Bijak - Quote of the Day'/><category term='Perkataan - Words'/><category term='Tujuan Hidup - Destiny'/><category term='Penghiburan - Comfort'/><category term='Kepribadian - Personality'/><category term='Arti Hidup - Meaningful Life'/><category term='Kesaksian Pembaca Buku - Testimony of the Reader'/><category term='Keselamatan - Salvation'/><category term='Penipuan - Cheating'/><category term='Memberi - Giving'/><category term='Kebiasaan Buruk - Bad Habit'/><category term='Mendengar - Listen'/><category term='Mimpi - Dreams'/><category term='Pentas Kesaksian - My Blogspot'/><category term='Tak Tahu Terima Kasih - Unthankfullness'/><category term='Saling Tolong Menolong - Help Each Other'/><category term='Market Place Ministry'/><category term='Penyesatan - False Teaching'/><category term='Gereja - Church'/><category term='Kesehatan - Health'/><category term='Iman - Faith'/><category term='Hati yang Melayani - Servant&apos;s Heart'/><category term='Tahun Baru - New Year'/><category term='Bersama Tuhan - Walking With God'/><category term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><category term='Aborsi - Abortion'/><category term='Doa - Prayer'/><category term='Pendidikan - Education'/><category term='Cinta - Love'/><category term='Berita - Recent News'/><category term='Semangat - Encouragement'/><category term='Hikmat - Wisdom'/><category term='Kedatangan Tuhan Kedua Kali - Second Coming'/><category term='Humor'/><category term='Usia - Age'/><category term='Orang Tua - Parents'/><category term='Neraka - Hell'/><category term='Keamanan - Safety'/><category term='Ayah - Father'/><category term='Kepemimpinan - Leadership'/><category term='Impian - Dream'/><category term='Menghakimi - Judge'/><category term='Waktu - Time'/><category term='Kehidupan - Life'/><category term='Suami Isteri - Husband and Wife'/><category term='Pelayanan Malaikat - Angelic Ministry'/><category term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><category term='Nubuatan - Prophecy'/><category term='Kematian - Death'/><category term='Berkat Kegagalan - Benefit of Failure'/><category term='Tips Kesehatan - Health Tips'/><category term='Harapan - Hope'/><category term='Sorga - Heaven'/><category term='Perjuangan Hidup - Life Struggle'/><category term='Kebahagiaan - Happiness'/><category term='Pengudusan - Sanctification'/><category term='Akhir Zaman - End Time'/><category term='Pengorbanan - Sacrifice'/><category term='Lajang - Single'/><category term='Perceraian - Divorce'/><category term='Persahabatan - Friendship'/><category term='Setan - Kesurupan - Demonic Activities'/><category term='Pelayanan Kasih - Loving Ministry'/><category term='Kejujuran - Honesty'/><category term='Tragedi - Tragic Things'/><category term='Peringatan - Warnings'/><category term='Kesatuan Hati - Unity'/><category term='Kebaikan - Kindness'/><category term='Terlambat - Too Late'/><category term='Syukur - Thankful'/><category term='Perlindungan Tuhan - God&apos;s Protection'/><category term='Pertobatan - Repentance'/><category term='Natal - Christmas'/><category term='Ketaatan - Obedience'/><category term='Kekristenan - Christianity'/><category term='Penyakit - Disease'/><category term='Nilai - Values'/><category term='Intim dengan Tuhan - Relationship with God'/><category term='Mukjizat Kehidupan - Miracle'/><category term='Pernikahan - Marriage'/><category term='Kisah Kasih - Love Story'/><category term='Kasih Ibu - Love of a Mother'/><category term='Sukses - Success Story'/><category term='Kreativitas - Creativity'/><category term='Kesaksian Martir - Martyrs'/><category term='Tak Peduli - Uncare'/><category term='Personal Notes'/><category term='Anak - Children'/><title type='text'>PENTAS KESAKSIAN (INSPIRING STORIES)</title><subtitle type='html'>kesaksian hidup - inspiring story - kisah nyata - mukjizat kehidupan - sign and wonders - miracles - inspirational christian story - nice story - true story - inspirational touching story - an amazing story: 
kisah orang biasa dengan pengalaman luar biasa - ordinary people living the extra-ordinary lives</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>871</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1887555451523423701</id><published>2011-12-10T18:00:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T18:00:01.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>Pay It Forward</title><content type='html'>PAY IT FORWARD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film "PAY IT FORWARD" bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya di pinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaanpun dimulai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada di rumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT FORWARD, MOM"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan, "PAY IT FORWARD,MOM"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan: "PAY IT FORWARD, SON".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : "PAY IT FORWARD, SIR"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: "PAY IT FORWARD"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "PAY IT FORWARD" tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DI SEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada-Nya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: "PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada di sekitarmu) "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com dengan sumber dari: http://bundapenolongabadi.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1887555451523423701?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1887555451523423701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1887555451523423701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1887555451523423701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1887555451523423701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/12/pay-it-forward.html' title='Pay It Forward'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2599924291013494987</id><published>2011-12-09T18:00:00.003+07:00</published><updated>2011-12-09T18:00:03.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>God's Wife</title><content type='html'>An eye witness account from New York City, on a cold day in December, some years ago: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A little boy, about 10-years-old, was standing before a shoe store on the roadway, barefooted, peering through the window, and shivering with cold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A lady approached the young boy and said, 'My, but you're in such deep thought staring in that window!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'I was asking God to give me a pair of shoes,' was the boy's reply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lady took him by the hand, went into the store, and asked the clerk to get half a dozen pairs of socks for the boy. She then asked if he could give her a basin of water and a towel. He quickly brought them to her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She took the little fellow to the back part of the store and, removing her gloves, knelt down, washed his little feet, and dried them with the towel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By this time, the clerk had returned with the socks. Placing a pair upon the boy's feet, she purchased him a pair of shoes..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She tied up the remaining pairs of sock and gave them to him.. She patted him on the head and said, 'No doubt, you will be more comfortable now.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As she turned to go, the astonished kid caught her by the hand, and looking up into her face, with tears in his eyes, asked her.&lt;br /&gt;'Are you God's wife?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Istri Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kisah kesaksian datang dari Kota New York, pada suatu hari yang dingin di bulan Desember beberapa tahun lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak kecil, sekitar umur 10 tahun, sedang berdiri di depan sebuah toko sepatu dengan kaki telanjang, memandangi kaca toko, dan gemetar kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu mendekati anak kecil itu dan berkata, ”Wah, kamu asyik sekali memandangi ke dalam toko.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sedang berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya sepasang sepatu,” demikianlah jawab anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu menggandeng tangan anak kecil itu, membawanya masuk ke dalam toko, dan ia  meminta agar penjaga toko membawa setengah lusin kaos kaki bagi anak kecil itu. Kemudian si ibu meminta sebaskom air bersih dan handuk. Penjaga toko itu dengan cepat membawa semua yang diminta nyonya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu membawa anak kecil itu ke bagian belakang toko, melepaskan sarung tangannya sendiri, berlutut dan membasuh kaki si anak kecil, dan kemudian mengeringkannya dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga sang penjaga toko datang dengan enam kaus kaki. Si ibu kemudian memasangkan sepasang kaos kaki ke kakinya, dan kemudian membelikan sepasang sepatu. Kemudian si ibu mengikat sisa kaos kaki menjadi satu dan memberikan kepada anak kecil itu. Dia mengusap kepala anak itu sambil berkata, ”Nah, sekarang kamu pasti lebih nyaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si ibu akan berlalu setelah selesai membayar semuanya, anak kecil yang terbengong-bengong itu memegang tangan si ibu dan sambil memandang wajahnya, dengan air mata berlinangan, sang anak kecil bertanya, ”Apakah anda itu istrinya Tuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE:&lt;br /&gt;Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Bapak Frans dari Pondok Indah Jakarta dan Ibu Irene dari Tegal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2599924291013494987?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2599924291013494987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2599924291013494987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2599924291013494987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2599924291013494987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/12/gods-wife.html' title='God&apos;s Wife'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8846032121525232650</id><published>2011-11-16T18:00:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T18:00:09.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur - Thankful'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman - Faith'/><title type='text'>Remember Me This Way</title><content type='html'>"REMEMBER ME THIS WAY" (Ochie Manik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Januari 2011 saya memposting artikel berjudul "Remember Me This Way". Benar-benar tidak terpikir kalau 10 bulan kemudian saya akan menulis artikel dengan judul yang sama. Kalau artikel di bulan Januari hanyalah sebuah perenungan, maka judul yang sama di bulan Oktober ini adalah sebuah true story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q: How would you like to be remembered?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: You choose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan bukan di tangan orang yang akan mengingat kita.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagaimana kita ingin diingat orang lain?&lt;br /&gt;Seperti apa kita ingin dikenang oleh orang-orang yang dekat dengan kita, sahabat-sahabat kita, atau orang yang pernah berinteraksi dengan kita ?&lt;br /&gt;Pilihan ada di tangan kita.. Pilihan ada di tangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHEN GOD DOESN'T MAKE SENSE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir 31 Maret 1997 dengan nama Yosephine Priskila Taruli Manik, dan memiliki panggilan sayang Ochie, sebagai putri pertama dari dua bersaudara. Membaca nama keluarga Manik di belakang namanya, mungkin teman-teman berpikir apakah memiliki hubungan keluarga dengan saya. Ya....benar sekali, Ochie adalah keponakan kandung saya.Putri sulung dari abang saya. Semua mengenalnya sebagai anak yang cantik, baik hati, sopan, suka tersenyum, suka menolong teman dan sangat suka belajar.&lt;br /&gt;Saya ingat semasa balita, orang-orang senang mencubit pipinya karena sangat cantik dan menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2010, saya mendapat kabar kalau Ochie demam tinggi, dan ketika dibawa ke RS, hasil pemeriksaan menyatakan mengidap penyakit LEUKEMIA. KANKER DARAH. Seperti petir di siang bolong. Begitu tiba-tiba. Ochie menjalani perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit khusus kanker di Subang, Malaysia. Dan dipastikan, ya... memang Ochie menderita penyakit Leukemia. Perkiraan dokter waktu itu hanya butuh beberapa bulan saja untuk menangani penyakit tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan demi bulan dilalui, ternyata penyakit ini tidak mudah untuk diatasi. tidak seperti perkiraaan dokter semula. Leukemia yang diderita Ochie sangat agresif sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, anak yang suka tersenyum ini, benar-benar menunjukkan perjuangannya melawan penyakit yang sangat ganas ini. Berkali-kali menjalani kemoterapi, hingga semua rambut rontok, dan berbagai tindakan medis lainnya, yang sangat menyakiti tubuh anak belasan tahun ini, tidak mampu melumpuhkan semangat hidupnya.&lt;br /&gt;Ada 1 jenis obat yang bila diminum akan membuat Ochie kesakitan dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi tidak pernah ia menolak atau enggan untuk mengkonsumsi obat tsb. Semangat hidupnya tergambar jelas dalam salah satu status di twitternya, Ochie menulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I HAVE CANCER, I HATE CANCER,  AND I'M KILLING CANCER"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keluarga yang menyaksikan perjuangannya setuju bahwa Ochie tidak mau diintimidasi oleh penyakitnya. Tidak sekalipun kelihatan anak kecil ini mengeluh. Setiap orang yang membesuknya selalu melihat senyuman menghiasi wajah Ochie.&lt;br /&gt;Padahal semua orang tahu bagaimana rasa sakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasien lain yang mengalami derita seperti Ochie, mulai patah semangat, murung, dan tidak mau makan. Ochie sebaliknya, selalu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang disediakan dia makan dengan lahap (kita bisa terkecoh, dan menyangka makanan yang dimakannya sangat lezat). Tidak heran, badannya bukan semakin kurus, malah lebih gemuk dan segar daripada sebelum didiagnosa Leukemia.&lt;br /&gt;Suatu ketika, melihat Ochie yang makan dengan sangat lahap, mamanya ingin mencicipi makanannya tersebut, dan akhirnya menyadari ternyata makanan itu sangat plain, tidak seperti yang dibayangkan. Sang mama menangis dalam hati menyadari betapa putrinya ini sangat berjuang melawan Leukemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MAMA, RUMAH BARUKU SUDAH SELESAI...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 bulan berjuang, akhirnya Ochie menghembuskan nafas terakhir, 4 Oktober 2011 di tengah keluarga yang mengasihinya. Ia sempat berpesan kepada adiknya Catherine supaya menjaga kesehatannya, Ochie sempat memeluk erat papanya, dan ia juga mengucapkan terima kasih kepada mama yang tidak pernah lelah menemani dan merawatnya selama sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengenalnya menangis dan bertanya "WHY GOD?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 10 bulan semua keluarga tahu bagaimana Ochie dan seluruh keluarga berdoa kepada Tuhan memohon kesembuhan. Papanya meninggalkan pekerjaannya selama 10 bulan untuk bisa mendampingi Ochie, sang mama juga selalu ada di sampingnya, merawat Ochie sambil tekun berdoa memohon kemurahan Tuhan untuk kesembuhan anak terkasih. Setiap pagi dan malam di RS mereka membaca firman Tuhan, memuji, menyembah dan berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan. Keluarga ini masuk dalam keintiman yang sangat dalam kepada Tuhan, yang belum pernah mereka alami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari dokter, suster, bahkan janitor di RS negeri tetangga ini pun mengasihi anak kecil yang tabah, dan suka tersenyum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ochie menjadi pasien favorit di RS. Ada keluarga pasien lain yang sama-sama menderita Leukemia, berwarganegara Malaysia, juga sangat mengasihi Ochie. Sering membeli keperluan-keperluan Ochie, membawakan makanan untuk Ochie.&lt;br /&gt;Semua orang yang mengenalnya di sana mengasihinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul pertanyaan: kalau manusia saja sangat mengasihi Ochie, masakan Tuhan tidak menunjukkan belas kasihnya dengan menyembuhkan Ochie?&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan? Bukankah Ochie anak yang baik? Bukankah ia meminta dengan sangat supaya Engkau menyembuhkannya? Ohhh Tuhan, .... bagaimana mungkin anak yang Kau beri otak yang pintar (angka-angka yang menghiasi raportnya rata-rata angka 9) tidak Engkau beri kesempatan berkarya bagi Tuhan lebih lagi? Ohhh Tuhan,,,,,,, Air mata membanjiri hati keluarga, dan teman-teman yang mengasihi Ochie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai tantenya juga sangat berduka. Semalam sebelum kepergiannya, saya menangis berdoa di hadapan Tuhan, dengan berpegang kepada satu ayat firman Tuhan saya berdoa "Tuhan, jangan ambil Ochie di pertengahan umurnya. Ijinkan dia menggenapi seluruh rencana-Mu dalam hidupnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah-tengah galaunya pikiran yang dipenuhi pertanyaan "kenapa ?", satu kesaksian yang membuat hati saya bisa berkata "God makes sense" (sekalipun belum mengerti) adalah ketika kemudian mendengar bahwa dua hari sebelum pulang ke rumah Bapa, Ochie berkata kepada mamanya,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama, .... rumah baruku sudah selesai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus sudah menyediakan rumah baru untuk Ochie, sehingga Ochie harus pulang. Pertandingannya sudah selesai. Ochie sudah sampai garis FINISH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"REMEMBER ME THIS WAY"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berada di rumah duka, saya melihat banyak sekali orang-orang yang mengasihi Ochie. Berbagai kalangan berusaha menunjukkan simpati. Teman-teman sekolah yang sudah 10 bulan tidak ditemuinya, menyempatkan diri datang ke rumah duka mengucapkan perpisahan terakhir kali. Bahkan mereka menulis lagu perpisahan dan menyanyikannya untuk Ochie. Mereka juga minta ijin kepada pihak sekolah agar diberi kesempatan mengantarkan Ochie ke tempat peristirahatan terakhir. Tidak hanya berseragam putih-biru selayaknya siswa SMP, bahkan banyak yang berseragam putih-abu-abu, siswa SMA. Panas terik cuaca saat itu tidak mengurungkan niat mereka untuk ikut sampai ke tempat Ochie akan dikebumikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang pernah mengajarnya ketika masih TK juga datang ke rumah duka. Kalau bukan karena Ochie anak yang menyenangkan, tidak mungkin guru yang mengajarnya 10 tahun yang lalu masih ingat kepadanya. Orangtua teman-temannya juga menyempatkan diri untuk menyampaikan kesaksian mereka tentang Ochie. Melihat banyaknya teman dan saudara yang mengasihinya, kita mungkin cenderung akan mengingat Ochie sebagai anak yang baik, supel, pintar bergaul, sehingga dikasihi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seperti itu Ochie ingin diingat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang yang baik dan menyenangkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHE LEFT HER FOOTPRINTS : HER DIARY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saya melihat sebuah diary, yang selama Ochie sakit dipenuhi dengan tulisan-tulisan tangannya. Sebelum membuka halaman demi halaman yang ada di dalam diary itu, apa yang ada dalam benak Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastilah isi dari diary itu kira-kira seperti ini:&lt;br /&gt;Dear Diary..... hari ini aku merasakan sakit yang luar biasa, .... aku sudah nggak kuat lagi ... Dear Diary ......kenapa ya Tuhan mengijinkan aku mengalami sakit ini?&lt;br /&gt;Dear Diary... kok aku nggak sembuh-sembuh ? Tuhan kenapa nggak tolong Ochie? Apa Tuhan nggak sayang sama Ochie?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERNYATA  ...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya temukan dalam halaman demi halaman, adalah tulisan tangan yang sangat rapi. Semua diberi garis tepi. Dan semua tulisan itu adalah alamat ayat Alkitab berikut isinya, yang selama 10 bulan Ochie berjuang telah memberi kekuatan, pengharapan, dan pengucapan syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Ochie menuliskan ayat-ayat di dalam Diary ini ?&lt;br /&gt;Apakah ketika ia sedang dalam kondisi agak fit? Yang sangat jarang terjadi?&lt;br /&gt;Papanya bersaksi, bukan hanya ketika kondisinya baik, bahkan ketika merasa sakit pun Ochie tetap menuliskan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ayat-ayat tersebut ada yang diberi kotak merah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membalik lembar demi lembar diary ini, saya bisa merasakan pergumulannya, pengharapannya, bisa merasakan kasihnya, bisa merasakan kebergantungan Ochie kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ochie tetap menulis bahkan ketika ia sedang di tengah rasa sakit yang hebat, saya bisa merasakan sukacitanya sekalipun doanya belum dijawab. Saya bisa merasakan pengucapan syukurnya, sekalipun Ochie tidak melihat adanya fakta untuk mengucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran saya membuat saya terus membuka halaman demi halaman sampai tulisan tangannya yang terakhir. Saya menghitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya ada  101  halaman yang berisi tulisan tangannya.&lt;br /&gt;Total ada  599  ayat dari Alkitab yang ditulisnya ulang di diary ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT WOULD YOU DO WHEN GOD DOESN'T MAKE SENSE ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang akan complain. Mengeluh. Bersungut-sungut. Atau marah kepada Tuhan. Itu yang dilakukan jutaan bangsa Israel ketika berjalan keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOOTPRINTS mereka adalah COMPLAINING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian dimana kelihatannya tindakan Tuhan tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Kenapa harus berputar kembali dan terpojok di tepi Laut Teberau menghadapi serbuan tentara Mesir? Kenapa hanya ada manna?&lt;br /&gt;Kenapa harus menghadapi kehausan dan kekurangan air di padang gurun?&lt;br /&gt;Kenapa Musa yang diangkat menjadi pemimpin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan kata 'COMPLAIN' di perjalanan bangsa Israel tersebut lebih banyak dari pada kata 'PRAISE' atau ucapan syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami Ochie, bagi kami keluarganya, bagi teman-teman yang mengasihinya, sepertinya tidak masuk akal.&lt;br /&gt;Tapi kalau teman-teman membaca diary Ochie, teman-teman akan melihat sosok seorang anak yang berusaha tetap mengucap syukur sekalipun dia tidak mengerti kenapa semuanya Tuhan ijinkan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;599 ayat Alkitab yang ditulisnya menggambarkan isi hati Ochie yang mungkin tidak pernah diungkapkannya kepada orang lain. Tapi diungkapkannya di hadapan Tuhan, Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP COMPLAINING. START PRAISING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah Ochie dikebumikan, papanya menemukan di Ipod Ochie, chatting Ochie dengan seorang temannya di Direct Message twitter.&lt;br /&gt;Percakapan dengan adik kelas yang menderita kanker otak dan sama seperti Ochie harus menjalani kemoterapi dan mengalami rasa sakit yang mungkin hampir mirip dengan Ochie.&lt;br /&gt;Sang adik kelas mengeluhkan tentang rasa sakit tersebut, merasa putus asa atas siksaan yang tak kunjung reda.&lt;br /&gt;Apa yang Ochie tuliskan di situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ochie menghibur adik kelasnya, mengatakan: "Jangan percaya perkataan vonis dokter .... Tuhan Yesus lebih berkuasa. Tuhan Yesus itu baik....."&lt;br /&gt;Dan ketika papa Ochie melihat tanggal postingan chatting-chatting tersebut, air mata menetes. Itu adalah tanggal-tanggal dimana puterinya sedang merasa kesakitan,&lt;br /&gt;itu adalah hari-hari dimana Ochie belum melihat tangan Tuhan menolong....&lt;br /&gt;tapi Ochie menghibur temannya seolah-olah dia sudah mengalami jawaban, Ochie menguatkan sahabatnya seolah-olah dia sendiri sudah mengalami kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dokter di Singapore berkata 'bone marrow' (sumsum tulang) Ochie sudah rusak, Ochie menyatakan imannya di status twitternya:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata dokter, bone marrowku rusak, tapi kata Tuhan Yesus 'Tidak'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika ujung dari perjuangannya, ... akhir dari imannya bukanlah kesembuhan, Ochie tidak complain, tapi mengucap syukur dalam segala keadaan. Dia percayakan hidupnya kepada Pencipta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan saat apa yang Tuhan ijinkan tidak masuk akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop complaining. Start praising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD HAS REASONS WE CANNOT SEE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan berjanji bagi semua umat-Nya, Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan meskipun apa yang kita lihat sepertinya kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera yang membawa kita kepada hari depan yang penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEP REJOICING. KEEP PRAYING. KEEP THANKING GOD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ochie hanya 14 tahun hadir di dunia ini. Kehadirannya yang singkat mengajarkan saya banyak hal. Untuk tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, ... apapun kenyataan di hadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya baca dari diary tersebut membuat saya mengerti seperti apa Ochie ingin dikenang. Bukan semata sebagai anak dan kakak yang penurut dan baik, bukan hanya sebagai teman yang setia, bukan hanya sebagai murid yang pintar dan rajin, tetapi lebih dari pada itu semua, .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember me this way....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a little girl who always rejoicing, &lt;br /&gt;always pray without ceasing, &lt;br /&gt;and always give thanks to God in everything...    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ochie Manik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S. Tulisan ini didedikasikan untuk: &lt;br /&gt;Andrika G.Manik, Ellys Silalahi, dan Catherine Manik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata belum lagi kering, tapi berbahagialah karena kalian adalah orangtua yang diberkati memiliki puteri seperti Ochie, dan adik yang harus bangga memiliki kakak yang teguh imannya seperti kak Ochie.  Apa yang diperbuat Ochie dalam waktu yang singkat, telah memberkati banyak orang untuk tidak menyerah dan tetap menaruh percaya dan harap kepada Tuhan Yesus yang baik. Sambil tetap menugucap syukur kepada-Nya dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All blessings,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julita Manik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://julitamanik.blogspot.com/2011/10/remember-me-this-way-ochie-manik.html?m=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8846032121525232650?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8846032121525232650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8846032121525232650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8846032121525232650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8846032121525232650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/11/remember-me-this-way.html' title='Remember Me This Way'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6518547392545900388</id><published>2011-11-15T18:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T18:00:15.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebahagiaan - Happiness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah - Father'/><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>Ada orang kaya raya yang punya segala-galanya, tapi hidupnya tidak bahagia. Seorang kawan mengajaknya mengunjungi sebuah panti asuhan agar hatinya bahagia dan tenteram. Namun sampai selesai acara di panti itu, hatinya masih gundah. Ia bergumam, "Kawan, engkau bohong, katanya kalau aku datang ke panti hatiku bisa bahagia......" Ia pun pulang, melangkah ke arah mobilnya dengan lesu. Baru saja kakinya melangkah keluar pintu panti asuhan, tiba-tiba seorang anak perempuan kecil menarik tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oom mau pulang ya ?" &lt;br /&gt;"Iya," jawabnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;"Oom, boleh gak Nanda minta sesuatu?" tanya anak kecil yang bernama Nanda. &lt;br /&gt;"Boleh, apa?" &lt;br /&gt;"Tapi Nanda takut gak boleh sama Oom!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya itu tersenyum. Ia orang kaya, apakah yang tidak bisa dibelinya, apalagi untuk anak yatim piatu yg manis ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Nanda mau minta apa?" tanya orang kaya itu sambil berjongkok dan memegang bahu Nanda. &lt;br /&gt;"Om... Nanda cuma minta.. Nanda pengen manggil 'AYAH' ke Oom, boleh gak?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya itu tercengang. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan minta boneka, bukan juga minta uang, hanya sebuah sebutan 'ayah'. Tanpa terasa hatinya bergetar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh.. Nanda boleh panggil ayah ke Oom." &lt;br /&gt;"Terima kasih..ayaah. Kapan, ayah datang lagi? Nanda boleh minta lagi ke ayah?" "Boleh, sayang, Nanda mau minta apa?" &lt;br /&gt;"Nanda minta, kalo ayah datang kesini lagi, bawa fotonya ayah ya.. Nanda mau simpan di kamar Nanda. Kalo Nanda kangen sama ayah, Nanda bisa lihat foto ayah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya itu mengangguk. Dengan berlinang air mata orang kaya itu memeluk Nanda dan berkata, "Besok ayah kesini lagi. Ayah akan bawa foto ayah, dan akan sering ke sini menemui Nanda. Hati orang kaya itu sangat "bahagia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6518547392545900388?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6518547392545900388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6518547392545900388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6518547392545900388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6518547392545900388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/11/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5254864895369997876</id><published>2011-10-24T18:00:00.004+07:00</published><updated>2011-10-24T18:00:07.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelayanan Malaikat - Angelic Ministry'/><title type='text'>Pelayanan Malaikat - Angelic Ministry</title><content type='html'>Kemarin sore saya mendengarkan Cindy Jacobs, seorang wanita yang dikenal sebagai Jenderal Pendoa Syafaat, berkisah tentang Mazmur 91. Dia katakan, jika Mazmur 91 diperkatakan dengan iman, maka apa yang tertulis di dalamnya akan menjadi nyata, dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa dan Maha Hebat, El Shadai, akan nyata terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cindy Jacobs mengisahkan dua pengalaman hidupnya tentang pelayanan malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk menjaga kita di segala jalan kita. Pertama, beberapa waktu yang lalu dia diperintahkan Tuhan untuk berdoa di Iraq. Bersama suaminya, Mike Jacobs dan beberapa orang pendoa yang berani mati masuk ke kancah peperangan Iraq, mereka terbang ke Baghdad. Pada waktu akan mendarat, pesawat terbang yang ditumpangi bergerak di luar kebiasaan, agak zig zag. Ketika ditanyakan kepada pramugari, dia menjawab bahwa ini adalah prosedur normal untuk menghindari tembakan roket dari para gerilyawan Iraq. Menghadapi bahaya di Iraq, Cindy yang diintimidasi suara setan, "Pasti kamu mati di Iraq!", Cindy mengajak teamnya memperkatakan Mazmur 91. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di airport, mereka baru sadar bahwa mereka tidak punya visa masuk, karena waktu berangkat dari AS, mereka percaya saja bahwa masuk Iraq tidak perlu visa masuk. Ketika mereka mengantri di konter imigrasi di depan mereka ada lelaki tinggi besar dan berkata kepada mereka. "Kalian tidak perlu visa karena kalian orang-orang VIP. Aku akan atur kalian untuk bebas pemeriksaan." Benar saja, ketika orang tinggi besar itu berbicara dengan petugas imigrasi, satu per satu rombongan Cindy langsung melewati konter imigrasi, tanpa paspor mereka di-cap, dan sepertinya petugas tersihir tak berreaksi apa-apa ketika rombongan kecil itu melewati petugas. Ketika mereka mencari-cari lelaki tinggi besar yang sudah menolong mereka lolos dari imigrasi, lelaki itu telah menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman kedua tentang pelayanan malaikat dialami ketika Cindy Jacobs diutus ke Venezuela. Saat itu sudah malam ketika Cindy berdua teman wanitanya sampai di bandara Venezuela. Malam dan gelap di sekitar airport dengan kantor/toko yang sudah tutup membuat apa yang pernah dikatakan orang tentang penculikan dan pembunuhan oleh kartel narkoba di Venezuela menjadi terngiang-ngiang di kepala Cindy. Kembali suara setan berkata, "Pasti kalian mati di sini!" Dia memperkatakan Mazmur 91 dan berdoa dalam bahasa roh. Saat itu airport sudah sepi. Tidak ada taksi, tidak ada orang-orang lain di sekitar situ. Tidak ada penjemput dari hotel. Ketika Cindy ingin menelpon hotel, dia tidak punya uang pesos karena belum sempat menukarkan dan money changer di situ sudah tutup. Dia juga tidak bisa membeli kartu telpon lokal untuk menelpon hotel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang seorang lelaki. Dengan membawa kartu telpon, dia menawarkan bantuan. &lt;br /&gt;"What can I do for you?"&lt;br /&gt;"I need to call the hotel."&lt;br /&gt;"Let me call."&lt;br /&gt;Dia menelpon dengan bahasa Spanyol yang fasih. Lalu memberikan gagang telpon kepada Cindy. "Ayo, silakan anda berbicara dengan petugas hotel ini yang akan menjemput anda segera."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cindy menjelaskan siapa dirinya dan sudah booking hotel itu beberapa hari sebelumnya. Petugas hotel itu setuju untuk menjemput Cindy di airport. Lelaki yang menolong Cindy memperkenalkan diri. "Nama saya, Luiz, saya malaikat yang dikirim untuk menolong anda." Wow! Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Sekejap kemudian Luiz menghilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah ragu untuk meminta pelayanan malaikat. Pasti Dia, Yang Maha Kuasa, akan menepati janji-Nya dalam Mazmur 91....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Note:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;1) Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Ona dari Metro Timur - Lampung. Buku sudah dikirim via pos kilat khusus pagi hari ini, 24 Oktober 2011. Gbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Nurlina M. dari Cikarang Baru. Buku sudah dikirim dan diterima dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5254864895369997876?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5254864895369997876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5254864895369997876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5254864895369997876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5254864895369997876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/10/pelayanan-malaikat-angelic-ministry.html' title='Pelayanan Malaikat - Angelic Ministry'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-9026868194164963538</id><published>2011-08-23T12:00:00.000+07:00</published><updated>2011-08-23T12:01:43.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan - Life'/><title type='text'>Cincin</title><content type='html'>Raja Salomo adalah seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Dan pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting untuk ditulis di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya setelah berdoa dan berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya kepada sang raja. Dan dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu dan ia pun menjadi lebih tenang, “Dan inipun akan berlalu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, iapun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul! Ketika Anda sedang punya masalah besar ataupun kondisi sedang terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu" (These too, will pass).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika Anda mempunyai masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih. Tapi tatkala Anda lagi senang, jangan terlalu kelewat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah....apapun yang Anda hadapi saat ini, semuanya akan berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-9026868194164963538?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/9026868194164963538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=9026868194164963538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9026868194164963538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9026868194164963538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/08/cincin.html' title='Cincin'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7385361144897071320</id><published>2011-07-16T10:58:00.003+07:00</published><updated>2011-07-16T11:03:41.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>The Law of Garbage Truck</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HUKUM TRUK SAMPAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Sopir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Sopir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah saya belajar dari sopir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa "sampah", seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7385361144897071320?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7385361144897071320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7385361144897071320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7385361144897071320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7385361144897071320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/07/law-of-garbage-truck.html' title='The Law of Garbage Truck'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-898152750883120540</id><published>2011-07-01T11:21:00.002+07:00</published><updated>2011-07-01T11:25:58.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah - Father'/><title type='text'>Father</title><content type='html'>Ada sebuah kisah dari Spanyol tentang seorang ayah dan anak yang lama terpisah. Sang anak lari dari rumah, dan sang ayah mencarinya selama berbulan-bulan tanpa hasil. Akhirnya, sang ayah memasang iklan di sebuah surat kabar ibukota, berbunyi: ”Paco sayang, temui aku di depan kantor surat kabar ini, jam 12 siang, hari Sabtu. Maafkan ayah, dan semuanya sudah aku maafkan. Aku mengasihimu. Ayahmu.” Di hari Sabtu itu, ada 800 orang bernama Paco berkumpul, untuk mencari kasih dan pengampunan dari seorang ayah yang sangat mengasihinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik mengatakan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih ayahnya akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam. Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ayah, Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV. Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran &amp; moral. Dan Anda tidak akan menyesal, karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetapi seorang pria yang anaknya berkata: "Aku mau menjadi seperti ayah...."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah. &lt;/span&gt;(George Herbert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-898152750883120540?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/898152750883120540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=898152750883120540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/898152750883120540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/898152750883120540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/07/father.html' title='Father'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8650268394829592050</id><published>2011-06-20T18:23:00.006+07:00</published><updated>2011-06-20T18:27:17.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak - Children'/><title type='text'>Amazing Boy</title><content type='html'>Zhang Da, Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;jujunjunaedi.multiply.com&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih banyak atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" dari Bapak Toha di Surabaya. Buku sudah dikirim sore ini dengan Pos Express. Gbu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8650268394829592050?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8650268394829592050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8650268394829592050' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8650268394829592050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8650268394829592050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/06/amazing-boy.html' title='Amazing Boy'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5984425787848562473</id><published>2011-02-15T06:00:00.002+07:00</published><updated>2011-02-15T06:00:00.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan Hidup - Life Struggle'/><title type='text'>Pertolongan Tepat Pada Waktunya - In Time Help of the Lord</title><content type='html'>Kisah ini saya dengar hari Minggu 13 Februari 2011. Pdt. Yosia Abdisaputra mengisahkan ada satu keluarga yang sedang dirundung malang. Sang suami tidak bekerja lagi, dan dia terjerat utang yang besar karena kesulitan ekonomi. Tidak ada harapan bagi keluarga ini. Sudah berkali-kali dia meminta pertolongan pekerjaan ke sana dan kesini, namun semua orang menjauhi dia, takut diminta pinjaman. Dia mempunyai 2 anak yang masih kecil-kecil, membutuhkan biaya besar untuk membesarkan mereka, namun saat itu ia tidak berdaya, tidak ada uang pemasukan untuk menopang kehidupan keluarganya. Akhirnya dia berunding dengan istrinya...untuk melakukan bunuh diri bersama. Jika ia bunuh diri sendiri, bagaimana dengan anak istrinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sepakat untuk bunuh diri di Puncak. Berempat mereka berangkat menyewa satu villa di Puncak. Perlengkapan bunuh diri, yaitu racun serangga, sudah disiapkan. Sebelum minum racun itu bersama-sama, sang suami teringat pada Tuhan Yesus, sehingga ia mengajak mereka berdoa terlebih dahulu sebelum bunuh diri. Ia memimpin doa dan berkata, "Tuhan Yesus, saya tahu bahwa kami tidak boleh bunuh diri, tetapi kami tidak sanggup melanjutkan kehidupan kami. Jalan kami buntu. Saya tidak punya uang untuk membayar utang-utang saya. Saya tidak punya pekerjaan, tidak punya bisnis, untuk menghidupi keluarga saya. Ampuni kami, Tuhan...." Ketika ia mengangkat gelas berisi racun itu dan akan meminum racun itu, tiba-tiba seperti ada petir menyambar gelas itu sehingga gelas itu pecah berantakan dan cairan racun itu tumpah ke lantai. Keluarga ini kaget bukan kepalang dan mereka menangis sejadi-jadinya. "Tuhan, ampuni kami!" Ternyata Tuhan tidak berkenan atas keputus-asaan mereka. Kasih Tuhan melarang mereka mencari jalan keluar dengan minum racun serangga. Kasih Tuhan terlalu besar membiarkan anak-anaknya berputusa asa. Sejak itu, sang suami tahu bahwa Tuhan pasti buka jalan, pasti akan menolong dengan cara yang ajaib. Benar saja, sejak itu ada seorang teman yang memberi pekerjaan, order untuk dikerjakan orang ini. Dan singkat cerita, akhirnya seluruh utang-utangnya dapat dilunasi dan keluarga ini hidup normal dalam berkat dan kasih karunia Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5984425787848562473?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5984425787848562473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5984425787848562473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5984425787848562473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5984425787848562473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/02/pertolongan-tepat-pada-waktunya-in-time.html' title='Pertolongan Tepat Pada Waktunya - In Time Help of the Lord'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6457973883543422722</id><published>2011-02-14T06:00:00.000+07:00</published><updated>2011-02-14T06:00:03.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertobatan - Repentance'/><title type='text'>Jesus is Real</title><content type='html'>Minggu lalu saya mendengar kisah yang luar biasa ini. Dessy (nama samaran) dikenal sebagai salah seorang peserta Indonesian Idol, suaranya enak didengar. Namun lebih dari itu kisah pengenalannya akan Tuhan tidak kalah menggetarkan. Ayah Dessy berasal dari Jawa, namun ibunya adalah wanita Pakistan, sehingga tidak heran jika wajah Dessy cantik. Tentu saja Dessy dibesarkan dengan ajaran agama yang ketat yang mengajarkan bahwa tiada Tuhan selain Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam teman Dessy bertamu di rumahnya hingga larut malam. Ketika temannya pulang, diketahui ada buku Alkitab milik temannya tertinggal di rumah Dessy. Iseng-iseng Dessy membawa Alkitab itu ke tempat tidur dan membacanya. Dessy tertarik membaca Alkitab sampai dia menemukan tulisan bahwa Yesus itu nyata. Setelah membaca Alkitab, hati Dessy diliputi dengan kegelisahan. Masa Yesus itu nyata? Mana mungkin? Dia kan cuma manusia? Ketika Dessy bersembahyang tahajud larut malam itu, dia tidak hanya melafalkan doa-doa yang biasa, namun ia mengajukan permintaan khusus, "Jika Yesus itu nyata, tunjukkanlah kepadaku." Setelah doa itu, tentu saja ia tidur. Dessy biasa tidur dengan lampu kamar dimatikan. Antara mimpi dan sadar, tiba-tiba ia melihat secercah cahaya masuk menembus sisi pintu kamarnya. Lalu pintu terbuka, dan muncullah sesosok wajah yang ia lihat hanya bagian mukanya saja karena dalam gelap. Mata-Nya sangat jernih, sangat penuh kasih, sangat penuh damai. Ia belum pernah melihat sepasang mata seperti itu di dunia ini. Yang mengagetkan, Ia tersenyum ke arah Dessy. "Lihat, Aku ini nyata...Aku mengasihimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertemuan yang tak pernah dibayangkan itu dengan Tuhan Yesus, Dessy semakin ingin mengenal kekristenan. Ia bertanya kepada temannya yang telah ketinggalan Alkitab itu. Dengan sembunyi-sembunyi kemudian Dessy datang ke gereja. Oleh temannya Dessy diajarkan lagu-lagu rohani dan temannya meminta Dessy menyanyi dalam kebaktian. Ketika pertama kali ia naik mimbar, ia menyanyikan lagu "Bagai Rajawali". Pada saat di atas panggung, Dessy mendengar suara di telinga kirinya, "Inilah jalanmu..." Dan ketika ia turun panggung, seorang anak kecil menyapanya dan berkata, "Kak Dessy, tadi saya melihat ada Tuhan Yesus di sebelah kiri kakak...." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu semakin mantap hatinya untuk percaya dan mengikut Yesus, akhirnya Dessy memberi diri dibaptis pada bulan April 2010 yang lalu. Ketika keluarganya, ayah dan ibunya mengetahui hal itu, mereka marah besar. Karena Dessy tidak mau kembali ke ajarannya yang semula, maka Dessy diancam akan dibunuh dan lari dari rumah orang-tuanya, dan anak Dessy disandera orang tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja pergumulan Dessy. Dari temannya diketahui bahwa ayah Dessy mengancam akan menceraikan ibunya karena dianggap tidak mampu mendidik Dessy sehingga Dessy murtad. Kalau sampai ayah ibunya bercerai gara-gara iman Dessy yang baru, Dessy sangat terpukul. Dia sering bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, mengapa setelah aku percaya kepada-Mu, hidupku jadi begini? Ayah ibuku mau bercerai. Tolonglah kami Tuhan." Karena kecewa dengan keadaannya, Dessy membatalkan janji pelayanannya dimana-mana. Ia mengurung diri. Ia tidak mau ikut ke gereja lagi. Namun Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Ia tidak pernah mencobai kita lebih dari pada kekuatan kita, dan pada waktu kita ada dalam pencobaan, Dia memberi jalan keluar. Ya, akhirnya Dessy mendengar kabar baik bahwa ayah ibunya tidak jadi bercerai. Namun masih ada kerinduan Dessy yang masih belum dijawab Tuhan, yaitu agar ia dapat berkumpul dengan anaknya dan orangtuanya, dan ia terus berdoa agar orang tua dan saudara-saudaranya dapat mengenal kasih Bapa yang rela mengorbankan anak-Nya, Yesus Kristus di kayu salib, agar semua orang yang mengenal dan percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dessy menutup kesaksiannya dengan menyanyikan lagu "You Are My Hiding Place", mata saya berkaca-kaca, karena suara Dessy bagaikan aliran roh yang sungguh-sungguh mengakui bahwa Yesus itu adalah batu perlindungan, tempat persembunyian di kala kita ada dalam pergumulan topan dan badai. Haleluyah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6457973883543422722?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6457973883543422722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6457973883543422722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6457973883543422722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6457973883543422722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/02/jesus-is-real.html' title='Jesus is Real'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-9107927874799342006</id><published>2011-02-13T17:33:00.001+07:00</published><updated>2011-02-13T17:34:30.926+07:00</updated><title type='text'>Thank You Notes</title><content type='html'>Thank you atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Chaterina. Buku akan segera dikirim dg Pos Kilat Khusus ke alamat rumah. Gbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-9107927874799342006?