Wednesday, May 6, 2020

Kisah Di Balik Lagu Take My Hand

Kisah Dibalik Terciptanya Lagu :
Precious Lord, Take My Hand 
(Thomas. A . Dorsey)

Thomas A Dorsey lahir tahun 1899, seorang penyanyi Gospel dan pianis terkenal di zaman itu. Dia menikah dengan Nettie Harper pada tahun 1925 dan tinggal di sebuah apartemen di selatan Chicago.

Pada tahun 1932 ketika Thomas ikut ambil bagian dalam pelayanan KKR di St.Louis, istrinya sedang hamil tua.
Ditengah-tengah KKR dia mendapat berita bahwa isteri dan anaknya meninggal saat isterinya melahirkan. Thomas sangat kecewa dengan Tuhan, seolah-olah Tuhan bertindak tidak adil kepadanya. Dia tidak melayani lagi, tidak menulis lagu-lagu Injil lagi dan akhirnya dia meninggalkan pelayanan hingga sekian lama.

Namun suatu saat ketika dia diajak oleh teman-temannya yang baik yang memahami keadaannya, terutama temannya Prof Frye membawanya ke Poro College milik Madam Malone, sebuah sekolah musik yang tidak jauh dari apartemennya. Ia melihat piano dan ketika dia duduk di piano itu, dia menangis, dia sadar dan berdoa mohon ampun dari Tuhan karena sudah meninggalkan pelayanan. Dia terbenam dalam kesedihan.

Sesuatu terjadi pada dirinya dan saat itu dia merasa damai. Seolah-olah dia dapat menggapai dan menyentuh Allah. Dan tanpa sadar jari-jarinya mulai memainkan tangga nada, memainkan melodi yang belum pernah didengar dan dimainkan sebelumnya. Dan kata-kata masuk ke benaknya, seakan-akan mengalir begitu saja. Dan terciptalah sebuah pujian:

Precious Lord, take my hand,
lead me on, let me stand!
I am tired, I am week, I am worn
Throught the storm, through the night, lead me on to the light,
Take my hand, precious Lord,
lead me home.

Lagu Gospel ini diterjemahkan oleh K. P Nugroho dari GKI Jl. Gunung Sahari dengan judul:
"Tuhanku, Pimpinlah" (Nyanyian Kidung Baru No. 131)

Tuhanku, pimpinlah,
tanganku peganglah;
Ku letih, ku lesu, ku lemah.
Lewat malam gelap
ke terang yang tetap,
Tuhanku, pimpinlah ke seb'rang

DITENGAH PANDEMI COVID-19, JANGAN PERNAH KECEWA DENGAN TUHAN,  JANGANLAH MENINGGALKAN PELAYANAN, SEBERAT APAPUN PERGUMULAN HIDUP KITA

Renungkan dan jadilah bijak. 🙏🏻

Tuhan Yesus Memberkati!


https://youtu.be/CF37AKwBDog


Diposting dengan sumber dari WAG oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com