Tuesday, December 1, 2009

What Matters Most

Beberapa tahun lalu di Olimpiade Khusus yang diadakan di kota Seattle, sembilan orang peserta lomba, semuanya cacat mental atau cacat fisik, berkumpul dan bersiap di garis start untuk jalan cepat 100 yard.

Pada saat aba-aba dibunyikan, semuanya mulai bergerak, tidak berjalan cepat tepatnya, tetapi tekad mereka kuat untuk mengikuti lomba itu sampai garis finish. Semuanya bergerak cepat, kecuali satu orang anak kecil yang tersungkur ke jalan asphal, terjatuh berkali-kali, dan mulai menangis.

Kedelapan peserta lainnya mendengar tangisan anak itu. Mereka mulai memperlambat gerakan mereka dan menengok ke belakang.

Kemudian mereka semua berbalik dan mendekati anak itu, setiap orang balik lagi. Seorang gadis dengan penyakit Down Sindrom membungkuk dan mencium anak itu sambil berkata, "Ciuman ini membuat kamu lebih baik."

Kemudian sembilan peserta itu bergandengan tangan satu sama lain dan bergerak menuju garis finish.

Semua penonton di stadion berdiri menyambut mereka, dan sorak sorai membahana selama beberapa menit. Orang-orang yang melihat kejadian itu terus bercerita tentang kisah yang mengharukan ini. Mengapa? Karena di dalam hati nurani kita ada keyakinan bahwa yang paling penting dalam kehidupan ini bukanlah menang bagi diri kita sendiri. Apa yang jauh lebih penting dalam kehidupan ini adalah menolong orang lain untuk menang, meskipun itu harus berarti memperlambat tempo kehidupan kita dan berbalik arah menolong orang lain. Penulis Tak Dikenal, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada 1 Desember 2009.


****

A few years ago, at the Seattle Special Olympics, nine contestants, all physically or mentally disabled, assembled at the starting line for the 100-yard dash.

At the gun, they all started out, not exactly in a dash, but with a relish to run the race to the finish and win. All, that is, except one little boy who stumbled on the asphalt, tumbled over a couple of times, and began to cry.

The other eight heard the boy cry. They slowed down and looked back.

Then they all turned around and went back, every one of them. One girl with Down's Syndrome bent down and kissed him and said: "This will make it better."

Then all nine linked arms and walked together to the finish line.

Everyone in the stadium stood, and the cheering went on for several minutes. People who were there are still telling the story. Why? Because deep down we know this one thing: What matters in this life is more than winning for ourselves.

What matters in this life is helping others win, even if it means slowing down and changing our course. Author unknown

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com