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/9107927874799342006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=9107927874799342006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9107927874799342006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9107927874799342006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/02/thank-you-notes.html' title='Thank You Notes'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-922405124801127059</id><published>2011-02-12T12:59:00.002+07:00</published><updated>2011-02-12T13:01:36.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Ibu - Love of a Mother'/><title type='text'>Kasih Ibu - Love of a Mother</title><content type='html'>Semenjak kecil, saya takut untuk memperingati hari ibu karena tak berapa lama setelah saya lahir, saya dibuang oleh ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali peringatan hari ibu, saya selalu merasa tidak leluasa karena selama peringatan hari ibu semua acara televisi menayangkan lagu tentang kasih ibu, begitu juga dengan radio dan bahkan iklan biskuit pun juga menggunakan lagu tentang hari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa meresapi lagu-lagu seperti itu. Setelah sebulan lebih saya dilahirkan, saya ditemukan oleh seseorang di stasiun kereta api Xin Zhu. Para polisi yang berada di sekitar stasiun itu kebinggungan untuk menyusui saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada akhirnya, mereka bisa menemukan seorang ibu yang bisa menyusui saya. Kalau bukan karena dia, saya pasti sudah menanggis dan sakit. Setelah saya selesai disusui dan tertidur dengan tenang, para polisi pelan-pelan membawa saya ke De Lan Center di kecamatan Bao Shan kabupaten Xin Zhu. Hal ini membuat para biarawati yang sepanjang hari tertawa ria akhirnya pusing tujuh keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah melihat ibu saya. Semasa kecil saya hanya tahu kalau saya dibesarkan oleh para biarawati. Pada malam hari, di saat anak-anak yang lain sedang belajar, saya yang tidak ada kerjaan hanya bisa menggangu para biarawati. Pada saat mereka masuk ke altar untuk mengikuti kelas malam, saya juga akan ikut masuk kedalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya bermain di bawah meja altar, mengganggu biarawati yang sedang berdoa dengan membuat wajah-wajah yang aneh. Dan lebih sering lagi ketiduran sambil bersandar di samping biarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarawati yang baik hati itu tidak menunggu kelas berakhir terlebih dahulu, tetapi dia langsung menggendong saya naik untuk tidur. Saya curiga apakah mereka menyukai saya karena mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk keluar dari altar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kami adalah anak-anak yang terbuang, tetapi sebagian besar dari kami masih memiliki keluarga. Pada saat tahun baru ataupun hari raya, banyak sanak saudara yang datang menjemput. Sedangkan saya, dimana rumah saya pun saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga karena inilah para biarawati sangat memperhatikan anak-anak yang tidak memiliki sanak saudara sehingga mereka tidak memperbolehkan anak-anak lain menggangu kami. Sejak kecil prestasi saya cukup bagus dan para biarawati mencarikan banyak pekerja sosial untuk menjadi guru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dihitung-hitung sudah cukup banyak yang menjadi pengajar saya. Mereka adalah lulusan dan dosen dari universitas Jiao dan universitas Qing, lembaga penelitian, dan insinyur. Guru yang mengajarkan saya IPA pada tahun sebelumnya adalah seorang mahasiswa dan sekarang dia telah menjadi asisten dosen. Guru yang mengajari saya Bahasa Inggris adalah seorang yang jenius. Tidak heran sejak kecil kemampuan saya dalam berbahasa Inggris sudah bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para biarawati juga memaksa saya untuk belajar piano. Semenjak kelas 4 SD, saya telah menjadi pianis di gereja dan pada saat misa saya yang bertanggung jawab untuk bermain piano. Karena didikan yang saya dapatkan di gereja, kemampuan berbicara saya pun juga bagus. Di sekolah saya sering mengikuti lomba berpidato, pernah juga menjadi perwakilan alumni untuk mengikuti debat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya sama sekali tidak pernah mendapatkan peran yang penting dalam acara peringatan hari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saya suka memainkan piano tetapi saya mempunyai satu prinsip. Saya tidak akan memainkan lagu-lagu yang berhubungan dengan hari ibu, kecuali jika ada orang yang memaksa saya. Tetapi tetap saja saya tidak akan memainkan lagu-lagu tersebut atas dasar keinginan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya pernah berpikir, siapakah ibu saya? Saat membaca novel, saya menebak bahwa saya adalah anak haram, ayah meninggalkan ibu dan ibu yang masih muda akhirnya membuang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena kepintaran saya yang cukup bagus, ditambah lagi dengan adanya bantuan dari pengajar yang sepenuh hati membantu, saya dengan lancar bisa lolos ujian masuk jurusan arsitektur di Universitas Xin Zhu. Saya menyelesaikan kuliah sambil bekerja sambilan. Biarawati Sun yang membesarkan saya terkadang datang mengunjungi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teman-teman kuliah saya yang bandel-bandel itu melihat biarawati Sun, mereka akan langsung berubah menjadi kalem. Banyak teman-teman saya yang setelah mengetahui latar belakang saya, datang menghibur saya. Mereka juga mengakui, bahwa saya mempunyai pembawaan yang baik, dikarenakan saya dibesarkan oleh para biarawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wisuda, orang tua dari mahasiswa lain semua berdatangan, sedangkan keluarga saya satu-satunya yang hadir hanya biarawati Sun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala jurusan saya bahkan meminta biarawati Sun untuk foto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa wajib militer, saya kembali ke De Lan Center. Tiba-tiba saja di hari itu biarawati Sun ingin membicarakan hal yang serius dengan saya. Dia mengambil sebuah amplop surat dari raknya dan dia mempersilahkan saya untuk melihat isi-isi dari amplop surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam amplop surat itu, terdapat dua lembar tiket kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarawati Sun berkata pada saya bahwa pada saat polisi mengantar saya ke tempat ini, dalam baju saya terselip dua lembar tiket perjalanan dari tempat tinggal asal ibu saya menuju stasiun Xin Zhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket pertama adalah tiket bus dari salah satu tempat di bagian selatan menuju ke Ping Dong. Dan tiket yang satunya lagi adalah tiket kereta api dari Ping Dong ke Xin Zhu. Ini adalah tiket kereta api yang lambat. Dari situ saya baru tahu bahwa ibu kandung saya bukanlah orang yang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarawati Sun mengatakan pada saya bahwa mereka biasanya tidak suka mencari latar belakang dari bayi-bayi yang telah ditinggalkan. Oleh karena itu, mereka menyimpan dua tiket kereta ini dan memutuskan untuk memberikannya pada saat saya sudah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah lama mengamati saya dan pada akhirnya mereka menyimpulkan bahwa saya adalah orang yang rasional. Jadi seharusnya saya mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah ini. Mereka pernah pergi ke kota kecil ini dan menemukan bahwa jumlah penduduk kota kecil itu tidak banyak. Jadi jika saya benar-benar ingin mencari keluarga saya, seharusnya saya tidak akan menemui kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu terpikir untuk bertemu dengan orang tua saya. Tetapi setelah memegang dua tiket ini, mulai timbul keraguan dalam hati saya. Saya sekarang hidup dengan baik, mempunyai ijazah lulusan S1, dan bahkan memiliki seorang teman wanita akan menjadi teman hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya harus melihat ke masa lalu? Mencari masa lalu yang benar-benar asing bagi saya. Lagi pula besar kemungkinan kenyataan yang didapatkan adalah hal yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarawati Sun justru mendukung saya untuk pergi ke kota asal ibu saya. Dia menggangap kalau saya akan memiliki masa depan yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teka-teki tentang asal-usul kelahiran saya tidak dijadikan alasan sebagai bayangan gelap dalam diri saya, dia terus membujuk diri saya untuk memikirkan kemungkinan terburuk yang akan saya hadapi, yang seharusnya tidak akan menggoyahkan kepercayaan diri saya terhadap masa depan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya berangkat ke kota yang berada di daerah pegunungan, yang bahkan tidak pernah saya dengar namanya. Dari kota Ping Dong saya harus naik kereta api selama satu jam lebih untuk tiba di sana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat musim dingin, walaupun berada di daerah selatan, di kota ini hanya terdapat satu kantor polisi, satu pos kota, satu Sekolah Dasar, dan satu Sekolah Menengah Pertama, selain itu tidak ada lagi gedung yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bolak-balik ke kantor polisi dan pos kota untuk mencari data kelahiran saya. Akhirnya saya menemukan dua dokumen yang berhubungan dengan diri saya. Dokumen pertama adalah data mengenai kelahiran seorang anak laki-laki. Dokumen kedua adalah data laporan kehilangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya anak itu adalah di saat hari kedua saya dibuang satu bulan lebih setelah saya dilahirkan. Menurut keterangan dari biarawati, saya ditemukan di stasiun Xin Zhu. Sepertinya saya sudah menemukan data-data kelahiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masalahnya adalah ayah saya telah meninggal dunia dan ibu saya juga telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Saya mempunyai seorang kakak laki-laki. Kakak saya telah meninggalkan kota dan tidak tahu ke mana perginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini adalah kota kecil, maka semua orang saling mengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang polisi tua di kantor polisi memberitahu saya, bahwa ibu saya selalu bekerja di SMP. Dia lalu membawa saya menemui kepala SMP itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah itu adalah seorang wanita dan beliau menyambut saya dengan ramah. Dia membenarkan bahwa ibu saya pernah bekerja di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau sangat baik hati, sedangkan ayah saya adalah orang yang sangat malas. Saat pria yang lain pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, hanya ayah yang tidak mau pergi. Di kota kecil, ayah hanya bekerja sebagai pekerja musiman. Padahal di dalam kota sama sekali tidak ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seumur hidup dia hanya mengandalkan ibu saya yang bekerja sebagai pekerja kasar. Karena tidak memiliki pekerjaan, suasana hatinya menjadi sangat tidak baik. Jadi seringkali dia mabuk- mabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah mabuk, terkadang ayah memukul ibu atau kakak saya. Walaupun setelah itu ayah merasa menyesal, kebiasaan buruk ini sangat susah untuk diubah. Ibu dan saudara saya terusik seumur hidup olehnya. Pada saat kakak duduk di kelas dua SMP, dia kabur dari rumah dan semenjak saat itu ayah tidak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan ibu kepala sekolah, ibu itu memiliki anak kedua. Namun setelah berumur satu bulan lebih, secara misterius anak itu menghilang begitu saja. Saat ibu kepala sekolah tahu bahwa saya dibesarkan di sebuah panti asuhan di daerah utara, beliau mulai menanyakan banyak hal kepada saya dan saya menjelaskannya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mulai tergerak hatinya dan kemudian mengeluarkan selembar amplop surat . Amplop ini ditinggalkan ibu saya sebelum ibu meninggal dan ditemukan di samping bantalnya. Kepala sekolah berpikir bahwa di dalamnya pasti terdapat barang-barang yang bermakna. Oleh karena itu, dia menyimpannya dan menunggu sampai ada keluarganya yang datang mengambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangan yang gemetar, saya membuka amplop itu. Dalam amplop itu berisi tiket kereta api. Semua itu adalah tiket-tiket perjalanan dari kota kecil di bagian selatan ini menuju kecamatan Bao Shan kabupaten Xin Zhu, dan semuanya disimpan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah memberitahu saya bahwa setiap setengah tahun sekali, ibu saya pergi ke daerah di bagian utara untuk menemui salah satu saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak ada satu orangpun yang mengenal siapa saudara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya merasa bahwa setiap ibu saya kembali dari sana , suasana hatinya menjadi sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya menganut agama Budha di hari tuanya. Hal yang paling membanggakan baginya adalah ia berhasil membujuk beberapa orang kaya beragama Budha untuk mengumpulkan dana sebesar NT 1.000.000 yang disumbangkan ke panti asuhan yang dikelola oleh agama Katolik. Pada hari penyerahan dana, ibu saya juga ikut hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa merinding seketika. Pada suatu kali, ada satu bus pariwisata yang membawa para penganut agama Budha yang berasal dari daerah selatan. Mereka membawa selembar cek bernilai NT 1.000.000 untuk disumbangkan ke De Lan Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para biarawati sangat berterimakasih dan mereka mengumpulkan semua anak-anak untuk berfoto bersama para penyumbang. Pada saat itu, saya yang sedang bermain basket. Saya juga ikut dipanggil dan dengan tidak rela, saya pun ikut berfoto bersama mereka. Sekarang saya menemukan foto itu di dalam amplop ini. Saya meminta orang untuk menunjukkan yang mana ibu saya. Saya tersentak seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membuat saya terharu adalah di dalamnya terdapat foto kenangan- kenangan wisuda saya yang telah difotokopi. Foto itu adalah foto saya bersama teman-teman saya yang sedang mengenakan topi toga. Saya juga termasuk di dalam foto itu. Ibu saya, walaupun telah membuang saya, tetap datang mengunjungi saya. Mungkin saja ! dia juga menghadiri acara wisuda saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara tenang, kepala sekolah berkata, “Kamu seharusnya berterima kasih pada ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuangmu demi mencarikanmu lingkungan hidup yang lebih baik. Jika kamu tetap tinggal di sini, bisa-bisa kamu hanya lulus SMP, lalu pergi ke kota mencari kerja. Di sini hampir tidak ada orang yang mengecap pendidikan SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih gawatnya lagi, jika kamu tidak tahan terhadap pukulan dan amarah ayahmu setiap hari, bisa-bisa kamu seperti kakakmu yang kabur dari rumah dan tidak pernah kembali lagi.” Kepala sekolah kemudian memanggil guru yang lain untuk menceritakan hal-hal tentang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya mengucapkan selamat karena saya bisa lulus dari Universitas Guo Li. Ada seorang guru yang berkata, bahwa di sini belum ada murid yang berhasil masuk ke Universitas Guo Li.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba tergerak untuk melakukan sesuatu. Saya bertanya kepada kepala sekolah apakah di dalam sekolah ada piano. Beliau berkata bahwa pianonya bukan piano yang cukup bagus, tetapi terdapat organ yang masih baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuka tutup piano dan menghadap matahari di luar jendela dan saya memainkan satu per satu lagu tentang ibu. Saya ingin orang-orang tahu, walaupun saya dibesarkan di panti asuhan tetapi saya bukanlah yatim piatu karena saya memiliki para biarawati yang baik hati dan senantiasa mendidik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bagaikan ibu yang membesarkan saya, mengapa saya tidak bisa menganggap mereka selayaknya ibu saya sendiri? Dan juga ibu saya selalu memperhatikan saya. Ketegasan dan pengorbanannya lah yang membuat saya memiliki lingkungan hidup yang baik dan masa depan yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang saya tetapkan telah dilenyapkan. Saya bukan saja bisa memainkan lagu peringatan hari ibu, tetapi saya juga bisa menyanyikannya. Kepala sekolah dan para guru juga ikut bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara piano juga tersebar ke seluruh sekolah dan suara piano saya pasti berkumandang sampai ke lembah. Di senja hari ini, penduduk- penduduk di kota kecil akan bertanya, “Kenapa ada orang yang memainkan lagu tentang ibu?” Bagi saya hari ini adalah hari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah amplop yang dipenuhi tiket kereta api membuat saya untuk selamanya tidak takut untuk memperingati hari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kisah nyata dari rektor Universitas Ji Nan yang bernama Li Jia Tong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berterima kasihlah kepada mereka yang telah membesarkan dan membimbing kita, hingga kita dewasa dan mencapai sebuah kesuksesan. Sekalipun mereka bukanlah ibu atau ayah kandung kita. Tetapi ingatlah selalu budi yang telah diberikan kepada kita, hingga kita bisa seperti sekarang ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Renungan Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-922405124801127059?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/922405124801127059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=922405124801127059' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/922405124801127059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/922405124801127059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2011/02/kasih-ibu.html' title='Kasih Ibu - Love of a Mother'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1933422020847448996</id><published>2010-02-18T18:47:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T20:11:12.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa - Prayer'/><title type='text'>Answered Prayer</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa Sudah Dijawab&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;James Rutz, penulis buku “Mega Shift” menceritakan kisah menakjubkan tentang campur tangan Tuhan dalam menjawab doa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memiliki seorang teman bernama Barclay Tait yang menjual vila di Niceville, Florida. Pada tahun 1977, ia adalah seorang pelatih bola basket berusia 36 tahun. Pada musim panas itu, ia memutuskan untuk menghadiri sebuah konferensi kristiani di Front Royal, Virginia. Datang empat hari lebih awal, ia pergi ke hutan terdekat dan mendirikan tenda dekat sebuah aliran sungai. Pada hari terakhir, datanglah seorang pendaki gunung yang bertubuh tinggi kurus dengan sebuah buku catatan di ketiaknya, yang heran melihat Barclay sedang membaca Alkitabnya. Barclay menjelaskan bahwa ia sedang ada di situ untuk berpuasa dan merenung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dave, sang pendaki, menjawab, “Nah, saya adalah seorang pendoa syafaat. Apa yang ingin saya doakan bagi anda?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa agak bingung, Barclay berkata, “Oh, terus terang saja, saya ingin mendapatkan seorang istri.” Sang pendoa mencatat permohonan doa itu di dalam buku catatannya dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988 Barclay, yang sekarang sudah menikah dengan Sherry, secara ilahi dituntun untuk pindah ke Asheville, North Carolina. Pertemuan secara kebetulan dengan seseorang di halaman parkir Holiday Inn mendorongnya untuk memenuhi undangan pada sebuah pertemuan kelompok kristiani di luar kota. Ketika mereka sampai di pertemuan jam 7 malam itu, sang tuan rumah berjalan keluar dari dapur dan berhenti tegak mematung. “Saya kenal anda!” teriaknya, sambil menunjuk ke arahnya. “Anda adalah Barclay Tait!” Barclay terkejut sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu sebentar. Saya ingin menunjukkan sesuatu kepadamu,” kata sang tuan rumah. Dia bergegas naik ke loteng, membuat Taits berdiri di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Beberapa saat kemudian sang tuan rumah muncul lagi dengan buku catatan yang sudah usang. “Lihat di sini? Ini adalah saat saya menuliskan  permohonan doa anda di kolom satu ketika saya bertemu anda di Front Royal pada tahun 1977: ‘Barclay Tait: Istri pilihan Tuhan.’” Barclay melihat tulisan di buku usang itu. Itu adalah buku harian doa yang paling terinci dan mempunyai metode yang baik yang pernah dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berdoa bagi anda selama tujuh tahun,” kata Dave. “Kemudian di tengah malam 30 Desember, 1984, Tuhan membangunkan saya dari tidur lelap dan berkata, “Tuliskan di dalam buku harian doamu: “Doa sudah dijawab”. Saya menuliskan begitu di buku ini. Lihat? Di kolom dua ini saya menulis, “Doa sudah dijawab.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barclay dan Sherry saling pandang satu sama lain dengan mulut menganga. Mereka duduk, dan menangis terharu. Dengan perlahan Barclay memberitahu Dave, “Itu adalah hari pernikahan kami.” (Os Hillman, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, pada tanggal 18 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Answered Prayer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;James Rutz, author of MegaShift, tells a wonderful story of God's supernatural hand in answering prayer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I have a good friend named Barclay Tait who sells vacation real estate in Niceville, Florida. Back in 1977, he was a 36-year-old Florida basketball coach. That summer, he decided to hitch-hike to a Christian conference in Front Royal, Virginia. Arriving four days early, he went to a nearby forest and pitched his tent by a stream. On the last day, a tall, thin hiker with a notebook under his arm suddenly appeared, startling him as he read his Bible. Barclay explained that he came out there to fast and meditate. &lt;br /&gt;Dave, the hiker, replied, "Well, I'm an intercessor. What would you like me to pray for?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feeling somewhat overwhelmed, Barclay said, "Uh, frankly, I'd like prayer for a wife." The man wrote the request in his notebook and walked on. &lt;br /&gt;By 1988, Barclay, now married to Sherry, has been divinely guided to move to Asheville, North Carolina. A chance encounter in the Holiday Inn parking lot led to an invitation to join a gathering of a Christian group outside of town. Arriving just before the 7:00 P.M. meeting, the host walks in from the kitchen and stops dead in his tracks. "I know you!" he exclaims, pointing his finger. "You're Barclay Tait!" Barclay draws a blank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Just a minute. I have something I want to show you," the host announces. He scampers upstairs, leaving the puzzled Taits standing in the middle of the suddenly hushed room. In a moment the host reappeared with a well-worn ledger book. "See here? This is where I wrote your prayer request in column one when I met you in Front Royal in 1977: 'Barclay Tait: God's choice for a wife.'" Barclay looked down at the journal entry. It was the most detailed, methodical prayer journal he'd ever seen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I prayed for you for seven years," proclaims Dave. "Then in the middle of the night on December 30, 1984, God woke me up out of a sound sleep and said, 'Write in your journal, "Prayer answered." So I did. See? Here in column two, "Prayer answered.'" &lt;br /&gt;Barclay and Sherry look at each other with their mouths open. They sat down, and their eyes fill with tears. Quietly, Barclay tells Dave, "That was the day we were married." (Os Hillman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1933422020847448996?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1933422020847448996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1933422020847448996' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1933422020847448996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1933422020847448996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/02/answered-prayer.html' title='Answered Prayer'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-9177421485180426451</id><published>2010-01-13T04:07:00.002+07:00</published><updated>2010-01-13T04:12:40.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah - Father'/><title type='text'>A Letter from Charlie Chaplin to His Daughter</title><content type='html'>Surat yang begitu indah, ternyata tempaan dan ujian dalam perjalanan hidup membuat seseorang semakin menyadari akan dirinya dari mana ia berasal, menyadari bahwa kemampuan serta semuanya yang dimilikinya sekarang bukan sesuatu yang bisa dijadikan sebuah keangkuhan tapi menjadikan dirinya semakin rendah diri, seperti ilmu padi "Semakin berisi, semakin menunduk" halah bahasanya ha..ha...&lt;br /&gt;Didikan Bapak kepada anaknya yang seperti ini yang patut dan harus dicontoh oleh semua orang tua dimanapun di dunia ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah? Aku tahu ini bahwa dalam kehengingan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah. Duduklah dan bacalah surat ini… aku adalah ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa. Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku. Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London. Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya. Aku juga merasakan bahwa uang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu. Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, aku telah memerintahkan kepada wakilku di Paris untuk memberikan sejumlah uang untuk keperluanmu tanpa menanyakan kebutuhanmu. Namun bila engkau punya pengeluaran untuk orang lain, maka engkau harus mengirimkan bukti pembayarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: “Aku juga bagian dari mereka”. Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu. Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu. Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu. Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu. Engkau juga perlu tahu bahwa tidak pernah ada salah satu anggota keluarga Chaplin yang begitu sombong mencerca seorang pengemis atau seorang senniman di sekitar Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu. Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan’ ini dalam menipu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal lama di tempat sirkus, dan aku merasa khawatir setiap kali melihat para pemain akrobat yang bergantungan pada tali yang tipis dan bergetar. Namun putriku, aku harus mengucapkan sebuah realita padamu bahwa rakyat kokoh berdiri di atas bumi yang luas, tapi lebih banyak yang terjatuh ketimbang para pemain akrobat yang bergantungan di tali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine, ini ayahmu tengah berbicara denganmu. Mungkin suatu malam gemerlap ada sebuah berlian paling mahal di dunia yang menipumu. Pada malam itu, berlian tersebut menjadi tali yang tidak kokoh di bawah kakimu dan kejatuhanmu sudah pasti terjadi… Suatu hari ketika seorang bangsawan tampan secara licik menipumu, agar engkau bermain dengan tali sirkus, maka perlu kau ketahui bahwa para pemain amatir tali sirkus bakal terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tambatkan hatimu pada emas dan perhiasan lainnya. Berlian paling besar di dunia ini adalah matahari yang bersinar menyinari seluruh alam. Namun bila suatu hari engkau menambatkan hatimu kepada seorang pria yang punya hati bak mentari, satukan hatimu dengannya, cintailah ia dengan sunguh-sungguh dan apa yang engkau lakukan itu sebagai kewajiban. Dia lebih layak mendefinisikan cinta yang berarti satu hati, ketimbang aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, seorang wanita tidak layak menelanjangi dirinya karena seseorang dan sesuatu apa pun itu… Ketelanjangan adalah penyakit zaman kita. Menurut pendapatku, tubuhmu hanya menjadi milik seseorang yang ruhnya telanjang untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain. Dan aku akhiri suratku ini dengan;&lt;br /&gt;“Jadilah manusia, suci dan satu hati; karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribukali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan”.  Kiriman: Dodi Putra Artawan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-9177421485180426451?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/9177421485180426451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=9177421485180426451' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9177421485180426451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9177421485180426451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/letter-from-charlie-chaplin-to-his.html' title='A Letter from Charlie Chaplin to His Daughter'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2878851573205604764</id><published>2010-01-12T06:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T06:00:01.234+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian - Personality'/><title type='text'>Belief</title><content type='html'>Dua orang tertembak di Vietnam dan dipenjara di penjara Hoa Lo yang terkenal itu. Mereka diisolasikan, dirantai ke lantai semen, dan terus dipukuli dengan belenggu karatan serta disiksa untuk memberikan informasi. Walaupun keduanya mengalami pelecehan yang sama, mereka membentuk keyakinan yang luar biasa berbeda tentang pengalaman tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang pertama: agar terhindar dari kepedihan, ia melakukan bunuh diri.&lt;br /&gt;2. Orang yang kedua: justru menbangkitkan keyakinan yang lebih dalam akan dirinya, sesamanya, pencipta-Nya lebih dari sebelumnya. Demikianlah Kapten Gerald Coffe menggunakan pengalamannya untuk mengalahkan kepedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua wanita genap tujuh puluh tahun, tetapi masing-masing membentuk keyakinannya:&lt;br /&gt;1.Orang pertama: Ia yakin kehidupannya akan berakhir, maka ia menuntaskan urusan-urusanya dan mati.&lt;br /&gt;2. Orang Kedua memutuskan bahwa kecakapan seseorang pada usia berapun itu tergantung pada keyakinannya sendiri. Ia memutuskan bahwa mendaki gunung mungkin merupakan olahraga yang baik dimulai pada usia 70 tahun. Selama 25 tahun ia mencurahkan diri pada petualangan baru tersebut. Dan hingga pada usia sembilan puluhan, HULDA CROOKS telah menjadi wanita tertua yang pernah mendaki Gunung FUJI. Sumber: Peter Saiya/Gereja Komunitas Facebook Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2878851573205604764?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2878851573205604764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2878851573205604764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2878851573205604764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2878851573205604764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/belief.html' title='Belief'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7461755504670424878</id><published>2010-01-11T06:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-11T06:00:00.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persahabatan - Friendship'/><title type='text'>The Tale of Two Horses</title><content type='html'>KISAH DUA KUDA&lt;br /&gt;Ada sebuah padang, dengan dua ekor kuda di dalamnya. Dari kejauhan, dua kuda itu seperti kuda pada lazimnya. Tetapi jika Anda menghentikan mobil dan berjalan mendekat, Anda akan menemukan satu hal yang mengagumkan. Saat memperhatikan mata salah satu kuda, akan terlihat bahwa kuda itu buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemiliknya telah memutuskan untuk tidak membuangnya, tetapi justru membuatkan sebuah rumah yang nyaman untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal berikut ini juga luar biasa. Jika Anda berdiri di dekatnya dan memperhatikan, akan terdengar bunyi suara lonceng. Saat mencari sumber suara itu, Anda akan melihat bahwa itu berasal dari kuda yang lebih kecil di padang rumput itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lehernya dikalungkan sebuah lonceng kecil. Suaranya akan memberi tanda kepada kuda yang buta arah kuda kecil berada, sehingga bisa mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda berdiri dan memperhatikan kedua kuda itu, Anda akan melihat bahwa kuda yang memiliki lonceng selalu menoleh memperhatikan kuda yang buta, dan kuda yang buta akan mendengar suara lonceng dan kemudian berjalan perlahan ke arahnya; percaya bahwa dia tidak akan tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kuda dengan lonceng kembali ke kandang pada sore hari, dia setiap kali akan selalu berhenti dan menoleh, memastikan bahwa temannya yang buta tidak berjalan terlalu jauh untuk bisa mendengar bunyi loncengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pemilik dari kedua kuda ini, Tuhan tidak pernah membiarkan kita terbuang hanya karena kita tidak sempurna atau kita sedang menghadapi masalah atau tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengawasi kita dan bahkan membawa orang lain ke dalam hidup kita untuk menolong kita saat kita membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita adalah kuda buta yang dituntun oleh bunyi pelan lonceng dari orang-orang yang ditempatkan Tuhan dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman baik selalu seperti itu ... Anda tidak pernah selalu melihat mereka, tapi Anda tahu bahwa mereka selalu ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkanlah lonceng saya dan saya akan mendengarkan lonceng Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingat ... bersikaplah ramah lebih dari biasanya - siapa saja yang Anda temui adalah ibarat pergumulan dalam suatu pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Live simply,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love generously,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Care deeply,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speak kindly ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email dari Milis Rohani/Yohanes Samiran SCJ.&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7461755504670424878?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7461755504670424878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7461755504670424878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7461755504670424878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7461755504670424878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/tale-of-two-horses.html' title='The Tale of Two Horses'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2800235655399624742</id><published>2010-01-08T06:00:00.001+07:00</published><updated>2010-01-08T06:00:01.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keamanan - Safety'/><title type='text'>Money Changer in Bali</title><content type='html'>Saya ingin bagikan kesaksian yang saya alami sendiri tepatnya tgl 2 maret 2000 kira-kira pukul 19:00 waktu Bali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat itu saya sedang Bisnis Trip bersama Tamu orang Jepang namanya Ms. Hirano. Dia ingin menukarkan uang Yen nya kedalam Rupiah. Siang itu kami berjalan sepanjang jalan Kartika Plaza, Kuta, kami menemukan beberapa Money Changer dengan rate antara 68 hingga 70, tapi sayangnya mereka sudah kehabisan uang rupiah sehingga kami harus mencari lagi money changer di tempat lain. Malam nya kami berjalan menuju Jl. Tegal wangi, Kuta dan disana kami menemukan Money Changer didalam sebuah toko pakaian Bordir tokonya cukup besar dan ber AC dengan Rate yang cukup menggiurkan yaitu 72.99. Lalu kami masuk ke toko itu dan menukarkan uang Yen 30.000 = Rp. 2.189.700,-. Diatas meja penukaran uang itu terdapat 4 buah 'sesajen' dan dupa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulailah Pemuda itu mengambil uang nya dari laci dan mulai menghitung uang http://www.facebook.com/l/ef0e3;Rp.20.000 an masing-masing 5 lembar (http://www.facebook.com/l/ef0e3;=Rp.100.000) berjejer diatas meja itu. Total 22 baris. Jika kita ikut memperhatikan hitungan diatas meja itu pastilah kita akan percaya bahwa uang itu adalah Rp. 2.200.000,-. Ms. Hirano segera percaya dan langsung akan memasukkan uang itu kedalam dompet. Tapi saya mencegah dan meminta uang itu untuk di hitung kembali. Waktu saya akan menghitung kembali, pemuda itu segera berdiri dan segera menyuruh kami pergi dengan alasan toko akan tutup. Tapi saya tetap tinggal diam untuk menghitungnya kembali. Anehnya untuk menghitung uang 1juta saja saya tidak sanggup. Rasanya pikiran saya seperti tertutup kabut dan tidak bisa menghitung. Saya miminjam Calculator dan menghitung 1juta dibagi 20.000 = 50 lembar. Mulailah saya menghitung uang 50 lembar (1juta) lalu saya berikan kepada Ms. Hirano. Anehnya uang yang saya hitung 50 lembar itu ditangan Ms. Hirano menjadi 100 lembar yang berarti 2 juta dan ditangan Ms. Hirano masih ada sisa 400 ribu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi Hirano berkata kepada saya bahwa uang yang diterimanya kelebihan 200 ribu. Saya mengambil kembali uang yang kata Ms.Hirano 100 lembar itu untuk saya hitung lagi. Pemuda itu mulai panik dia berdiri dan memegang sesajen yang ada diatas meja itu dan mengkibas kan sesajen itu. Saat saya melihat hal itu saya langsung curiga dan segera saya Berdoa dan BERBAHASA ROH didalam hati. Mata saya terbuka dan sekali lagi uang 100 lembar itu ditangan saya hanya menjadi 50 lembar saja. Itu berarti kami hanya mendapat 1 juta 400 ribu saja. Kurang 800 ribu rupiah !!. Rupanya dia tidak dapat menghipnotis saya. Kami segera meminta uang Yen kami dan tidak jadi tukar. Saya keluar dari toko itu sambil bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan menyertai dan melindungi saya kemanapun kaki saya melangkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam itu ketika saya sedang tidur, Pemuda itu datang didalam mimpi saya. Waktu itu kira-kira pukul 3:30 pagi. Dia duduk disebelah ranjang saya dan berkata: "Memang aku kalah sama kamu, aku tahu kepada siapa aku bisa menang, saat tamu duduk aku bisa mengerti aku bisa menang atau kalah. Saat kamu duduk sebenarnya aku sudah merasa... Ya... memang aku kalah sama kamu. Tapi tidak kepada semua orang Kristen !".&lt;br /&gt;Lalu dia menutup mukaku dengan telapak kakinya dan aku tidak dapat bergerak (tindien). Aku terus Berbahasa roh dan bangun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudara,... siapapun saudara yang membaca kesaksian ini. Berhati-hatilah. Satu hal yang tidak dapat dikalah kan oleh iblis yaitu Roh Kudus. Jika Roh Kudus tinggal di dalam hatimu niscaya iblis dikalahkan. Oleh karena itu bagi saudara yang belum pernah mengundang Roh Kudus untuk tinggal didalam hatimu. Mintalah ! Karena hanya Roh Kudus lah satu-satunya senjata kita untuk melawan tipu muslihat iblis.&lt;br /&gt;Kiranya kesaksian ini membawa berkat bagi saudara-saudara sekalian. Kiriman: Bpk. Wawan S. Tarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2800235655399624742?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2800235655399624742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2800235655399624742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2800235655399624742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2800235655399624742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/money-changer-in-bali.html' title='Money Changer in Bali'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8856757911358614658</id><published>2010-01-07T07:22:00.001+07:00</published><updated>2010-01-07T07:24:34.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Isteri - Husband and Wife'/><title type='text'>Life is Too Short</title><content type='html'>"If life is so short...."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya pertama kali bertemu dengan Charles dan Linda Graham saat pasangan asal Amerika itu ikut serta dalam rombongan tur ke Eropa Barat yang saya pimpin, kira-kira 12 tahun yang lalu. Ketika itu mereka mengadakan perjalanan dalam rangka memperingati ulangtahun emas perkawinan mereka. Saya banyak berkomunikasi dengan mereka sebab mereka duduk di baris pertama pada bus yang kami kendarai sepanjang perjalanan, tepat di belakang bangku tempat duduk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 14 hari perjalanan mengunjungi 9 kota di 5 negara, pasangan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu kerap menjadi perhatian saya. Bukan karena saya mengkhawatirkan kondisi fisik mereka yang mungkin kelelahan akibat perjalanan panjang, karena untuk ukuran kebanyakan orang seusianya, mereka tergolong cukup sehat dan lincah. Yang saya perhatikan justru bagaimana mereka tampak begitu menikmati setiap momen dalam perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Pengamatan' yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi terhadap mereka – entah dengan mencuri pandang melalui kaca spion bus yang kebetulan mengarah langsung pada mereka, atau memperhatikan bagaimana mereka berunding untuk menentukan mau pergi ke mana ketika acara bebas—membuat saya melihat ada sesuatu yang `berbeda' diantara keduanya dibandingkan para peserta lain. Keduanya tampak sangat ceria, yang terpancar jelas dari raut wajah mereka yang sudah dipenuhi keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran saya atas pasangan Charles dan Linda belum sempat terjawab ketika perjalanan yang kami lakukan sudah harus berakhir. Seluruh rombongan berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing, sementara saya melanjutkan hidup saya seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berikutnya, ketika ditugaskan untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Eropa Timur, secara tak sengaja saya bertemu lagi dengan Charles dan Linda yang ternyata juga ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin saat itu. Kali ini mereka melakukan perjalanan untuk merayakan ulangtahun perkawinan yang ke-51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran sudah saling kenal sebelumnya, kami menjadi cepat akrab. Sebenarnya, saat itu saya hanyalah seorang tur leader pengganti lantaran tur leader yang seharusnya memimpin perjalanan tersebut mendadak jatuh sakit. Di awal perjalanan, saya berterus terang kepada para peserta tur bahwa saya kurang familiar dengan rute perjalanan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, Charles secara diam-diam berbicara banyak tentang saya kepada para peserta tur lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin setahun sebelumnya. Tentang bagaimana saya sudah menjadi tur leader yang menurut dia sangat baik dan caring serta berbagai hal-hal positif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat dia pulalah, sebagian besar peserta tur jadi memiliki penilaian positif terhadap saya. Konsekuensinya, saya jadi lebih tertantang untuk berbuat semaksimal mungkin, memberikan kualitas layanan yang terbaik dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman memimpin grup tur ke Eropa Timur saat itu adalah awal perjalanan karir saya sebagai seorang tur leader, namun justru di saat saya merasa banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan karena minimnya `jam terbang' dan penguasaan medan, hampir seluruh peserta tur malah memberikan dukungan positif atas apa yang saya lakukan saat itu sehingga saya merasakan situasi yang nyaman sepanjang perjalanan tersebut. Dan semua itu disebabkan karena berbagai pernyataan positif yang disampaikan oleh Charles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan airmata. Kalau bisa memotivasi orang lain dengan pujian, mengapa kita harus menyampaikannya dengan celaan?" demikian kata Linda saat saya menyampaikan terimakasih atas `promosi' yang dilakukan suaminya untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip "Life is too short" yang dianut oleh Charles dan Linda itu membuat saya merenung tentang makna hidup yang sudah saya jalani saat ini. Usia pernikahan yang mereka jalani hingga sanggup mencapai angka di atas 50 tahun adalah suatu hal yang langka, dan menurut saya perjalanan hidup mengarungi kehidupan selama 70 tahun lebih bukanlah waktu yang singkat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak pernah tahu kapan hidup ini bakal berakhir, kapan saat terakhir kita bakal bertemu dengan orang yang kita kasihi. Bisa saja besok saya atau kamu dipanggil Tuhan, dan alangkah menyesalnya kita ketika menyadari betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kita capai, ternyata tidak pernah terwujudkan. Jika setiap saat kita berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, maka kita akan termotivasi untuk memberikan makna terbaik pada hari-hari yang kita jalani saat ini," demikian ungkap Charles panjang lebar. "Dan jika pada kenyataannya kita diberi anugerah untuk menjalani hidup ini lebih lama, bukankah hari-hari yang sudah kita lalui bakal menjadi rangkaian kenangan nan indah? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kehidupan pernikahan kami, rasanya kami tidak sempat meributkan hal-hal kecil karena waktu kami telah tersita dengan pemikiran bagaimana mengisi hari-hari `pendek' kami dengan sebaik mungkin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Charles dan Linda itu terus melekat di benak saya hingga kini. Prinsip hidup yang mereka anut telah berhasil mempengaruhi jalan pemikiran saya, sehingga sejak saat itu saya menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menikah beberapa tahun yang lalu, saya bersama istri juga telah bersepakat untuk menjalani kehidupan ini dengan prinsip `life is so short'. Setiap saat kami selalu berpikir bagaimana caranya agar mengisi hari-hari kami dengan sebaik mungkin. Peringatan hari ulang tahun saya dan istri, maupun ulangtahun pernikahan, kami menjadi ajang untuk introspeksi tentang hari-hari yang telah kami lewati bersama, sekaligus merencanakan apa yang akan kami lakukan untuk kurun waktu setahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjadi lebih ekspresif dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dan tidak ragu-ragu untuk saling mempersembahkan yang terbaik dan berupaya untuk saling membahagiakan satu sama lain. Setiap kali ada konflik yang terjadi, kami berupaya untuk menyelesaikannya dengan sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang kami jalani barulah `seumur jagung', sehingga saat ini kami baru menikmati yang manis-manis saja. Memang benar, selama hampir dua tahun kehidupan pernikahan kami, hampir bisa dipastikan kami jarang bertengkar. Perselisihan memang ada, namun kami berdua senantiasa mengupayakan nya agar persoalan yang kami hadapi tidak melebar dan meluas ke mana-mana. "If you can make it simple, why make it hard?", begitu kata Linda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila setiap saat kami mempertahankan prinsip yang sama dalam menjalani hidup ini, dan ketika nantinya kami dikaruniakan umur panjang untuk bisa merayakan ulangtahun pernikahan yang ke-10, 20, 30 atau bahkan yang ke-50 seperti Charles dan Linda , wow.... betapa bernilai nya hari-hari yang telah kami jalani selama ini, dan betapa banyak kenangan indah yang telah terukir sepanjang kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun toh kami tidak dikaruniakan usia yang panjang, setidaknya kami berdua sudah pernah melewati hari-hari yang indah bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kiriman surat dari Linda (kami memang sering saling berkirim surat semenjak pertemuan kami di Eropa bertahun-tahun lalu). Di suratnya Linda menceritakan bahwa Charles telah meninggal dunia, beberapa saat setelah peringatan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-62. Herannya, saya tidak menangkap kesan kesedihan di dalam suratnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah sejak lama bersiap menghadapi momen perpisahan yang tak mungkin terelakkan oleh manusia manapun di dunia ini. Linda mengungkapkan bagaimana beruntungnya mereka bisa melewati saat kebersamaan yang panjang, dan bersyukur atas begitu banyak peristiwa yang boleh mereka jalani berdua. Dan ketika memang `saat' itu tiba, yang terungkap justru rasa syukur karena telah diberi banyak kesempatan untuk menjalani hari demi hari bersama dengan orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you'll be amazed, how many great moments you've been through in your lifetime. Itulah kalimat penutup yang ditulis Linda Graham dalam surat terakhir yang dikirimkannya pada saya. Email kiriman dari Bpk. Wawan S.T/Henry Liem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8856757911358614658?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8856757911358614658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8856757911358614658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8856757911358614658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8856757911358614658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/life-is-too-short.html' title='Life is Too Short'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7586444341125565609</id><published>2010-01-07T07:05:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T07:10:41.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Notes'/><title type='text'>New Assignment</title><content type='html'>Saya jarang mengirim lamaran kerja untuk mendapatkan nafkah yang layak. Tetapi Tuhan itu begitu baik. Minggu lalu saya mendapatkan tawaran kerja yang lumayan bagus, walaupun saya tidak mengajukan lamaran kerja ke perusahaan itu sebelumnya. Prosesnya singkat, dalam dua menit saya diterima bekerja di group perusahaan itu dengan gaji yang lumayan. Puji Tuhan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf apabila saya akan jarang memposting kesaksian di blog ini. Jika Anda ada kesaksian bagus, entah diforward dari teman atau dari kesaksian Anda sendiri, silakan kirim kepada saya, hadi.kristadi@gmail.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7586444341125565609?