Friday, November 13, 2009

This Is It

Film Michael Jackson, This Is It, sangat menarilk perhatian. Film yang diambil dari persiapan dan latihan untuk konser musik di London, O2 Arena, selama 50 kali pertunjukan tersebut patut disimak. Konser itu melibatkan banyak para ahli, misalnya saja dlsainer kostum Christian Audigier, koreografer Kenny Ortega, body builder Lou Ferrigno yang semuanya hebat di bidangnya.

Saya sendiri belum menonton film tersebut tetapi anak remaja saya yang sudah menonton memberi beberapa poin bagus. Di film ini nampak sekali betapa Michael Jackson menuntut kesempurnaan performa. Dia akan tahu jika ada penari yang salah ketukannya, atau musisi yang kurang pas iramanya. Michael menuntut standar yang sempurna karena dia tahu dan bisa melakukan apapun dengan sempurna. Poin berikutnya, Michael Jackson yang sudah lima puluhan tahun bisa bergerak lincah dan penuh semangat sepanjang konser, ibarat anak muda umur 25 tahunan. Betapa dia berusaha menampilkan energi dan kemampuan terbaiknya, tidak peduli dia telah ada umur.

Teman saya yang sudah menonton film tersebut menambahkan bahwa Michael Jackson adalah orang yang rendah hati. Dia tidak akan membentak-bentak rekan kerjanya yang berbuat kekeliruan. Dia cukup menjelaskan apa yang dia mau dan menegur dengan bahasa yang terhormat apabila dia menemukan kesalahan. Kerendah-hatian Michael Jackson juga ditunjukkan dengan tidak lupa mengatakan "terima kasih" apabila tim kerjanya sudah melakukan apa yang terbaik.

JIka kita melihat Michael Jackson sebagai seorang superstar, kita tidak usah heran, karena orang luar biasa tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat sesuatu yang luar biasa. Bayangkan, tiket konser di O2 Arena untuk 50 kali pertunjukan sudah terjual habis, meski konsernya batal. Sosok Michael Jackson memang fenomenal dan luar biasa di bidangnya.


Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com