Dalam acara Temu Pasien Kanker Payudara yang digelar atas kerjasama Sanofi Aventis dan RS Kanker Dharmais di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (19/8/2009), dr Maria A. Wijaksono, Cert.In PC, MPALL mengatakan bahwa seorang wanita yang divonis kanker payudara membutuhkan semangat dari semua pihak karena emosinya akan terguncang.
Maria mengatakan, umumnya terdapat lima fase reaksi emosional penderita ketika diberitahu penyakitnya ataupun mereka yang baru mengetahui penyakitnya di stadium yang sudah lanjut, yaitu :
1. Fase denial (menyangkal)
"Penderita biasanya mencoba menyangkal kenyataan, dan berkata 'pasti dokternya salah periksa' atau 'saya nggak mungkin kena kanker' setelah diberitahu kenyataan tersebut. Hal tersebut menurut Maria sangat wajar karena mereka masih belum siap menerima pil pahit tersebut.
2. Fase anger (marah)
Pada fase ini penderita marah terhadap kenyataan yang dihadapi. Biasanya mereka berujar 'kenapa harus saya yang kena?' dan emosinya akan melonjak-lonjak. Mereka menjadi sangat sensitif dan emosional.
3. Fase bargaining (menimbang)
Setelah merasa puas meluapkan rasa marah dan kecewanya, penderita pun kemudian menjadi seseorang yang penuh pertimbangan. Mereka menjadi ragu melakukan aktivitas dan memikirkan hal-hal buruk yang akan menimpa mereka.
4. Fase depression (depresi)
Fase ini adalah masa-masa tersulit untuk seorang wanita. "Mereka merasa kehilangan keutuhan pribadi dan integritasnya. Mereka berpikir 'saya tidak akan secantik dulu lagi', kehilangan kontrol, kebebasan, sosialisasi berkurang dan mereka menjadi lebih takut dengan kematian," ujar Maria.
5. Fase acceptance (sadar)
Disini penderita biasanya sudah mulai menerima kenyataan dan merasa harus melakukan sesuatu untuk menyembuhkan dirinya. Mereka juga biasanya mulai mendekatkan dan memasrahkan dirinya pada pengobatan dokter dan juga kuasa Tuhan.
Untuk dapat melewati semua tahapan itu, penderita butuh dukungan dari semua pihak. "Komunikasi yang baik dengan dokter, pasangan dan anak bisa membantu mereka melewati itu semua," ujar Maria. Peran support group juga sangat membantu karena dari situ mereka akan saling berbagi informasi dan menularkan semangat hidup.
Sudah banyak wanita yang sembuh dari kanker payudara, jadi jangan terlalu mendramatisir. Setiap penyakit ada obatnya, asalkan mau berusaha.
"Untuk stadium 1,2 dan 3 dianjurkan operasi, namun pilihan terapinya lainnya seperti kemoterapi, radioterapi dan hormonal juga bisa. Untuk stadium 3B memerlukan kombinasi terapi yaitu kemoterapi neoadjuvan, operasi, radioterapi dan terapi hormon. Sedangkan untuk stadium 4, dibutuhkan kombinasi ditambah dengan biphosponat dan sebagian melakukan operasi paliatif," ujar dr Asrul Harsal, SpPD, K-HOM.
Hidup memang tidak akan pernah semulus yang kita bayangkan. Tapi yang harus diingat, di balik setiap cobaan pasti ada hikmahnya. Berpikir positif dan merubah pola pikir negatif akan sangat membantu para penderita kanker atau siapa saja yang sedang dilanda ujian hidup.
"Kita tidak bisa mengubah kartu-kartu yang sudah dibagikan oleh Tuhan kepada kita, tinggal bagaimana cara kita memainkan kartu itu saja," ujar Maria mengutip salah satu kalimat yang dibuat oleh salah seorang penderita kanker payudara.
Oleh karena itu, terapkan pola hidup sehat dari sekarang. Kurangi menghirup asap rokok, polusi, makanan junk food dan perbanyaklah olahraga, konsumsi sayur dan buah. Ayo lawan kanker payudara, jangan menyerah sebelum waktunya. Sumber: Detik.com/Detik Health/Agustus 2009.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com