Search This Blog

Wednesday, December 23, 2009

Mommy

A Child's Angel
Once upon a time there was a child to be born.
So one day he asked God.
“They tell me you are sending me to earth tomorrow, but how am I going to live there being so small and helpless?”
God replied, “Among the many angels, I choose one for you. She will be waiting for you and will take care of you.”

But the child wasn’t sure he really wanted to go.
“But tell me, here in Heaven, I don’t do anything else but sing and smile. That’s enough for me to be happy.”
God smiled.
“Your angel will sing for you and will also smile for you every day, and you will feel your angel’s love and be happy.”

“And how am I going to be able to understand when people talk to me, the child continued. “If I can’t know the language that men talk?”
God patted him on the head and said.
“Your angel will tell you the most beautiful and sweet words you will ever hear,
and with so much patience and care, your angel will teach you how to speak.”

The child was sad. “And what am I going to do when I want to talk to you?”
But God had an answer for that question too.
“Your angel will place your hands together and will teach you how to pray”

The baby then turned to God and asked,
“I’ve heard that on earth there are bad men, who will protect me?”
“Your angel will defend you even if it means risking its life!”

“But I will always be sad because I will not see you anymore”
the child continued warily.
God smiled on the young one.
“Your angel will always talk to you about me and will teach you the way for you to come back to me, even though I will always be next to you.”

At that moment there was much peace in Heaven, but voices from the earth could already be heard. The child knew he had to start on his journey very soon.
He asked God one more question softly,
“Oh God, if I am about to leave now, please tell me my angel’s name.”
God touched the child on the shoulder just before he departed and answered,
“You will simply call her Mommy.” Dari Mbak Asri Saraswati FB

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, December 18, 2009

Father

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata, "Sudah di bilang, kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!" Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang." Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu." Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang."

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal. Sumber: Silvia/Anas

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, December 17, 2009

A Story of A Rose

Kisah Mawar
Mawar merah adalah kecintaannya. Nama dirinya sendiri juga "Mawar". Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar itu, diikat dengan pita indah. Pada tahun suaminya meninggal, dia mendapat kiriman mawar lagi. Kartunya tertulis "Be My Valentine like all the years before".

Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar, dan kartunya selalu tertulis, "Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, ... Kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu ..." Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan mawar-mawar itu. Dia tahu suaminya memesan semua itu dengan bayar di muka sebelum hari pengiriman. Suaminya tidak tahu kalau dia akan meninggal. Dia selalu suka melakukan segala sesuatu sebelum waktunya. Sehingga ketika suaminya sangat sibuk sekalipun,segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.

Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu.

Setahun telah lewat, dan itu adalah saat yang sangat sulit baginya. Dengan kesendiriannya dijalaninya semua. Sampai hari ini Valentine ini. Beberapa saat kemudian, bel pintu rumahnya berbunyi,... seperti hari-hari Valentine sebelumnya Ketika dibukanya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya. Dibawanya masuk,dan tiba-tiba seakan terkejut melihatnya.

Kemudian dia langsung menelpon toko bunga itu. Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya dan itu sangat menyakitkan.

Lalu pemilik toko itu menjawabnya, "Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu anda akan menelpon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi ... Begini Nyonya, ... bunga yang anda terima hari ini sudah dibayar di muka oleh suami anda. Suami anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar semua, maka anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui. Dia menulis surat spesial untuk anda, ditulisnya bertahun-tahun yang lalu, dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda. Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi, yaitu tahun ini, surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang bersama dengan Nyonya saat ini." Mawar mengucapkan terima kasih dan menutup telepon, dia langsung menuju ke buket bunga mawar itu.

Sedangkan air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya menulis, "Dear kekasihku, ... Aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku. Aku tahu ini baru setahun, ... Tapi tolong jangan bersedih ...Aku ingin kau selalu bahagia, ... Walaupun saat kau hapus air matamu ... Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati ... Aku selalu mengasihimu ... dan aku tahu akan selalu mengasihimu ... Tapi, ... istriku, kau harus tetap berjalan ... kau punya kehidupan... Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun, ... dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu ... Tapi kemudian dia akan datang 5 kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi ... Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu ... Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh ... meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi.. untuk selamanya ...

I LOVE YOU MORE THAN LAST YEAR, ... HONEY ..."