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7586444341125565609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7586444341125565609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7586444341125565609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7586444341125565609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2010/01/new-assignment.html' title='New Assignment'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5060892467499388792</id><published>2009-12-23T08:45:00.002+07:00</published><updated>2009-12-23T08:47:15.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Ibu - Love of a Mother'/><title type='text'>Mommy</title><content type='html'>A Child's Angel&lt;br /&gt;Once upon a time there was a child to be born.&lt;br /&gt;So one day he asked God.&lt;br /&gt;“They tell me you are sending me to earth tomorrow, but how am I going to live there being so small and helpless?”&lt;br /&gt;God replied, “Among the many angels, I choose one for you. She will be waiting for you and will take care of you.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the child wasn’t sure he really wanted to go.&lt;br /&gt;“But tell me, here in Heaven, I don’t do anything else but sing and smile. That’s enough for me to be happy.”&lt;br /&gt;God smiled.&lt;br /&gt;“Your angel will sing for you and will also smile for you every day, and you will feel your angel’s love and be happy.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“And how am I going to be able to understand when people talk to me, the child continued. “If I can’t know the language that men talk?”&lt;br /&gt;God patted him on the head and said.&lt;br /&gt;“Your angel will tell you the most beautiful and sweet words you will ever hear,&lt;br /&gt;and with so much patience and care, your angel will teach you how to speak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The child was sad. “And what am I going to do when I want to talk to you?”&lt;br /&gt;But God had an answer for that question too.&lt;br /&gt;“Your angel will place your hands together and will teach you how to pray”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The baby then turned to God and asked,&lt;br /&gt;“I’ve heard that on earth there are bad men, who will protect me?”&lt;br /&gt;“Your angel will defend you even if it means risking its life!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“But I will always be sad because I will not see you anymore”&lt;br /&gt;the child continued warily.&lt;br /&gt;God smiled on the young one.&lt;br /&gt;“Your angel will always talk to you about me and will teach you the way for you to come back to me, even though I will always be next to you.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At that moment there was much peace in Heaven, but voices from the earth could already be heard. The child knew he had to start on his journey very soon.&lt;br /&gt;He asked God one more question softly,&lt;br /&gt;“Oh God, if I am about to leave now, please tell me my angel’s name.”&lt;br /&gt;God touched the child on the shoulder just before he departed and answered,&lt;br /&gt;“You will simply call her Mommy.” Dari Mbak Asri Saraswati FB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5060892467499388792?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5060892467499388792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5060892467499388792' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5060892467499388792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5060892467499388792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/mommy.html' title='Mommy'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4939351916838479254</id><published>2009-12-18T07:38:00.003+07:00</published><updated>2009-12-18T07:47:24.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah - Father'/><title type='text'>Father</title><content type='html'>Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sadarkah kamu bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, "Sudah di bilang, kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!" Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.  Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang." Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu." Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?  Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal. Sumber: Silvia/Anas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4939351916838479254?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4939351916838479254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4939351916838479254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4939351916838479254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4939351916838479254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/father.html' title='Father'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8088900255341001564</id><published>2009-12-17T06:44:00.003+07:00</published><updated>2009-12-17T06:52:29.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><title type='text'>A Story of A Rose</title><content type='html'>Kisah Mawar&lt;br /&gt;Mawar merah adalah kecintaannya. Nama dirinya sendiri juga "Mawar". Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar itu, diikat dengan pita indah. Pada tahun suaminya meninggal,  dia mendapat kiriman mawar lagi. Kartunya tertulis "Be My Valentine like all the years before".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar, dan kartunya selalu tertulis,  "Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, ... Kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu ..." Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan mawar-mawar itu. Dia tahu suaminya memesan semua itu dengan bayar di muka sebelum hari pengiriman.  Suaminya tidak tahu kalau dia akan meninggal. Dia selalu suka melakukan segala sesuatu sebelum waktunya. Sehingga ketika suaminya sangat sibuk sekalipun,segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setahun telah lewat, dan itu adalah saat yang sangat sulit baginya. Dengan kesendiriannya dijalaninya semua. Sampai hari ini Valentine ini. Beberapa saat kemudian, bel pintu rumahnya berbunyi,... seperti hari-hari Valentine sebelumnya Ketika dibukanya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya. Dibawanya masuk,dan tiba-tiba seakan terkejut melihatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian dia langsung menelpon toko bunga itu. Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya dan itu sangat menyakitkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu pemilik toko itu menjawabnya, "Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu.  Saya tahu anda akan menelpon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi ... Begini Nyonya, ... bunga yang anda terima hari ini sudah dibayar di muka oleh suami anda.  Suami anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah.  Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar semua, maka anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui. Dia menulis surat spesial untuk anda, ditulisnya bertahun-tahun yang lalu, dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda. Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi, yaitu tahun ini, surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang bersama dengan Nyonya saat ini." Mawar mengucapkan terima kasih dan menutup telepon, dia langsung menuju ke buket bunga mawar itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya menulis, "Dear kekasihku, ... Aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku. Aku tahu ini baru setahun, ... Tapi tolong jangan bersedih ...Aku ingin kau selalu bahagia, ... Walaupun saat kau hapus air matamu ... Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu.  Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati ... Aku selalu mengasihimu ... dan aku tahu akan selalu mengasihimu ... Tapi, ... istriku, kau harus tetap berjalan ... kau punya kehidupan... Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan.  Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun, ... dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu ... Tapi kemudian dia akan datang 5 kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi ... Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu ... Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh ... meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi.. untuk selamanya ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I LOVE YOU MORE THAN LAST YEAR, ... HONEY ..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sometimes in life, you find a special friend;&lt;br /&gt;Someone who changes your life just by being part of it;&lt;br /&gt;Someone who makes you laugh until you can't stop;&lt;br /&gt;Someone who makes you believe that there really is good in the world; Someone who convinces you that there really is an unlocked door just waiting for you to open it. This is Forever Friendship. Sumber: Milis Sahabat Kristen/posting Siska Marina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8088900255341001564?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8088900255341001564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8088900255341001564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8088900255341001564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8088900255341001564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/story-of-rose.html' title='A Story of A Rose'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1253259905783315655</id><published>2009-12-16T08:19:00.002+07:00</published><updated>2009-12-16T08:23:36.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan - Christianity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman - Faith'/><title type='text'>Difference</title><content type='html'>Seorang kenalan mulai malas beribadah ke gereja. Dia pikir, "Apa sih bedanya ke gereja? Saya sekarang sudah hidup enak, tidak kekurangan apa-apa, tidak ada masalah yang perlu dibantu para pendeta." Yah, ibadah ke gereja memang tidak kelihatan dampaknya sekarang. Orang yang rajin ke gereja dan yang tidak rajin ke gereja nampaknya sama, nampaknya... Namun akan kelihatan berbeda jika orang-orang menghadapi badai kehidupan. Orang yang kehidupan imannya dibangun di atas batu karang akan mampu bertahan, dan imannya tetap kokoh meskipun ia dilanda badai. Orang yang kehidupan imannya dibangun di atas pasir, sangat dangkal, akan roboh, terpuruk, menghadapi badai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita meninggalkan pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang yang tidak menyadari betapa mereka sedang membangun imannya di atas pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1253259905783315655?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1253259905783315655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1253259905783315655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1253259905783315655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1253259905783315655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/difference.html' title='Difference'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8210541618502931912</id><published>2009-12-16T08:10:00.000+07:00</published><updated>2009-12-16T08:11:33.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit - Disease'/><title type='text'>Changing Behaviour</title><content type='html'>Hidup terasa sempurna bagi pria asal Rhode Island, Kenny Sparks. Punya istri cantik, dua orang anak dan bisnis yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semuanya berubah ketika ia menderita penyakit langka Frontotemporal Dementia (FTD). Ia tidak bisa bicara normal, lupa ingatan, watak berubah kasar bahkan tidak bisa membaca jam dan angka lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri, Cheryl adalah orang pertama yang menyadari keanehan yang terjadi pada diri Kenny (49 tahun). Awalnya Cheryl menduga suaminya terkena penyakit Alzheimer karena semua tanda-tandanya mengarah ke sana. Tapi setelah dibawa ke dokter ternyata Kenny mengidap penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia tersendat-sendat dalam berkata dan ia akan lupa dengan semua yang diucapkannya. Tapi bukankah semua orang yang memasuki umur 50 tahun akan seperti itu?" kata Cheryl seperti dikutip dari CNN, Rabu (16/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masalahnya, perilaku dan sifat Kenny juga berubah menjadi lebih kasar, tidak ramah dan sering bengong seperti orang depresi. "Bahkan ia tidak bisa lagi membaca jam dinding atau membaca angka-angka," kata Cheryl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter mengatakan, penyakit FTD bisa mencuri kemampuan otak, kepribadian dan menghancurkan hidupnya. FTD adalah salah satu penyakit yang termasuk dalam grup penyakit penurunan fungsi otak, terutama otak depan. Sama dengan Alzheimer, penyebabnya adalah protein asing yang menyerang sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit FTD biasa terjadi pada orang-orang yang berusia 50 atau 60 tahun, tapi ada juga yang menderitanya sejak umur 40 tahun. Penyakit itu mempengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk berpikir, komunikasi, ingatan, mengambil keputusan dan kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak pasien FTD yang tidak tertangani bahkan ditinggalkan keluarganya. Pasien FTD sudah tidak bisa lagi berpikir normal, ia melakukan sesuatu tanpa alasan seperti membeli mobil atau barang-barang mewah yang tidak dibutuhkannya," ujar neurolog asal University of Pennsylvania, Dr Murray Grossman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Association for Frontotemporal Dementias (AFD), sekitar 250.000 orang Amerika atau 10-20 persen dari kasus dementia diperkirakan menderita FTD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak yang salah diagnosa dan baru menyadari penyakit ini 5 hingga 6 tahun setelahnya," kata Susan Dickinson, ketua AFD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan untuk penderita FTD sangatlah penting, dan yang paling penting lagi adalah kesabaran menghadapi perilakunya yang berubah. Setelah 4 tahun didiagnosa FTD, Kenny menjadi sangat tergantung pada istrinya Cheryl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya terpaksa berhenti kerja karena harus menemaninya 24 jam 7 hari. Kami selalu memulai hari pada pukul 3 dini hari karena Kenny selalu terbangun dan tidak tahu jam berapa saat itu," tutur Cheryl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rasa lelah karena harus mengurus Kenny, hal sulit yang harus dilakukan Cheryl adalah memberi penjelasan pada anak-anak dan keluarganya mengenai penyakit Kenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harus menjelaskan pada anak-anak bahwa ayahnya sudah berubah karena penyakit ini. Banyak teman dan keluarga yang tidak bisa mengerti dengan penyakit Kenny. Kami harus berlapang dada dan menerima ujian ini sebagai humor, jika tidak keluarga ini bisa hancur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang paling berat bagi Cheryl adalah menerima kenyataan bahwa orang yang sangat dicintainya sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengetahui bahwa orang yang akan menemani kita sampai tua berubah menjadi orang lain terasa sangat menyedihkan dan berat. Tapi Kenny tetaplah Kenny, orang yang dulu pernah saya cintai dan akan terus saya cintai," ujar Cheryl.(fah/ir-detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8210541618502931912?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8210541618502931912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8210541618502931912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8210541618502931912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8210541618502931912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/changing-behaviour.html' title='Changing Behaviour'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3638940661646326104</id><published>2009-12-11T09:25:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T09:30:57.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmat - Wisdom'/><title type='text'>Blind Man</title><content type='html'>"Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata, "Buat apa saya membawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya, orang buta itu setuju untuk membawa pelita itu. Tak berapa lama, dalam perjalanan, benar saja, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama, seorang pejalan lainnya menabrak si buta lagi. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Penabrak itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat kalau Anda orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya tadi." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta itu. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak. Secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab,"Iya," untuk kemudian meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan akibat bertabrakan. Waktu itu juga seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, dan orang lainpun bisa ikut melihat jalan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!). Si buta pembawa pelita mungkin benar tidak membutuhkannya, tetapi pelita yang dibawanya berguna buat orang lain....yang akhirnya berguna juga buatnya. Sumber: Anas/Bao Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3638940661646326104?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3638940661646326104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3638940661646326104' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3638940661646326104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3638940661646326104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/blind-man.html' title='Blind Man'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1886869693479897696</id><published>2009-12-09T08:23:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T08:24:33.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Isteri - Husband and Wife'/><title type='text'>Rihanna Likes Bad Guys</title><content type='html'>Pernah mengalami pengalaman buruk dengan mantan pacarnya ternyata tak membuat Rihanna kapok. Ia mengaku ogah memacari pria baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rihanna berhubungan dengan pria baik-baik sangatlah membosankan. Pria dengan sikap sedikit berantakan jadi pilihan Rihanna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu aja pria bak-baik adalah mereka yang tak akan menyakitimu. Mereka menarik kursi untukmu dan menjagamu. Semuanya sempurna dan membosankan. Saya suka risiko. Saya suka tantangan. Itu sangat menegangkan buat saya," ujar Rihanna dikutip detikhot dari Contactmusic, Rabu (9/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun ini Rihanna harus mengalami masalah berat dengan kehidupan cintanya. Sang pria tercinta Chris Brown melakukan tindak kekerasan terhadapnya dan membuat pelantun hits 'Umbrella' itu babak belur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perbuatannya Chris dinyatakan bersalah. Pria yang juga berprofesi sebagai penyanyi tersebut mengaku menyesal dan masih mencintai Rihanna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mempunyai suami baik-baik itu membosankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1886869693479897696?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1886869693479897696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1886869693479897696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1886869693479897696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1886869693479897696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/rihanna-likes-bad-guys.html' title='Rihanna Likes Bad Guys'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-9103533317423830041</id><published>2009-12-03T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-03T06:00:04.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mukjizat Kehidupan - Miracle'/><title type='text'>God's Help</title><content type='html'>Kisah ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya mulai menilpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tiba di sana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu, lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan kepadanya. Ternyata uang logam satu nikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan), dan meteran pompa menunjukkan $4.95.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, "Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis,". Jadi kami  berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, "Apakah anda berdoa?" Ia mundur sedikit, tapi saya meyakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, "Tuhan mendengar kamu, dan Ia mengirim saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli dua kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberikan makanan itu kepada anak-anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya dua bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana. Jadi  ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, "Apakah, anda malaikat atau apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, "Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil saya, mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan,  tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya. Mazmur 55:23: "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkannya orang benar itu goyah." Email dari Pak Ivan K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-9103533317423830041?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/9103533317423830041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=9103533317423830041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9103533317423830041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/9103533317423830041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/gods-help.html' title='God&apos;s Help'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6540071196660902933</id><published>2009-12-03T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-12-03T06:00:01.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertobatan - Repentance'/><title type='text'>A story of a Prostitute</title><content type='html'>I was a prostitute in the escort services in LAS VEGAS, (the public calls it "HIGH CLASS CALL GIRL") in the casinos, on the street, and I was an exotic dancer in the clubs. I did everything that you can imagine, saw and met people that I would never have thought would have even "ordered" a girl. MANY of them were very famous stars and influential people in society... I lived this lifestyle for over 11 years... and it just didn't happen overnight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was actually a "goodie two shoes" when I was growing up, I got very good grades in school and I always followed the "rules"--in fact you would considered me a "type A" personality. So how did the "good girl" eventually turn into a "bad girl"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It all started when I was a little girl. I never felt really loved; there was abuse in my childhood that lowered my self-esteem to the degree that I became desperate for love. I tell you, I felt very rejected and broken-hearted all the time. When you are told a certain thing you are as a child, you tend to believe it. Point blank, I couldn't love my self, and did not think anyone else loved me. I didn't feel that I deserved it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My first sexual experience happened with a close friend of mine when I was eight years old. I didn't know this was abuse at the time, but the truth of the matter is that I was violated. As a "family duty" I went to church every week, but because of the hypocrisy in the church and in my home, I couldn't really believe God was kind, so I hid my secret and feelings inside me. I also assumed that if God was somehow real, He was very angry at me! In other words... I imagined God with a big hammer getting ready to smash me if I did something wrong! I started to RESENT GOD and especially THE CHURCH...I could not trust anyone!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relationships? Huh!!! Couldn't manage to keep ANY because I was so messed up on the inside. As I grew up, I went to seven different schools because our family moved around so much. It was very difficult, and coming to each school as the "new" girl wearing garage sale clothing...well let's just say that kids back then could be very cruel if you were not rich, popular, and "perfect." A lot of the time, I felt very "rejected".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In high school it was considered "cool" to have sex. Even though this seemed true, I was still a virgin at 18. Annie Lobert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6540071196660902933?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6540071196660902933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6540071196660902933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6540071196660902933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6540071196660902933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/story-of-prostitute.html' title='A story of a Prostitute'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1615149855690445499</id><published>2009-12-02T17:43:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T17:46:32.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan - Marriage'/><title type='text'>A Pretty Woman Married a Man with HIV/AIDS</title><content type='html'>Virginia: Penyakit HIV AIDS masih menjadi momok. Ketika tahu ada seseorang yang terkena HIV AIDS tak jarang orang langsung pergi menjauh. Namun seorang gadis cantik menyadari dia telah jatuh cinta dengan penderita HIV dan baginya HIV bukanlah penghalang untuk mencintai kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shawn Decker tertular HIV sejak kecil dari darah transfusi yang diterimanya karena dia adalah seorang penderita hemofili. Setelah dewasa, pria itu menyadari akan susah menemukan pujaan hatinya karena penyakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diakuinya sulit untuk membuka diri bahwa dia adalah penderita HIV. Namun pada usia 20 tahun, Shawn memutuskan untuk berterus terang akan HIV dan menulis tentang dirinya di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shawn bertemu dengan Gwenn Barringer,-- seorang gadis cantik yang memenangkan lomba kecantikan di Virginia,-- di sebuah organisasi layanan AIDS yang sedang menggarap program pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mereka cuma berteman tapi tanpa disadari benih-benih cinta pun muncul. "Kami menjadi teman lalu jatuh cinta ini benar-benar ironi (sesuatu yang tidak diharapkan). Selama ini saya berpikir HIV akan menghalangi saya menemukan cinta," ungkap Shawn seperti dilansir dari Time, Rabu (2/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cinta kedua manusia ini bukan cinta yang mulus. Gwen juga sempat berpacaran dengan orang lain. "Aku semula tidak yakin terhadap Shawn, tapi akhirnya aku meyakini orang ini memang mendapatkan aku. Aku merasa seperti akan menyesal jika tidak bersamanya," kata Gwen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Gwen yang sempat bimbang, orangtua gadis cantik itu pun pada awalnya tidak menyukai hubungan mereka. Tetapi ibu Gwen akhirnya bergaul baik dengan Shawn karena mereka memiliki rasa humor yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shawn menceritakan kisah cintanya dalam otobiografinya berjudul 'My Pet Virus: The True Story of a Rebel Without a Cure'. "Kami berhasil mengatasi rintangan, dan itu membawa kami jauh lebih dekat dari pada pasangan lain," tutur Shawn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Shawn dan Gwen telah menikah selama 5 tahun dan mereka menjadi pasangan serodiskordan atau salah satu pasangan terinfeksi HIV dan satunya tidak. Setiap berhubungan seks mereka menggunakan kondom sebagai strategi utama untuk mencegah penularannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang hidup dengan HIV saat ini juga punya peluang hidup yang lebih panjang jika disiplin mengonsumsi obat antiviral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Charles Hicks dari Duke University Medical Center, Durham di North Carolina mengatakan peluang hidup penderita HIV bisa sampai 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, kita bicara tentang bagaimana Anda menjalani hidup dan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Seks adalah bagian penting. Bagaimana Anda melakukan hal itu saat seseorang terkena HIV dan pasangannya tidak," kata Hicks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hicks sangat menganjurkan penggunaan kondom, tetapi mengakui realistis jika ada pasangan serodiskordan yang telah bersama-sama kadang tidak selalu menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak dapat menjamin bahwa orang yang tidak terinfeksi tidak akan terinfeksi, tapi penggunaan kondom dan mempertahankan pengobatan antiviral dapat meminimalkan risiko hampir nol," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang pasangan serodiskordan untuk memiliki anak tanpa menulari penyakitnya ke pasangan atau anaknya pun terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 12 tahun Dr Mark Sauer, direktur pusat reproduksi wanita di Columbia University Medical Center, telah menggunakan teknik pencucian sperma yang memisahkan sperma dari air mani yang membawa virus. Kemudian sperma disuntikkan ke dalam sel telur si ibu.(ir/detik.com/Desember 2 - 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1615149855690445499?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1615149855690445499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1615149855690445499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1615149855690445499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1615149855690445499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/pretty-woman-married-man-with-hivaids.html' title='A Pretty Woman Married a Man with HIV/AIDS'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2805904830315571974</id><published>2009-12-02T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T06:00:03.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kasih - Love Story'/><title type='text'>Love and Time</title><content type='html'>Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu”. Anas/Bao Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2805904830315571974?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2805904830315571974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2805904830315571974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2805904830315571974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2805904830315571974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/love-and-time.html' title='Love and Time'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4233267452137675740</id><published>2009-12-01T10:14:00.002+07:00</published><updated>2009-12-01T10:28:43.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>What Matters Most</title><content type='html'>Beberapa tahun lalu di Olimpiade Khusus yang diadakan di kota Seattle, sembilan orang peserta lomba, semuanya cacat mental atau cacat fisik, berkumpul dan bersiap di garis start untuk jalan cepat 100 yard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat aba-aba dibunyikan, semuanya mulai bergerak, tidak berjalan cepat tepatnya, tetapi tekad mereka kuat untuk mengikuti lomba itu sampai garis finish. Semuanya bergerak cepat, kecuali satu orang anak kecil yang tersungkur ke jalan asphal, terjatuh berkali-kali, dan mulai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan peserta lainnya mendengar tangisan anak itu. Mereka mulai memperlambat gerakan mereka dan menengok ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka semua berbalik dan mendekati anak itu, setiap orang balik lagi. Seorang gadis dengan penyakit Down Sindrom membungkuk dan mencium anak itu sambil berkata, "Ciuman ini membuat kamu lebih baik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sembilan peserta itu bergandengan tangan satu sama lain dan bergerak menuju garis finish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton di stadion berdiri menyambut mereka, dan sorak sorai membahana selama beberapa menit. Orang-orang yang melihat kejadian itu terus bercerita tentang kisah yang mengharukan ini. Mengapa? Karena di dalam hati nurani kita ada keyakinan bahwa yang paling penting dalam kehidupan ini bukanlah menang bagi diri kita sendiri. Apa yang jauh lebih penting dalam kehidupan ini adalah menolong orang lain untuk menang, meskipun itu harus berarti memperlambat tempo kehidupan kita dan berbalik arah menolong orang lain. Penulis Tak Dikenal, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada 1 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few years ago, at the Seattle Special Olympics, nine contestants, all physically or mentally disabled, assembled at the starting line for the 100-yard dash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the gun, they all started out, not exactly in a dash, but with a relish to run the race to the finish and win. All, that is, except one little boy who stumbled on the asphalt, tumbled over a couple of times, and began to cry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The other eight heard the boy cry. They slowed down and looked back. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then they all turned around and went back, every one of them. One girl with Down's Syndrome bent down and kissed him and said: "This will make it better."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then all nine linked arms and walked together to the finish line. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone in the stadium stood, and the cheering went on for several minutes. People who were there are still telling the story.  Why? Because deep down we know this one thing: What matters in this life is more than winning for ourselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What matters in this life is helping others win, even if it means slowing down and changing our course. Author unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4233267452137675740?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4233267452137675740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4233267452137675740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4233267452137675740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4233267452137675740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/12/what-matters-most.html' title='What Matters Most'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5061072175004328776</id><published>2009-11-29T06:02:00.003+07:00</published><updated>2009-11-29T06:06:37.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><title type='text'>Power of Love</title><content type='html'>Di India utara ada sebuah desa yang memiliki kondisi alam kurang bersahabat, membuat desa hidup dalam kemiskinan. Untuk mencari makanan sehari-hari penuh dengan perjuangan. Semua orang ingin mengubah keadaan tapi tidak ada yang tahu bagaimana melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari desa tersebut ada sebuah jalan antar kota. Karena kondisi jalan jelek, banyak mobil dan truk yang jatuh di sana. Suatu hari sebuah truk penuh dengan makanan kaleng terguling ke pinggir jalan dan kaleng-kaleng berserakan di mana-mana. Karena sopir terluka, dia menumpang kendaraan menuju ke rumah sakit dan meninggalkan makanan kaleng berserakan di tanah. Ketika penduduk desa menemukan makanan kaleng "gratis", mereka membawanya pulang. Selama beberapa hari setelah kecelakaan itu, setiap keluarga memiliki makanan kaleng di meja makan malam mereka. "Keberuntungan" ini mengilhami para penduduk desa. Sebagai pepatah lama mengatakan : "Bertahan dengan apa saja yang ada di dekat, baik itu gunung atau danau." Sekarang penduduk desa berpikir bahwa mereka bisa hidup dari jalan raya tersebut. Mereka mulai sering pergi ke jalan raya, berharap menemukan truk rusak dan penuh makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kecelakaan tidak terjadi sesering yang mereka inginkan. Hanya melihat truk makanan datang dan pergi, Penduduk desa kecewa tidak mendapatkan apa-apa. Suatu hari, seseorang datang dengan ide yang cerdik. Mereka pergi ke jalan dengan sekop dan cangkul, dan menggali banyak lubang di malam hari. Tak lama kemudian, lebih dan lebih banyak mobil dan truk pecah ban di sana. Karena jalan yang buruk, truk-truk melaju sangat lambat menghindari terjadinya kecelakaan. Penduduk desa kemudian dengan mudah mengikuti dan mencuri beberapa barang di truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, keadaan semakin memburuk. Awalnya, mereka mencuri makanan hanya untuk konsumsi mereka sendiri. sekarang mereka mulai mengambil barang-barang lain dan menjualnya di pasar. Akhirnya, pencurian berubah menjadi murni perampokan. Jalan dekat desa menjadi bagian paling berbahaya di sepanjang jalan raya tersebut. Setiap bulan, polisi menerima beberapa laporan tentang perampokan. Suatu hari, polisi menangkap dua penduduk desa saat mereka merampok sebuah truk dan memenjarakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan itu tidak membuat penduduk desa lainnya jera. Mereka menjadi lebih licik dalam melakukan kejahatan ini. Mereka mengorganisasi diri mereka dan menugaskan orang-orang untuk mengawasi polisi. Setelah perampokan, mereka menyembunyikan barang atau mengubah kemasan sehingga polisi tidak bisa menemukan bukti. Pemerintah lokal mencoba berbagai cara menghentikan tindak kejahatan ini. Karena penduduk sudah terbiasa dengan cara hidup seperti ini, perampokan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu musim dingin, karena reputasi desa, banyak pengemudi truk menghindari jalan desa dengan memilih jalan memutar. Hasilnya, penduduk desa tidak mendapat apa-apa selama beberapa hari berturut-turut. Suatu hari, sebuah truk penuh dengan pati fosfat lewat. Pati fosfat digunakan untuk industri dan beracun. Para penduduk desa kebanyakan tidak berpendidikan, dan menurut mereka, pati adalah makanan yang bisa dimasak dengan berbagai cara. Jadi, mereka menghadang truk, dan sebagaian meloncat ke atas truk dan mengambil lebih dari 20 kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi yang masih muda ini menghentikan truk dan mengejar para perampok. Penduduk desa lainnya mengambil kesempatan ini, mereka membongkar semua kantong-kantong pati yang tersisa. Ketika pengemudi pergi ke desa, ia memohon kepada penduduk desa untuk mengembalikan pati tersebut. Saat ini, semua penduduk desa sudah menyembunyikannya dan tak seorang pun mengaku sebagai pencuri. Permohonan pengemudi ini tidak mendapat perhatian. Akhirnya, ia mengatakan kepada penduduk desa bahwa pati tersebut tidak dapat dimakan dan ini hanya dipakai untuk industri. Orang bisa meninggal jika mereka memakannya, jadi bagi penduduk desa ini adalah tidak bermanfaat. Pengemudi mengatakan kepada mereka kebenaran, tetapi penduduk tidak percaya kepadanya. Bagaimanapun, pati itu kelihatan dan rasanya persis sama seperti pati biasa yang bisa dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi menjadi sangat takut ketika penduduk desa tidak percaya kepadanya. Dia ingin melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, tetapi ia juga khawatir seseorang akan memakan pati dan mati. Walaupun ia tidak akan bertanggung jawab atas kematian siapa pun, dia tidak mau seseorang meninggal karena suatu kesalahan bodoh. Dia pergi dari pintu ke pintu untuk memberitahu orang-orang kebenaran, bahkan ia berlutut dan berkata: "Saya tidak peduli tentang pati itu bahkan jika Anda tidak mengembalikannya, hal yang terburuk bukan pada kerugian ekonomi saya. tapi saya memohon kepada Anda untuk tidak memakannya, karena jika tidak, anda akan meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat desakan pengemudi itu, beberapa penduduk desa mulai ragu akan diri mereka sendiri. Seseorang memberi makan ayam dengan pati tersebut dan ayam mati dalambeberapa menit. Pengemudi itu mengatakan kebenaran! Penduduk desa terkejut, dan hati mereka sangat tersentuh. Mereka telah mencuri barang-barang pengemudi ini dan seharusnya pengemudi itu membenci mereka. Bahkan jika mereka mati karenapati beracun, mereka merasa pantas mendapatkanya. Namun pengemudi ingin menyelamatkan nyawa mereka yang sangat buruk, dia bahkan memohon dengan berlutut kepada mereka . Ini semacam rasa cinta dan belas kasih, serta kerendahan hati membuat penduduk desa merasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa mengembalikan semua pati ke truk. Sejak hari itu, orang-orang di desa tidak pernah merampok truk lagi. Ketika seseorang tergoda untuk mencuri, yang lain akan berkata: "Pikirkan tentang orang baik itu. Kita merampok dia, tetapi ia menyelamatkan hidup kita. Apakah kita masih ingin melakukan hal buruk ini? Apakah kita benar-benar jahat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jalan dekat desa ini menjadi aman kembali. Setelah semua upaya-upaya penegakan hukum dan persuasi pemerintah gagal, pengemudi muda dengan belas kasih mengubah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan orang-orang dapat diubah jika kita tahu bagaimana mendekati mereka. Belas kasih dapat bangkit dalam diri orang jika itu dilakukan dengan tepat. Ada belas kasih dalam hati setiap orang, tetapi satu-satunya cara untuk beresonansi dengan hal tersebut adalah melalui belas kasih. Jika kita ingin orang lain menjadi baik, kita yangpertama menunjukkan rasa belas kasih kepada mereka. Tidak peduli seberapa jahatnya orang itu, belas kasihnya dapat dibangkitkan dan ia dapat membuang pikiran – pikiran jahatnya. Kami percaya setiap orang memiliki belas kasih dalam hatinya, dan jika kita semua mampu menunjukkan kepada orang lain, dunia akan menjadi tempat yang indah. Sumber: ERA BARU - posted by Bao Yuan/Anas FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5061072175004328776?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5061072175004328776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5061072175004328776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5061072175004328776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5061072175004328776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/power-of-love.html' title='Power of Love'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1890894907177452278</id><published>2009-11-26T07:18:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T07:20:19.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Simple Life</title><content type='html'>Antonio Ermirio, Hidup Dalam Kesederhanaan&lt;br /&gt;Bagi beberapa orang, berada dalam keluarga yang berkecukupan membuat mereka menjadi orang yang bermalas-malasan, otoriter, dan tidak berpikir ke masa depan. Tetapi, tidak dengan pria sukses yang satu ini. Antonio Ermirio de Moraes adalah keturunan ketiga dari keluarga pemimpin perusahaan, Votorantim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Votorantim merupakan salah satu perusahaan konglomerat terbesar di Brasil, dan terdiri atas berbagai perusahaan yang memimpin atau menonjol di berbagai bidang mulai dari produksi semen, baja dan kertas hingga produk kimia dan minuman jeruk. Tidak hanya itu, Grup perusahaan itu juga menapakkan kaki di sektor finansial, bioteknologi, dan teknologi informasi. Walau begitu, bagi Antonio Ermirio, kesuksesan tidak begitu saja datang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1945, ketika ia belajar ilmu teknik di Amerika Serikat, pewaris Vorotantim itu tinggal selama empat tahun di kamar asrama, dan sehari-hari hanya makan sandwich untuk menghemat uang. Ketika kembali ke Brasil, ia mendapat peringatan dari ayahnya, Jose Ermirio bahwa pekerjaan yang menantinya di bisnis keluarga hanyalah ujian. "Kalau tidak berhasil, ayah tidak akan mempekerjakan kamu," kata Jose Ermirio. Namun, ia membuktikan diri mampu menghadapi tantangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu enam tahun, ia mendirikan perusahaannya sendiri, Companhia Brasieleira de Alumunio (perusahaan alumunium). Pada tahun 1962, Antonio Ermirio memegang kendali seluruh perusahaan di grup, dan Votorantim tak pernah berhenti untuk melebarkan sayapnya dengan membuka usaha-usaha baru seperti pabrik semen, seng, dan nikel. Tahun 2002, grup perusahaan yang dipimpin Antonio Ermirii melaporkan bahwa aset yang dimilikinya ketika itu adalah sebesar $27 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari ½ Abad berada di Votorantim, Antonio Ermirio hampir tidak pernah mengambil cuti, dan secara disipilin mulai bekerja pada pukul 07:00. Ia dikenal sebagai orang yang penuh pertimbangan, disiplin, dan tidak terbiasa hidup mewah yang umum untuk orang-orang di posisinya. Suatu waktu ia pernah mengeluarkan pernyataan yang cukup menghentak para kolega dan masyarakat Brasil seperti berikut ini, "Kalau Anda sampai melihat saya mengendarai Ferrari, maka hari itu juga Anda boleh mengikat saya dengan straightjacket (jaket pengikat orang sakit jiwa) dan mengirim saya ke rumah sakit jiwa, karena itu berarti saya sudah gila. Di dalam negara seperti negara ini, Anda tidak dapat mengendarai mobil seperti itu hanya demi status. Status harus berasal dari kecerdasan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang seperti Antonio Ermirio yang dapat kita temui hari-hari ini dimana kesederhanaan adalah gaya hidupnya dan tidak mengejar status dari orang-orang sekelilingnya agar diakui sebagai orang kaya atau sukses. Sebuah keteladanan yang patut dicontoh oleh siapa pun yang ingin menjadi sukses dalam berbisnis dan memimpin perusahaan. Sumber: Stefani Asih Gracia Trinita FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1890894907177452278?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1890894907177452278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1890894907177452278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1890894907177452278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1890894907177452278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/simple-life.html' title='Simple Life'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3753605938687664361</id><published>2009-11-25T05:52:00.001+07:00</published><updated>2009-11-25T05:53:53.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Honesty</title><content type='html'>Posted By : BaoYuan 粱寶榞 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dulu, di sebuah kota kecil di Tiongkok Utara terdapat dua toko yang menjual beras, toko yang satu bernama Yong Chang, yang satunya lagi bernama Feng Yu. Pemilik tua toko beras Feng Yu melihat saat itu situasi sedang kacau oleh peperangan tidak mudah untuk berdagang, dia lalu memikirkan suatu rencana yang bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, dia mengundang ahli pembuat timbangan ke rumahnya, dengan sembunyi-sembunyi dia berkata kepada ahli pembuat timbangan itu, “Tolong Anda buatkan satu timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 15,5 kati, nanti ongkos pembuatannya saya tambah seratus tael.” (1 kg yang sebenarnya adalah 16 kati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk mendapatkan uang seratus tael lebih banyak, dia telah mengabaikan moralnya, dan segera menyanggupi pemilik toko tua itu. Setelah selesai berpesan, pemilik toko itu pun meninggalkan ahli timbangan itu seorang diri di halaman rumahnya untuk membuat timbangan, dia sendiri berjalan ke dalam toko mengurus dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik toko beras tua itu mempunyai empat orang putra, semua anaknya memban-tu dia mengolah toko beras itu. Putra yang bungsu dua bulan yang lalu baru menikah, istrinya adalah putri seorang guru pengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mertuanya berpesan dengan ahli pembuat timbangan, dia sedang menjahit di dalam kamar, percakapan mertuanya dengan ahli timbangan telah terdengar semuanya olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditinggal pergi oleh si pemilik toko, menantu baru itu merenung sejenak, berjalan keluar dari kamar dan berbicara dengan ahli pembuat timbangan itu, “Mertua saya itu sudah tua, pikirannya agak kacau, tadi pasti salah mengucapkan kata-kata. Mohon Anda buatkan timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 16,5 kati, nanti saya berikan ongkos lebih 200 tael. Tetapi, Anda harus berjanji tidak memberitahukan hal ini kepada mertua saya itu.” Ahli pembuat timbangan itu demi mendapatkan uang 200 tael lebih banyak lagi, dia mengabulkan permintaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbangan yang ukuran beratnya 1kg sama dengan 16,5 kati dengan cepat telah selesai dibuat, dan ahli pembuat timbangan itu sungguh tidak memberitahu perubahan berat timbangan itu kepada pemilik tua.&lt;br /&gt;Pemilik toko yang tua itu sudah pernah beberapa kali membuatkan dacin kepada ahli timbangan itu, sangat mempercayai keahliannya, jadi timbangan baru setelah selesai dibuat hari itu juga dibawa ke dalam toko beras untuk dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, perdagangan toko beras Feng Yu kian makmur, pelanggan lama dari toko beras Yong Chang juga ikut meramaikan. Mereka berbondong-bondong beralih ke toko beras Feng Yu untuk membeli beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, orang-orang yang tinggal di sebelah barat dan timur jalanan kota kabupaten itu juga mencari yang jauh dan melepaskan yang dekat, mereka menelusuri kampung dan jalanan datang ke Feng Yu untuk membeli beras, sedangkan toko beras Yong Chang yang berada di depan jalanan menjadi sepi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba pada akhir tahun, toko beras Feng Yu mendapatkan keuntungan besar, se-dangkan toko beras Yong Chang merugi hingga tidak bisa melanjutkan perdagangan, toko beras itu akhirnya dipindah-tangankan kepada Feng Yu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam tahun baru, keluarga besar pemilik toko Feng Yu duduk berkeliling makan Shuijiao (sejenis pangsit, yang merupakan makanan utama malam tahun baru imlek untuk penduduk Tiongkok Utara) bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati pemilik tua sedang bergembira, dia mengeluarkan pertanyaan untuk semua orang. Dia ingin tahu siapa yang dapat menebak bagaimana dia bisa menjadi kaya raya. Mereka semua berebut untuk berbicara, ada yang mengatakan berkat perlindungan Yang Kuasa, ada yang mengatakan pemilik tua menggunakan cara yang tepat untuk mengelola, ada juga yang mengatakan letak toko beras itu sangat strategis, ada pula yang berkata berkat kerja sama dari seluruh anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik tua itu dengan tertawa dan berkata, “Jawaban kalian semuanya salah. Kita menggantungkan apa untuk menjadi kaya? Menggantungkan timbangan yang kita miliki! Timbangan kita beratnya 1kg sama dengan 15,5 kati, setiap menjual 1kg beras, kurang 0,5 kati, setiap hari menjual ratusan bahkan ribuan kilo beras, maka akan mendapatkan untung banyak, dengan mengumpul keuntungan ini dari hari ke hari, maka akhirnya kita menjadi kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia menceritakan bagaimana dia pada awal tahun telah membuat timbangan yang berat 1 kilonya sama dengan 15,5 kati dengan menambahkan 100 tael kepada ahli pembuat timbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan penuturan ini, anak cucunya sangat takjub hingga melupakan Shuijiao di mangkuk mereka. Setelah ketakjuban mereda, semua orang memuji pemilik tua alias orang tua mereka ini sangat hebat, tidak menunjukkan gelagat sedikitpun, hingga orang sendiripun tidak menyadari, uang sudah masuk ke dalam saku. Mendengarkan perkataan ini pemilik tua merasa bangga, girang bukan kepalang, berulang-ulang memegangi janggut panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, menantu barunya perlahan-lahan berdiri dari atas bangkunya, dan berbicara kepada sang pemilik tua, “Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada ayah, sebelum saya beritahukan kepada ayah, saya berharap ayahanda mau berjanji memaafkan kesalahan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menunggu pemilik tua menganggukkan kepala, dengan tenang-tenang saja menantu baru itu menceritakan kepada semua orang, tentang bagaimana dia pada awal tahun itu telah memberikan uang 200 tael lebih banyak kepada ahli pembuat timbangan untuk membuatkan timbangan yang beratnya 1 kilo sama dengan 16,5 kati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, “Ucapan ayah sangat benar sekali, kita menjadi kaya berkat timbangan yang kita pakai. Timbangan kita setiap 1 kilo mempunyai kelebihan berat 0,5 kati, semua pelanggan tahu kita berdagang sangat jujur tidak mencuri timbangan, maka mereka semua mau membeli beras kita, maka usaha perdagangan kita menjadi makmur. Walaupun setiap kilonya kita mendapatkan untung lebih sedikit, tetapi jika penjualannya banyak keuntungan yang didapatkan akan besar pula. Kita telah menjadi kaya raya berkat ke-jujuran yang kita tunjukkan kepada pelanggan ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini semua orang dibuat jadi lebih takjub, mereka terperangah. Pemilik tua tidak percaya bahwa hal ini adalah benar, dia mengambil dan menera timbangan yang dipergunakan setiap hari untuk menjual beras. Ternyata memang benar berat 1 kg-nya sama dengan 16,5 kati. Pemilik tua itu tercengang kaget, dia tidak mengatakan sepatah katapun, dengan perlahan-lahan berjalan masuk ke dalam kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan pagi setelah sarapan pagi, tepat pada awal tahun baru tanggal satu, pemilik tua mengumpulkan seluruh anggota keluarga, sambil melepaskan kunci kasir yang terikat di pinggangnya ia berkata, “Saya sudah tua, sudah tidak berguna. Kemarin semalaman saya telah mempertimbangkan, memutuskan mulai saat ini, menyerahkan kendali toko ini kepada menantu saya yang keempat, dikemudian hari, kita semua orang mematuhi kehendak dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bagai sebuah timbangan, dengan timpang sebelah (tidak jujur), orang lain akan dapat melihatnya dengan sangat jelas. Berdagang yang diutamakan adalah ‘kejujuran’, dan sebagai manusia bukankah kita juga harus demikian? Sumber: ERA BARU/Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3753605938687664361?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3753605938687664361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3753605938687664361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3753605938687664361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3753605938687664361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/honesty.html' title='Honesty'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6569648336096693234</id><published>2009-11-24T13:44:00.002+07:00</published><updated>2009-11-24T13:47:25.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Coke and The Place</title><content type='html'>Sudah tepatkah keberadaan anda sekarang?&lt;br /&gt;Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pertanyaannya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA. Kiriman dari Anas FB, yang diposting oleh Kanezane Arihyoshi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6569648336096693234?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6569648336096693234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6569648336096693234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6569648336096693234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6569648336096693234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/coke-and-place.html' title='Coke and The Place'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7294701879971330002</id><published>2009-11-19T11:48:00.003+07:00</published><updated>2009-11-19T11:51:59.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>You</title><content type='html'>One day all the employees reached the office and they saw a big advice on the door on which it was written:&lt;br /&gt;"Yesterday the person who has been hindering your growth in this company passed away. We invite you to join the funeral in the room that has been prepared in the gym."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the beginning, they all got sad for the death of one of their colleagues, but after a while they started getting curious to know who was that man who hindered the growth of his colleagues and the company itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The more people reached the coffin, the more the excitement heated up. Everyone thought: Who is this guy who was hindering my progress? Well, at least he died! One by one the thrilled employees got closer to the coffin, and when they looked inside it they suddenly became speechless. They stood nearby the coffin, shocked and in silence, as if someone had touched the deepest part of their soul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was a mirror inside the coffin: everyone who looked inside it could see himself. There was also a sign next to the mirror that said: There is only one person who is capable to set limits to your growth: it is YOU. You are the only person who can revolutionize your life. You are the only person who can influence your happiness, your realization and your success. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are the only person who can help yourself. Your life does not change when your boss changes, when your friends change, when your parents change, when your partner changes, when your company changes. Your life changes when YOU change, when you go beyond your limiting beliefs, when you realize that you are the only one responsible for your life. The most important relationship you can have is the one you have with yourself. Examine yourself, watch yourself. Don’t be afraid of difficulties, impossibilities and losses: Be a winner, build yourself and your reality.&lt;br /&gt;It’s the way you face Life that makes the difference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7294701879971330002?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7294701879971330002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7294701879971330002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7294701879971330002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7294701879971330002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/you.html' title='You'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6244190068368369754</id><published>2009-11-18T09:02:00.001+07:00</published><updated>2009-11-18T09:04:01.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>KPK International</title><content type='html'>Tony Kwok Man-wai, Pemburu Koruptor yang Laris Disewa Banyak Negara&lt;br /&gt;Sebanyak 21 negara telah menggunakan jasa Tony Kwok Man-wai dalam berbagai kapasitas terkait dengan pemberantasan korupsi. Dia tak menganggap penting bayaran yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat Hongkong yang korup rata-rata punya koneksi dengan kelompok mafia. Tapi, jika dibandingkan dengan saat bertugas selama 27 tahun (1975-2002) di Komisi Independen Pemberantasan Korupsi Hongkong (ICAC), Tony Kwok merasa bahwa pengalaman paling menegangkan sebagai pemburu koruptor adalah ketika bekerja selama setahun di Nigeria atas permintaan Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja harus menghadapi resistensi keras dari para petinggi negara yang doyan mengancam, Tony juga mesti berurusan dengan para pejabat militer yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, mereka yang mengira memberantas korupsi di Filipina bagaikan disodori cawan beracun, saya rasa mereka belum pernah ke Nigeria," kelakarnya, seperti dikutip AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina? Tak usah heran. Karir sebagai investigator korupsi memang telah mengantarkan Tony Kwok sebagai "warga dunia." Setidaknya pemerintahan di 21 negara di berbagai benua telah menggunakan jasa pria yang hobi menyelam, golf, dan skuas tersebut untuk memberantas korupsi. Juga 10 pemerintahan kota di Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah dia investigator korupsi paling laris di dunia. Baik itu dalam kapasitas sebagai konsultan, penasihat, maupun sekadar narasumber seminar atau workshop. Berbagai media besar dunia pun bergantian memuat kisahnya. Cobalah ketika namanya di Google, setidaknya 5 ribu entri akan muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaru, pada 12 Oktober lalu, dia berbagi pengalaman dengan Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) di Kuala Lumpur. Dalam kesempatan itu, pria yang pernah diwawancarai Jawa Pos ketika berkunjung ke Indonesia pada April 2006 tersebut menegaskan pentingnya kontinuitas dan jam terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Butuh setidaknya dua setengah tahun agar seseorang bisa menjadi investigator korupsi yang andal," kata pria yang sejak pensiun dari ICAC pada 2002 telah membuka jasa konsultasi antikorupsi itu, seperti dikutip Bernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony mulai membangun karir sebagai investigator korupsi tak lama setelah ICAC berdiri. Sebelumnya, dia bekerja di Bea Cukai Hongkong. Seperti dilansir Financial Times, selama 27 tahun ayah tiga anak itu bertugas, ICAC berhasil menekan drastis praktik patgulipat di birokrasi Hongkong. Jika pada saat KPK-nya Hongkong tersebut pertama berdiri pada 1974 angka korupsi birokrasi mencapai 86 persen dari semua laporan yang masuk, pada 1999 angka itu tinggal 41 persen. Contoh keberhasilan lain bisa dilihat di korupsi di kepolisian. Pada 1974, jumlahnya mencapai 45 persen. Tapi, pada 1999, angkanya tinggal 16 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tenaganya disewa Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo sebagai penasihat antikorupsi (2005-2007), penerima sejumlah penghargaan dari pemerintah Hongkong tersebut berhasil membidani lahirnya tim antikorupsi di 16 lembaga penting pemerintahan. Itu dilakukan dalam waktu tiga bulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony menganut prinsip zero tolerance dalam soal korupsi. Dalam wawancara dengan Jawa Pos pada 2006, dia mengatakan pernah menangkap seorang tukang pos di Hongkong karena meminta uang lelah kepada seorang penerima paket. "Ketika melamar suatu pekerjaan, Anda tentu tahu berapa gaji yang akan diterima. Jadi, kecilnya gaji tak bisa dijadikan alasan untuk melakukan korupsi," katanya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berkacamata itu juga percaya betul pada tiga rumus untuk membasmi sekaligus menangkal "aksi kriminal berisiko rendah tapi sangat menghasilkan" tersebut. "Kunci memberantas korupsi adalah pencegahan, pendidikan, dan penciptaan hambatan supaya kejahatan yang sama tidak muncul lagi." Pentingnya menanamkan kesadaran antikorupsi lewat pendidikan itu pula yang mendorong Tony memelopori kelahiran program studi international postgraduate certificate course in corruption studies di Hongkong University. Itu merupakan program studi pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6244190068368369754?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6244190068368369754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6244190068368369754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6244190068368369754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6244190068368369754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/kpk-international.html' title='KPK International'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-371387626672364481</id><published>2009-11-18T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-18T06:00:00.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waktu - Time'/><title type='text'>Late</title><content type='html'>Dalam sebuah karikatur, tampak seseorang sedang duduk di tepi sebuah sungai dengan aliran air yang deras. Tiba-tiba ia mendengar suara, “Help, help, help!” Ia tidak tahu arti kata-kata tersebut, karena tidak pernah belajar bahasa Inggris. Syukurlah ia membawa kamus, sehingga segera mencari arti kata tersebut. Begitu mengetahui artinya, ia segera terjun untuk menolong. Namun terlambat, orang itu telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan saat melihat seseorang memerlukan pertolongan kita, ketika kita mampu berbuat sesuatu untuknya? Pastinya kita tidak ingin seseorang terlambat menerima pertolongan kita, bukan? Tulisan Petrus Kwik/Email dari Bpk. Tefa/Milis Terang Dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-371387626672364481?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/371387626672364481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=371387626672364481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/371387626672364481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/371387626672364481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/late.html' title='Late'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6173376156872230623</id><published>2009-11-17T14:58:00.003+07:00</published><updated>2009-11-17T15:00:26.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nubuatan - Prophecy'/><title type='text'>A Six Year Old Boy Talks of China Bombing 2011</title><content type='html'>A 6 year old talks of China bombing USA 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And it shall come to pass afterward, [that] I will pour out my spirit upon all flesh; and your sons and your daughters shall prophesy, your old men shall dream dreams, your young men shall see visions" Joel 2:28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day last spring, Joan and I were having lunch with our friends Chester and Jean Sharpe. Chester told us of a family he knew that had an unusual thing happen. When he begin to relate the event, I asked him to send the testimony to me, which he did about a week later. It was so thrilling that I wanted to share it with everyone possible! With permission, I do so now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jordan is a six-year-old boy who lives here in Phoenix, Arizona. I am told that he is shy and retiring-not outgoing (that is the thing that makes this so astounding). To protect him from those who would not have his best interest at heart, I will not use his last name. You may know that this is the true testimony just as his mother heard and wrote it. - April 20, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jordan and God&lt;br /&gt;We went to visit my grandparents (Jordan’s great grandparents) for lunch with the family. On the way home in the car with my husband, my mother, my son Jordan (6yrs old), and My youngest son (3yrs old). Jordan started talking about God…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Testimony*&lt;br /&gt;First he said which got all of our attention. This planet will be destroyed. In 2011 some things will start happening, like what I asked. There will be bombs. The armies are going to throw bombs at us, but we have things that can block bombs in the air and throw them back. Who is going to throw bombs at us I asked, China he replied. How does he even know anything about China, he is only 6 we thought? (Is he predicting a war with China in 2011?). There will be lots of volcanoes with fire coming out, floods and those twisting things…what are they called mommy? “ I replied” tornados? Yes, tornados… he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this point we all had goose bumps and were in awe! Then Jordan said those bugs that look like ants, there will be lots of them everywhere but they will grow big and have faces. (Is he talking about the plague of the locust in the bible, but he doesn’t know what locusts are called? If you think about it locust enlarged kind of do look like ants) We will be scared he said, but God says it’s ok and not to be scared. He continued there will be a lion with lots of horns and fire coming out of his mouth. People will disappear and people left will be like huh? (Dismayed). There will be clones too. Clones? I said “ do you even know what clones are Jordan?” Yes he said when there is more than one of the same people. Who will be the people that are clones, I asked? Everyone, he said, after we die and go to heaven, there will be clones of all of us there and you will see and it will walk inside of your body and then there will be only one of you. (I wonder if he is talking about the Holy Spirit?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jordan continued saying, after the world is destroyed, the clouds will come down to the earth and God will re-grow everything on earth. God will say “ trees grow” and they will grow. He will just tell just tell everything to grow back again And they listen. Everything will be new again. And God will live with us on earth. What happens to all the bad people asked his grandma? They will go with the monsters, he said. And the other good people that are already dead will open their eyes and they will Wake up, there skin will re-grow and they will get up and go to Jesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What will heaven look like we asked? In heaven the streets are made of gold and they are slippery (probably meaning shiny we thought). There are lots of flowers of all colors, lots of yellow flowers. There are lots of butterflies and ladybugs. Grandma asked, are we all going to live in our own houses in Heaven? Yes Jordan answered but all the houses will be connected together. There are no bad people there. Everybody is happy. The animals go to heaven too and they talk. The lions are nice. The goats are nice. The goats will sleep with the lions. Do we eat there, asked grandma…yes there is lot of food, and you can have anything you want. The trees talk too, if you want an apple all you have to do is close your eyes and ask for a apple and an apple will appear on the tree. Anything you want in heaven, you just close your eyes and think of it and you will have it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We’re going to be invisible but not to each other. The other people who are not in heaven can’t see us. It’s like magic. Who tells you these things Jordan I asked, I just know he replied. Does God talk to you and show you these things his grandma asked, yes he said. He tells me I can make wishes but not for myself…only for other people. Your not suppose to wish for yourself. We all asked one by one are we going to heaven and he replied, if you’re good.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Was God talking through him to testify to us, did he have the Holy Spirit upon him? We do recall one thing later that night. Before eating lunch at my grandparent’s house we all formed a circle and held hands to say a prayer and my husband and me noticed Jordan went limp and fell in front of me on the ground. He then jumped up confused and got back into the circle. Maybe the Holy Ghost touched him then, or maybe that was just Coincidence. But we do believe that God was using my son to let us know that he is real and he is coming back for his people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6173376156872230623?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6173376156872230623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6173376156872230623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6173376156872230623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6173376156872230623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/six-year-old-boy-talks-of-china-bombing.html' title='A Six Year Old Boy Talks of China Bombing 2011'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5575488083927927444</id><published>2009-11-17T14:44:00.002+07:00</published><updated>2009-11-17T14:45:44.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertobatan - Repentance'/><title type='text'>Hookers for Jesus</title><content type='html'>Annie Lobért (born September 26, 1967) is an American former call girl who founded the international Christian ministry Hookers for Jesus. Lobert worked 11 years as a prostitute and escort in Las Vegas, which included catering to celebrities and professional athletes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobert was convinced to leave the industry by one of her regular johns, with whom she established an international Super GT Series auto body and design firm. They became successful working with Japanese automobiles developed for drift racing, but following a takeover in 2003 Lobert lost control of the company and the relationship came to an end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, Lobért is the founder and leader of Hookers for Jesus and is working as well on a joint media project with Heather Veitch of JCs Girls entitled "Saving Sex City."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobért gives lectures in both secular and religious communities on the effects of the adult entertainment industry, and to date has been featured on Life Today with James Robison, Morris Cerullo's HelpLine TV, the 700 Club, the Jim Bakker Show with Mark Gungor, JCTV, and TBNs Praise the Lord with Carman. Additionally, she has been heard on talk radio and interviewed in major news publications throughout the world, including the UK, France, Spain, Germany, Japan, Australia and Africa. She is the author of Hooker for Jesus, a soon to be released autobiography targeting both secular and religious audiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5575488083927927444?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5575488083927927444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5575488083927927444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5575488083927927444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5575488083927927444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/hookers-for-jesus.html' title='Hookers for Jesus'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7450086595461847275</id><published>2009-11-13T12:42:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T12:54:08.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>This Is It</title><content type='html'>Film Michael Jackson, This Is It, sangat menarilk perhatian. Film yang diambil dari persiapan dan latihan untuk konser musik di London, O2 Arena, selama 50 kali pertunjukan tersebut patut disimak. Konser itu melibatkan banyak para ahli, misalnya saja dlsainer kostum Christian Audigier, koreografer Kenny Ortega, body builder Lou Ferrigno yang semuanya hebat di bidangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri belum menonton film tersebut tetapi anak remaja saya yang sudah menonton memberi beberapa poin bagus. Di film ini nampak sekali betapa Michael Jackson menuntut kesempurnaan performa. Dia akan tahu jika ada penari yang salah ketukannya, atau musisi yang kurang pas iramanya. Michael menuntut standar yang sempurna karena dia tahu dan bisa melakukan apapun dengan sempurna. Poin berikutnya, Michael Jackson yang sudah lima puluhan tahun bisa bergerak lincah dan penuh semangat sepanjang konser, ibarat anak muda umur 25 tahunan. Betapa dia berusaha menampilkan energi dan kemampuan terbaiknya, tidak peduli dia telah ada umur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang sudah menonton film tersebut menambahkan bahwa Michael Jackson adalah orang yang rendah hati. Dia tidak akan membentak-bentak rekan kerjanya yang berbuat kekeliruan. Dia cukup menjelaskan apa yang dia mau dan menegur dengan bahasa yang terhormat apabila dia menemukan kesalahan. Kerendah-hatian Michael Jackson juga ditunjukkan dengan tidak lupa mengatakan "terima kasih" apabila tim kerjanya sudah melakukan apa yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka kita melihat Michael Jackson sebagai seorang superstar, kita tidak usah heran, karena orang luar biasa tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat sesuatu yang luar biasa. Bayangkan, tiket konser di O2 Arena untuk 50 kali pertunjukan sudah terjual habis, meski konsernya batal. Sosok Michael Jackson memang fenomenal dan luar biasa di bidangnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7450086595461847275?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7450086595461847275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7450086595461847275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7450086595461847275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7450086595461847275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/this-is-it.html' title='This Is It'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1660779769014136266</id><published>2009-11-12T13:41:00.005+07:00</published><updated>2009-11-12T13:47:44.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>A Pair of Kebaya Clothes for Mom</title><content type='html'>Lastri menimang-nimang kembali jarit dan kebaya yang masih baru. Sebuah jarit dengan warna dasar coklat tua. Dia tidak tahu nama corak batik. Baginya itu tidak penting. Dia hanya melihat bahwa warna ini sangat cocok bagi emaknya. Dia juga pernah melihat emaknya memiliki jarit dengan corak yang seperti ini, tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu dan jarit itu sudah dijual ketika Lastri membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditatapnya kebaya yang ada di tangan kirinya. Kebaya yang baru saja selesai dijahit oleh Mbak Mi, tetangga sebelah. Warna bunga-bunga yang cerah sangat cocok dengan warna dasar jarit. Pikiran Lastri terbang membayangkan emaknya memakai jarit dan kebaya baru. Betapa bahagia emak nanti berlebaran dengan jarit dan kebaya baru, pikir Lastri dengan senyum mengambang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa kali sepasang pakaian itu ditimang-timangnya. Setiap melihat keduanya hati Lastri menjadi berbunga-bunga. Dia sangat bahagia. Dia sudah lama menabung untuk kedua pakaian ini. Gajinya yang kecil disisihkan sedikit demi sedikit. Dia pun harus mengurangi jatah makan dan kesenangan pribadi. Sejak masuk kerja dulu tekadnya sudah bulat bahwa Lebaran kali ini dia harus memberi emaknya hadiah. Dia ingin emaknya bahagia di hari Lebaran dengan pakaian baru. Terbayang wajah emak di desa. Seorang perempuan desa yang sederhana. Tidak berpendidikan. Namun bagi Lastri emak adalah segalanya. Dialah orang tua satu-satunya. Sejak kecil emak sudah ditinggal bapak yang nikah lagi. Lastri tidak tahu persis mengapa bapak meninggalkan keluarganya dan menikah lagi. Konon menurut cerita beberapa tetangga dan cerita emak sendiri, bapak tergila-gila sama janda lain desa. Bapak ingin menikahi janda itu. Tapi emak tidak mau dimadu, maka bapak menceraikan emak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bekal ketrampilan dan pendidikan, emak harus bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil, sebab bapak tidak peduli lagi terhadap mereka. Setiap subuh emak harus bangun dan bergegas ke pasar yang berjarak 5 km dari rumah. Emak berjualan kue yang dibuatnya sendiri sepanjang sore dan malam hari. Siang hari emak baru pulang lalu mengurus rumah. Lastri dan kedua adiknya yang masih kecil hanya bisa membantu ala kadarnya. Mereka diserahi untuk memelihara ayam untuk biaya sekolah. Emak tidak ingin anak-anaknya bodoh dan bisa disepelekan oleh lelaki seperti dirinya. Bagi emak, seorang perempuan harus bisa mandiri dan mempunyai pendirian yang kukuh. Tidak perlu memohon belas kasih dari lelaki. Lastri senantiasa mengingat ajaran emaknya. Meski dia hanya seorang anak desa yang miskin dan wajahnya tidak cantik, namun dia tidak mau dijadikan istri pertama apalagi kedua. Menurut emak menjadi istri pertama atau kedua atau ketiga, hanya menunjukan kelemahan seorang perempuan. Perempuan harus punya harga diri. Dia harus bisa mensejajarkan diri dengan lelaki. Bukan obyek yang bisa dipermainkan, kalau senang dinikahi setelah bosan ditinggalkan begitu saja. Lastri tersenyum membayangkan wajah emaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didikan emak membuatnya menjadi perempuan yang mandiri. Setelah lulus SMA di desa, dia ke Surabaya mencari kerja. Akhirnya di terima disebuah home industri yang tidak jauh dari tempat kos. Dia bekerja mulai dari pagi sampai sore dengan gaji Rp 350.000 per bulan. Bagi Lastri gaji ini sudah cukup besar. Kalau dihitung perhari dia mendapatkan gaji sekitar Rp 11.000 lebih. Padahal hasil keuntungan emaknya perhari hanya sekitar Rp 6000, itupun harus bangun sebelum subuh dan bekerja sampai larut malam. Belum lagi harus jalan kaki ke pasar sejauh 5 km sambil membawa barang baik waktu pergi maupun saat pulang. Maka dia tidak mau meneruskan pekerjaan emaknya.&lt;br /&gt;Lastri juga teringat apa yang dikatakan oleh majikannya bahwa gajinya sudah besar, sebab kerjanya hanya membuat kotak sepatu. Tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Lastri pun puas akan gajinya dan pekerjaannya. Dari pada di desa lebih baik dia bekerja disini. Dia bisa melihat dan merasakan kehidupan kota dan mendapatkan gaji yang lebih besar dari penghasilan emaknya. Selain itu dengan bekerja di kota, dia merasa lebih memiliki harga diri dari pada hanya menjadi sekedar penjual kue seperti emaknya. Lebih penting lagi emaknya bangga, bahwa anaknya bisa bekerja di kota. Emak tidak rugi menyekolahkan kamu sampai pinter, sehingga kamu tidak menjadi penjual kue seperti emak. Ini pernah dikatakan emaknya ketika Lastri memberitahu bahwa dia sudah bekerja di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali ada teman yang mengatakan bahwa gajinya tidak sesuai dengan UMR, tapi Lastri tidak peduli. Majikannya pernah mengatakan, kalau dia merasa gajinya kurang, silakan mencari pekerjaan di tempat lain. Mencari pekerjaan saat ini sangat sulit, apalagi hanya berbekal ijasah SMA dari desa dan dia tidak memiliki ijasah lain. Maka dia tidak tertarik ketika ada seorang teman mengajak nya mogok kerja untuk meminta kenaikan upah dan uang makan. Bagi Lastri biarlah banyak buruh yang mogok untuk menuntut kenaikan upah. Dia tidak akan ikut-ikutan mereka. Dia sudah sangat berterima kasih pada majikannya, sebab mau menerima dia bekerja disini. Selain itu jika dia dikeluarkan oleh majikannya akibat ikut-ikutan temannya mogok, maka dia tidak tahu harus bekerja apa. Majikannya pernah mengatakan bahwa kalau dia keluar, akan banyak orang yang datang dan siap menggantikannya. Saat ini situasi sedang sulit. Banyak orang butuh pekerjaan. Mereka tidak hanya lulusan SMA bahkan banyak yang lulusan sarjana. Maka Lastri bersedia saja menerima gaji yang telah ditentukan oleh majikannya, tanpa dia sendiri tahu tentang perhitungan dan patokan gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang Rp 350.000 itu memang sebenarnya tidak cukup. Untuk bayar kos di sebuah kamar kecil saja sudah Rp 50.000 per bulan. Untuk makan di warung Budhe Yah sekali makan dia harus bayar Rp 2500. Itupun hanya dapat nasi dengan sedikit lauk dan teh. Dengan demikian dia harus mengeluarkan Rp 7500 per hari atau Rp 225.000 per bulan. Dengan demikian untuk makan dan kos saja sudah Rp 275.000. ini belum termasuk air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya, seperti sabun mandi, sabun cuci, odol, bedak dan lainnya. Rekreasi? Suatu hal yang hanya bisa dia bayangkan. Selama 8 bulan di Surabaya, baru sekali dia nonton bioskop dekat pasar dengan tiket Rp 1500. Dia hanya pernah mendengar ada plaza dengan nama TP dan Delta, tapi lewat di depannya saja jarang sekali. Apalagi masuk ke dalamnya. Dia tidak berani. Sejak datang ke Surabaya dia baru dua kali beli pakaian di tukang loak yang banyak membuka stand kalau malam hari. Dia harus hidup irit seirit-iritnya. Sebetulnya kalau masak sendiri, bisa lebih irit, tapi mau masak kadang tidak sempat, sebab jam 8 pagi harus sudah di perusahaan dan baru pulang jam 17.00. Itupun kalau tidak lembur. Sering kali Lastri pulang dengan kecapekan sebab seharian hanya duduk untuk memotong dan melem karton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun masih harus mengirim uang untuk kedua adiknya setiap dua bulan sekali. Emak sudah semakin tua, sehingga tidak bisa berjualan seperti dulu lagi. Emak hanya berjualan ala kadarnya, maka Lastri harus menanggung beban biaya sekolah kedua adiknya. Untuk itu Lastri harus memperhitungkan dengan teliti setiap pengeluaran. Dia pun sering terpaksa puasa agar uangnya masih cukup untuk menutup semua kebutuhan. Tapi dia bangga bisa membantu emak membiayai adik-adiknya. Selama setengah tahun ini Lastri harus lebih mengirit pengeluaran. Sisa uang yang ada dia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membelikan jarit dan kebaya bagi emak. Ini bukan suatu kemewahan. Sudah 6 kali Lebaran emak tidak pernah menggunakan jarit dan kebaya baru. Maka Lastri ingin pada Lebaran kali ini emak bisa menggunakan pakaian baru. Pakaian yang dia belikan dari hasil keringatnya. Ini adalah bentuk sedikit balas kasih emak kepadanya yang tidak mungkin terbalaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keredupan lampu 15 watt Lastri tersenyum membayangkan wajah emaknya yang sangat bahagia. Lastri tidak membelikan baju untuk kedua adiknya, sebab dia tahu pasti emak telah membelikan untuk mereka. Setiap lebaran emak pasti membelikan baju baru bagi anak-anaknya. Bagi emak sudah merupakan suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya memakai baju baru di hari yang baik ini. Emak tidak peduli dengan dirinya asal anak-anaknya bahagia. Dengan perlahan Lastri memasukan kebaya dan jarit itu dalam tas besar yang besok akan dibawanya pulang. Dia sudah tidak sabar menunggu hari esok. Dia ingin segera pulang dan memeluk emaknya. Dia kangen sama emaknya. Dia ingin melihat kegembiraan yang terpancar di wajah emaknya. Emak aku sangat mencintaimu, bisik Lastri lirih. Email kiriman bpk Wawan S.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1660779769014136266?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1660779769014136266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1660779769014136266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1660779769014136266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1660779769014136266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/pair-of-kebaya-clothes-for-mom.html' title='A Pair of Kebaya Clothes for Mom'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4642539199124270852</id><published>2009-11-11T10:06:00.003+07:00</published><updated>2009-11-11T11:59:04.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intim dengan Tuhan - Relationship with God'/><title type='text'>Picking Fruit</title><content type='html'>Saya hidup di padang golf. Golf telah menjadi sebagian hidup saya sejak saya berusia sebelas tahun. Permainan itu telah mengajar saya banyak pelajaran kehidupan. Saya masuk kuliah dengan beasiswa dari permainan golf dan kemudian saya menjadi pemain golf profesional tiga tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering berjalan-jalan di padang golf pada sore hari untuk latihan dan menggunakan waktu ini untuk berdoa juga. Tempat itu tenang sekali dan indah untuk jalan-jalan. Ketika berjalan di sana, saya biasanya menemukan satu atau dua bola golf di sepanjang jalan. Tetapi pada suatu kali ada yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan jalan-jalan yang satu ini saya mulai menemukan bola golf di manapun saya memandang. Ketika saya sudah mengumpulkan lima bola, saya mulai memperhatikan betapa anehnya hal ini. Kemudian saya mengumpulkan delapan, kemudian sepuluh dan akhirnya saku celana saya dipenuhi tiga belas bola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang aneh terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, itulah waktu yang tepat untuk beralih ke antena rohani. Seringkali Tuhan berbicara sesuatu. Saya bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, apakah yang Engkau ingin katakan melalui hal ini?" Jawaban dari Tuhan datang segera, "Aku telah memanggil engkau di jalan tertentu. Aku akan mendatangkan buahnya bagimu. Yang engkau harus lakukan hanyalah petik dan kumpulkan buah-buah itu dan setialah di jalan-Ku yang kusediakan bagimu. Itulah yang dimaksud dengan tinggal di dalam-Ku." Ditulis oleh Os Hillman, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personal Note:&lt;br /&gt;Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu M. Lingga di Riau. Buku akan segera dikirim besok pagi dengan pos kilat khusus. Buku "Sorga Terbuka" akan dikirim via email karena materinya dalam bentuk file komputer. Mohon alamat emailnya.&lt;br /&gt;Terima kasih dan Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I live on a golf course. Golf has been a part of my life since I was eleven years old. It has taught me many life lessons. I went to college on a golf scholarship and later turned professional for three years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I often walk at sundown for exercise and use this time to pray. It is a quiet and beautiful place to walk. When I walk, I usually find one or two golf balls along the way. But one time was different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On this particular walk, I began to find golf balls everywhere I looked. When I had collected 5, I began to notice how strange this was. Then, it became 8, then 10 and finally my pockets were literally stuffed with 13 golf balls!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When something unusual happens in our daily life experience it is a time to tune in to your spiritual antennae. God is often at work. So, I prayed, "Lord, what are you saying through this?" The answer came quickly: "I have called you to walk a specific path. I will bring the fruit to you. All you will have to do is pick it up and stay on my path for you. That is what it means to abide in Me." Written by Os Hillman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4642539199124270852?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4642539199124270852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4642539199124270852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4642539199124270852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4642539199124270852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/picking-fruit.html' title='Picking Fruit'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5929215767127583346</id><published>2009-11-10T06:15:00.002+07:00</published><updated>2009-11-10T06:18:44.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usia - Age'/><title type='text'>Old Age</title><content type='html'>Banyak orang yang memiliki hobby setiap hari membaca iklan kematian untuk mengetahui dalam usia berapa tahun mereka mati. Bahkan pada saat salah satu sahabat atau rekannya meninggal dunia langsung bertanya terhadap diri sendiri, kapankah giliran saya? Sangat disayangkan masa hidup yang sedemikian pendeknya hanya digunakan untuk memikirkan masalah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada memikirkan tentang kematian lebih baik memikirkan bagaimana bisa membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Usia bukanlah batasan bagi seseorang untuk melakukan apapun juga. Terlebih lagi jangan sampai kita mau dibelenggu oleh pikiran sendiri dengan alasan sudah tua, karena Age is just only a number.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang baru menemukan bakatnya pada saat mereka sudah tua, entah itu bakat melukis ataupun menulis. Mang Ucup sendiri baru sadar, bahwa saya senang menulis setelah saya berumur diatas 55 tahun. Harry Bernstein mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul The Invisible Wall dalam usia 96 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ann Nixon Cooper dalam usia 106 tahun masih aktif dalam politik. Ia adalah salah satu supporter dari Barrack Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olive Riley adalah blogger tertua ia membuat blog pertamanya dalam usia 107 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur Wilson baru mulai menikmati masa pensiun sebagai karyawan dari Los Angelos Metro dalam usia 100 tahun. Bahkan Buster Martin dari England sampai saat ini masih tetap aktif bekerja, walaupun usianya sudah mencapai 103 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi dan pemain film gaek yang masih tetap aktif adalah Johannes Heester dari Belanda. Usia dia sekarang telah mencapai 106 tahun. Konser terakhir ia lakukan dalam usia 105 tahun. Ditulis oleh Mang Ucup/Milis Sahabat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5929215767127583346?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5929215767127583346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5929215767127583346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5929215767127583346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5929215767127583346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/old-age.html' title='Old Age'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8361593214146665028</id><published>2009-11-09T06:00:00.002+07:00</published><updated>2009-11-09T06:00:02.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Divorce after 35 years of marriage</title><content type='html'>Seorang pria tua di Mumbai, India, menelpon anak lelakinya yang tinggal di New York dan berkata, "Aku tidak suka mengganggu harimu, tetapi aku harus mengaku bahwa aku dan ibumu akan bercerai, setelah 35 tahun menikah...penderitaan ini sudah tak tertahankan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, ada apa sih?" teriak anak lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah tidak tahan bertemu satu sama lain," kata pria tua itu. "Kami sudah saling sebel satu sama lain. Aku tak suka membicarakan hal ini, tolong telpon kakak perempuanmu yang di Hongkong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalut, sang anak lelaki menelpon kakak perempuannya yang mengamuk di telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masakan pasangan erat ini mau bercerai?" kata kakak perempuannya,"Aku akan mengurus hal ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak segera menelpon Mumbai dan berkata, "Ayah, jangan bercerai! Jangan lakukan apapun sampai aku datang ke sana. Aku akan telpon adikku dan kami akan ke Mumbai besok. Tapi, jangan lakukan apapun sampai besok! Mengerti?" langsung sang anak perempuan meletakkan gagang telponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tua itu meletakkan juga gagang telponnya dan berpaling kepada istrinya sambil berkata, "OK, semuanya sudah beres. Kedua anak kita akan merayakan hari ulang tahun pernikahan kita besok dan mereka yang bakal membayar tiket pesawatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An elderly man in Mumbai calls his son in New York and says, "I hate to ruin your day son, but I have to tell you that your mother and I are getting a divorce; 35 years of marriage...and that much misery is enough!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dad, what are you talking about?" the son screams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We can't stand the sight of each other any longer," the old man says.&lt;br /&gt;"We're sick of each other, and I'm sick of talking about this, so you call your sister in Hong Kong and tell her!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frantic, the son calls his sister, who explodes on the phone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Like heck they're getting divorced," she shouts, "I'll take care of this."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She calls Mumbai immediately, and screams at the old man, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You are not getting divorced!. Don't do a single thing until I get there!. I'm calling my brother back, and we'll both be there tomorrow. Until then , don't do a thing, DO YOU HEAR?" and she hangs up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The old man hangs up his phone and turns to his wife. "Okay", he says, "It's all set.They're both coming for our anniversary and paying their own airfare!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8361593214146665028?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8361593214146665028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8361593214146665028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8361593214146665028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8361593214146665028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/divorce-after-35-years-of-marriage.html' title='Divorce after 35 years of marriage'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4747193092463634272</id><published>2009-11-09T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T06:00:00.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memberi - Giving'/><title type='text'>A Gift</title><content type='html'>Seorang gadis kecil—cacat dan yatim piatu—pada saat pengumpulan persembahan&lt;br /&gt;syukur di gereja, mempersembahkan cincin emasnya untuk pembangunan gedung&lt;br /&gt;gereja. Beberapa anggota majelis gereja kaget, dan setelah kebaktian usai mereka sepakat untuk menemuigadis kecil itu. “Nak, kami putuskan untuk mengem balikan cincin ini kepadamukarena kami tahu engkau lebih memerlukan cincin ini da ripada kami. Di gerejaini masih ada banyak orang yang bisa menyumbang. Kamu jangan ya, Nak.” Jawab&lt;br /&gt;gadis kecil itu, “Tetapi, Pak, saya bukan memberikan cincin ini untuk Bapak.&lt;br /&gt;Saya mempersembahkan cincin ini untuk Tuhan Yesus. Hanya cincin ini yang saya&lt;br /&gt;punya, yang terbaik untuk Tuhan Yesus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kerap bersikap seperti majelis gereja itu—salah mengerti terhadap konsep persembahan. Persembahan diberikan untuk Tuhan, tetapi kita memberikannya seolah-olah untuk manusia dan kita hitung-hitungan atau memberi ala kadarnya. Roma 12:1 dengan gamblang menjelaskan bahwa Tuhan tidak mau diperlakukan sembarangan. Dia tidak pernah memberi sembarangan kepada kita. Dia bahkan tidak menyayangkan nyawa-Nya untuk diberikan kepada kita. Sudah seharusnya kita memberi yang terbaik kapada Tuhan; bahkan hidup kita bagi-Nya; hidup yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita memberi persembahan di gereja, ingatlah bahwa kita bukan memberi kepada majelis gereja. Juga bukan untuk pamer, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Maka, berikanlah yang terbaik. Bukankah segala sesuatu yang ada pada kita adalah milik Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEMBAHAN YANG TERBAIK&lt;br /&gt;ADALAH SEGENAP HIDUP KITA, SEBAGAIMANA YESUS TELAH MEMBERIKAN HIDUP-NYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Mira Novita Thios/Email kiriman Bpk. Tefa/Milis Terang Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4747193092463634272?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4747193092463634272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4747193092463634272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4747193092463634272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4747193092463634272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/gift.html' title='A Gift'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8546052806712027017</id><published>2009-11-07T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T06:00:03.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syukur - Thankful'/><title type='text'>In Everything</title><content type='html'>TODAY'S SCRIPTURE&lt;br /&gt;"Give thanks in all circumstances, for this is God's will for you in Christ Jesus"&lt;br /&gt;(Thessalonians 5:18, NIV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY'S WORD from Joel and Victoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you giving thanks in every circumstance? This might seem like a stretch at first, especially when you are going through a season of difficulty. But notice today's verse doesn't say to give thanks "for" everything, it says give thanks "in" everything. In other words, no matter what's going on, find something to be thankful for. Don't just focus on what's wrong in your life; focus on what God will do in your life!