Sometimes in life, you find a special friend;
Someone who changes your life just by being part of it;
Someone who makes you laugh until you can't stop;
Someone who makes you believe that there really is good in the world; Someone who convinces you that there really is an unlocked door just waiting for you to open it. This is Forever Friendship. Sumber: Milis Sahabat Kristen/posting Siska Marina.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, December 16, 2009

Difference

Seorang kenalan mulai malas beribadah ke gereja. Dia pikir, "Apa sih bedanya ke gereja? Saya sekarang sudah hidup enak, tidak kekurangan apa-apa, tidak ada masalah yang perlu dibantu para pendeta." Yah, ibadah ke gereja memang tidak kelihatan dampaknya sekarang. Orang yang rajin ke gereja dan yang tidak rajin ke gereja nampaknya sama, nampaknya... Namun akan kelihatan berbeda jika orang-orang menghadapi badai kehidupan. Orang yang kehidupan imannya dibangun di atas batu karang akan mampu bertahan, dan imannya tetap kokoh meskipun ia dilanda badai. Orang yang kehidupan imannya dibangun di atas pasir, sangat dangkal, akan roboh, terpuruk, menghadapi badai kehidupan.

Janganlah kita meninggalkan pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang yang tidak menyadari betapa mereka sedang membangun imannya di atas pasir.


Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Changing Behaviour

Hidup terasa sempurna bagi pria asal Rhode Island, Kenny Sparks. Punya istri cantik, dua orang anak dan bisnis yang menjanjikan.

Tapi semuanya berubah ketika ia menderita penyakit langka Frontotemporal Dementia (FTD). Ia tidak bisa bicara normal, lupa ingatan, watak berubah kasar bahkan tidak bisa membaca jam dan angka lagi.

Sang istri, Cheryl adalah orang pertama yang menyadari keanehan yang terjadi pada diri Kenny (49 tahun). Awalnya Cheryl menduga suaminya terkena penyakit Alzheimer karena semua tanda-tandanya mengarah ke sana. Tapi setelah dibawa ke dokter ternyata Kenny mengidap penyakit lain.

"Ia tersendat-sendat dalam berkata dan ia akan lupa dengan semua yang diucapkannya. Tapi bukankah semua orang yang memasuki umur 50 tahun akan seperti itu?" kata Cheryl seperti dikutip dari CNN, Rabu (16/12/2009).

Namun masalahnya, perilaku dan sifat Kenny juga berubah menjadi lebih kasar, tidak ramah dan sering bengong seperti orang depresi. "Bahkan ia tidak bisa lagi membaca jam dinding atau membaca angka-angka," kata Cheryl.

Dokter mengatakan, penyakit FTD bisa mencuri kemampuan otak, kepribadian dan menghancurkan hidupnya. FTD adalah salah satu penyakit yang termasuk dalam grup penyakit penurunan fungsi otak, terutama otak depan. Sama dengan Alzheimer, penyebabnya adalah protein asing yang menyerang sel-sel otak.

Penyakit FTD biasa terjadi pada orang-orang yang berusia 50 atau 60 tahun, tapi ada juga yang menderitanya sejak umur 40 tahun. Penyakit itu mempengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk berpikir, komunikasi, ingatan, mengambil keputusan dan kepribadian.

"Banyak pasien FTD yang tidak tertangani bahkan ditinggalkan keluarganya. Pasien FTD sudah tidak bisa lagi berpikir normal, ia melakukan sesuatu tanpa alasan seperti membeli mobil atau barang-barang mewah yang tidak dibutuhkannya," ujar neurolog asal University of Pennsylvania, Dr Murray Grossman.

Menurut Association for Frontotemporal Dementias (AFD), sekitar 250.000 orang Amerika atau 10-20 persen dari kasus dementia diperkirakan menderita FTD.

"Banyak yang salah diagnosa dan baru menyadari penyakit ini 5 hingga 6 tahun setelahnya," kata Susan Dickinson, ketua AFD.

Dukungan untuk penderita FTD sangatlah penting, dan yang paling penting lagi adalah kesabaran menghadapi perilakunya yang berubah. Setelah 4 tahun didiagnosa FTD, Kenny menjadi sangat tergantung pada istrinya Cheryl.