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you are thankful, it opens the door for God to move on your behalf. That's why it says "this is God's will for you." He wants you to be close to Him and receive His strength and power by giving thanks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, have the attitude that says, "God, in spite of what's happened, I choose to be grateful. I may be sick, but Father, thank You for being my healer. Thank you for giving me great friends and family." Or, "I may be struggling in my marriage, but God, thank You for being my restorer. Thank You for giving me another sunrise." As you give thanks in everything, you will see God's hand move mightily on your behalf. Before long, you'll come out of that difficulty better, stronger, and wiser than before!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8546052806712027017?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8546052806712027017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8546052806712027017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8546052806712027017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8546052806712027017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/in-everything.html' title='In Everything'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-872167489269995986</id><published>2009-11-06T06:00:00.003+07:00</published><updated>2009-11-06T13:18:04.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmat - Wisdom'/><title type='text'>Secret</title><content type='html'>Bayangkan. Suatu hari Anda bertemu dengan aktor film terkenal di ruang tunggu bandara. Ia duduk di sebelah Anda, bahkan mengajak Anda bicara. Apa yang akan Anda lakukan? Mungkin Anda akan mengajaknya foto bersama; mengabadikan peristiwa langka itu. Sesampainya di rumah, pasti Anda tidak tahan lagi untuk menceritakan pengalaman istimewa itu pada semua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus, Yohanes, dan Yakobus juga pernah punya pengalaman istimewa ketika mereka diajak Yesus naik gunung. Di situ mereka menyaksikan pemandangan spektakuler. Tuhan Yesus berubah rupa. Bercahaya. Keilahian-Nya terpancar keluar. Lalu mereka melihat Musa dan Elia, dua nabi terbesar dalam sejarah Israel. Tak seorang pun pernah menyaksikan peristiwa sedahsyat ini! Ketiganya sudah tak sabar lagi menceritakan apa yang mereka lihat. Ini wajar, tetapi Yesus melarang mereka bercerita. Saatnya belum tiba. Lagipula Yesus tak ingin ketiganya jadi besar kepala. Mereka harus tutup mulut. Ini tidak mudah. Menjaga rahasia berarti melawan keinginan untuk dipandang hebat. Perlu pengendalian diri. Syukurlah Petrus berhasil. Puluhan tahun kemudian, baru ia ceritakan kejadian ini dalam suratnya (Baca 2 Petrus 1:17,18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Anda menjaga rahasia? Orang kerap membocorkan rahasia, lantas berkata: ”Jangan bilang kepada siapa-siapa lagi.” Dengan begitu orang berpikir tak akan menimbulkan masalah. Toh ”hanya” satu-dua orang yang tahu. Namun akhirnya, rahasia itu bocor ke mana-mana; menimbulkan masalah; melukai hati. Kita perlu belajar mengendalikan diri seperti ketiga murid Yesus. Ada saatnya diam adalah emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGAGALAN MENJAGA RAHASIA MEMBUAT ORANG TAK LAGI PANTAS DIPERCAYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Juswantori Ichwan, sumber: http://www.renunganharian.net.id/Email kiriman Bpk Tefa/Milis Terang Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-872167489269995986?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/872167489269995986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=872167489269995986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/872167489269995986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/872167489269995986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/secret.html' title='Secret'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4478377184040011317</id><published>2009-11-05T06:00:00.004+07:00</published><updated>2009-11-05T09:14:33.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>A Success Story: From A Bus Crew to Businessman</title><content type='html'>DULU KONDEKTUR, SEKARANG JURAGAN- Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal nasib urusan belakang". Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis maLl di Brebes, Tegal &amp; Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu&lt;br /&gt;Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik &lt;br /&gt;Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang- Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono.  Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih Muda Sudah Kaya Raya&lt;br /&gt;Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang lokal, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak &lt;br /&gt;lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang &lt;br /&gt;sudah menggurita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan&lt;br /&gt;Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada", kenang Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha yang Royal &amp; Sosial&lt;br /&gt;Ditengah kekayaan yang dinikmatinya. Muhadi juga seorang yang royal dalam proyek2 sosial. Ia selalu membantu pembangunan rumah2 ibadah &amp; juga membantu fakir miskin, panti jompo &amp; yatim piatu. "Rezeki dunia hanya sementara. Rezeki Akherat jauh lebih penting." tandasnya. PST. PHILIPS Y. WENAS, MBA, MTH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4478377184040011317?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4478377184040011317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4478377184040011317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4478377184040011317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4478377184040011317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/success-story-from-bus-crew-to.html' title='A Success Story: From A Bus Crew to Businessman'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2234713545067198717</id><published>2009-11-04T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T06:00:01.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>To Bless Others in Blindness</title><content type='html'>Alkisah ada seorang pria tua yang usianya sudah di atas tujuh puluh tahun. Ia hidup di pinggir desa. Walaupun ia hidup sebatang kara, tetapi ia selalu mensyukuri dengan apa yang ia terima. Hal inilah yang membuat dia bisa hidup dengan penuh ceria. Namum tiba-tiba ia menjadi buta. Ia harus hidup dalam kegelapan, sehingga tidak ada harapan lagi untuk bisa melihat sinar matahari maupun keindahan alam disekitarnya. Hal inilah yang membuat dia jadi sangat bersedih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari ketika dia berjalan melewati pagar rumahnya dan mencium sekuntum bunga mawar, ia berkata, "Aku bisa memiliki sebuah taman. Meskipun aku tidak bisa melihat bunga-bunga ini, aku dapat merawatnya dengan baik dan merasakan serta mencium dan mengasihi mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai membuat sebuah taman, merawatnya dengan penuh kasih. Tangannya yang peka mulai tahu setiap tanaman yang baru tumbuh. Bunga-bunga tampaknya dapat merasakan perawatan yang baik yang diberikan oleh pria itu. Bunga-bunga itu bermekaran seperti bunga-bunga yang ada di desa itu. Setiap hari pria itu menyuruh seorang anak laki-laki tetangganya untuk mengantarkan seikat bunga ke rumah sakit terdekat. Bunga-bunga itu mengantarkan kasih yang diberikan pria tua itu kepada orang-orang yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ia harus hidup dalam kegelapan, orang tua yang buta itu telah mengukir kedamaian dan kegembiraan melalui kasihnya kepada bunga-bunga yang ditanamnya dan melalui kasihnya kepada orang lain. Ia merasa hidupnya bisa bermanfaat lagi bagi sesama manusia. Hal ini telah dapat memulihkan kembali rasa ceria di dalam kehidupan laki-laki tua itu. Dari tulisan Mang Ucup di Milis Sahabat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2234713545067198717?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2234713545067198717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2234713545067198717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2234713545067198717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2234713545067198717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/to-bless-others-in-blindness.html' title='To Bless Others in Blindness'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-267086389050738501</id><published>2009-11-02T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-02T06:00:02.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>The Bishop's Gift</title><content type='html'>Hadiah dari Penilik Jemaat&lt;br /&gt;Pada suatu saat sebuah gereja mengalami masa-masa yang sulit. Hanya ada lima anggota gereja yang tersisa: seorang Pendeta dan empat anggota, semuanya di atas 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah bukit dekat gereja itu tinggal seorang Penilik Jemaat yang sudah pensiun. Sang pendeta akhirnya meminta nasihat sang Penilik Jemaat untuk menyelamatkan gereja tersebut. Pendeta dan Penilik Jemaat itu berbicara panjang lebar, tetapi ketika diminta nasihatnya, Penilik Jemaat hanya menjawab, "Saya tidak mempunyai nasihat untuk diberikan. Satu hal yang saya dapat katakan ialah bahwa salah seorang di antara kalian adalah juruselamat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari pertemuan dengan Penilik Jemaat, Pendeta itu menceritakan apa yang telah dikatakan Penilik Jemaat. Selama beberapa bulan berikutnya semua anggota jemaat mulai merenungkan perkataan Penilik Jemaat. "Salah seorang di antara kita adalah juruselamat?" Ketika mulai memikirkan kemungkinan itu, mereka mulai memperlakukan satu sama lain dengan penuh hormat, dengan harapan mereka melakukannya untuk sang juruselamat. Selain itu mereka juga saling memperlakukan satu sama lain dengan kepedulian yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlalunya waktu, orang-orang yang datang ke gereja itu melihat aura yang istimewa yang penuh hormat dan kepedulian yang sangat luar biasa diantara kelima anggota gereja. Tanpa disadari orang-orang mulai datang lagi ke gereja itu. Orang-orang mulai mengajak teman-temannya, dan teman-temannya mengajak teman-temannya yang lain. Dalam waktu beberapa tahun saja gereja itu kembali menjadi gereja yang hidup, yang penuh terobosan karena ada rasa saling hormat dan kepedulian satu sama lain yang luar biasa, berkat hadiah dari seorang pensiunan Penilik Jemaat. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, 1 Nopember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Bishop's Gift&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once a church had fallen upon hard times. Only five members were left: the pastor and four others, all over 60 years old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the mountains near the church there lived a retired Bishop. It occurred to the pastor to ask the Bishop if he could offer any advice that might save the church. The pastor and the Bishop spoke at length, but when asked for advice, the Bishop simply responded by saying, "I have no advice to give. The only thing I can tell you is that the Messiah is one of you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The pastor, returning to the church, told the church members what the Bishop had said. In the months that followed, the old church members pondered the words of the Bishop. "The Messiah is one of us?" they each asked themselves. As they thought about this possibility, they all began to treat each other with extraordinary respect on the off chance that that one among them might be the Messiah. And on the off, off chance that each member himself might be the Messiah, they also began to treat themselves with extraordinary care.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As time went by, people visiting the church noticed the aura of respect and gentle kindness that surrounded the five old members of the small church. Hardly knowing why, more people began to come back to the church. They began to bring their friends, and their friends brought more friends. Within a few years, the small church had once again become a thriving church, thanks to the Bishop's gift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;Personal Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Bapak Yongky dari NYC, pesanan akan dikirim via Surabaya dan akan dibawa oleh Tim Pria Sejati yang akan berangkat ke New York City. God bless you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-267086389050738501?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/267086389050738501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=267086389050738501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/267086389050738501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/267086389050738501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/11/bishops-gift.html' title='The Bishop&apos;s Gift'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7404694087572939023</id><published>2009-10-30T05:59:00.002+07:00</published><updated>2009-10-30T06:07:38.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa - Prayer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persahabatan - Friendship'/><title type='text'>The Answer to Prayer</title><content type='html'>Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan  mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut. Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, lelaki yang pertama merasa kesepian dan  memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki pertama itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki kedua tetap saja tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah,  pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kapal siap berangkat, lelaki pertama ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkatku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki pertama ini. "Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakan kepadaku," tanya lelaki ke satu itu. "doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berutang atas semua ini kepadanya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman hari ini kita belajar satu hal: apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang atau sesuatu hanya dari "yang terlihat" saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” Amsal 17:17. Sumber: Email kiriman Yuni Lam/Milis Terang Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Personal Note:&lt;br /&gt;Terima kasih atas pesanan 5 buku "Mukjizat Kehidupan" dari seorang Ibu di Jakarta Barat. Pesanan akan dikirim hari ini dengan pos kilat khusus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7404694087572939023?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7404694087572939023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7404694087572939023' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7404694087572939023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7404694087572939023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/answer-to-prayer.html' title='The Answer to Prayer'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8547556604833243490</id><published>2009-10-28T17:58:00.002+07:00</published><updated>2009-10-28T17:59:27.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gereja - Church'/><title type='text'>Campus Church</title><content type='html'>Enam tahun lalu, Jason Ma mengikuti perkuliahan pendahuluan untuk mata kuliah Filsafat. Tiba-tiba, Profesor yang mengajarnya bertanya "Siapa diantara kalian yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah?" Hanya Jason dan salah seorang temannya yang mengangkat tangan di dalam ruang kuliah yang dihadiri 100 orang mahasiswa tersebut. Jason tidak bisa percaya bahwa kebanyakan teman mahasiswanya tidak tahu apa yang ditawarkan Yesus kepada mereka, maka dia mulai melakukan doa keliling di universitas. Dia meminta kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk, sehingga 28.000 mahasiswa di universitas tersebut bisa mengenal Dia. Tuhan membukakan pintu untuk Jason. Para pengurus univesitas menaruh simpati pada tujuannya dan mereka memberi izin pada Jason untuk mengadakan serangkaian program penginjilan di universitas. Ada ratusan mahasiswa yang diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang segera disadari Jason bahwa hanya sebagian kecil dari petobat baru itu yang beribadah di sebuah gereja, setelah mereka menjadi Kristen. "Sejujurnya," kata Jason, "kebanyakan gereja di sekitar universitas tidak memiliki program pelayanan untuk para mahasiswa. Belum ada gereja yang memikirkan untuk menjangkau mahasiswa. Ada beberapa mahasiswa yang bertemu untuk melakukan pendalaman Alkitab. Namun, ketika mereka lulus dari universitas, masalah itu masih tetap ada; mereka tidak bisa menemukan satu tempat untuk beribadah yang memahami kebutuhan mereka. Saya sendiri juga melihat masalah yang sama di beberapa universitas. Kebanyakan mahasiswa memandang gereja-gereja sebagai tempat yang membosankan, tidak relevan dengan kebutuhan mereka dan hipokrit. Namun, para mahasiswa itu sendiri juga tidak menyadari bahwa diri mereka sebenarnya juga merasa kosong, terluka, dan menderita. Mereka mencari kasih sejati melalui obat-obat terlarang, pesta pora, seks, dan juga nilai-nilai yang bagus. Banyak yang mengalami depresi, bahkan banyak diantara mereka yang hampir memutuskan untuk bunuh diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason mulai mendoakan bagaimana caranya ´membawa´ gereja kepada mahasiswa. Setelah melakukan banyak riset, termasuk mempelajari gerakan gereja bawah tanah di China, dia menjadi yakin bahwa "gereja sederhana" yang berorientasi pada jalinan relasi merupakan cara terbaik untuk menjangkau para mahasiswa. Dia membaca mengenai seorang gadis China berusia 18 tahun yang merintis lebih dari 100 gereja rumah dalam setahun. Gereja-gereja yang dipelajarinya di China merupakan jaringan persekutuan kecil yang beranggotakan 15-30 orang. Mereka bertemu di rumah-rumah atau di toko-toko kecil untuk mensharingkan hidup mereka sehari-hari bersama Yesus. "Jika seorang gadis China berumur 18 tahun dapat merintis 100 gereja dalam setahun di China, apakah seorang mahasiswa tidak dapat merintis beberapa persekutuan di univertas?" Jason bertanya kepada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sadar bahwa, seorang misionaris dapat memenangkan seorang mahasiswa bagi Yesus, yang nantinya mahasiswa ini akan memenangkan teman-teman di sekitarnya, sehingga terbentuklah gereja kecil. Sebuah gereja kecil tentu saja tidak bisa menjangkau berbagai macam mahasiswa, maka Jason mulai menganggap setiap kelompok mahasiswa sebagai "kelompok suku yang belum terjangkau", dan bertujuan untuk merintis sebuah gereja di setiap kelompok. Gereja-gereja baru dengan anggota 15-20 jemaat itu akan bertemu di suatu tempat, dan jika anggota mereka terus bertumbuh, mereka tidak perlu mencari tempat yang lebih besar untuk bersekutu. Kelompok yang semakin besar itu dapat dibagi menjadi beberapa kelompok dan terus bermultiplikasi. Mereka dapat bertemu di mana pun -- di asrama, apartemen, ruang reuni, kelas atau kedai kopi di seberang jalan. Kemudian Jason mulai merintis gereja- gereja di universitasnya. Mereka kemudian mengirim ´misionaris´ ke universitas-universitas lain untuk melakukan hal yang sama; Campus Church Network (CCN) telah didirikan, dimulai di San Jose State University pada tahun 1998, dan semakin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para misiologi membuat istilah ´10/40 Window´ untuk mendeskripsikan daerah geografis antara 10 dan 40 derajat garis lintang sebagai wilayah yang paling jarang diinjili. "´The 13/30 Window´ kemungkinan juga merupakan hal yang penting," kata Jason. Yang dimaksud dengan ´The 13/30 Window´ adalah orang-orang yang berusia antara 13-30 tahun. Kelompok umur itu berpotensi menjadi ladang tuaian terbesar bagi Injil di masa sekarang. "Kelompok tersebut sangat terbuka terhadap Injil." Survey menunjukkan bahwa 90% dari semua orang Kristen memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat sebelum mereka berulang tahun ke-25. Ini juga menjadi kelompok yang paling penting, karena mereka adalah masa depan dunia dan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik menunjukkan bahwa 60% dari populasi global berusia di bawah 25 tahun; 30% atau sekitar 1,7 juta orang berusia antara 10-24 tahun. Jason mempelajari penelitian yang dilakukan oleh Barna Research Group yang menunjukkan bahwa usia 18-25 tahun merupakan kelompok yang paling jarang ke gereja. Mayoritas mahasiswa yang beribadah di gereja selama masa studi tidak lagi beribadah ke gereja setelah mereka lulus kuliah. Jason menyimpulkan bahwa "Kami sangat membutuhkan gereja baru untuk generasi baru, karena bentuk gereja tradisional kurang bisa menjangkau para mahasiswa di Amerika. Para pemuda post-modern tidak lagi mengetahui standar, tidak percaya pada apa pun dan ingin mencari Tuhan dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak hanya ingin duduk diam di gereja dan mendengarkan seseorang berkotbah. Namun, mereka juga ingin menerapkan iman mereka. Menurut Jason, "Itu tidak membutuhkan komite baru, akan tetapi sebuah revolusi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto Jason adalah "Memulai suatu revolusi berarti memulai sebuah gereja kampus!" Pada Situs Campus Church Networks (CCN), dia menulis "Setiap revolusi dimulai oleh seorang yang revolusioner. Apakah Anda siap menjadi salah satunya? Apakah sudah ada gereja kampus di universitas Anda? Jika belum, maka Anda harus memulainya ...." Campus Church Networks adalah gerakan perintisan gereja yang dilakukan oleh para mahasiswa. CNN menantang sekaligus melatih para mahasiswa untuk merintis gereja-gereja bagi suatu generasi baru di setiap universitas yang ada di dunia. Sumber: Elia Stories.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8547556604833243490?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8547556604833243490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8547556604833243490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8547556604833243490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8547556604833243490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/campus-church.html' title='Campus Church'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4121957762333286977</id><published>2009-10-27T12:49:00.003+07:00</published><updated>2009-10-27T12:58:58.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memberi - Giving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>Sharing Your Blessings</title><content type='html'>Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik kesuksesan tanaman jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes hasil pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya rahasianya, sang petani termenung lama karena tidak terpikirkan sedikitpun hal unik yang dilakukannya. Ia bahkan selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya kepada petani-petani tetangga di sekitar perkebunannya. Sang wartawan sedikit aneh dengan cara kerja petani itu dan bertanya, "Mengapa Anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu kepada tetangga-tetangga Anda?" Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petani kemudian menjawab, "Angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga di perkebunan dan menyebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang diterbangkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Kalau saya ingin mendapatkan hasil jagung yang terbaik, saya harus menolong para tetangga saya untuk mendapatkan jagung yang terbaik pula." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus terlebih dahulu menolong orang lain menjadi berhasil. Mereka yang menginginkan hidup yang baik harus menolong orang lain memperoleh hidup yang baik pula. Nilai kehidupan kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang kita sentuh. Darmadi Darmawangsa, dimuat di Majalah Kawasan edisi Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4121957762333286977?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4121957762333286977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4121957762333286977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4121957762333286977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4121957762333286977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/sharing-your-blessings.html' title='Sharing Your Blessings'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3896491665929780096</id><published>2009-10-27T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-10-27T12:49:09.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan - Christianity'/><title type='text'>Placebo</title><content type='html'>Apakah Obat Bius di Gereja?&lt;br /&gt;Kamus Webster mengartikan "Placebo" sebagai "obat yang diberikan lebih ditujukan untuk memberikan kelegaan mental kepada seorang pasien dibandingkan dengan untuk penyakit aslinya. Placebo itu obat palsu, yang isinya hanya tepung, namun bersalut gula, dan tidak mengandung unsur penyembuhan yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter memberitahu kita bahwa jika kita tahu bahwa kita sedang memakan placebo maka tidak akan ada hasilnya. Dalam pikiran kita, kita harus menganggap bahwa placebo adalah obat mujarab dan mempunyai khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Jika pasien itu percaya demikian, maka pengobatan itu akan mendatangkan keajaiban dalam banyak kasus. Pengobatan dengan placebo sesungguhnya tidak ada apa-apanya, tetapi di pikiran sang pasien placebo itu berkasiat. Agar pengobatan ini berhasil, dokter harus meyakinkan pasiennya tentang khasiat "obat" placebo itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, itulah pengobatan yang sekarang sedang dijalani oleh kebanyakan orang yang mengaku Kristen. Dokter yang memberikan resep ini adalah Dokter Setan sendiri. Ia memberi obat dengan berselaput gula keagamaan yang manis, pengalaman yang dangkal, dan setengah kebenaran kepada para pendengarnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Setan mengizinkan para pasiennya untuk terus datang ke gereja dan membolehkan mereka untuk ambil bagian dalam kegiatan menyanyi, berdoa, mengajar sekolah minggu dan bahkan berkhotbah. Pengobatan placebo di gereja adalah agama permukaan yang mengandung semua unsur-unsur yang benar dari gereja sejati, tetapi unsur-unsur itu tiruan dan berasal dari bidang intelektual. Gereja yang keliru dan yang sejati dewasa ini pada umumnya memiliki unsur-unsur yang sama. Perbedaannya, gereja yang keliru hanya mengajar kebenaran (atau setengah kebenaran), gereja yang sejati menghidupi kebenaran sepenuhnya. Anda berada di gereja mana? Apakah Anda selama ini hanya dicekoki placebo, obat boong-boongan? Howard Pittman, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“What is the Church’s Dope”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webster’s Dictionary defines “placebo” as “a medication prescribed more for the mental relief of a patient than for the actual effect on his disorder. The doctors tell us that if we know we are being treated with a placebo, it does not work. In our minds we must think that it is a real medication and has the strength or power to heal. If the patient believes this, then the treatment has been known to work wonders in many cases that otherwise could not have been treated. Placebo treatment is in fact nothing of substance, but in the mind of the patient it is real. In order for this treatment to work, the doctor must convince the patient of the work of the medication. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My friend, I declare to you that this is the exact “treatment” that most “mouth-professing” Christians are using today. The doctor administering this “medication” is Satan himself. He gives the patient a sugar-coated religion, a shallow experience, and whispers half truths into his ears. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doctor Satan will allow his “patient” to continue to go to church and will allow him to take part in any church that is singing, leading in prayer, teaching in Sunday School, and even preaching……The Placebo treatment in the church today is a surface religion which contains all the elements of true Christian religion with the exception that these elements are superficial and intellectual. The true and false religions in our Christian denominations today contain nearly all the same elements. The big difference is that the false religion is only taught; the true one must be lived. Howard Pittman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3896491665929780096?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3896491665929780096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3896491665929780096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3896491665929780096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3896491665929780096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/placebo.html' title='Placebo'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5330829620336620836</id><published>2009-10-26T04:56:00.002+07:00</published><updated>2009-10-26T04:59:18.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorga - Heaven'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Neraka - Hell'/><title type='text'>The Account of Howard Pittman</title><content type='html'>Howard Pittman is a dear friend and brother in Messiah, whom I have met in person back in 1996 and have spoken with on several occasions over the phone. He and his dear wife Joyce travel together to go and tell about Howard’s clinical death experience on August 3, 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard O. Pittman was a Baptist minister for 35 years. He was born November 24, 1928 the seventh living child in a family of eight children. He was raised on a small farm in the southwestern part of the state of Mississippi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On August, 1979, his main body trunk artery ruptured and at some point in the ensuing hours, he suffered physical death. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His spirit was lifted from his body by his guardian angels and taken into the Second Heaven (Satan’s dominion) where he saw many startling things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He appeared before the Lord in the Third Heaven where he pleaded for an extension of his physical life. It was here that God showed him what kind of life of worship and service to Yeshua/Jesus the Messiah that he really led. He was given a message to bring back to God’s latter rain soldiers in this generation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through Howard’s Testimony, God has begun to deliver this message through such means as the Christian Broadcasting Network, the Trinity Broadcasting Network, numerous radio stations, church services, and public appearances. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since his death experience on August 3, 1979, and his call to “go tell” on May 7, 1980, he has traveled all over the United States and into Old Mexico telling of this great experience and repeating the message God gave him for this generation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The book, “Demons An Eye Witness Account,” gives the first eye witness account of the activities of the spirit world. Howard saw the various ranks of demonic principalities while he was in The Second Heaven as he was taken on a tour by the Angel of the Lord to see the way in which these fallen angels operate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He witnessed at least Five Orders of demons which are listed as follows:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.) The Demon of Greed (Second in Command to Satan himself).&lt;br /&gt;2.) The Warring Demons (who rule over cities and geographic locations).&lt;br /&gt;3.) Witchcraft Demons (these were had the appearance of being part human and part animal as seen in Greek Mythological beings) such as Pan, Pegasus, Mermaids, etc.)&lt;br /&gt;4.) The Mystery Demons (these are behind mental insanity, multiple personality disorders, &lt;br /&gt;5.) Unclean Spirits (these are reptilian beings such as frogs, and they are behind sexual perversion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard Pittman was given insight into how the demonic realm operates and how humans are oblivious to how subtly they are able to tempt, and possess people through their own ignorance. He was then taken back to earth by the angel to see how the demons operate behind the scenes on earth to possess people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After Howard was taken on his tour into the Second Heaven, he pleaded with the angel to allow him to talk with the Lord. He wanted to ask for an extension of his physical life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was taken through a tunnel to the third heaven under escort by his angel. But before he could enter, he was told that if he entered the Third Heaven, he could not come out and that he would have to remain there until brought back by Messiah himself. He protested “but if I can’t come out, then my body will die! That will defeat my whole purpose.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard was told by the angel to stand by one side of the gate and to present his case to God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard recalls his visit to the Third Heaven:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boldly I came before the throne and started out by reminding God &lt;br /&gt;what a great life of love, worship and sacrifice I had lived for him……I reminded him that I was now in trouble and only he could help by granting me the extension to my physical life. God was totally silent while I spoke. When I had completed my request, I heard the real audible voice of God as he answered me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The voice I heard was not like the sweet voice that Satan had used to trick me before in the valley. You could put together the noise of all the storms, volcanoes, tornadoes, and hurricanes, and they could in no way imitate what I heard….The sound of his voice came down on me over the Gates even before the words hit me. The tone of His anger knocked me on my face as God proceeded to tell me just what kind of life I had really lived……He pointed out that my faith was dead, that my works were not acceptable, and that I had labored in vain. He told me that it was an abomination for me to live such a life and then dare to call it a life of worship…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard was eventually granted an extension on his life, after a long conversation with God and a detailed discourse of the things that were unacceptable in his life before God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Below, you will find part 1 of 12 videos of Howard Pittman’s Testimony:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=HFG-wUESBSQ&amp;feature=email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5330829620336620836?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5330829620336620836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5330829620336620836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5330829620336620836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5330829620336620836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/account-of-howard-pittman.html' title='The Account of Howard Pittman'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-543736081343999941</id><published>2009-10-23T18:39:00.004+07:00</published><updated>2009-10-23T18:46:11.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><title type='text'>God Never Forsake You</title><content type='html'>Tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah. Di tengah kegaduhan dan kepanikan, seorang bapak berlari menuju sekolaah, dimana anaknya menuntut ilmu setiap hari. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya, "Anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempat dimana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total. Mula-mula ia hanya terpaku berdiri di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian, ia bergegas pergi ke sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk disana. Seseorang sempat menegurnya, "Pak, tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati. "Bapak itu menjawab, "Anda bisa berdiri saja disana, atau ikut membantu mengangkat batu-batu ini". Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka lelah dan menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, si bapak tak bisa berhenti memikirkan anaknya, dan terus menggali. Dua jam berlalu, lima jam, sepuluh jam, tiga belas jam, delapan belas jam. Tiba-tiba ia mendengar suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian papan, dan berteriak, "Armando" dari kegelapan di bawah terdengarlah suara kecil, "Papa" Kemudian terdengar pula suara-suara lain ikut berteriak. Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan, kebanyakan para orangtua murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan anak-anak ada 14 anak yang masih hidup. Armando membantu menggali dan mengangkat batu-batu sampai semua temannya diselamatkan. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya, "Lihat, aku sudah bilang 'kan, bahwa papaku pasti datang untuk menyelamatkan kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita berada dalam kegelapan, tertimpa oleh berbagai macam masalah, akankah kita seperti Armando, yang terus menggenggam harapan bahwa papanya akan datang untuk menyelamatkannya. Tuhan berjanji, "...seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Yosua 1:5b). Email kiriman Bpk. Leonard Handjoyo / Sahabat Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Personal Note:&lt;br /&gt;Terima kasih banyak atas pesanan buku Mukjizat Kehidupan oleh Ibu Ruty dari Jakarta. Buku pesanan akan dikirimkan dengan pos kilat khusus pada hari Senin pagi. God bless you...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-543736081343999941?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/543736081343999941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=543736081343999941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/543736081343999941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/543736081343999941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/god-never-forsake-you.html' title='God Never Forsake You'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8172165163792526625</id><published>2009-10-22T12:53:00.003+07:00</published><updated>2009-10-22T12:58:01.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>A Puppy</title><content type='html'>Anak Anjing&lt;br /&gt;Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan memakukannya pada tiang di pinggir halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak laki-laki kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk membelinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul " Dolly, kemari!" panggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh anak-anaknya. Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yg bergerak di rumah anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang berlari, berusaha menyusul yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yg anak anjing kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petani berjongkok disampingnya dan berkata," Nak, kau tidak akan mau anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang melingkari kakinya hingga sepatu yg di buat khusus untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandang sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya." Email kiriman Gunawan Kartajaya/Milis Rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8172165163792526625?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8172165163792526625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8172165163792526625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8172165163792526625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8172165163792526625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/puppy.html' title='A Puppy'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-815448391146191298</id><published>2009-10-21T13:32:00.003+07:00</published><updated>2009-10-21T13:41:30.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan - Christianity'/><title type='text'>Blindness</title><content type='html'>Helen Keller, demikian berani dan memberi inspirasi kepada kita dalam keadaannya yang tuli dan buta, pernah menulis artikel dalam sebuah majalah yang berjudul: "Tiga Hari Untuk Melihat". Dalam artikel itu dia menyusun hal-hal apa yang ia akan lihat jika ia diberi waktu tiga hari untuk melihat. Artikel itu sangat berpengaruh dan sangat menantang pikiran kita. Jika tidak buta, pada hari pertama ia ingin melihat wajah teman-temannya. Hari kedua ia ingin menghabiskan waktu dengan melihat pemandangan alam. Hari ketiga ia ingin menghabiskan harinya dengan melihat kota tempat tinggalnya New York City, memandangi kesibukan kota dan kesibukan orang bekerja. Ia menyimpulkan dengan perkataan ini: "Saya saja yang buta dapat memberi saran kepada orang yang melek: Gunakanlah matamu seakan-akan besok engkau akan buta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya banyak di antara kita buta, bukan buta secara fisik, tetapi buta secara batin. Jika anda menyadari "kebutaan" anda, datanglah kepada Tuhan Yesus karena Dia telah diurapi untuk mencelikkan mata jasmaniah dan mata batiniah yang buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen Keller, so brave and inspiring to us in her deafness and blindness, once wrote a magazine article entitled: "Three days to see." In that article she outlined what things she would like to see if she were granted just three days of sight. It was a powerful, thought provoking article. On the first day she said she wanted to see friends. Day two she would spend seeing nature. The third day she would spend in her home city of New York watching the busy city and the workday of the present. She concluded it with these words: "I who am blind can give one hint to those who see: Use your eyes as if tomorrow you were stricken blind.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;As bad as blindness is in the 20th century, however, it was so much worse in Jesus' day. Today a blind person at least has the hope of living a useful life with proper training. Some of the most skilled and creative people in our society are blind. But in first century Palestine blindness meant that you would be subjected to abject poverty. You would be reduced to begging for a living. You lived at the mercy and the generosity of others. Unless your particular kind of blindness was self-correcting, there was no hope whatsoever for a cure. The skills that were necessary were still centuries beyond the medical knowledge of the day.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Little wonder then that one of the signs of the coming of the Messiah was that the blind should receive their sight. When Jesus he announced his messiahship, he said: "The spirit of the Lord is upon me. He has sent me to recover sight to the blind."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The story this morning of the healing of blind Bartimaeus would suggest to us that there are three kinds of blindness.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. The first kind of blindness is the blindness of Bartimaeus.&lt;br /&gt;2. The second kind of blindness is the blindness of the disciples.&lt;br /&gt;3. The third kind of blindness is the blindness of you and me.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-815448391146191298?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/815448391146191298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=815448391146191298' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/815448391146191298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/815448391146191298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/blindness.html' title='Blindness'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3631276809794073662</id><published>2009-10-20T10:42:00.006+07:00</published><updated>2009-10-20T11:00:31.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan - Christianity'/><title type='text'>Willingness</title><content type='html'>Beberapa tahun lalu, sementara sedang makan siang dengan teman-teman lama, kami mulai berbicara tentang betapa pentingnya bagi kita untuk bersedia menyangkal diri kita sendiri, menyerahkan segala sesuatu di kaki Tuhan dan mengikuti-Nya. Salah seorang teman saya berkata, “Nancy, saya tidak sependapat dengan kamu. Saya kira beberapa orang tidak memiliki kekuatan dan kesanggupan untuk menyerahkan segala sesuatu dan melakukan dengan cara Tuhan.” Kemudian ia memberikan berbagai alasan mengapa dia begitu yakin bahwa mereka tidak akan dapat melakukan hal ini: keluarga yang berantakan, saling ketergantungan, pernikahan yang malang, pelecehan fisik, masalah emosi dan pengaruh lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir sejenak dan kemudian menjawab, “Suzy, kalau orang-orang ini orang Kristen, maka Allah ada di dalam mereka. Betul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, kalau begitu, Allah adalah Pribadi yang akan membuat mereka sanggup dan memberikan mereka kemampuan untuk menyangkal diri mereka sendiri. Saya pikir semua orang Kristen akan sanggup menyingkirkan ego mereka karena Allah ada di dalam mereka, namun tidak semua orang Kristen bersedia melakukannya. Itulah, menurut saya, akar masalahnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang Suzy bicarakan sebenarnya tidak sudi menyangkal diri mereka. Dalih mereka mulai dari “keluarga berantakan” sampai “suami saya tidak mau mencoba”. Namun, saya tidak percaya akan hal-hal itu sebagai alasan yang sesungguhnya, karena Allah memiliki kasih, hikmat dan kuasa yang mereka butuhkan; mereka cuma tidak bersedia menyisihkan diri mereka sehingga Allah dapat melakukan banyak hal melalui mereka. Oleh Nancy Missler, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian pada tanggal 20 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Result of Unwillingness&lt;br /&gt;Several years ago, while having lunch with some dear old friends, we began to talk about how important it is for us to be willing to deny ourselves, lay everything down to Jesus and follow Him.   One friend of mine said, “Nancy, I don’t agree with you. I think some people don’t have the ability or the capability to lay everything down and do it God’s way.”   She then gave various reasons why she was convinced they couldn’t do this: dysfunctional families, co-dependency, poor marriages, physical abuse, emotional problems, and other environmental circumstances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I thought for a moment and then replied, “Suzy, if these people are Christians, then God is in them.   Right?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Right,” she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Well, then, He is the One who will make them capable and give them the ability to deny themselves. I think all Christians are capable of laying themselves aside because God is in them, but not all Christians are willing to do so! That, to me, is the bottom line!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The people Suzy was talking about simply weren’t willing to lay themselves aside. Their excuses ranged from “dysfunctional families,” to “my husband is not trying.” But, I don’t believe these things were the real problem, because God has all the Love, Wisdom and Power they need; they just weren’t willing to set themselves aside so that God could do these things through them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps this example will help us to understand Matthew 24:12 a little more clearly. This Scripture says that in the end times “...because iniquity shall abound, the Agape of many will grow cold.”  This is simply saying that in the end times, many Christians will not be willing to deny themselves, but rather want to hold on to their “justified” hurts, unforgiveness, etc. Therefore, the Agape Love of God in their hearts will grow cold.   It will be covered over, blocked and unable to flow forth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, the bottom line is that all Christians have God’s Love in them, but not all Christians are willing to set themselves aside to let it flow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God promises us in Luke 18:30, as well as in many other Scriptures, that the more we are willing to deny ourselves, the more He will return a hundredfold, not only “in this present time” but “in the world to come” as well. I know this has been true in my own life. My first book Why Should I Be the First to Change? shares how God has restored a hundredfold my marriage, my family, my kids, etc. because I finally learned how to surrender myself to God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m certainly not any more capable than anybody else, but one thing is for certain: I’m willing. And that seems to be all that’s necessary!  The question is: Are you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Matthew 16:24 says, “If any man [is willing to] come after Me, let him deny himself, and take up his cross, and follow Me.” By Nancy Missler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3631276809794073662?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3631276809794073662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3631276809794073662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3631276809794073662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3631276809794073662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/willingness.html' title='Willingness'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6349408198406099875</id><published>2009-10-19T08:57:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T08:58:10.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>He Will Multiply You</title><content type='html'>God is in the multiplication business. It doesn't matter what your need is today, God wants to increase you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One time in the Old Testament, God simply multiplied the sound of four men's footsteps and caused them to sound like a mighty army. When their enemies heard them coming, they took off running. Thousands of people, thousands of troops running for their lives, scared to death, thinking they were being attacked by a massive army, when in fact, it was just four people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friend, God can make you seem bigger than you really are. He can make you look more powerful. He knows how to multiply your influence, your strength, your talent. He can multiply your income or whatever else you need! You don't have to figure it all out. All you have to do is believe. If you will release your faith and get up every day expecting God's far and beyond favor, then you're going to see God show up and do amazing things. He’ll bless you beyond your wildest dreams and multiply you in every area of your life! Joel Osteen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6349408198406099875?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6349408198406099875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6349408198406099875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6349408198406099875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6349408198406099875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/he-will-multiply-you.html' title='He Will Multiply You'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-61472489018781103</id><published>2009-10-16T08:43:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T08:48:28.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak - Quote of the Day'/><title type='text'>Look Forward!</title><content type='html'>This Day Thought&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak dari antara kita dibutakan terhadap semua hal indah dalam kehidupan ini oleh rasa kebencian yang lama dipendam, oleh ketakutan atau oleh dosa yang menghantui kita sepanjang hidup. Seperti istri Lot, dia berhenti jadi manusia. Dia mengering seperti garam dan membatu, teronggok dalam keburukan, ketakutan dan penderitaan masa lalu. "Jangan lihat ke belakang,"  karena di belakang terletak Sodom dan Gomora, sedangkan di depan Anda tersedia tanah perjanjian.&lt;br /&gt;Ahron Opher/This Day Thought.org. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So many of us are blinded to all that is beautiful in life by some ancient hate, fear or sin which haunts us throughout our life.  Like Lot's wife, we cease to be human.  We dry up like salt and become petrified, imbedded in the ugliness, fright or pain of the past.  "Look not behind thee," for behind thee lies Sodom and Gomorrah; before thee the land of promise.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ahron Opher &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Personal Note:&lt;br /&gt;Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Sdri. Hanny. Buku segera dikirim hari ini. Gbu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-61472489018781103?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/61472489018781103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=61472489018781103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/61472489018781103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/61472489018781103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/look-forward.html' title='Look Forward!'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1858634255179680610</id><published>2009-10-15T06:00:00.003+07:00</published><updated>2009-10-15T08:31:41.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Neraka - Hell'/><title type='text'>Godly Woman in Hell</title><content type='html'>Kunjungan Kedua Victoria Nehale Ke Dunia Orang Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victoria Nehale dilahirkan dan dibesarkan di Namibia, Afrika. Dia menyerahkan hidupnya bagi Tuhan Yesus pada tanggal 6 Februari 2005. Tuhan Yesus telah menyingkapkan banyak peristiwa spiritual dalam kehidupannya, termasuk perjalanannya ke dunia orang mati. Dalam setiap pertemuan dengan Tuhan, Dia mengatakan sebelum pergi bahwa: Waktunya hampir habis. Time is fast running out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Oktober 2005 saya terbangun pada jam 5.30 tetapi saya tidak dapat pergi bekerja. Saya merasa lemah dan pusing. Saya tak bisa bergerak atau berbalik badan di tempat tidur saya. Saya bergetar dan merasa ada aliran seperti listrik di seluruh tubuh saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan datang pada pukul 7.48 pagi dan Dia menyalami saya. Dia segera mengajak saya pergi dalam tubuh kemuliaan karena waktunya hampir habis.  Saya berdiri dan mulai berjalan. Cara kami berjalan saat itu berbeda, kami seperti terapung di udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam perjalanan, Tuhan Yesus berkata bahwa semua dosa itu buruk, tidak ada dosa besar atau dosa kecil. Semua dosa membawa pada kematian, tak peduli dosa besar atau kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba di suatu gerbang. Dia menoleh kepada saya dan berkata, “Victoria, kita akan masuk melalui gerbang itu dan hal yang akan kau saksikan akan sangat menakutkanmu dan menggoncangkanmu, namun kuatkanlah imanmu sebab kau ada dalam perlindungan-Ku. Bukalah matamu dan perhatikanlah segala sesuatu yang Kutunjukkan kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memasuki gerbang itu. Saya tak dapat menggambarkan kengerian tempat itu kepada Anda. Saya tahu bahwa tak ada tempat seburuk dan sengeri tempat itu di seluruh jagat raya. Tempat itu sangat luas, gelap pekat, dan kepanasannya tak dapat diukur karena melebihi panasnya api. Tempat itu sangat bau, seperti bau daging busuk, tetapi baunya seratus kali lebih busuk.  Tempat itu dipenuhi dengan tangisan, keluhan, rintihan, kertakan gigi, dan tawa yang penuh kekejian dari para iblis penghuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terburuk di tempat ini adalah tempat itu dipenuhi manusia, berbentuk tengkorak. Beberapa dari tengkorak itu dapat kukenali karena mereka adalah sanak saudara saya dan orang-orang sekampung saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menunjukkan seorang wanita setengah baya yang saya kenal sebelum dia meninggal. Dia mengalami kecelakaan mobil pada awal 2005. Saya terkejut melihat dia ada di neraka ini sebab kami mengenalnya sebagai seorang yang takut akan Allah dan mengasihi Allah. Tuhan mengatakan bahwa wanita ini memang mengasihi Tuhan dan Tuhan mengasihi dia. Wanita ini melayani Tuhan saat di muka bumi, membimbing banyak orang kepada Tuhan dan mengenal firman Tuhan dengan baik. Ia juga mengasihi orang-orang miskin yang membutuhkan, memberi dan menolong mereka dalam banyak hal. Dia adalah hamba Tuhan yang baik hampir dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini sangat mengejutkan saya. Saya bertanya kepada Tuhan, mengapa dan bagaimana mungkin seorang yang melayani Tuhan dengan sangat baik bisa ada di neraka? Tuhan memandang saya penuh kasih dan berkata bahwa wanita itu telah mempercayai tipuan iblis. Walaupun wanita itu tahu benar firman Allah dengan baik, namun dia percaya tipuan si jahat bahwa ada dosa besar dan dosa kecil. Dia berpikir bahwa dosa kecil tidak akan membawanya ke neraka sebab dia adalah orang Kristen, percaya Tuhan, mengasihi Tuhan, dan melayani Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan melanjutkan, “Aku telah pergi menemuinya berulang kali dan mengatakan agar dia berhenti melakukan apa yang dia sebut sebagai dosa kecil, namun banyak kali dia berdalih bahwa apa yang dia lakukan adalah dosa yang sangat kecil. Dia juga menyimpulkan bahwa peringatan-Ku hanyalah perasaan bersalahnya saja. Ada saat dia berhenti berbuat dosa untuk sementara, namun kemudian dia membenarkan dirinya sendiri bahwa peringatan itu bukan dari-Ku, tetapi suara hatinya sendiri sebab dosa itu terlalu kecil untuk mendukakan Roh Kudus.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada Tuhan apakah dosa yang diperbuatnya? Dia suka meminta temannya yang bekerja di RS untuk mencuri obat baginya setiap kali dia sakit. Dia menyebabkan orang lain berdosa, namun lebih buruk daripada itu adalah dia mendukakan Roh Kudus! Itulah sebabnya dia ada di neraka sekarang. Tak peduli engkau membawa jutaan jiwa kepada Tuhan, namun ada kemungkinan engkau masuk ke neraka karena engkau mendukakan Roh Kudus. Kamu tak harus mempedulikan keselamatan jiwa orang lain, namun kamu harus mempedulikan keselamatan dirimu.  Pekalah pada Roh Kudus setiap saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen yang mendengar kesaksian ini heran, bagaimana mungkin orang yang sudah bertobat dan menerima Tuhan Yesus dapat masuk ke neraka? Bukankah sekali selamat tetap selamat? “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa (dosa besar dan dosa kecil) sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa kita, tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghapuskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26-27). Diambil dari buku Pewahyuan Surga dan Neraka, JKI Injil Kerajaan Semarang, telah diedit seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was born and lived in Namibia all my life and surrendered my life to Jesus on February 06, 2005. The Lord Jesus Christ has revealed many things in the spiritual realm to me including a couple of trips to hell. The Lord instructed me to share my experiences with the people; He also warned me not to add anything or omit anything from whatever the Lord Jesus Christ showed or told me. By the time of the writing of this book, end of 2006, I was visited 33 times by the Lord Jesus Christ. Every single time of those visitations, the Lord would tell me before leaving that: TIME IS FAST RUNNING OUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On October 18 2005 I woke up at 5.30 but I could not go to work. I was feeling very weak and drunk; I could not move or turn around in my bed, and the presence of the Lord was very heavy in the room. I was trembling and felt electricity going through my body. The Lord came to take me just before 08H00 because the last time I had looked at my watch, it was 07H48, and he arrived very shortly after that. He greeted me and said that we should go again because time was fast running out. I stood up and we began to walk. The way we were walking on this day was very different from all other times; although our legs were doing the walking movements, we were sort of floating more than walking. While we were on our way, Jesus told me that all sins are bad and there is nothing such as small sin and big sin. All sin will lead to death, no matter how big or small. He extended His hand to me and pulled me up from where I was lying. Suddenly I was in a beautiful, transformed body; I looked the same as I was when I was eighteen years old. I was wearing a white robe tied with a white rope. Although my robe was white, the material was different from the man's robe. His robe was silky with a brilliance that I do not know how to describe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said, in a most loving and tender voice: "Victoria, I want you to come with me; I will show you frightening things and I am taking you to a place where you have never been before in your whole life". He held my right hand and we went. I felt as if we were walking on air and we were ascending all the time. After a while on the way, I was very tired and told Him that I was unable to continue the journey and begged Him to allow me to go back. However, He looked at me tenderly and said, "You are not tired - you are fine. If you get tired, I will carry you, but for now you are fine. Peace be with you. Let us go."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The place at which we arrived was very arid, worse than the worst desert known to man, with no sign of life in any form whatsoever. There was not a single tree or blade of grass or any living thing in sight. It was a very depressing place indeed.&lt;br /&gt;We came to a gate and the man turned to me and said: "Victoria, we will enter through the gate and the things you will see will frighten and upset you - but you must rest assured that wherever I take you, you will be well protected. Just open your eyes and observe everything I will show you." I was terrified and started to weep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We entered through the gate. I cannot describe to you the horror of that place. I am convinced that there is no other place in the entire universe as bad as that place. The place was extremely large and I had the sense that it was expanding all the time. It was a place of utmost darkness and the heat of it could not be measured: it was hotter than the hottest of fires. I could not see any flames of fire or the source of the heat but it was HOT. The place was filled with the most disgusting stench; there are no words to describe the intensity of the stench in that place. The smell was almost like rotten meat but was a hundred times worse than the most decaying meat I have ever smelled in my entire life. The place was filled with the noise of wailing and gnashing of teeth, as well as of demonic, evil laughter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The worst thing about this place is that it was filled with people. The humans, on the other hand, looked miserable and depressed; they were in a state of helplessness and hopelessness. The noise from humans was caused by pain; they were weeping, screaming and gnashing their teeth, and were in a desperate situation of unimaginable pain and agony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Lord pointed out one middle-aged woman whom I knew before her death. She had died in a car accident at the beginning of 2005. I was shocked to see that woman in Hell because we all knew her as a God-fearing and God-loving person. The Lord told me that that woman loved Him and He also loved her; she had served Him when she was on Earth; she had led many people to the Lord and she knew the Word very well. She was kind to the poor and needy; she gave to them, and helped them in many ways. She was a good servant of the Lord in most ways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those words of the Lord shocked me even more and I asked Him why He would let someone who had served Him so well end up in Hell. The Lord looked at me and said that this lady had believed the deception of the Devil. Although she knew the Scriptures well, she believed the lie of the Devil that there are big sins and small sins. She thought that a ‘small' sin would not lead her to Hell because, after all, she was a Christian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Lord continued, "I went to her many times and told her to stop what she was doing but many times she would reason that what she was doing was too small and she attributed my warning to her own feelings of guilt. There was a time when she stopped for a while but then she convinced herself again that the warning was not from Me but her own voice because that sin was too insignificant to grieve the Holy Spirit."&lt;br /&gt;I asked the Lord again to tell me what the sin was that this woman has committed and He answered me thus,"This woman had a friend who is a nurse at Oshakati Hospital. Whenever this woman was sick, she would not go to hospital and pay for her hospital card as normal practice; she would just pick up the telephone and tell her friend to organize medicine for her from the Hospital Dispensary. Her friend would always oblige and tell her to pick up the medicine at a particular time. Firstly, she decided to accept the lie of the Devil about small and big sin and rejected my truth; she caused somebody else to sin and steal on her behalf but, worst of all, she grieved the Holy Spirit. This is what caused her to be in Hell. It does not matter whether you bring millions of souls to the Lord; it is still possible to go to Hell for grieving the Holy Spirit. You must not only care about the salvation of others but you must be careful not to forget about your own soul. Be sensitive to the Holy Spirit at all times." After the Lord said those words He said that we should go back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many Christians who have heard this story do find it problematic. They would always ask me, "What about justification, mercy and grace?" and "Is it possible to lose your Salvation after you have received it?" "Is that not a bit too harsh?" "Can God be so cruel?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1858634255179680610?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1858634255179680610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1858634255179680610' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1858634255179680610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1858634255179680610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/godly-woman-in-hell.html' title='Godly Woman in Hell'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5323205673968198462</id><published>2009-10-14T11:54:00.001+07:00</published><updated>2009-10-14T11:57:24.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepribadian - Personality'/><title type='text'>Are you like Aircon or Hot Stove?</title><content type='html'>Apakah Anda Ibarat Kompor atau AC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses tidak bisa diraih sendirian. Anda butuh orang lain untuk mendukung, untuk mencapai kesuksesan anda. Anda membutuhkan network yang akan menolong keberhasilan anda. Untuk dapat mengumpulkan network seluas-luasnya, anda harus memiliki kepribadian yang disukai oleh banyak orang. Anda akan disukai orang jika anda memiliki kepribadian positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lebih suka dekat dengan AC dibandingkan dengan kompor panas. AC memberikan kesejukan kepada kita, kompor menyala membuat kita kepanasan. Kita mempunyai kepribadian ibarat AC jika kehadiran kita membawa kesejukan dan kesukaan kepada orang lain. Kita ibarat kompor panas jika kehadiran kita membuat orang lain gerah, tidak nyaman, kepanasan. Kepribadiana ibarat AC menarik orang untuk mendekat, sedangkan kepribadian ibarat kompor panas akan dijauhi orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri kepribadian tipe AC:&lt;br /&gt;- suka bekerja sama dengan orang lain;&lt;br /&gt;- suka menolong orang lain;&lt;br /&gt;- tidak sombong;&lt;br /&gt;- sering memberikan masukan positif kepada sesama;&lt;br /&gt;- tidak hitung-hitungan;&lt;br /&gt;- ramah, tidak ketus.&lt;br /&gt;- tidak bawel, tidak suka gosip, tidak suka mengritik.&lt;br /&gt;- selalu bersikap positif dalam menghadapi kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri kepribadian tipe kompor panas:&lt;br /&gt;- sulit bekerja sama dengan orang lain;&lt;br /&gt;- sangat egois, mau menang sendiri;&lt;br /&gt;- angkuh;&lt;br /&gt;- sering menuding dan menyalahkan orang di depan umum;&lt;br /&gt;- suka hitung-hitungan dan mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan.&lt;br /&gt;- suka gosip, bawel, suka mengeluh.&lt;br /&gt;- suka menjilat  dan mencari muka;&lt;br /&gt;- sering menyalahkan berbagai kondisi;&lt;br /&gt;- sering melanggar aturan;&lt;br /&gt;- mudah emosional dan gampang tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Freddy Liong MBA, Media Kawasan Oktober 2009, diedit seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5323205673968198462?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5323205673968198462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5323205673968198462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5323205673968198462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5323205673968198462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/are-you-like-aircon-or-hot-stove.html' title='Are you like Aircon or Hot Stove?'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3474628542021487082</id><published>2009-10-13T10:36:00.001+07:00</published><updated>2009-10-13T10:56:46.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arti Hidup - Meaningful Life'/><title type='text'>The End of Powerful Men</title><content type='html'>Akhir Hidup Orang-orang Berkuasa&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun 1923, orang-orang yang sangat berkuasa yang menguasai dunia keuangan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Schwab, presiden direktur sebuah perusahaan baja raksasa di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Samuel Insull, presiden direktur sebuah perusahaan jasa terbesar.&lt;br /&gt;Howard Hopson, presiden direktur sebuah perusahaan gas terbesar.&lt;br /&gt;Richard Whitney, presiden direktur Bursa Efek New York.&lt;br /&gt;Albert Fall, menteri dalam negeri dalam kabinet Presiden Harding.&lt;br /&gt;Jesse Livermore, investor terbesar di Bursa Saham Wall Street.&lt;br /&gt;Ivan Krueger, pemimpin monopoli terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Leon Fraseer, presiden direktur Bank of International Settlements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang ini adalah penentu dan penggerak dunia ekonomi di Amerika Serikat, golongan orang-orang yang diidam-idamkan banyak orang lain. Namun terjadi sesuatu yang sangat mengerikan dengan kehidupan mereka, sehingga 25 tahun kemudian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Schwab, terpuruk dalam properti yang macet dengan total utang 1.7 million.&lt;br /&gt;Samuel Insull, meninggal karena serangan jantung di Paris subway station dengan uang hanya 20 cents di sakunya.&lt;br /&gt;Howard Hopson, meninggal di sebuah sanitarium&lt;br /&gt;Richard Whitney baru saja dilepaskan dari penjara Sing-Sing.&lt;br /&gt;Albert Fall meninggal di rumahnya dalam keadaan bangkrut.&lt;br /&gt;Jesse Livermore mati bunuh diri satu minggu setelah hari Thanksgiving di tahun 1940.&lt;br /&gt;Ivan Krueger mati bunuh diri.&lt;br /&gt;Leon Fraser mati bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu telah berjalan salah dalam kehidupan manusia batin mereka. Mereka tidak menjaga integritas dan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan. Mati sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Around 1923, the most powerful men of the day ruled the world of money:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Schwab, president of the largest steel company in America.&lt;br /&gt;Samuel Insull, president of the largest utility company.&lt;br /&gt;Howard Hopson, president of the largest gas company.&lt;br /&gt;Richard Whitney, president of the New York Stock Exchange.&lt;br /&gt;Albert Fall, Secretary of Interior in President Harding's cabinet.&lt;br /&gt;Jesse Livermore, the great "bear" on Wall Street.&lt;br /&gt;Ivan Krueger, head of the world's greatest monopoly.&lt;br /&gt;Leon Fraser, president of the Bank of International Settlements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These men were "movers and shakers," the kind many people envy and wish to be like. Yet something went terribly wrong with these men's lives. Twenty-five years later:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Schwab, left behind an insolvent estate with debts and obligations totalling 1.7 million.&lt;br /&gt;Samuel Insull, died of a heart attack in a Paris subway station with 20 cents in his pocket.&lt;br /&gt;Howard Hopson, died in a sanitarium&lt;br /&gt;Richard Whitney had just been released from Sing-Sing prison.&lt;br /&gt;Albert Fall died at home, broke.&lt;br /&gt;Jesse Livermore committed suicide a week after Thanksgiving in 1940.&lt;br /&gt;Ivan Krueger committed suicide.&lt;br /&gt;Leon Fraser committed suicide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Something went wrong during the process of their lives. It began in the inner man. Truth in the inner man is where the integrity battles are won or lost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3474628542021487082?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3474628542021487082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3474628542021487082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3474628542021487082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3474628542021487082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/end-of-powerful-men.html' title='The End of Powerful Men'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1590361039582728533</id><published>2009-10-12T10:19:00.005+07:00</published><updated>2009-10-13T10:44:34.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><title type='text'>Good Scars</title><content type='html'>Luka-Luka yang Indah&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu di suatu hari yang panas di Florida selatan seorang anak laki-laki memutuskan untuk berenang di kolam di belakang rumahnya. Dengan terburu-buru dia menceburkan diri ke air dingin setelah dia berlari dari pintu belakang, meninggalkan sepatu, kaos kaki dan bajunya. Dia masuk ke dalam air tanpa menyadari bahwa ketika dia sedang berenang menuju ke tengah danau, seekor buaya sedang berenang ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya yang berada di dalam rumah melihat ke luar jendela. Ibunya melihat anak laki-lakinya dan buaya itu saling mendekat. Dalam ketakutan yang sangat, ibunya segera berlari ke arah danau, sambil berteriak-teriak memanggil anaknya sekeras mungkin. Ketika mendengar suara ibunya, anak laki-laki itu menjadi ketakutan dan berenang balik menuju ke ibunya. Sayangnya terlambat. Tepat ketika anak itu sampai ke ibunya, buaya itu juga menerkamnya. Dari geladak ibunya meraih tangan anaknya, sedangkan buaya itu menggigit kaki anaknya. Itulah dimulainya pertarungan hidup mati di antara ibunya dan buaya. Buaya itu terlalu kuat bagi sang ibu, tetapi ibunya terlalu sayang untuk melepaskan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani kebetulan sedang melintas di dekat situ, dan mendengar teriakan ibunya, sehingga dia bergegas turun dari truknya. Petani itu segera menolong dan menembak buaya tersebut. Yang mengherankan, setelah berninggu-minggu di rumah sakit, anak kecil itu dapat diselamatkan. Kakinya sangat terluka oleh keganasan sang buaya. Di lengannya juga ada goresan dalam akibat kuku-kuku ibunya yang tertusuk ke dalam daging lengannya ketika dia berusaha untuk mempertahankan anak yang dia kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan dari surat kabar yang mewawancarai anak itu setelah kecelakaan bertanya apakah dia mau menunjukkan luka-lukanya. Anak itu mengangkat celana panjangnya, dan dengan bangga, dia berkata kepada sang wartawan, “Lihatlah pada tangan saya. Saya punya luka yang banyak di tangan juga. Saya mendapatkan luka di tangan ini karena ibu saya tidak mau melepaskan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dan saya dapat menyamakan diri dengan anak laki-laki itu. Kita mempunyai luka-luka juga. Bukan, bukan karena gigitan buaya atau karena sesuatu yang demikian dramatis. Luka itu datangnya dari sakit hati di masa lalu. Beberapa luka itu mungkin tak terlihat dan menyebabkan sakit hati yang dalam. Namun beberapa luka, sahabatku, terjadi karena Tuhan kita menolak untuk membiarkan kita. Di tengah pergumulan kita, Tuhan ada di sana untuk menggenggam erat kita. Tuhan itu mengasihi kita. Dengan Kristus dalam kehidupan Anda, Anda adalah anak Tuhan. Dia ingin melindungi Anda dan menyediakan kebutuhan Anda dalam setiap jalan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian kadang-kadang kita dengan bodohnya masuk ke dalam situasi yang berbahaya. Kolam kehidupan ini penuh bahaya dan kita lupa bahwa musuh sedang mengaum-aum untuk menerkam kita. Itulah saatnya pergumulan antara hidup dan mati. Jika Anda mendapatkan luka tanda kasih-Nya di tangan, bersyukurlah. Artinya, Dia tidak membiarkan dan melepaskan Anda ke dalam tangan musuh. Tak peduli pergumulan apa yang Anda lewati, Tuhan beserta dengan Anda. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 12 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Good Scars&lt;br /&gt;Some years ago on a hot summer day in south Florida a little boy decided to go for a swim in the old swimming hole behind his house. In a hurry to dive into the cool water, he ran out the back door, leaving behind shoes, socks, and shirt as he went. He flew into the water, not realizing that as he swam toward the middle of the lake, an alligator was swimming toward the shore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His mother was in the house and looking out the window. She saw the two as they got closer and closer together. In utter fear, she ran toward the water, yelling to her son as loudly as she could. Hearing her voice, the little boy became alarmed and made a U-turn to swim to his mother. It was too late. Just as he reached her, the alligator reached him. From the dock, the mother grabbed her little boy by the arms just as the alligator snatched his legs. That began an incredible tug-of-war between the two. The alligator was much stronger than the mother, but the mother was much too passionate to let go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A farmer happened to drive by, heard her screams, raced from his truck, took aim and shot the alligator. Remarkably, after weeks and weeks in the hospital, the little boy survived. His legs were extremely scarred by the vicious attack of the animal. On his arm were deep scratches where his mother's fingernails dug into his flesh, in her effort to hang on to the son she loved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The newspaper reporter who interviewed the boy after the trauma, asked if he would show him his scars. The boy lifted his pant legs. Then with obvious pride, he said to the reporter, "But look at my arms. I have great scars on my arms too. I have them because my mom wouldn't let go."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You and I can identify with that little boy. We have scars too. No, not from an alligator or anything quite so dramatic. Rather the scars of a painful past. Some of those scars are unsightly and have caused us deep regret. Yet some wounds my friend, are because God has refused to let go. In the midst of your struggle, He's been there holding on to you. The Scriptures teach that God loves you. With Christ in your life, you are a child of God. He wants to protect you and provide for you in every way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet sometimes we foolishly wade into dangerous situations. The swimming hole of life is filled with peril and we forget that the enemy is waiting to attack. That's when the tug-o-war begins. If you have the scars of His love on your arms be very, very grateful. He did not and will not let you go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Matter What You're Going Through God Is With You! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author Unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1590361039582728533?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1590361039582728533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1590361039582728533' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1590361039582728533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1590361039582728533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/good-scars.html' title='Good Scars'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1247280737760767643</id><published>2009-10-11T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T06:00:01.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkataan - Words'/><title type='text'>Understatements</title><content type='html'>You've heard of "too little and too late." How about "too many and too much"? That's the way I'd describe our times. In a society overrun with overstatements, I find an occasional "not quite enough" a sheer delight. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Too much empty talk. Too much rich food. Too much emphasis on success, winning, being the biggest and the best. Too much comparison and commercialism. Too many meetings. Too many pages in the newspaper. Too many TV channels, neon signs, sports teams, schools, and opinions. Too many options on stuff like cars, sound systems, computers, and soft drinks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We find ourselves making the extreme the standard. Periods are fast being replaced by exclamation points. "Nice" is no longer sufficient. Now it's got to be "fantastic" or "incredible." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever happened to a quiet, barefoot walk along a beach? Or an evening of just listening to music? Or going on a bike ride, topped off with an ice cream cone, single dip? Or flying a kite, then lying on our backs and taking a snooze? When did we let candle-lit loveliness and holding hands with someone we love get bumped by the fluorescent and flashy? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How nice to be surprised by subtlety. To stumble across genuine beauty, true sincerity without overt attempts to impress. First-class class . . . understated elegance that leaves room to imagine, to think, to decide for ourselves, to appreciate. Films and other art forms that give us spaces of silence to feel, to sigh. Speeches, sermons, and writing that reflect true craftsmanship, convincing us that so much more was meant to be said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My plea in a nutshell? More originals, fewer copies. More creativity, less technology. More implying, less explaining. More thought, less talk. Someone put it like this: When's the best time to stop talking? Probably now. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A story is told about F.D Roosevelt when he was a young lawyer. He heard his opponent summarize a case before the jury in eloquent, emotional, but lengthy appeal. Sensing the jury was restless, FDR is reported to have said, "You have heard the evidence. You have also listened to a brilliant orator. If you believe him, and disbelieve the evidence, you will decide in his favor. That's all I have to say." He won. Overstate and bore. Understate and score. When a baseball umpire says, "Strike three!" he doesn't have to add "Yer out." That's what strike three means. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"To state with restraint . . . for greater effect." That's what understatement means. As in "I love you." Next time you're tempted to say too much, just say that. Excerpted from Come Before Winter and Share My Hope, Written by Charles Swindoll, posted by JOHN SYKES AT 9:15 AM  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1247280737760767643?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1247280737760767643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1247280737760767643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1247280737760767643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1247280737760767643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/understatements.html' title='Understatements'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5384477319101196982</id><published>2009-10-10T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-10T06:00:02.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waktu - Time'/><title type='text'>The Value of Time</title><content type='html'>To realize the value of one year:&lt;br /&gt;Ask a student who has failed a final exam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one month:&lt;br /&gt;Ask a mother who has given birth to a premature baby. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one week:&lt;br /&gt;Ask an editor of a weekly newspaper. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one hour:&lt;br /&gt;Ask the lovers who are waiting to meet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one minute:&lt;br /&gt;Ask the person who has missed the train, bus or plane. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one second:&lt;br /&gt;Ask a person who has survived an accident. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To realize the value of one millisecond:&lt;br /&gt;Ask the person who has won a silver medal in the Olympics. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time waits for no one. Treasure every moment you have. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You will treasure it even more when you can share it with someone special. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5384477319101196982?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5384477319101196982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5384477319101196982' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5384477319101196982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5384477319101196982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/value-of-time.html' title='The Value of Time'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7183901970205691971</id><published>2009-10-08T06:00:00.003+07:00</published><updated>2009-10-08T06:00:01.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Luar Biasa - Greatest Love'/><title type='text'>I Am Precious</title><content type='html'>Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapuku mati. Sejak saat dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut pasti akan bermunculan di akuarium kesayanganku. Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan kokiku akan tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani mereka. Ikan sapu-sapu bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan lumut-lumut itu. Sebab sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya lumut dalam akuarium atau kolam ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu untuk mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya, kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar. “Berapa Pak, harganya?” tanyaku pada si penjual ikan itu. “Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak,” jawab si penjual itu. Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku menuju rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan, ikan itu langsung meliuk-liuk. Dan … betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan. Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku ada waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah …. Tapi bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh …, tapi kok lain ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu. Aku tersadar …. Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli, tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.&lt;br /&gt;Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini. Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi Tuhan memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa aku tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan kecil itu untuk menyadarkan aku, “Kuciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku, untuk melakukan hal-hal besar bagi-Ku!” Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini. Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata, aku memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat bagi banyak orang karena Tuhan yang menganugerahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah ini. Terima kasih, Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapuku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk badanku yang segede ini&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk kulitku yang hitam ini&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk semua sifat kelemahan yang Kautempelkan pada diriku&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk semua kelebihan yang Kautanamkan pada diriku&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk kehidupanku yang keras dan berat ini&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk masa laluku yang suram itu&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk orang tuaku tersayang yang penuh kelemahan itu&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk telah menjadi Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu aku begitu berarti di mata-Mu, sehingga Engkau ciptakan aku hidup sampai sekarang ini. Aku tahu aku punya banyak kekurangan, tapi aku tahu Engkau menciptakanku untuk sebuah tujuan yang mulia. Aku tahu aku berharga di mata-Mu&lt;br /&gt;Aku tahu, Tuhan. Dan untuk itulah aku saat ini bersyukur kepada-Mu, karena aku berharga di mata-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;http://berlinsianipar.wordpress.com/2008/10/01/pelajaran-dari-seekor-ikan-aku-berharga-di-mata-tuhan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7183901970205691971?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7183901970205691971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7183901970205691971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7183901970205691971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7183901970205691971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/i-am-precious.html' title='I Am Precious'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6422361799155857119</id><published>2009-10-08T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-10-08T06:00:01.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Autograph Your Life With Excellence</title><content type='html'>In 1644, a child was born. He lived to be 93 at a time in history when the average life span was but 35 to 40. He taught himself his trade and began his career. He often worked alone with primitive tools, but his focus every day was to put the best he had into his work. The man made violins. He labored over each and every process and step to ensure that he had “autographed” them with excellence and the best that was in him. He created his own personal standard of excellence for his craft, and he actually signed his name on each instrument that passed the test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, some three hundred years later, the name of this craftsman who was committed to excellence is the benchmark for the best in musical instruments. His name? Antonio Stradivari! His Stradivarius violins sell for hundreds of thousands of dollars because they are the best.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Stradivari labored, he did not know of the legacy he was creating. He was doing his best, day in and day out, to reach his standard of excellence. He didn’t spend the extra time and care to get the accolades of upper management or to be the top producer in the company. He did it because excellence was part of his focus, mission, and obsession.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is easy to do world-class work when a boss is looking or a supervisor is around. But the test is in what you do when no one is looking. High achievers have developed the ability to stay focused when no one else is around. Does your quality or performance fluctuate based on who is in the office or which customer you are serving? Excellence is not something that you can just turn on and off whenever you feel you need it. It is a habit rooted in your attitude about your life and career.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you just going through the motions day to day, or are you creating a masterpiece? Autographs are valuable because they are rare and are tied to excellent performance. In today’s world, superior effort and service are becoming endangered species. Is the autograph you place on your work and service each day a Stradivarius or a Michael Jordan? Or is it unknown, with little value? Autograph your career and your life with excellence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having a firm commitment to excellence, like Stradivari, has an amazing effect on your achievement motivation. When people who are simply going through the motions or who are just working for a paycheck hit a challenge or obstacle, they often run to their boss and get him or her to do it, or they procrastinate by getting a cup of coffee or shuffling the papers on their desk. On the other hand, when individuals who are committed to excellence hit a similar challenge, they immediately bounce back with energy, and they are actually exhilarated by the chance to stretch themselves to overcome the problem. A commitment to excellence will create focus, and focus will assist you in maintaining your positive motivation and in creating a balanced life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, start today and autograph your work with excellence! (By Dennis Waitley)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6422361799155857119?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6422361799155857119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6422361799155857119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6422361799155857119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6422361799155857119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/autograph-your-life-with-excellence.html' title='Autograph Your Life With Excellence'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1862597054433240807</id><published>2009-10-07T13:13:00.003+07:00</published><updated>2009-10-07T13:32:04.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Thinking Like A Farmer</title><content type='html'>Berpikirlah Seperti Seorang Petani&lt;br /&gt;Salah satu kesulitan yang kita hadapi dalam zaman industrialisasi sekarang ini adalah kenyataan bahwa kita telah kehilangan kepekaan akan musim-musim. Tak seperti para petani yang prioritasnya akan berubah seiring dengan perubahan musim, kita telah menjadi begitu kebal terhadap irama kehidupan alam. Sebagai akibatnya, kita mendapati prioritas kita jadi berantakan. Biarlah saya ilustrasikan apa yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang petani, musim semi adalah masa yang paling sibuk. Itulah masa ketika dia harus bekerja sehari semalam, bangun pagi sebelum mentari terbit dan masih bekerja sampai tengah malam. Dia harus menyiapkan peralatannya agar dapat bekerja selama 24 jam dengan kapasitas penuh karena dia hanya memiliki celah waktu yang sempit untuk menanam tanamannya. Akhirnya, musim dingin tiba, ketika dia tidak banyak banyak kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pelajaran penting di sini. Belajarlah tentang musim-musim dalam kehidupan. Putuskan kapan Anda harus mencurahkan segenap waktu, daya, dan dana. Pertimbangkan kapan Anda harus menarik diri, tidak terlalu turun tangan; kapan harus memanfaatkan kesempatan, dan kapan harus membiarkan sesuatu lewat saja. Sangatlah mudah bekerja dari jam 9 sampai jam 5 sore dari tahun ke tahun, dan kehilangan kepekaan akan musim-musim dan siklus kehidupan. Janganlah biarkan tahun yang satu bercampur dengan tahun yang lain, hanya merupakan parade tugas dan tanggung jawab yang tak ada habisnya. Arahkan pandangan Anda terhadap musim kehidupan Anda sendiri. Kalau tidak, Anda akan kehilangan makna dan jatidiri kehidupan. Ditulis oleh Jim Rohn, dan diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 7 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinking Like a Farmer&lt;br /&gt;One of the difficulties we face in our industrialized age is the fact we’ve lost our sense of seasons. Unlike the farmer whose priorities change with the seasons, we have become impervious to the natural rhythm of life. As a result, we have our priorities out of balance. Let me illustrate what I mean:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For a farmer, springtime is his most active time. It’s then when he must work around the clock, up before the sun and still toiling at the stroke of midnight. He must keep his equipment running at full capacity because he has but a small window of time for the planting of his crop. Eventually winter comes, when there is less for him to do to keep him busy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is a lesson here. Learn to use the seasons of life. Decide when to pour it on and when to ease back, when to take advantage and when to let things ride. It’s easy to keep going from nine to five year in and year out and lose a natural sense of priorities and cycles. Don’t let one year blend into another in a seemingly endless parade of tasks and responsibilities. Keep your eye on your own seasons, lest you lose sight of value and substance. By Jim Rohn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1862597054433240807?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1862597054433240807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1862597054433240807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1862597054433240807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1862597054433240807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/thinking-like-farmer.html' title='Thinking Like A Farmer'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-6627780465501424436</id><published>2009-10-06T10:19:00.005+07:00</published><updated>2009-10-06T10:27:07.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mendengar - Listen'/><title type='text'>Thanks for Listening!