"Saya terpaksa berhenti kerja karena harus menemaninya 24 jam 7 hari. Kami selalu memulai hari pada pukul 3 dini hari karena Kenny selalu terbangun dan tidak tahu jam berapa saat itu," tutur Cheryl.

Selain rasa lelah karena harus mengurus Kenny, hal sulit yang harus dilakukan Cheryl adalah memberi penjelasan pada anak-anak dan keluarganya mengenai penyakit Kenny.

"Saya harus menjelaskan pada anak-anak bahwa ayahnya sudah berubah karena penyakit ini. Banyak teman dan keluarga yang tidak bisa mengerti dengan penyakit Kenny. Kami harus berlapang dada dan menerima ujian ini sebagai humor, jika tidak keluarga ini bisa hancur," katanya.

Namun hal yang paling berat bagi Cheryl adalah menerima kenyataan bahwa orang yang sangat dicintainya sudah berubah.

"Mengetahui bahwa orang yang akan menemani kita sampai tua berubah menjadi orang lain terasa sangat menyedihkan dan berat. Tapi Kenny tetaplah Kenny, orang yang dulu pernah saya cintai dan akan terus saya cintai," ujar Cheryl.(fah/ir-detik.com)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, December 11, 2009

Blind Man

"Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata, "Buat apa saya membawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."

Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya, orang buta itu setuju untuk membawa pelita itu. Tak berapa lama, dalam perjalanan, benar saja, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Selang beberapa lama, seorang pejalan lainnya menabrak si buta lagi. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Penabrak itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat kalau Anda orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya tadi." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta itu. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?"

Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak. Secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab,"Iya," untuk kemudian meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan akibat bertabrakan. Waktu itu juga seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, dan orang lainpun bisa ikut melihat jalan mereka."

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!). Si buta pembawa pelita mungkin benar tidak membutuhkannya, tetapi pelita yang dibawanya berguna buat orang lain....yang akhirnya berguna juga buatnya. Sumber: Anas/Bao Yuan.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, December 9, 2009

Rihanna Likes Bad Guys

Pernah mengalami pengalaman buruk dengan mantan pacarnya ternyata tak membuat Rihanna kapok. Ia mengaku ogah memacari pria baik-baik.

Menurut Rihanna berhubungan dengan pria baik-baik sangatlah membosankan. Pria dengan sikap sedikit berantakan jadi pilihan Rihanna.

"Tentu aja pria bak-baik adalah mereka yang tak akan menyakitimu. Mereka menarik kursi untukmu dan menjagamu. Semuanya sempurna dan membosankan. Saya suka risiko. Saya suka tantangan. Itu sangat menegangkan buat saya," ujar Rihanna dikutip detikhot dari Contactmusic, Rabu (9/12/2009).

Awal tahun ini Rihanna harus mengalami masalah berat dengan kehidupan cintanya. Sang pria tercinta Chris Brown melakukan tindak kekerasan terhadapnya dan membuat pelantun hits 'Umbrella' itu babak belur.

Atas perbuatannya Chris dinyatakan bersalah. Pria yang juga berprofesi sebagai penyanyi tersebut mengaku menyesal dan masih mencintai Rihanna.

Apakah mempunyai suami baik-baik itu membosankan?

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, December 3, 2009

God's Help

Kisah ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti.

Sebelum saya mulai menilpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.

Ketika saya tiba di sana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu, lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan kepadanya. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan), dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, "Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis,". Jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa.

Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, "Apakah anda berdoa?" Ia mundur sedikit, tapi saya meyakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, "Tuhan mendengar kamu, dan Ia mengirim saya."

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli dua kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi.

Ia memberikan makanan itu kepada anak-anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya dua bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama lima tahun.

Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana. Jadi ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.

Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, "Apakah, anda malaikat atau apa?"

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, "Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa."

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil saya, mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya. Mazmur 55:23: "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkannya orang benar itu goyah." Email dari Pak Ivan K.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

A story of a Prostitute

I was a prostitute in the escort services in LAS VEGAS, (the public calls it "HIGH CLASS CALL GIRL") in the casinos, on the street, and I was an exotic dancer in the clubs. I did everything that you can imagine, saw and met people that I would never have thought would have even "ordered" a girl. MANY of them were very famous stars and influential people in society... I lived this lifestyle for over 11 years... and it just didn't happen overnight.