</title><content type='html'>Mendengarkan&lt;br /&gt;Saya telah belajar mengharapkan hadiah-hadiah dari Allah dalam bentuk orang-orang yang saya temui, baik untuk selama hanya beberapa detik, beberapa jam atau bahkan seumur hidup saya. Saya dan istri saya naik kereta api jarak pendek yang sudah antik dan bersejarah. Itu adalah bagian dari perayaan ulang tahun istri saya. Perjalanan kereta selama satu jam disertai makan siang itu bagi saya terlalu berpengharapan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengharapkan bertemu orang baru yang akan duduk bersama di meja makan kami. Mereka tidak akan mengetahui hal itu tetapi Tuhan mengirimkan mereka kepada kami. Tuhan selalu mengirimkan banyak orang atau paling tidak satu orang saja. Itu adalah hadiah bagi saya hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sampai kami duduk dua menit saya mendengar ada orang yang bertanya, “Boleh saya bergabung dengan kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera menjawab, “Wah, kami sedang mengharapkan kedatangan Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini berusia awal enam puluh tahunan dan agak cacat karena penyakit stroke. Dengan sopan dia memperkenalkan dirinya dan selama 45 menit berikutnya dia tidak pernah berhenti bicara dan bicara dengan keras. Jika ada jeda dalam pembicaraan kami, itu adalah karena seorang pemandu wisata di kerata antik itu menawarkan diri untuk menceritakan latar belakang sejarah kereta api itu. Kalau tidak, pria ini terus berbicara kepada kami tentang dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dia ceritakan memang sangat menarik, tetapi kebanyakan bercerita tentang kemarahannya bekerja sebagai seorang pengacara, jenis-jenis perkara hokum dan pengetahuannya tentang peta. Dia tidak pernah bertanya kepada salah seorang di antara kami tentang apa yang kami kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau saya percaya Tuhan mengirimkan pria ini kepada kami, apa pesan buat kami?Pria itu perlu berbicara dan saya perlu diingatkan betapa pentingnya mendengarkan orang-orang lain barang sebentar saja, beberapa jam, atau selama seumur hidup. Pria itu nampaknya tak pernah memahami pelajaran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menguatirkan orang ini sepanjang sisa hari itu. Saya kuatir bahwa kebanyakan orang tidak akan memberi kesempatan kepadanya untuk berbicara. Beberapa orang di kereta api itu memberikan komentar yang menyalahkan saya karena saya telah mendengarkan pria itu. Mungkin saya telah dikirim untuk dia. Mungkin dia telah berdoa kepada Tuhan agar bertemu dengan seseorang yang mau mendengarkannya. Hal itu memang berlaku untuk dua arah. Kenyataannya Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut, karena kita perlu mendengar dua kali lebih banyak dari pada apa yang kita katakan. Terima kasih karena sudah mendengarkan! Naskah asli ditulis oleh Bob Perks, God's Work Ministry Email. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 6 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THANKS FOR LISTENING! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I have learned to expect gifts from God in the form of people. People who I meet for a few seconds, a few hours or even for a lifetime.&lt;br /&gt;My wife and I took a short train ride on an old historic train. It was part of her birthday plans. The one hour included lunch and for me high expectations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I expected to meet someone new who would be seated at our table. They wouldn't know it but God was sending them to me. He always sends me many gifts and at least one person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This would be my gift for today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sure enough, we weren't seated two minutes, when I heard, “Would you mind if I joined you?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I replied, “I was expecting you!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was in his early sixties and handicapped from a stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He politely introduced himself and for the next 45 minutes...never stopped talking and loudly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there was a pause in the conversation it was because a guide with the train offered a little background on the history of the train.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otherwise, this gentleman spoke to us about himself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some things he had to say were very interesting but most was a rant about his experience as a lawyer, types of law and his knowledge of maps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He never asked either one of us what we did.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, if I do believe God sent him, what was the message here?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He needed to talk and I needed to be reminded how important it was to listen to people if only for a few seconds, a few hours, or for a lifetime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He apparently never learned that lesson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I did worry about him the rest of the day. I worried that most people would not give him the opportunity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few people on the train made derogatory comments to me because they felt sorry that we had to listen to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps I was sent to him. Maybe he was praying to God to meet someone who would listen. It does work both ways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a fact, God gave us two ears and one mouth, because we need to listen twice as much as we speak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks for listening!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Bob Perks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-6627780465501424436?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/6627780465501424436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=6627780465501424436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6627780465501424436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/6627780465501424436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/thanks-for-listening.html' title='Thanks for Listening!'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3127136617872326790</id><published>2009-10-05T08:53:00.003+07:00</published><updated>2009-10-05T08:59:55.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Don't Give Up</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikan Yang Pesimis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, seorang peneliti melakukan percobaan dengan ikan untuk mengetahui apakah hewan berdarah dingin bisa kehilangan kepercayaan diri! Kemudian, dia menyediakan sebuah kotak yang tidak terlalu besar, diisi air. Di tengah kotak tersebut diberi pembatas berupa sebuah kaca bening. Di salah satu sisi dimasukkan ikan yang relatif besar dan sangat kelaparan. Dan disisi lainnya, dimasukan beberapa ekor ikan kecil yang cukup untuk dimakan oleh si ikan besar. Karena sudah sangat kelaparan. Ikan besar itu langsung dengan beringasnya berenang dengan penuh semangat untuk melahap ikan-ikan kecil itu. Namun apa yang terjadi? Anda pasti sudah dapat menduganya. Setiap kali ikan besar itu berenang menghampiri mangsanya, setiap kali itu pula dia menabrak dinding kaca pembatas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun rasa lapar yang amat sangat memaksanya untuk terus mencoba, sampai akhirnya dia menghentikan usahanya yang sia-sia tersebut. Dan.... menyerahlah dia. Percobaan dilanjutkan. Kali ini kaca pembatas yang ada di tengah-tengah air tersebut diambil. Dan sekarang apa yang terjadi? Ajaib! Dengan leluasa ikan-ikan kecil itu dapat berenang tanpa rasa takut. Bahkan ikan-ikan kecil itu sampai mendekati dan menyentuh sirip atau insang si ikan besar. Tetapi si ikan besar itu tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun. Sebenarnya, bisa saja si ikan besar melahap ikan-ikan kecil itu, tapi dia hanya diam saja. Karena Dia telah menyerah, pasrah dengan asumsi bahwa apapun juga yang diperbuatnya pasti ujung-ujungnya gagal juga dan mungkin sekarang bukan saatnya untuk menyantap mangsa walaupun sebenarnya dia mempunyai kesempatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak orang mempunyai kesempatan, namun selalu berpikir bahwa rintangannya terlalu banyak dan mungkin dan tidak mungkin dapat teratasi. Di sisi lain dia juga tidak berbuat apapun untuk memperjuangkan hidupnya sehingga menghasilkan sikap menyerah. Sama seperti si ikan besar yang akhirnya menyerah, pasrah. Seorang yang pesimistis, seperti si ikan besar tersebut, adalah orang yang mudah menyerah dan bersikap masa bodoh, tanpa disadari sikap seperti itu adalah sikap yang meragukan Tuhan, bimbang dan tidak percaya! Jangan bimbang karena orang yang bimbang tidak mendapatkan apa-apa!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berjuanglah bersama Tuhan, jangan bimbang sebab orang bimbang tidak akan melihat mukjizat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang yang demikian janganlah mengira bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."&lt;/span&gt; (Yakobus 1:7). Email kiriman dari Ibu Suharti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3127136617872326790?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3127136617872326790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3127136617872326790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3127136617872326790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3127136617872326790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/dont-give-up.html' title='Don&apos;t Give Up'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-2662825021901158289</id><published>2009-10-03T06:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-03T06:00:01.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit - Disease'/><title type='text'>Breast Cancer</title><content type='html'>Selalu Merasa Sedih dan Kesepian Picu Kanker Payudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chicago,, Wanita yang selalu merasa kesepian dan sedih berisiko terkena kanker payudara. Demikian menurut studi terkini para peneliti dari Chicago University. Kok bisa? Apa hubungannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun fakta tersebut baru ditemukan pada tikus, namun para ahli mengatakan hal itu bisa juga terjadi pada manusia. Adanya studi ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan obat jenis baru dalam pencegahan kanker payudara yang menyerang bagian paling indah dari seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti berasumsi bahwa rasa kesepian dan sedih akan membuat seseorang stres dan depresi. Rasa stres dan depresi yang muncul kemudian akan mengubah beberapa gen yang ada di jaringan payudara dan akan memicu pertumbuhan daging tidak normal (tumor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hubungan antara kesepian dan kanker payudara sudah ada sejak 100 tahun yang lalu, namun saat itu masih banyak kontroversi. Terdapat banyak konflik antar para peneliti mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Suzanne Conzen dan rekannya yang menjalankan studi tersebut meneliti 2 grup tikus yang dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda. Satu grup ditempatkan dalam lingkungan sosial dan satunya lagi di tempat sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tikus diberi makanan dengan kuantitas dan kualitas yang sama. Mereka juga diberi akses berolahraga yang sama. Namun ternyata tikus yang hidup dalam lingkungan yang sunyi dan terisolasi memiliki tumor yang berkembang di payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menemukan bahwa tikus yang terisolasi lebih gugup dan melepaskan hormon stres yang lebih banyak seiring dengan pertambahan usia. Stres menyebabkan kelenjar mammary (buah dada) yang berada pada payudara wanita tumbuh dengan tidak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres akibat kesepian ternyata tidak hanya meningkatkan pertumbuhan daging tidak normal dalam otak (tumor otak) tapi juga pada bagian tubuh termasuk payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang dipulikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research tersebut menunjukkan bahwa lingkungan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental tapi juga kesehatan fisik seperti penyakit kanker payudara. Beberapa studi lainnya juga menyebutkan bahwa kesepian juga penyebab diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dukungan moril dan persahabatan bisa mengurangi risiko tersebut. Jadi para wanita sebaiknya jangan terlalu banyak bersedih dan carilah lingkungan yang bisa membuat Anda bersosialisasi. Jangan pernah mengisolasi diri sendiri dari dunia luar, dan jangan lupa lakukan screening untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk pada payudara Anda," ujar Dr Lesley Walker dari Cancer Research UK seperti dilansir Dailymail, Jumat (2/10/2009), Nurul Ulfah - Detikhealth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^OOO^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Note:&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih untuk pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Bpk. Monang di Jakarta Utara. Pesanan akan segera dikirim hari Senin depan. God bless you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-2662825021901158289?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/2662825021901158289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=2662825021901158289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2662825021901158289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/2662825021901158289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/breast-cancer.html' title='Breast Cancer'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4667797465159845768</id><published>2009-10-02T08:07:00.004+07:00</published><updated>2009-10-02T08:25:44.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Isteri - Husband and Wife'/><title type='text'>The Notebook</title><content type='html'>Cinta dan kasih sayang bukan hanya berlaku bagi kaum remaja saja. Hari ini saya ingin menceritakan Love Story dari pasangan yang sudah sudah lanjut usia (lansia). Mereka sudah menikah puluhan tahun, tetapi mereka masih saja tetap saling mengasihi satu dengan yang lain, seperti juga pada saat mereka masih berpacaran. Hanya sayangnya dalam usia senja ini istrinya menderita penyakit “Dementia Alzheimer” – Penyakit Pelupa atau hilangnya daya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit sang istri ini semakin hari semakin parah sampai ia tidak bisa mengenali anak-anak maupun cucunya lagi, bahkan mengenali suaminya pun sudah tidak bisa lagi. Sebagai akibat dari penyakit ini, anak-anak maupun cucunya sudah tidak mau mengunjungi ibunya lagi. Dengan terpaksa istrinya harus dirawat di rumah jompo. Hal ini membuat sang suami sangat terpukul dan sedih sekali. Ia merasa sangat kehilangan istri kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah membaca, bahwa apabila seorang penderita Alzheimer sering diingatkan kembali, mengenai masa lampau maupun sweet memorynya, maka kemungkinan besar ingatannya bisa pulih kembali. Hal inilah yang menggerakkan dia untuk menulis “Buku Harian Cinta” mengenai kisah cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah buku tersebut selesai dengan tiada lelahnya setiap hari ia datang ke rumah jompo untuk membacakanya halaman demi halaman sambil menceritakan kembali mengenai kisah masa lampau mereka. Ia percaya dan berkeyakinan penuh, apabila ia membacakan setiap hari; maka ingatan istrinya akan bisa pulih kembali. Oleh sebab itulah ia memberi judul: “Read this to me, and I’ll come back to you” – “Bacakanlah untuk’ku dan ku kembali kepadamu”. Tanyalah kepada diri sendiri apakah Anda akan memiliki kesabaran maupun ketekunan pergi ke rumah jompo setiap hari hanya untuk membacakan buku bagi orang yang sudah lupa ingatan, hari demi hari selama berbulan-bulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya diawali oleh pasangan remaja Noah Calhoun dan Allie Hamilton di awal tahun 1940. Mereka pertama kali jumpa di pasar malam. Pada awalnya Allie menolak untuk date dengan Noah, tetapi karena kegigihan dari Noah yang pantang pasrah, akhirnya ia menyetujuinya juga. Seiring kebersamaan mereka, akhirnya Allie jatuh cinta kepada Noah. Satu-satunya kendala berat bagi mereka ialah status sosial mereka. Noah adalah seorang pemuda miskin sedang Allie adalah putri satu-satunya dari keluarga konglomerat. Walaupun Noah seorang pemuda miskin dengan gaji pas-pasan, tetapi ia sudah berani sesumbar, bahwa pada suatu saat ia akan membangun istana (rumah besar) untuk Allie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Allie tidak merestui hubungan mereka, sehingga memaksa Allie sekeluarga untuk pindah ke New York. Noah merasa sangat sedih dan merasa sangat kehilangan Allie. Hal inilah yang mendorong Noah untukmenulis surat setiap hari untuk Allie. Hanya sayangnya semua surat  dari Noah tersebut disita oleh ibu Allie, sehingga tidak sepucuk suratpun yang diterima oleh Allie. Dengan tiada lelahnya Noah menulis surat terus menerus, walaupun tidak satu suratpun yang dibalas oleh Allie selama setahun penuh. Ia menulis 365 surat, akhirnya ia putus harapan, karena tak satu suratpun yang dibalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain setelah mereka pisah selama bertahun-tahun Allie menilai, bahwa Noah sudah melupakan dia, sehingga akhirnya ia menerima lamaran dari seorang pemuda kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Noah sudah tidak menulis surat lagi untuk Allie, tetapi dengan tekun ia menabung terus, sehingga akhirnya ia bisa membeli rumah tua yang besar. Rumah tersebut ia renovasi, sehingga menjadi seperti layaknya sebuah rumah mewah. Walaupun demikian ia sendiri tidak pernah mau tinggal di rumah tersebut, karena di dalam hatinya ia masih tetap mengharapkan kedatangan Allie. Rumah besar yang bertahun-tahun kosong ini; akhirnya menjadi berita di koran. Berita ini muncul satu minggu sebelum Allie menikah dengan tunangannya. Berita ini dibaca oleh Allie sehingga dengan mana ia langsung pergi mencari Noah kembali. Akhirnya mereka bisa menikah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang suami tua (Noah) selesai membacakan buku ini setiap hari selama berbulan-bulan dihapadan istrinya (Allie) yang menderita Alzheimer, akhirnya Allie bisa ingat kembali, bahwa kisah yang diceritakan oleh Noah itu adalah kisah tentang dirinya mereka sendiri. Jadi tepatlah judul dari buku itu “Read this to me, and I’ll come back to you”. Karena hari sudah jauh malam Allie memohon suaminya untuk menemani dia tidur dirumah jompo. Keesokan harinya perawat menemukan pasangan tua ini meninggal dunia dalam keadaan saling berpenganan tangan di atas tempat tidur dengan senyum bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love Never Dies&lt;br /&gt;He gave her Twelve Roses&lt;br /&gt;Eleven real, One fake&lt;br /&gt;And he said: “He would Love her&lt;br /&gt;Until the last Rose dies”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut diatas adalah resensi dari film “The Notebook”. Pemerandari Noah senior J. Garner sedangkan pemeran dari Allie senior adalahG. Rowlands. Pemeran Noah Junior adalah R. Gossling dan untuk AllieJunior R. McAdam. Saya yakin DVD nya masih ada di Indonesia, walaupunfilm ini dari tahun 2004. Film novel romantis yang sangat manis dan layak untuk ditonton.&lt;br /&gt;Ditulis oleh Mang Ucup/Milis Sahabat Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4667797465159845768?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4667797465159845768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4667797465159845768' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4667797465159845768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4667797465159845768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/notebook.html' title='The Notebook'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-3727301467814971428</id><published>2009-10-01T13:44:00.003+07:00</published><updated>2009-10-01T13:54:24.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak - Children'/><title type='text'>My Letter to Mama</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Surat untuk mama...&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama. Tapi ceritanya pake surat ya. Kan, mama sibuk, capek, pulang udah malem. &lt;br /&gt;Kalo aku banyak ngomong nanti mamamarah kayak kemarin itu, aku jadinya takut dan nangis. Kalo pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya. Kalo ngga sempet baca malem ini bisa disimpen sampe besok, pokoknya bisa dibaca kapan aja deh. Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak? Mbak Jum sekarang suka galak, Ma. Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. Kalo siang aku disuruh tidur melulu, ngga boleh main, padahal mbak kerjanya cuman nonton TV aja. Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin aku main?Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan. Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah kan? Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget, kan katanya kalo diaduin sama mama dia mau berhenti kerja. Kalo dia berhenti berarti nanti mama repot ya? Nanti mama ngga bisa kerja ya? Nanti ngga ada yang jagain aku di rumah ya? Kalo gitu susah ya, ma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak ngga diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama aku. Ma, bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke lomba nari Bali? Pak Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, ma. Ntar yang dandanin aku siapa? &lt;br /&gt;Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong. Kalo mama kan kalo dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga mamanya. Waktu lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter; tiap ada lomba Pak Husin juga yang nganter. Bosen, ma. Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku kalo mamaku itu cantik banget, aku kan bangga, ma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen-temen tuh ngga pernah liat mama. Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru masuk SD, kan mereka jadinya udah lupa tampangnya mama. Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh. Uangnya mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan mahal lagi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah banyak, kan mama ngga usah kerja lagi. Nah, itu baru sip namanya. Lagian mainanku udah banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya? Uduah dulu ya, ma. Udah ngantuk. &lt;br /&gt;I love you Mom &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email dari Bpk Wawan S.T/Hendra Lim&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-3727301467814971428?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/3727301467814971428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=3727301467814971428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3727301467814971428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/3727301467814971428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/10/my-letter-to-mama.html' title='My Letter to Mama'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8934863963727540964</id><published>2009-09-30T08:37:00.007+07:00</published><updated>2009-10-01T07:59:33.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>Who Is Your Companion?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."&lt;/span&gt; (Amsal 13:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesan Hari Ini dari Joel &amp; Victoria Osteen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, untuk menggapai tujuan yang Tuhan telah sediakan, Anda harus rela membuat beberapa perubahan dalam kehidupan. Anda harus rela memeriksa dimana Anda berada dan apa yang Anda perlukan untuk bergerak maju. Hal ini mungkin berarti Anda perlu mengganti beberapa teman dengan siapa selama ini Anda bergaul. Mungkin mereka boleh saja menjadi teman Anda selama beberapa waktu, namun kini Anda telah bertumbuh melewati mereka. Sekarang adalah musim baru, dan agar Anda dapat meningkat lebih tinggi, Anda harus meninggalkan hubungan yang membatasi Anda. Anda harus mengembangkan beberapa persahabatan baru dengan orang-orang yang akan mengangkat Anda ke atas dan memberikan inspirasi kepada Anda untuk naik lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah mendapati bahwa jika Anda adalah orang yang paling hebat di kelompok Anda, itu berarti kelompok Anda terlalu kecil. Temukan orang-orang yang lebih hebat dari pada Anda, orang-orang yang akan menantang Anda untuk meregang lebih luas ke tingkat berikutnya dan menjadi seseorang yang telah Tuhan rencanakan bagi Anda. Ingatlah, orang yang bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak. Pilihlah sahabat-sahabat dengan bijak sehingga Anda dapat hidup dalam tujuan yang telah ditetapkan Allah bagi Anda. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi pada tanggal 30 September 2009 untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Note:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih banyak atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Dermince dari Kupang. Buku segera dikirim dengan Pos Kilat Khusus hari ini. Tuhan Yesus memberkati&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who Is Your Companion?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He who walks with the wise grows wise, but a companion of fools suffers harm"&lt;br /&gt;(Proverbs 13:20, NIV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TODAY'S WORD from Joel and Victoria&lt;br /&gt;Sometimes, in order to embrace the destiny God has in store, you have to be willing to make some changes in your life. You have to be willing to examine where you are and what you need to move forward. This may mean you need to change some friends that you're spending time with. Maybe they were fine for a season in your life, but you've outgrown them. This is a new season, and in order for you to rise higher, you have to break away from relationships that are limiting you. You have to develop some new friendships with people who are going to pull you up and inspire you to rise higher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found if you're the smartest one in your group, your group is too small. Find people who are smarter than you are, people who will challenge you to stretch to the next level and become everything God's created you to be. Remember, he who walks with the wise becomes wise. Choose your friends wisely so that you can walk and live in the destiny God has in store for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8934863963727540964?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8934863963727540964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8934863963727540964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8934863963727540964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8934863963727540964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/who-is-your-companion.html' title='Who Is Your Companion?'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-5081122874688152530</id><published>2009-09-29T10:42:00.003+07:00</published><updated>2009-09-29T10:47:28.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Isteri - Husband and Wife'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertobatan - Repentance'/><title type='text'>Be Restored to Restore</title><content type='html'>DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1984, industri perfilman Indonesia jatuh, membuat saya harus mencari cara lain untuk tetap mendapatkan penghasilan. Teman saya mengajak untuk berbisnis. Kami kemudian membuka sebuah perusahaan, dengan harapan nama Robby Sugara sebagai direkturnya bisa menjadi hoki dan menarik banyak transaksi bisnis. Tetapi harapan perusahaan itu akan menghasilkan keuntungan besar ternyata tidak terwujud.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Waktu berjalan, perusahaan malah menyedot aset pribadi saya untuk membayar gaji karyawan dan biaya-biaya lain dalam menjalankan perusahaan setiap bulannya. Keadaan finansial saya semakin terjepit, menghidupi seorang istri dan 7 orang anak sungguh sulit karena saya tidak memiliki pendapatan, justru pengeluaran sangat besar untuk keluarga dan perusahaan. Di tengah krisis tersebut, rekan bisnis saya mengenalkan saya dengan seorang wanita, yang menurutnya memiliki koneksi dan relasi bisnis luas sampai ke pejabat tinggi dan keluarga Cendana pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan saya berharap dengan nama besar saya sebagai artis dan wajah ganteng bisa membuat wanita itu tertarik memberikan banyak bisnis besar pada kami. Harapannya terkabul, wanita itu langsung tertarik pada saya. Bahkan bukan hanya urusan bisnis saja, hubungan pribadi kami semakin hari menjadi semakin dekat dan keluarga semakin terabaikan. Nama besar, masalah perusahaan, dan menafkahi keluarga menjadi beban yang sangat berat bagi saya, yang saya rasa sudah tidak sanggup lagi untuk menanggungnya. Dan tanpa pikir panjang lagi, saya memutuskan untuk meninggalkan istri dan 7 orang anak saya yang masih kecil-kecil (yang paling bungsu berusia 9 bulan), untuk menanggalkan beban saya. Bagaimana nanti anak-anak saya makan, di mana mereka akan tinggal, dan bagaimana mereka akan bersekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah tidak peduli lagi, hanya satu yang saya pikirkan saat itu, yaitu kebebasan dan kesenangan yang akan saya dapatkan. Saya pergi jauh dari Jakarta saat itu, meninggalkan semuanya memulai hidup baru bersama wanita itu. Kami membuka usaha rumah penginapan di pinggir pantai, juga berbisnis batu mulia. Usaha itu berjalan sangat baik, sehingga dari hasilnya kami dapat jalan-jalan keluar negeri setiap tahunnya. Selama lebih dari 10 tahun saya tidak tahu-menahu mengenai keluarga saya, saya tidak tahu sama sekali mengenai anak-anak saya, apakah mereka masih hidup, apakah mereka masih makan, apakah mereka masih bersekolah, saya tidak tahu sama sekali. Dalam segala kelimpahan yang saya miliki, saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbagi dengan anak-anak saya dan membantu kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan, saya bertemu dengan mereka semua. Mereka sudah besar-besar sehingga saya hampir tidak lagi mengenali mereka. Hati saya seperti teriris-iris saat mengetahui mereka dengan susah payah berhasil bertahan sepeninggalan saya. Mereka semua masih bersekolah, bahkan ada yang sudah menyelesaikan sekolahnya dan mulai bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah saya lakukan? Tidak ada satu pun andil saya dalam kehidupan mereka. Tapi yang membuat saya semakin tersentuh adalah tidak ada satu pun dari kata-kata kebencian dari mereka, kata-kata menyalahkan saya yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak pernah menyinggung mengapa saya begitu tega menelantarkan dan meninggalkan mereka. Waktu yang ada dimanfaatkan benar-benar oleh mereka untuk melepaskan kerinduannya, yang ada saat itu hanya sukacita luar biasa karena pertemuan itu. Hanya satu kata permintaan yang mereka ucapkan dalam pertemuan itu, "Papi, pulang ...." Sebuah kata sederhana, namun sangat sulit untuk saya kabulkan. Seseorang bisa dengan mudah terjerumus dalam perselingkuhan, hanya semenit ia sudah terikat dalam perselingkuhan, namun sangat sulit kalau bisa dibilang tidak mungkin untuk lepas dari jerat perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah pertemuan itu, saat-saat kami bertemu terus mengganggu saya. Begitu indah dan tidak dapat terganti apa pun. Begitu berlimpahnya hidup saya, namun tidak dapat menggantikan momen-momen yang indah bersama dengan mereka. Kerinduan saya untuk dapat terus bersama dengan mereka semakin lama semakin besar, hingga membuat saya tidak berdaya, hanya mampu berdoa, "Tuhan, persatukan saya kembali dengan mereka." Dalam pertemuan berikutnya, dalam haru saya berkata pada mereka, "Papa janji akan pulang...." Sebuah janji yang saya tidak tahu bagaimana saya mewujudkannya. Ternyata janji itu menyalakan kembali harapan mereka yang hampir padam, anak-anak terus dengan gencar mendoakan kepulangan saya. Setiap tahun mereka membeli hadiah khusus untuk saya, pada hari ulang tahun putri saya yang sulung, karena mereka pikir saya akan memberi kejutan pulang pada hari ulang tahun mereka. Tapi apa yang terjadi, saya tidak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak putus harapan, berdoa lagi, lalu membeli kado lagi khusus buat saya, siap menghadapi kejutan kepulangan saya. Hal itu terjadi setiap tahun, tahun demi tahun, mereka menanti, dan selalu saya kecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 1998, peristiwa yang dinanti-nantikan mereka pun terjadi, saya dipulangkan oleh wanita itu, bahkan diantar sampai ke depan rumah saya pada tengah malam. Saya tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak saat itu. Peristiwa pemulangan saya itu menunjukkan bukan kuat gagah saya melepaskan diri dari jerat itu, tapi itu semata-mata karya Tuhan yang ajaib. Bukan saya yang berusaha dan pulang sendiri meninggalkan semua kenikmatan duniawi itu, melain kan mukjizat Tuhan yang memulangkan saya. Peristiwa itu disambut sukacita luar biasa oleh anak-anak saya, penuh haru dan kerinduan. Walaupun istri saya tidak merespons kepulangan saya, saya memakluminya. Selama 14 tahun kami terpisah, dan setelah semua kejahatan yang saya lakukan padanya, ia butuh waktu untuk menerima saya lagi. Saya tahu bahwa Tuhanlah yang menguasai hati keluarga saya, untuk mau menerima orang yang telah sekian lama menyakiti hati mereka, tidaklah mungkin jikalau bukan karena campur tangan Tuhan. Mereka diberikan-Nya kebesaran hati dan kasih untuk dapat menerima saya lagi. Kalau bukan karena campur tangan Tuhan, itu tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembalinya saya ke rumah, semuanya tidak selesai begitu saja. Saya menghadapi sebuah pergumulan baru. Saya harus mengambil lagi beban yang saya tinggalkan, yaitu menghidupi keluarga saya. Saya tidak punya apa-apa sama sekali saat pulang pada mereka. Hanya membawa satu kantong plastik kecil berisi baju kotor. Saya memutar otak, bagaimana mendapatkan penghasilan. Kemudian saya mulai menghubungi teman-teman lama saya dalam dunia film, berharap nama besar Robby Sugara pada masa lalu masih bisa dijual saat ini. Saya menanti-nanti, tidak juga ada jawaban. Sampai akhirnya Tuhan tegur saya, agar saya tidak mengandalkan kekuatan saya, melainkan mengikuti jejak anak-anak saya yang hanya mengharapkan Tuhan untuk memulangkan saya. Saya menyadarinya, dan meminta ampun kalau saya masih mengandalkan nama besar. Dan menyerahkan sepenuhnya, segala  sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, jawaban Tuhan datang. Saya mendapat peran dalam sebuah sinetron yang masih terkenal sampai saat ini, yaitu "Tersanjung". Setelah sinetron itu berkat Tuhan mengalir, hingga saya boleh diizinkan menyelesaikan puluhan judul sinetron. Saya sungguh rindu untuk melayani Tuhan, namun pelayanan saya sering kali terhambat dengan jadwal syuting yang sering berubah-ubah. Bila saya sudah dijadwalkan untuk bersaksi pada sebuah tempat, mendadak jadwal syuting juga berubah dan bentrok dengan jadwal melayani. Dengan sangat terpaksa saya harus mengikuti syuting karena sudah terikat kontrak. Hal ini membuat saya takut untuk menerima pelayanan kesaksian, takut saya mengecewakan jemaat yang mengundang, karena saya tidak bisa datang, bentrok dengan jadwal syuting yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdoa pada Tuhan akan kerinduan besar saya untuk melayani Dia, dan keadaan pekerjaan saya saat itu. Pada sebuah sinetron yang saya perankan berjudul "Cintailah Aku", saya melihat judul dari sinetron itu memakai huruf besar untuk tulisan AKU. Saya percaya, ini adalah sebuah tanda dari Tuhan, agar saya melayani Dia sepenuhnya. Agar saya betul-betul mencintai hanya Dia seorang, meninggalkan segala sesuatunya, dan menyerahkan seluruh pemeliharaan hidup saya dalam tangan-Nya. Maka saya memutuskan untuk meninggalkan dunia keartisan, dan terjun sepenuhnya kepelayanan. Sungguh sebuah sukacita dapat melayani Tuhan Yesus yang telah memulihkan hidup dan keluarga saya. Orang bertanya, lalu dari mana saya memenuhi kebutuhan materi keluarga. Saya hanya tersenyum, Tuhan Yesus pasti mencukupi segala sesuatunya. Saya sudah melihat dan merasakan kebaikan-Nya, Ia selalu mencukupkan apa yang saya butuhkan, terpujilah nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari: VOICE Indonesia, Edisi 88, Tahun 2007, Penulis: LM/Pet/Rz Penerbit: Communication Department -- Full Gospel Business's Men Fellowship International -- Indonesia. Email kiriman dari Bpk. Wawan ST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-5081122874688152530?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/5081122874688152530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=5081122874688152530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5081122874688152530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/5081122874688152530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/be-restored-to-restore.html' title='Be Restored to Restore'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4682360550388290495</id><published>2009-09-18T13:39:00.002+07:00</published><updated>2009-09-18T13:41:44.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua - Parents'/><title type='text'>Healing Family Tree</title><content type='html'>Anak-anak yang dibesarkan oleh seorang ayah dengan masa kecil bahagia menghasilkan anak-anak yang di masa dewasanya terlindung dari depresi dan gangguan mental lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Healing Your Family Tree (Beverly Hubble Tauke) dikisahkan tentang seorang pendeta muda bernama Bobby. Dia dibesarkan oleh ayahnya, seorang majelis gereja yang sering mengajarkan Alkitab kepada anak-anaknya. Tetapi sayang, ayah Bobby sangat keras. Ia menganiaya keempat anaknya, termasuk Bobby. Anak-anak dipukul sampai mengeluarkan darah. Tak heran, anak-anak ini pernah mencoba bunuh diri. Karena gagal, mereka melarikan diri dari rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain hal dengan Bobby. Ia justru berusaha bertahan di rumah dan mencoba mengambil hati ayahnya. Bobby menekan semua rasa sakitnya terhadap ayah. Untuk menyenangkan hati ayahnya, Bobby pergi ke Sekolah Alkitab. Setelah lulus, ia menjadi pendeta kaum muda di gereja tempat ayahnya menjadi majelis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun setelah itu, Bobby sang pendeta muda ini menelepon konselornya dan berkata, ”Saya gay”. Bobby bahkan melakukan hubungan itu dengan sembarangan orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonnie adalah saudara kandung Bobby. Berbeda dengan Bobby, Bonnie lari dari rumah untuk menghindari kekejaman ayahnya. Lima belas tahun diperlukan Bonnie untuk mendapatkan kembali pemulihannya. Pada beberapa bagian Bonnie ditolong oleh Beverly H. Tauke sebagai konselornya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulihkan pohon keluarganya, Bonnie dan konselornya melakukan beberapa hal. Bonnie menyadari bahwa jiwanya haus dan lapar akan cinta dan kasih sayang. Konselornya menolong Bonny membuat daftar heart-warmer (orang-orang yang menghangatkan hatinya). Dalam daftarnya ada beberapa guru di sekolahnya, teman-teman, seorang pelatih, atasan yang baik hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bonnie memilih satu keluarga angkat yang dapat memberinya kehangatan dan kasih sayang. Dia pindah ke kota kecil dan menemukan pekerjaan yang sangat disukainya. Atasan yang memperhatikan dan menolongnya. Bonnie juga menemukan gereja yang dengan jelas menyatakan kasih Allah, jemaat yang menerima dia apa adanya. Situasi ini mengembangkan imannya. Dia menemukan bahwa iman keluarga barunya ini, yang penuh sukacita dan gairah, menular kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonnie belajar mempercayai Allah Bapa sebagai Bapa yang mengasihinya, hal yang tidak pernah dipelajarinya dari kecil. Pernikahannya dengan Trevor memperbaharui hidup Bonnie. Kasih sayang Trevor yang bisa diandalkan terbukti menjadi obat manjur bagi semua penganiayaan di masa kecil yang mengerdilkan semangatnya. Pernikahan yang baik merupakan obat manjur bagi pemulihan masa lalu kita. Bonnie juga menemukan kasih yang berlimpah-limpah dari keempat anaknya. Bagi mereka, Bonnie adalah matahari yang menghangatkan dunia karena terus memberikan semangat, perhatian, bimbingan dan sukacita untuk hidup. Hati anak-anaknya bersukacita menikmati bagaimana ibunya membesarkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dalam anugerah Tuhan, pohon keluarga yang rusak bisa dipulihkan. Yang penting ada yang bersedia memutuskan untuk tidak mengadopsi “buah busuk” dari generasi sebelumnya; kemudian mencangkokkan diri pada pohon yang baru. Kita harus berani mengambil keputusan untuk menjadi generasi yang menebus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini seperti memberikan hadiah tak ternilai bagi diri Anda sendiri. Ini adalah sebuah warisan berharga bagi anak-anak dan cucu kita. Untuk itu kita perlu mengerahkan semua kekuatan emosi, spiritual. Dengan demikian anak-anak kita akan makin baik, terus sampai keturunan selanjutnya. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4682360550388290495?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4682360550388290495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4682360550388290495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4682360550388290495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4682360550388290495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/healing-family-tree.html' title='Healing Family Tree'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-983853421709362417</id><published>2009-09-17T06:00:00.004+07:00</published><updated>2009-09-17T06:00:03.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><title type='text'>Richness of Living</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Richness of Living&lt;/span&gt; (Bilingual: English and Indonesian Version)&lt;br /&gt;My aunt is really rich. She doesn’t have a big bank account though. Still, I have known her to share the last penny in it to help someone in need. She doesn’t have a fancy new car either, but she gets the most out of her old used one giving rides to friends who can no longer drive themselves. Her home is no mansion. Yet, my childhood visits to it have filled my mind with treasured memories and my heart with priceless happiness. My aunt’s riches come instead from the places that high prices and inflation can never lessen. My aunt’s riches come from her loving soul, her generous spirit, and her joyous life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every time I speak with her on the phone or get a card from her in the mail, the richness of that life shines though. Her gentle laughter has brightened my day many times over the years. Her optimism and faith have strengthened my own as well. Her kindness, caring, and happiness have helped so many people, touched so many souls, and done so much good in this world. When it comes to the treasures of Heaven, she will forever be one of the wealthiest people I know. When it comes to finding the joy in living, she will always be rich beyond compare. I only pray that one day we all can live with such priceless love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Buscaglia once wrote that, “We find the greatest riches where we find the joy in living; since we serve God and ourselves best in joy, it seems to be the only sensible goal in life.” My dear aunt learned this a long time ago and she has spent her whole life teaching it to others as well. I am proud to have been one of her students and taken her course in the “Richness of Living 101.” Thanks to her I daily choose more love, more joy, more laughter, and more life. Thanks to her I seek and share the treasures of Heaven always. Thanks to her I am far wealthier in oneness with God. May your own life grow rich as well in the things that truly matter. By Joseph J. Mazzella/Email from bapak Wawan S.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekayaan Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tante saya sungguh-sungguh kaya. Meskipun demikian, dia tidak mempunyai rekening bank yang banyak isinya. Saya masih saja melihat dia mengeluarkan uang terakhir dari rekening banknya untuk menolong orang lain yang sedang dalam kebutuhan. Dia juga tidak mempunyai mobil mewah, tetapi dia menggunakan mobil bekas yang tua untuk membawa teman-temannya yang sudah tidak dapat menyetir sendiri. Rumahnya bukanlah gedung mewah. Namun kunjungan saya di masa kecil ke rumahnya membuat pikiran saya dipenuhi dengan kenangan indah dan sangat berharga, dan hati saya diliputi kebahagiaan yang tak bernilai. Kekayaan tante saya datang bukan dari tempat yang terpengaruh inflasi dan kenaikan harga, sehingga kekayaannya dapat berkurang. Kekayaan tante saya datang dari jiwa yang penuh kasih, hati yang penuh kemurahan, dan kehidupan yang penuh sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya mendengar suaranya di telpon atau menerima kartu ucapan darinya, kekayaan dari kehidupannya memancar keluar. Tawanya yang riang telah membuat hari-hari saya bersinar selama bertahun-tahun. Sikapnya yang penuh optimisme dan imannya telah memperkuat diri saya juga. Kebaikannya, kepeduliannya, dan kebahagiaannya telah menolong begitu banyak orang, menyentuh kehidupan banyak orang, dan telah membuat banyak kebaikan di dunia ini. Jika kita berbicara tentang harta di sorga, selamanya dia akan menjadi orang paling kaya yang saya kenal. Jika kita berbicara tentang menemukan sukacita dalam kehidupan, dia akan menjadi orang paling kaya yang tak tertandingi. Saya hanya dapat berdoa semoga kita dapat hidup seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Buscaglia pernah menulis, "Kita menemukan harta terbesar ketika kita menemukan sukacita dalam kehidupan. Kita dapat melayani Tuhan dan sesama kita dengan sangat baik jika kita lakukan dengan sukacita. Itulah sasaran yang paling masuk akal bagi kita. Tante saya telah menemukan hal ini bertahun tahun yang lalu dan dia telah mengajarkannya kepada banyak orang sepanjang kehidupannya. Saya bangga telah menjadi muridnya dan belajar kursus tentang "Kekayaan dalam Kehidupan 101". Berkat tante saya, sekarang saya setiap hari memilih lebih banyak kasih, lebih banyak sukacita, lebih banyak tawa, dan lebih banyak kehidupan. Berkat dia saya selalu mencari dan membagikan harta kekayaan sorgawi. Berkat dia saya jauh lebih kaya dalam hubungan saya dengan Tuhan.  Semoga hidup Anda juga lebih kaya dalam perkara-perkara yang berarti di dunia ini.&lt;br /&gt;Oleh Joseph J. Mazzella/Email from bapak Wawan S.T/Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 17 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-983853421709362417?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/983853421709362417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=983853421709362417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/983853421709362417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/983853421709362417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/richness-of-living_17.html' title='Richness of Living'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7003823915658034824</id><published>2009-09-16T06:00:00.002+07:00</published><updated>2009-09-16T09:24:50.