I was actually a "goodie two shoes" when I was growing up, I got very good grades in school and I always followed the "rules"--in fact you would considered me a "type A" personality. So how did the "good girl" eventually turn into a "bad girl"?

It all started when I was a little girl. I never felt really loved; there was abuse in my childhood that lowered my self-esteem to the degree that I became desperate for love. I tell you, I felt very rejected and broken-hearted all the time. When you are told a certain thing you are as a child, you tend to believe it. Point blank, I couldn't love my self, and did not think anyone else loved me. I didn't feel that I deserved it.

My first sexual experience happened with a close friend of mine when I was eight years old. I didn't know this was abuse at the time, but the truth of the matter is that I was violated. As a "family duty" I went to church every week, but because of the hypocrisy in the church and in my home, I couldn't really believe God was kind, so I hid my secret and feelings inside me. I also assumed that if God was somehow real, He was very angry at me! In other words... I imagined God with a big hammer getting ready to smash me if I did something wrong! I started to RESENT GOD and especially THE CHURCH...I could not trust anyone!

Relationships? Huh!!! Couldn't manage to keep ANY because I was so messed up on the inside. As I grew up, I went to seven different schools because our family moved around so much. It was very difficult, and coming to each school as the "new" girl wearing garage sale clothing...well let's just say that kids back then could be very cruel if you were not rich, popular, and "perfect." A lot of the time, I felt very "rejected".

In high school it was considered "cool" to have sex. Even though this seemed true, I was still a virgin at 18. Annie Lobert.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, December 2, 2009

A Pretty Woman Married a Man with HIV/AIDS

Virginia: Penyakit HIV AIDS masih menjadi momok. Ketika tahu ada seseorang yang terkena HIV AIDS tak jarang orang langsung pergi menjauh. Namun seorang gadis cantik menyadari dia telah jatuh cinta dengan penderita HIV dan baginya HIV bukanlah penghalang untuk mencintai kekasihnya.

Shawn Decker tertular HIV sejak kecil dari darah transfusi yang diterimanya karena dia adalah seorang penderita hemofili. Setelah dewasa, pria itu menyadari akan susah menemukan pujaan hatinya karena penyakit yang dideritanya.

Memang diakuinya sulit untuk membuka diri bahwa dia adalah penderita HIV. Namun pada usia 20 tahun, Shawn memutuskan untuk berterus terang akan HIV dan menulis tentang dirinya di blog.

Shawn bertemu dengan Gwenn Barringer,-- seorang gadis cantik yang memenangkan lomba kecantikan di Virginia,-- di sebuah organisasi layanan AIDS yang sedang menggarap program pendidikan.

Awalnya mereka cuma berteman tapi tanpa disadari benih-benih cinta pun muncul. "Kami menjadi teman lalu jatuh cinta ini benar-benar ironi (sesuatu yang tidak diharapkan). Selama ini saya berpikir HIV akan menghalangi saya menemukan cinta," ungkap Shawn seperti dilansir dari Time, Rabu (2/12/2009).

Tapi cinta kedua manusia ini bukan cinta yang mulus. Gwen juga sempat berpacaran dengan orang lain. "Aku semula tidak yakin terhadap Shawn, tapi akhirnya aku meyakini orang ini memang mendapatkan aku. Aku merasa seperti akan menyesal jika tidak bersamanya," kata Gwen.

Tak hanya Gwen yang sempat bimbang, orangtua gadis cantik itu pun pada awalnya tidak menyukai hubungan mereka. Tetapi ibu Gwen akhirnya bergaul baik dengan Shawn karena mereka memiliki rasa humor yang sama.

Shawn menceritakan kisah cintanya dalam otobiografinya berjudul 'My Pet Virus: The True Story of a Rebel Without a Cure'. "Kami berhasil mengatasi rintangan, dan itu membawa kami jauh lebih dekat dari pada pasangan lain," tutur Shawn.

Saat ini Shawn dan Gwen telah menikah selama 5 tahun dan mereka menjadi pasangan serodiskordan atau salah satu pasangan terinfeksi HIV dan satunya tidak. Setiap berhubungan seks mereka menggunakan kondom sebagai strategi utama untuk mencegah penularannya.