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkataan - Words'/><title type='text'>The Story of Jewel and Frog</title><content type='html'>Pada suatu masa, ada seorang wanita yang telah menjanda dan memiliki dua orang putri. Putri tertua memiliki wajah dan perangai yang sangat mirip dengan ibunya sehingga orang sering berkata bahwa siapapun yang melihat putri tertua tersebut, sama dengan melihat ibunya. Mereka berdua mempunyai sifat jelek yang sama, sangat sombong dan tidak pernah menghargai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri yang termuda, merupakan gambaran dari ayahnya yang telah meninggal, sama-sama memiliki sifat baik hati, senang membantu orang dan sangat sopan. Karena kecenderungan orang untuk menyukai hal yang sama dengan diri mereka, ibunya menjadi sangat sayang kepada putri yang tertua yang mirip dengannya, sedangkan putri yang termuda diperlakukan dengan buruk, putri termuda sering disuruhnya bekerja tanpa henti dan tidak boleh bersama mereka makan di meja makan. Dia hanya diperbolehkan makan di ruang dapur sendiri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri yang termuda sering dipaksa dua kali sehari untuk mengambil air  dari sumur yang letaknya sangat jauh dari rumah mereka. Suatu hari ketika putri yang termuda berada di mata air ini, datanglah seorang wanita tua yang kelihatan sangat miskin, yang memintanya untuk mengambilkan dirinya air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh! ya, dengan senang hati," kata gadis cantik ini yang dengan segera mengambil kendinya, mengambil air dari tempat yang paling jernih di mata air tersebut, dan memberikan kepada wanita itu, sambil membantu memegang kendinya agar wanita tua itu dapat minum dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah minum, wanita tersebut berkata kepada putri termuda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sangat cantik, sangat baik budi dan sangat sopan, saya tidak bisa tidak memberikan kamu hadiah." Ternyata wanita tua tersebut adalah seorang peri yang menyamar menjadi wanita tua yang miskin untuk melihat seberapa jauh kebaikan hati dan kesopanan putri termuda. "Saya akan memberikan kamu sebuah hadiah," lanjut sang Peri, "Mulai saat ini, dari setiap kata yang kamu ucapkan, dari mulutmu akan keluar sebuah bunga atau sebuah batu berharga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika putri termuda yang cantik ini pulang kerumah, dimana saat itu ibunya memarahinya karena menganggap putri termuda tersebut terlalu lama kembali dari mengambil air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya minta maaf, mama," kata putri termuda, "karena saya terlambat pulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengucapkan kata itu, dari mulutnya keluarlah dua buah bunga, dua buah mutiara dan dua buah permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang saya lihat itu?" kata ibunya dengan sangat terkejut, "Saya melihat mutiara dan permata keluar dari mulutmu! Bagaimana hal ini bisa terjadi, anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya ibunya memanggilnya dengan sebutan 'anakku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri termuda kemudian menceritakan semua kejadian yang dialami secara terus terang, dan dari mulutnya juga berturut-turut keluarlah permata yang tidak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh mengagumkan," kata ibunya, "Saya harus mengirim anakku yang satu lagi kesana." Dia lalu memanggil putri tertua dan berkata "Kemarilah, lihat apa yang keluar dari mulut adikmu ketika dia berbicara. Apakah kamu tidak ingin memiliki hal yang dimiliki adikmu? Kamu harus segera berangkat ke mata air tersebut dan apabila kamu menemui wanita tua yang meminta kamu untuk mengambilkan air minum, ambilkanlah untuknya dengan cara yang sangat sopan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adik termuda pasti sangat senang melihat saya mengambil air dari mata air yang jauh," katanya dengan cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu harus pergi, sekarang juga!" kata ibunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya putri tertua berangkat juga sambil mengomel di perjalanan,  sambil membawa kendi terbaik yang terbuat dari perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian dia tiba di mata air tersebut, kemudian dia melihat seorang wanita yang berpakaian sangat mewah keluar dari dalam hutan, mendekatinya, dan memintanya untuk mengambilkan air minum. Wanita ini sebenarnya adalah peri yang bertemu dengan adiknya, tetapi kali ini peri tersebut menyamar menjadi seorang putri bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah saya datang kesini," kata putri tertua dengan sangat sombong, "hanya untuk memberikan kamu air? dan kamu pikir saya membawa kendi perak ini untuk kamu? Kalau kamu memang mau minum, kamu boleh meminumnya jika kamu merasa pantas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu keterlaluan dan berlaku tidak sopan," jawab sang Peri, "Baiklah, mulai sekarang, karena kamu sangat tidak sopan dan sombong, saya akan memberikan kamu hadiah, dari setiap kata yang kamu ucapkan, dari mulutmu akan keluar seekor ular atau seekor katak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia pulang, ibunya yang melihat kedatangannya dengan gembira menyambutnya dan bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana, anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana apanya, ma?" putri tertua membentak ibunya, dan dari mulutnya keluarlah dua ekor ular berbisa dan dua ekor katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh! ampun," kata ibunya; "apa ini? Oh! pastilah adikmu yang sengaja telah merencanakan kejadian ini,  tapi dia akan mendapatkan hukumannya"; dan dengan segera dia berlari mendekati putri termudanya dan memukulnya. Putri termuda kemudian lari menjauh darinya dan bersembunyi di dalam hutan yang tidak jauh dari rumahnya agar tidak mendapat pukulan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak Raja, yang baru kembali dari berburu di hutan, secara kebetulan bertemu dengan putri termuda yang sedang menangis. Anak Raja tersebut kagum akan kecantikan putri termuda kemudian bertanya mengapa putri tersebut sendirian di dalam hutan dan menangis terisak-isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuanku, ibu saya telah mengusir saya dari rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, anak Raja melihat lima atau enam mutiara dan permata keluar dari mulut putri termuda, dia menjadi penasaran dan meminta putri termuda menceritakan mengapa dari mulutnya keluar permata saat berkata sesuatu. Putri termuda kemudian menceritakan semua kisahnya, dan anak Raja tersebut menjadi bertambah kagum akan kebaikan hati dan kesopanan tutur kata putri termuda. Anak Raja menjadi jatuh hati pada putri termuda dan beranggapan bahwa putri termuda sangat pantas menjadi istrinya. Anak Raja akhirnya mengajukan lamaran dan menikahi putri termuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup atau mati dikuasai oleh lidah. Perhatikanlah perkataan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini adalah bagian dari kisah Charles Perrault (12 Januari 1628 - 16 Mei 1703)&lt;br /&gt;Sumber: Erabaru, http://erabaru.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7003823915658034824?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7003823915658034824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7003823915658034824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7003823915658034824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7003823915658034824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/watch-your-mouth.html' title='The Story of Jewel and Frog'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-4632062624638702105</id><published>2009-09-15T09:41:00.004+07:00</published><updated>2009-09-15T09:46:37.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengorbanan - Sacrifice'/><title type='text'>Isaac Feinstein: A good shepherd that died with his flocks</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ISAAC FEINSTEIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti Pendeta Richard Wurmbrand, Isaac Feinstein adalah seorang Yahudi Rumania, seorang evangelis yang aktif dan perintis gereja. Ia juga menjabat sebagai editor pada sebuah majalah Kristen. Para rekan sekerja menggambarkannya sebagai seorang yang berkhotbah dengan penuh semangat dan seorang pemuji hebat yang mampu menarik banyak orang saat berkhotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feinstein berumur 37 tahun ketika Perang Dunia II pecah. Pada saat itu, ia akan memimpin konferensi di Jassy, Rumania. Kota Jassy berada dalam keadaan gawat darurat. Kemudian ia mengunjungi temannya di Bucharest. Temannya menasihatinya supaya ia tidak kembali ke kota Jassy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feinstein tetap pada keputusannya kembali ke kota Jassy. "Tugas seorang gembala adalah mati bersama dombanya. Saya tahu mereka akan membunuh saya, tetapi saya tidak dapat meninggalkan saudara saya. Saya akan kembali ke Jassy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, pembunuhan secara besar-besaran terjadi di Jassy. Istri Feinstein adalah seorang warga Swiss, ia menceritakan kepada anak-anaknya tentang apa yang terjadi terhadap suaminya. Pada pagi hari, ada suara ketukan yang keras di depan pintu rumah mereka.  Setelah dibukakan pintu, mereka masuk dan mengepung Feinstein dan kemudian menangkapnya. Seorang penangkapnya berkata, "Ia akan segera kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya Feinstein mencium suaminya, kemudian suaminya dipaksa untuk berbaris. Feinstein berjalan dengan tenang ke depan dan dengan kepala tegak, kemudian ia berbalik mengucapkan selamat tinggal kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feinstein dibawa ke kantor polisi dan dikunci di ruangan bawah tanah dengan ratusan tawanan Yahudi lainnya. Ia mulai berkhotbah dan mengatakan bahwa mereka harus datang kepada Tuhan dan kekekalan. Khotbahnya telah menyentuh hati banyak orang dan banyak yang datang berbicara kepadanya secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tentara Jerman turun ke ruangan tersebut dan ingin menembaki para tawanan, Feinstein menyapa mereka dalam bahasa Jerman dan memohon supaya kawan-kawannya dibiarkan hidup. Kemudian mereka pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, para tawanan dibawa masuk ke sebuah kereta api yang akan membawa mereka ke kamp tawanan. Sekitar 140 orang dimasukkan ke dalam kereta yang berkapasitas 40 orang. Mereka diikat dengan kuat sehingga sulit bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang selamat kemudian menjelaskan apa yang terjadi: "Pintu, jendela, dan lubang semuanya ditutup rapat dan uap yang panas disemburkan dari bawah kereta. Kejadian tersebut sangat mengerikan. Banyak yang menjadi gila dan berteriak di dalam siksaan tersebut. Kereta tersebut menempuh perjalanan berjam-jam di tengah matahari yang menyengat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feinstein juga berada di dalam kereta tersebut. Saksi mata menceritakan bahwa ia mulai menyanyikan Kitab Mazmur dengan suara yang tinggi dan wajahnya kelihatan seperti seorang malaikat. Ia meminta kepada tawanan yang lain untuk mencari keselamatan melalui darah Kristus sebelum terlambat. Kemudian ia jatuh ke lantai dan tertidur tidak pernah bangun lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 6 orang selamat dalam perjalanan tersebut. Mereka dipaksa untuk menggali lubang yang sangat besar untuk menguburkan mereka yang meninggal. Mereka menggali kuburan yang lain untuk Feinstein dengan tujuan menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga membuat kesaksian di pengadilan supaya sertifikat kematian Feinstein dapat diterbitkan. Sertifikat ini membuka jalan bagi istrinya dan anaknya meninggalkan Jassy menuju ke tempat yang aman di Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 11.000 orang Yahudi dibantai di Jassy, termasuk orang-orang yang hadir dalam konferensi tersebut. Temannya di Bucharest yang meminta supaya ia tidak kembali ke Jassy tidak lain adalah Richard Wurmbrand, pendiri Kasih dalam Perbuatan (VOM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dan disunting seperlunya dari buku: Batu-Batu Tersembunyi, penulis: Tim The Voice of the Martyrs, Penerbit: Kasih dalam Perbuatan, Surabaya 2000, Halaman: 99 -- 101. Diposting berdasarkan email dari Bapak Wawan S.T&lt;br /&gt;_______________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-4632062624638702105?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/4632062624638702105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=4632062624638702105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4632062624638702105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/4632062624638702105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/isaac-feinstein-good-sepherd-that-died.html' title='Isaac Feinstein: A good shepherd that died with his flocks'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-1885202452586676264</id><published>2009-09-14T07:02:00.006+07:00</published><updated>2009-09-14T08:31:11.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekristenan - Christianity'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai - Values'/><title type='text'>Values</title><content type='html'>"And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." (Kejadian 2:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dengan perkataan lain: &lt;br /&gt;"Dahulu TUHAN Allah membentuk manusia itu dari sesuatu yang tak bernilai dan memasukkan nilai-nilai-Nya ke dalam hidup manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang bernilai." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa dikatakan: &lt;br /&gt;"Dahulu TUHAN Allah membentuk manusia itu dari sesuatu yang tak mulai dan menaruh  kemuliaan Allah ke dalam hidup manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menyadari keberadaan kita sebagai makhluk yang bernilai, makhluk yang mulia, makhluk yang berkemenangan, niscaya sikap (attitude) kita akan bernilai, mulia, dan berkemenangan, sehingga kita akan menempati posisi kehidupan (altitude) yang bernilai, mulia dan berkemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian iblis datang dalam bentuk ular kepada manusia pertama Hawa dan Adam. Iblis berkata, "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"  Atau dengan perkataan lain iblis mengatakan: "Karena kamu tidak bernilai, berasal dari debu tanah, maka Allah melarang kamu makan buah dari semua pohon dalam taman ini, bukan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap persoalan, iblis akan selalu mengingatkan kita pada asal kita: debu tanah, tak bernilai. Sebaliknya Allah selalu mengingatkan kita bahwa kita sangat berharga, sangat bernilai di hadapan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di bawah ini akan membantu kita bahwa dalam setiap pergumulan, jika kita menyadari nilai kita, kita dapat mengampuni orang lain, dapat bangkit dari keterpurukan, dan bangkit dari kepahitan. Kita adalah makhluk hidup yang bernilai, mulia dan berkemenangan. Puji Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Awal pertemuan dengan suamiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku pertama kali mengenal suamiku pada tahun 1959 dalam suatu pelayaran karena ia adalah seorang pelaut. Saat itu aku dibantu olehnya untuk mencari tempat di kapal tersebut. Dia juga sering menemaniku selama perjalanan. Dari situlah cinta dimulai. Walaupun lautan terbentang luas dan harus menjalani hubungan jarak jauh, kami tetap rutin melakukan surat-menyurat sampai akhirnya ia melamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1962 kami memasuki bahtera pernikahan. Karena selama ini kami jarang sekali bertemu, ketika kami tinggal satu atap baru aku ketahui kalau ternyata karakternya sangat jauh bertentangan denganku sehingga kami sering ribut. Aku juga baru tahu kalau ia pernah menikah sebelumnya, tapi sudah bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suamiku selingkuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1957 karena ada pengurangan tenaga kerja di perusahaanya, suamiku pindah ke Balikpapan untuk bekerja. Kebetulan aku orang kelahiran Balikpapan jadi keluargaku tinggal di sana tapi aku tetap tinggal di Jakarta. Ternyata aku harus mendapat kabar terburuk sepanjang sejarah hidupku. Adikku mengatakan bahwa suamiku selingkuh, bahkan menikah lagi disana dengan seorang gadis keturunan Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengamuk ketika mengetahui hal itu sehingga akhirnya terjadilah pertengkaran dahsyat dalam rumah tangga kami. Aku mengancamnya habis-habisan dan sejak saat itu suamiku tidak pernah lagi mengunjungi perempuan Banjar itu. Sampai suatu saat, perempuan Banjar itu mendatangi rumah kami di Jakarta dan mengatakan padaku bahwa ia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai aku. Suamiku berkata padanya bahwa aku sudah diceraikannya. Semenjak saat itu mulai timbul akar pahit terhadap suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memutuskan untuk berpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar tidak tahan terhadap kelakuan suamiku. Saat itu aku benar-benar kepahitan, bahkan menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpaku ini. “Mengapa Kau lakukan ini padaku, Tuhan……” seruku di sela tangisku. Akhirnya aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Anak - anak kami ikut denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajukan perceraian kepada seorang pengacara. Dan selama proses perceraian, suamiku tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. Aku tiba-tiba teringat sebuah ayat Alkitab yang berkata, “Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” Akhirnya aku membiarkan hubungan kami tetap seperti ini tanpa harus bercerai. Aku membuka salon untuk menghidupi anak-anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata suamiku dikhianati oleh perempuan Banjar itu dan akhirnya mereka berpisah. Suamiku menikah lagi dengan Titi, seorang gadis muda seusia anak kami yang pertama. Dan sekali lagi ternyata suamiku mengatakan pada Titi bahwa ia telah bercerai denganku. Akar kepahitan ini semakin bertumbuh di dalam hatiku, membuahkan kebencian terhadap suamiku. Akibat tekanan ini, aku menjadi penjudi dan menelantarkan anak-anak kami. Akhirnya anak-anak kami terjebak dalam pergaulan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mulai dijamah oleh kuasa Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, di titik akhir keputusasaanku, aku dipertemukan dengan Tuhan melalui pertolongan seorang hamba Tuhan. Ia mendoakanku agar terlepas dari dosa perjudian dan dari kepahitan yang terpendam di dalam hatiku selama bertahun-tahun. Aku merasa dijamah begitu luar biasa oleh kuasa Tuhan. Aku terus menangis menyadari betapa tidak bertanggung jawabnya aku sebagai seorang ibu. Ketika aku didoakan agar terlepas dari rasa kepahitan terhadap suamiku, aku menangis sejadi-jadinya. Awalnya sangat berat bagiku untuk mengampuni suamiku, orang yang paling menyakitiku itu. Rasa sakitnya begitu dalam kurasakan. Namun ketika Roh Kudus menjamah hatiku, saat itu juga aku merasakan bahwa kepahitan itu telah dilenyapkan dan sukacita Surga yang luar biasa itu ada di dalam hatiku. Aku tahu bahwa Tuhan begitu mengasihiku sehingga Ia tidak ingin aku menjadi seorang jiwa yang terhilang dan Ia membebaskanku dari ikatan kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupku, yang mencemari hatiku. Terima kasih untuk pemulihan ini, Tuhan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bisa mengampuni istri dari suamiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku dibebaskan dari kuasa kegelapan yang selama ini bercokol di dalam hatiku, aku mulai aktif ke gereja. Aku mengikuti kelas-kelas pemuridan dan merasakan bahwa aku telah bertumbuh di dalam Tuhan. Ajaibnya, karena kasih dan kuasa-Nya yang luar biasa dalam hidupku, aku juga dapat mengampuni istri dari suamiku. Aku mendatangi rumahnya secara damai dan mengajak rekan pelayananku untuk memberitakan kabar Injil padanya. Hati Titi tersentuh dengan pemberitaan Injil tersebut, bahkan akhirnya ia menerima Yesus dalam hidupnya dan mengembalikan suamiku kepadaku. Aku bingung, “Ada apa ini, Tuhan? Mengapa ia dikembalikan lagi padaku?” Lalu aku mendengar Tuhan berbicara,”Bukankah kau ingin keluargamu dipulihkan? Mulailah dari pemulihan hubunganmu dengan suamimu…” Saat itu baru anak pertama kami yang bertobat dari pergaulannya yang kacau. Aku langsung mengerti rencana yang telah Tuhan sediakan bagiku. Ketika itu kondisi suamiku sudah sakit-sakitan, namun aku bersyukur karena anak-anak kami bersedia merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemulihan terjadi karena kuasa-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tahun 1995, merupakan lembaran baru dalam kehidupan keluarga kami. Berkat bantuan seorang hamba Tuhan, keluarga kami dijamah secara luar biasa. Suamiku dan anak-anakku dikonseling dan didoakan. Mereka dijamah dan dipulihkan dari kehidupan mereka yang kacau dan berbalik kembali ke jalan-Nya. Bahkan suamiku yang selama ini memilki ilmu gaib dalam tubuhnya pun dilepaskan. Ia terbebas dari penyembahan berhala yang selama ini ditekuninya. Kami menjadi sebuah keluarga yang utuh di dalam kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996 suamiku terkena serangan jantung dan setelah dirawat selama 5 hari, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Di balik kesedihan yang kurasakan, aku bersyukur pada Tuhan karena sebelum Ia mengambil nyawa suamiku, suamiku diberi kesempatan untuk memulihkan hubungannya dengan kami, keluarganya. Bahkan suamiku telah bebas dari kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupnya. Aku yakin kini suamiku tenang berada disisi-Nya. (Kisah ini telah ditayangkan 19 Maret 2007 dalam acara Solusi di SCTV). Sumber kesaksian :Yohana Ester Saerang, jawaban.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-1885202452586676264?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/1885202452586676264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=1885202452586676264' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1885202452586676264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/1885202452586676264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/values.html' title='Values'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8216110613886881473</id><published>2009-09-11T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-09-11T06:00:01.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan - Kindness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelayanan Kasih - Loving Ministry'/><title type='text'>The Inspiring Story of CNN Heroes: An Indonesian SQ Pilot</title><content type='html'>Di Panti Asuhan Roslin, anak-anak tertawa geli setelah lama berkonsentrasi latihan membawakan Tari Ayam. Itu adalah suara gembira dari sebuah Panti Asuhan di Indonesia setelah bertahun-tahun lamanya. “Mereka sekarang ceria dan fotogenik, namun di dalam diri mereka ada kisah-kisah yang menyedihkan,” kata Budi Soehardi, pendiri panti asuhan di Timor Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa bayi itu datang ke sini karena ibunya meninggal segera setelah melahirkan karena kekurangan gizi. Anak-anak yang lain datang karena kemiskinan yang parah. Sebagian lagi datang karena keluarga mereka tidak menginginkan mereka dan meninggalkan mereka di sini,” kata Soehardi, usia 53 tahun, pilot asal Indonesia yang tinggal di Singapura bersama istrinya, Peggy, yang merawat 47 anak-anak di panti asuhan itu. Soehardi dan Peggy mempunyai hubungan pribadi dengan masing-masing anak, dan menganggap mereka semua sebagai bagian keluarganya. Pasangan ini memberi nama pada anak-anak itu karena anak-anak itu kebanyakan datang sejak bayi, beberapa merupakan korban konflik dan pengungsi dari Timor Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi sendiri memiliki tiga orang anak, namun dia mengaku bahwa tak ada perbedaan perlakuan terhadap anak-anak kandungnya sendiri dan terhadap anak-anak di panti. Mereka semua yang ada dip anti mendapatkan tempat tinggal yang bersih, vaksinasi, makanan, pakaian dan vitamin dari Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Budi sudah menjadi ayah kami sendiri,” kata Gerson Mangi, usia 20 tahun, penghuni di Panti Asuhan Roslin. Mangi yang datang ke panti asuhan ini pada usia 12 tahun, dahulu tidak mempunyai dana untuk bersekolah setelah kedua orangtuanya meninggal. Sekarang, berkat pendidikan di Roslin dan beasiswa dari Soehardi dia sedang kuliah di sekolah kedokteran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi yang ayahnya meninggal ketika dia berusia Sembilan tahun, dapat menyelami penderitaan anak-anak yatim piatu tersebut. “Waktu itu saya sulit mendapatkan makanan dan saya sukar mendapat uang untuk sekolah,” kata Soehardi mengenang. “Para pengungsi itu sungguh-sungguh menyentuh hati saya sehingga saya ingin mereka hidup lebih baik,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Soehardi, salah seorang yang diangkat sebagai Pahlawan CNN, seorang pilot SQ asal Indonesia, sedang makan malam dan menonton tayangan CNN bersama istri dan keluarganya di rumahnya di Singapura ketika dia melihat rombongan para pengungsi yang lari dari Timor Timur ke Timor Barat, Indonesia. Banyak keluarga tinggal di bawah atap kardus, anak-anak memakai kain rombengan sebagai pakaian, dan sanitasi tak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka sangat menderita,” kata Soehardi. Keadaan yang sangat buruk tersebut merupakan akibat konflik di Timor Timur yang muncul ke permukaan setelah rakyat memilih untuk merdeka dari Indonesia. Soehardi yang pekerjaannya adalah sebagai seorang pilot di Singapore Airlines yang sering harus terbang jarak jauh dari New Jersey ke Singapura, telah merencanakan untuk berlibur segera. Namun  melihat tayangan  berita di Timor Timur itu membuat Soehardi memikirkan ulang rencananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya dan istri saya saling melihat satu sama lain dan kami mempunyai pikiran masing-masing. ‘Hey, mari kita melakukan sesuatu yang lain. Mengapa kita tidak mengunjungi Timor Timur … untuk mendapatkan pengalaman liburan yang  berbeda?’”kata Soehardi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai mengkoordinir sumbangan keuangan, makanan, pakaian, obat-obatan, perlengkapan medis dan perlengkapan toiletries (sabun, tissue, popok, pampers, pembalut wanita dll) . Dengan bantuan dari teman-teman dan para sukarelawan, keluarga Soehardi berkeliling di daerah-daerah yang dilanda konflik dan mengirim lebih dari 40 ton barang sumbangan ke camp pengungsian di Timor Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera keluarga Soehardi menentukan bahwa di Timor Barat harus ada panti asuhan. “Istri saya mula-mula meminta saya untuk membangun panti dengan tiga kamar saja. Dua jam kemudian istri saya meminta lima kamar, dan kemudian akhirnya sembilan kamar.” Mereka selesai membangun gedung panti asuhan dalam waktu 11 bulan dan menamai panti tersebut “Panti Asuhan Roslin”,  menurut nama sepasang gadis Timor yang diangkat anak oleh Peggy, istri Soehardi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan April 2002, panti asuhan itu dibuka dan menyediakan tempat tinggal bagi empat orang anak-anak. Sejak saat itu panti asuhan itu berkembang dan menyediakan pendidikan gratis, menyediakan pakaian, perumahan, dan makan bagi 47 orang anak dari segala umur, dari bayi-bayi yang baru lahir sampai usia universitas. Sekitar setengah dari penghuni panti itu adalah anak-anak di bawah usia delapan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panti Asuhan tersebut dibangun di atas tanah sumbangan yang semula tanah gersang. Namun kini, nasi yang disediakan bagi anak-anak itu dituai dari tanah mereka sendirri. “Kami berani menghadapi tantangan,” kata Soehardi tentang upayanya menyediakan irigasi bagi sawahnya. Peggy dan dirinya, yang tidak terlatih di bidang pertanian, menggunakan dua pompa dan sebuah genset untuk mengairi persawahan. Kemudian mereka mulai menanam padi. “Seratus hari kemudian, kami mendapatkan panen padi yang pertama dan menyatakan bahwa kami dapat hidup mandiri dengan beras dari sawah kami bagi anak-anak panti asuhan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah taktik menghemat biaya yang berhasil, khususnya penting setelah Soehardi kehilangan  pekerjaannya sebagai pilot di Singapore Airlines pada bulan November 2008 karena krisis ekonomi global. Soehardi, yang gaji pilotnya disumbangkan untuk membiayai Panti Asuhan dan memberi bea siswa bagi Mangi, mahasiswa sekolah kedokteran, berharap bahwa pemberhentian kontraknya sebagai pilot tidak akan mempengaruhi kesejahteraan anak-anak panti. “Saya sangat berterima kasih kepada Singapore Airlines yang telah memberi saya pekerjaan yang sangat baik selama 11 tahun sehingga saya dapat membagi gaji saya dengan banyak orang. Menolong anak-anak itu merupakan hak istimewa bagi saya dan keluarga saya karena dengan cara itu saya mengembalikan berkat yang saya terima kepada masyarakat.” Sumber: CNN, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 11 September 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUPANG, Indonesia (CNN) -- At Roslin Orphanage, children giggle through deep concentration as they try to master the "Chicken Dance." It's a far cry from the Indonesian orphans' earlier months and years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"They are cheerful-looking and photogenic, but close to all have a very sad story," said Budi Soehardi, founder of the West Timor orphanage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Some of the babies come because a mother passes away right after delivery because of lack of nutrition. Others come from extreme poverty. Some come from families [that] just do not want the children and abandon them," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi, a 53-year-old Indonesian pilot living in Singapore, and his wife, Peggy, look after 47 children at the orphanage. They have a personal relationship with each one, and consider them part of their family. The couple named many of the children since they entered the orphanage as babies -- some of them tiny victims and refugees from the conflict in East Timor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi has three children of his own but says there is no difference between what he supplies for his biological children and those living at the orphanage. They all get clean living spaces, vaccinations, food, clothing and vitamins from the United States.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mr. Budi is like my own father," said Gerson Mangi, 20, a resident at Roslin Orphanage. Mangi, who came to the orphanage when he was 12 years old, had no means to attend school after his parents died. Now, thanks to the educational training at Roslin and a private sponsor, he is in medical school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi, whose father died when he was 9 years old, can relate to these young people's hardships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Food was hard to come by and my school fee was very difficult," Soehardi said. "The refugees just really strike me so badly and [I want] them to be better off."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi was eating dinner and watching CNN with his wife and family at home in Singapore when he saw the plight of the refugees fleeing East Timor for West Timor, Indonesia. Families were living in cardboard boxes, children were wearing rags for clothes, and sanitation was nonexistent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It was devastating," Soehardi said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poor conditions were a result of conflicts in East Timor that surfaced after the residents voted for independence from Indonesia. Soehardi -- whose job as a pilot with Singapore Airlines often had him flying one of the world's longest routes, from Newark, New Jersey, to Singapore -- had been planning on taking a vacation soon. But watching the news made the Soehardis rethink their plans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"[My wife and I] look at each other and we have a thought of our own. ... 'Hey, let's do something else. Why don't we visit the place ... to make a different kind of holiday,' " Soehardi said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He began coordinating financial donations, food, clothing and supplies. With help from friends and ground volunteers, the Soehardis navigated the conflict-ridden areas and delivered more than 40 tons of food, medical supplies and toiletries to East Timor refugee camps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soon the Soehardis determined West Timor could use a space for orphans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My wife was initially asking me to build three rooms. Then two hours later she [asked for] five rooms, and then later nine rooms and finally, the orphanage building."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They completed their orphanage building in 11 months and named it Roslin Orphanage, after a pair of Timorese women whom Peggy looked up to as a girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In April 2002, the orphanage opened and provided a home for four children. Since then the residence has expanded to provide free education, clothing, housing and food for 47 children of all ages, newborns to university-age. About half of its residents are younger than 8 years old.  Watch Soehardi teach the children the alphabet »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The orphanage was built on donated land that the Soehardis initially thought bore barren soil. But today, the rice they feed the children comes solely from their own land.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We dared to take the challenge," said Soehardi of his foray into irrigation. He and Peggy, who are not trained in agriculture, used two pumps and a generator to get water for irrigation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then they began planting rice. "One hundred days later, we were having our first harvest and declared ourselves to be self-sufficient on rice for the orphanage children," he said.  Watch Soehardi explain how he made the land more fertile »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's a fortunate cost-cutting tactic, especially with Soehardi losing his piloting job with Singapore Airlines in November because of the struggling economy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soehardi, whose pilot salary goes toward maintaining the orphanage and funding medical student Mangi's education, is hopeful that the end of his contract will not affect the children's well-being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I'm very grateful for Singapore Airlines who has given me a very good job for the last 11 years so that I can share my salary with so many people. To help these children is a privilege for me and my wife because it's giving back to society ... giving back what has been blessed to us."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8216110613886881473?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8216110613886881473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8216110613886881473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8216110613886881473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8216110613886881473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/inspiring-story-of-cnn-heroes.html' title='The Inspiring Story of CNN Heroes: An Indonesian SQ Pilot'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8241552239540594111</id><published>2009-09-10T06:00:00.005+07:00</published><updated>2009-09-10T06:00:00.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejujuran - Honesty'/><title type='text'>A Quarter</title><content type='html'>Beberapa tahun lalu, seorang pengkhotbah dari negara bagian lain menerima panggilan untuk melayani sebuah gereja di Houston, Texas. Beberapa minggu setelah tiba, dia mendapat kesempatan untuk naik bis dari tempat tinggalnya ke daerah pusat kota. Ketika dia duduk di bis, dia mendapati bahwa pengemudi bis itu telah memberikan uang kembalian lebih $ 25 sen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia mempertimbangkan apa yang harus dikerjakan, dia berkata kepada dirinya sendiri,'Lebih baik kembalikan kelebihan uang kembali itu kepada sang sopir. Engkau bersalah jika menyimpannya.' Kemudian ada pikiran lain,'Ah, lupakan saja. Bukankah cuma uang 25 sen? Siapa yang akan meributkan uang segitu? Lagipula, perusahaan bis ini mendapatkan uang setoran terlalu banyak. Perusahaan ini tidak akan rugi. Terimalah kelebihan uang kembalian itu sebagai hadiah dari Tuhan dan diamlah.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba saatnya bagi pendeta itu untuk turun, dia berhenti sejenak di pintu, dan kemudian dia menyerahkan uang $ 25 sen itu kepada sang pengemudi bis, sambil berkata,"Ini, Anda telah memberikan kelebihan uang kembali $ 25 sen." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi itu menjawab sambil tersenyum,"Apakah Anda pengkhotbah baru di kota ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab sang pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, saya sebenarnya sedang pikir-pikir mau beribadah ke mana. Tadi saya ingin tahu apakah yang akan Anda lakukan jika saya memberikan uang kembalian berlebih. Saya akan datang ke gereja dimana Anda khotbah nanti hari Minggu ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang pendeta turun dari bis itu, dia segera memegang tiang listrik terdekat, menenangkan diri sejenak, lalu berkata, "Ya, Tuhan, hampir saja saya menjual Putera-Mu seharga $ 25 sen."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita mungkin saja satu-satunya Alkitab yang dibaca orang. Ini adalah contoh yang menakutkan bagaimana orang-orang mengawasi kita sebagai orang Kristen, dan memberi ujian kepada kita. Waspadalah selalu. Ingatlah, Anda akan selalu membawa nama Kristus di pundak Anda kemanapun Anda pergi ketika Anda mengaku sebagai orang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah pikiran Anda, karena pikiran itu akan menjadi perkataan.&lt;br /&gt;Jagalah perkataan Anda, karena perkataan Anda akan menjadi tindakan.&lt;br /&gt;Jagalah tindakan Anda, karena tindakan Anda akan menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;Jagalah kebiasaan Anda, karena kebiasaan Anda akan menjadi kepribadian.&lt;br /&gt;Jagalah kepribadian Anda, karena kepribadian Anda menentukan nasib Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang seorang teman mengirimkan email ini sebagai bahan untuk mengingatkan saya. Anda juga boleh memforward email ini dengan menyebutkan sumber email ini. Tuhan Yesus memberkati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Email dari Bpk. Wawan S.T, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 9 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Several years ago, a preacher from out-of-state accepted a call to a church in  Houston, Texas. Some weeks after he arrived, he had an occasion to ride the bus from his home to the downtown area. When he sat down, he discovered that the driver had accidentally given him a quarter too much change. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As he considered what to do, he thought to himself, 'You'd better give the quarter back. It would be wrong to keep it.' Then he thought, 'Oh, forget it, it's only a quarter. Who would worry about this little amount? Anyway, the bus company gets too much fare; they will never miss it. Accept it as a 'gift from God' and keep quiet.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When his stop came, he paused momentarily at the door, and then he handed the quarter to the driver and said, 'Here, you gave me too much change '&lt;br /&gt;The driver, with a smile, replied, 'Aren't you the new preacher in town?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Yes' he replied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Well, I have been thinking a lot lately about going somewhere to worship. I just wanted to see what you would do if I gave you too much change.. I'll see you at church on Sunday.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the preacher stepped off of the bus, he literally grabbed the nearest light pole, held on, and said, 'Oh God, I almost sold your Son for a quarter.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our lives are the only Bible some people will ever read. This is a really scary example of how much people watch us as Christians, and will put us to the test! Always be on guard -- and remember -- You carry the name of Christ on your shoulders when you call yourself 'Christian.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watch your thoughts; they become words.&lt;br /&gt;Watch your words; they become actions.&lt;br /&gt;Watch your actions; they become habits.&lt;br /&gt;Watch your habits; they become character. &lt;br /&gt;Watch your character; it becomes your destiny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm glad a friend forwarded this to me as a reminder. So, I choose to forward it to you - my friend. God bless you; I hope you are having a wonderful day!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-8241552239540594111?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/8241552239540594111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=8241552239540594111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8241552239540594111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/8241552239540594111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/quarter.html' title='A Quarter'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-7802028971233467928</id><published>2009-09-09T06:00:00.002+07:00</published><updated>2009-09-09T06:00:01.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Sukses - Success Secrets'/><title type='text'>I'll See It When I Believe It</title><content type='html'>Diperkirakan bahwa setiap kita mempunyai lebih dari 50.000 pikiran per hari. Berapa banyak dari pikiran-pikiran Anda yang negatif? Kadang-kadang Anda perlu melakukan pembersihan mental untuk membuang pikiran-pikiran negatif yang telah menjadi sikap-sikap yang bercokol. Menghentikan pikiran-pikiran yang menghancurkan diri sendiri itu ibarat menghentikan setiap kebiasaan buruk lainnya – perlu waktu dan upaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara cara-cara paling efektif untuk melakukan hal ini adalah dengan membayangkan (memvisualisasikan) dan memperkatakan afirmasi. Afirmasi adalah pernyataan-pernyataan positif tentang diri Anda sendiri yang Anda ulang-ulang di kepala Anda sampai pernyataan-pernyataan itu terpatri dan terprogram di otak bawah sadar Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualisasi adalah menggambarkan diri Anda secara mental akan menjadi apa Anda yang Anda inginkan. Anda pasti pernah mendengarkan pepatah lama, “Aku akan percaya jika aku telah melihatnya.” Nah, kebalikannya juga berlaku, “Aku akan melihatnya jika aku telah memercayainya.”  Afirmasi dan visualisasi mungkin tak terasa kebenarannya pada awalnya – mungkin memang tidak benar begitu! Namun, hal-hal itu akan menjadi demikian adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkanlah dampak karena mengatakan kepada diri Anda sendiri, “Aku paling payah dalam mengingat nama-nama orang.”  Pastilah tidak pernah akan ada perbaikan di sana. Oleh karena itu, jika Anda menemukan diri Anda mengatakan hal seperti itu, berhentilah, dan segeralah katakan, “Aku paling hebat dalam mengingat nama-nama orang.”  Segala hal yang Anda katakan pada diri Anda sendiri berulang-ulang sesungguhnya akan memengaruhi kenyataan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencatat semua afirmasi Anda dan menaruhnya di tempat yang mudah dijangkau, misalnya di meja kerja Anda, di dekat cermin kamar mandi, atau di atas dasbor di kendaraan Anda, akan menolong Anda agar afirmasi tersebut selalu ada di pikiran Anda dan di penglihatan Anda. Gunakanlah afirmasi dan visualisasi untuk menggambarkan dan memproyeksikan bagaimana rasanya dan nampaknya kesuksesan itu. Bayangkan, serinci mungkin dan sedetail mungkin, bagaimana nanti rasanya ketika atasan Anda memberikan penghargaan karena Anda mencapai hasil yang jauh di atas target yang ditetapkan, atau bayangkan bagaimana para pendengar khotbah Anda akan terpukau selama Anda memperkatakan setiap kata-kata khotbah Anda, atau rasakan bagaimana ketika setiap mata memandang dengan kekaguman ke mana pun Anda pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan karisma dan daya bujuk Anda (sementara semua orang merasa nyaman berada dekat Anda), Anda dapat menerapkan teknik yang sama dengan arah keluar diri Anda. Mulailah memikirkan afirmasi positif tentang orang-orang yang bekerja bersama Anda atau orang-orang yang ada di sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, “Budi nampaknya sekarang semakin sabar. Aku heran apa yang membuatnya begitu.” Selama interaksi berikutnya dengan Budi, Anda tentu akan mengingat afirmasi positif tentang Budi dan mulai mengadakan percakapan dengannya. “Budi, aku melihat perubahan di dalam dirimu. Kamu kelihatannya baik dan sabar selama kamu mengonseling karyawan-karyawan baru belakangan ini dan aku menghargainya. Bagaimana kamu bisa mendapatkan sifat-sifat seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Budi akan menanggapi dengan senyuman dan menceritakan kisah tentang buku yang ia peroleh, atau tentang nasihat dari seorang konsultan yang baru saja disewa perusahaan atau dari seminar yang ia hadiri. Apapun jawabannya, Anda telah memberikan pujian yang tulus kepada orang lain, telah menaruh pikiran positif dan memulai suatu kebiasaan baru dengan mendekati orang-orang lain memakai teknik “pertanyaan yang penuh apresiasi”, yaitu pertama-tama menemukan sifat baik pada orang lain atau pada situasi tertentu, bukannya mencari kesalahan atau cacat pada orang lain atau pada situasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkritik itu mudah, dan kadang-kadang menjadi kebiasaan, namun mengarahkan kembali pikiran Anda untuk menemukan sifat-sifat positif, baik di dalam diri Anda maupun di dalam diri orang-orang lain, akan membuat Anda memenangkan banyak sahabat, meningkatkan pendapatan Anda dan membuat Anda menjadi orang yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;Naskah asli ditulis oleh Tony Allesandra, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 8 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I'll See It When I Believe It! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;It has been estimated that we each have upwards of 50,000 thoughts per day. How many of yours are negative? Sometimes you have to do a mental spring-cleaning to get rid of those negative thoughts that have become ingrained attitudes. Stopping self-destructive thoughts is like stopping any other bad habit—it takes time and effort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Among the most effective ways to do this are visualization and affirmations. Affirmations are positive statements about yourself that you repeat over and over in your head until they are programmed into your subconscious.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualization is mentally picturing yourself the way you want to be. You’ve heard the old saying, “I’ll believe it when I see it.” Well, the reverse is also true: “I’ll see it when I believe it!” Affirmations and visualizations may not feel true at first—they may not even be true! However, they can become so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consider what happens when you tell yourself repeatedly, “I’m lousy at remembering names.” There will never be any improvement there. Therefore, if you catch yourself saying it, stop and immediately say, “I’m good at remembering names.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consider the effect of telling yourself, “I’m feeling pretty good today.” “I can lose 10 pounds.” Or, “I am good at getting people to see things my way.” Anything you say to yourself repeatedly will actually influence your reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writing down your affirmations and putting them in some handy place—above your desk, on your bathroom mirror, on the dashboard of your car—will help keep them in mind as well as in sight. Use affirmations and visualizations to project what success will feel and look like. Imagine, in as much detail as you possibly can, how you feel as the boss singles you out for exceeding your quota, or how the audience hangs on your every word during your speech, or how your confident presence causes heads to turn everywhere you go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To enhance your charisma and persuasion (while making others feel good about themselves), you can apply the very same techniques by turning them outward. Begin thinking positive affirmations about people you work and live with.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, “Bob seems much calmer and patient of late. I wonder what has changed in him.” During your next interaction with Bob, you will most likely remember your positive thought about him and start your conversation with, “Bob, I’ve noticed a change in you. You seem really kind and patient while counseling your new employees recently and I admire that. How did you acquire this wonderful characteristic?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob would likely respond with a smile and a story about a book he found, a consultant he hired or a seminar he attended. Regardless of his reply, you have sincerely complimented another person, put out a positive thought and begun a new habit of approaching others using “appreciative inquiry”—finding the good in another person or situation first, instead of finding fault or flaws.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Criticizing is easy, and sometimes becomes habit, but retraining your mind to find the positive attributes in yourself and others will win you friends, increase your income and make you feel better about being a better you. —Tony Alessandra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN&lt;br /&gt;http://pentas-kesaksian.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/516840431868880343-7802028971233467928?l=pentas-kesaksian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/feeds/7802028971233467928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=516840431868880343&amp;postID=7802028971233467928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7802028971233467928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/516840431868880343/posts/default/7802028971233467928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pentas-kesaksian.blogspot.com/2009/09/ill-see-it-when-i-believe-it.html' title='I&apos;ll See It When I Believe It'/><author><name>Hadi Kristadi - Author</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03500258474559734009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-o5OFiO1QU9E/TqUUuzO5reI/AAAAAAAAAN0/AukDeHxCE-c/s220/Hadi%2BKristadi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-516840431868880343.post-8300291500500085660</id><published>2009-09-08T06:00:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T06:00:01.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mukjizat Kehidupan - Miracle'/><title type='text'>The Story of Unwanted Child</title><content type='html'>Haleluyah, puji TUHAN! Saya bersyukur kalau saat ini saya diperkenankan untuk menceritakan betapa luar biasa kasih dan karya TUHAN Yesus dalam hidup saya. Nama saya Hari Sugito, panggilan saya Joshua Victorio. Saya lahir di Jakarta 21 November 1980. Saya dilahirkan sebagai anak yang tertolak. Selama kurang lebih 3 bulan saya terbaring dalam keadaan kronis di RS ATMA JAYA Pluit, sampai suatu hari TUHAN membawa sepasang suami istri yang ditunjuk-Nya untuk menjadi orangtua saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengadopsi saya dan membesarkan saya dengan susah payah. Di kala itu saya terkena penyakit marasmus. Badan tinggal tulang dan kulit. Dokter memvonis bahwa umur saya tidak lebih dari 1 minggu. Luar biasa TUHAN! Kedua orangtua saya ini bukanlah orang Kristen tapi sungguh luar biasa kasih dan karya TUHAN dalam hidup saya lewat mereka. Tidak sedikit orang yang mencemooh saya ketika saya dibawa ke rumah. Para tetangga merasa heran dengan apa yang telah diperbuat oleh kedua orangtua saya yang telah mengadopsi saya. Seorang bayi yang katanya tidak layak untuk dijadikan anak. Manusia melihat rupa, tapi TUHAN tidaklah demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita orangtua saya, keajaiban TUHAN sungguh nyata dalam saya seiring dengan berjalan