Orang-orang yang hidup dengan HIV saat ini juga punya peluang hidup yang lebih panjang jika disiplin mengonsumsi obat antiviral.

Dr Charles Hicks dari Duke University Medical Center, Durham di North Carolina mengatakan peluang hidup penderita HIV bisa sampai 30 tahun.

"Sekarang, kita bicara tentang bagaimana Anda menjalani hidup dan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Seks adalah bagian penting. Bagaimana Anda melakukan hal itu saat seseorang terkena HIV dan pasangannya tidak," kata Hicks.

Hicks sangat menganjurkan penggunaan kondom, tetapi mengakui realistis jika ada pasangan serodiskordan yang telah bersama-sama kadang tidak selalu menggunakannya.

"Kami tidak dapat menjamin bahwa orang yang tidak terinfeksi tidak akan terinfeksi, tapi penggunaan kondom dan mempertahankan pengobatan antiviral dapat meminimalkan risiko hampir nol," katanya.

Peluang pasangan serodiskordan untuk memiliki anak tanpa menulari penyakitnya ke pasangan atau anaknya pun terbuka.

Selama 12 tahun Dr Mark Sauer, direktur pusat reproduksi wanita di Columbia University Medical Center, telah menggunakan teknik pencucian sperma yang memisahkan sperma dari air mani yang membawa virus. Kemudian sperma disuntikkan ke dalam sel telur si ibu.(ir/detik.com/Desember 2 - 2009)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Love and Time

Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.

Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.

Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.

Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "

Kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "

Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.

Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.

Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"

Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu”. Anas/Bao Yuan.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, December 1, 2009

What Matters Most

Beberapa tahun lalu di Olimpiade Khusus yang diadakan di kota Seattle, sembilan orang peserta lomba, semuanya cacat mental atau cacat fisik, berkumpul dan bersiap di garis start untuk jalan cepat 100 yard.

Pada saat aba-aba dibunyikan, semuanya mulai bergerak, tidak berjalan cepat tepatnya, tetapi tekad mereka kuat untuk mengikuti lomba itu sampai garis finish. Semuanya bergerak cepat, kecuali satu orang anak kecil yang tersungkur ke jalan asphal, terjatuh berkali-kali, dan mulai menangis.

Kedelapan peserta lainnya mendengar tangisan anak itu. Mereka mulai memperlambat gerakan mereka dan menengok ke belakang.

Kemudian mereka semua berbalik dan mendekati anak itu, setiap orang balik lagi. Seorang gadis dengan penyakit Down Sindrom membungkuk dan mencium anak itu sambil berkata, "Ciuman ini membuat kamu lebih baik."

Kemudian sembilan peserta itu bergandengan tangan satu sama lain dan bergerak menuju garis finish.

Semua penonton di stadion berdiri menyambut mereka, dan sorak sorai membahana selama beberapa menit. Orang-orang yang melihat kejadian itu terus bercerita tentang kisah yang mengharukan ini. Mengapa? Karena di dalam hati nurani kita ada keyakinan bahwa yang paling penting dalam kehidupan ini bukanlah menang bagi diri kita sendiri. Apa yang jauh lebih penting dalam kehidupan ini adalah menolong orang lain untuk menang, meskipun itu harus berarti memperlambat tempo kehidupan kita dan berbalik arah menolong orang lain. Penulis Tak Dikenal, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada 1 Desember 2009.


****

A few years ago, at the Seattle Special Olympics, nine contestants, all physically or mentally disabled, assembled at the starting line for the 100-yard dash.

At the gun, they all started out, not exactly in a dash, but with a relish to run the race to the finish and win. All, that is, except one little boy who stumbled on the asphalt, tumbled over a couple of times, and began to cry.

The other eight heard the boy cry. They slowed down and looked back.

Then they all turned around and went back, every one of them. One girl with Down's Syndrome bent down and kissed him and said: "This will make it better."

Then all nine linked arms and walked together to the finish line.

Everyone in the stadium stood, and the cheering went on for several minutes. People who were there are still telling the story. Why? Because deep down we know this one thing: What matters in this life is more than winning for ourselves.

What matters in this life is helping others win, even if it means slowing down and changing our course. Author unknown

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI