Minggu malam saya menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Yang menarik, setelah kedua mempelai yang ganteng dan cantik memasuki ruang pesta, mereka tidak langsung duduk di kursi pelaminan. Mereka berdansa lebih dahulu, saling berpelukan, saling memandang dengan tatapan mesra habis, dan akhirnya berciuman cukup lama dengan romantis, disaksikan para tamu undangan.
Setiap kali kita menyaksikan pesta pernikahan, kita selalu diperhadapkan dengan indahnya dan manisnya pernikahan. Namun setelah sekian lama menjalani kehidupan pernikahan, kita seringkali tidak percaya, koq pernikahan itu tidak seindah seperti pada waktu kita merayakan pernikahan itu sendiri. Ketika itu mungkin kita berkata, "I am incomplete, . . . till the day you came into my life." Sekarang, setelah menikah ada pasangan yang berkata, "I am completely exhausted since the day you came into my life." Atau, capek deh sejak aku ketemu kamu!
Karena saya sudah menerjemahkan buku "Pernikahan Bahagia" ke dalam bahasa Inggeris dan sedang menyunting buku "Keluarga Harmonis", maka saya dapat memastikan bahwa pernikahan itu seharusnya dapat dinikmati dalam kebahagiaan dan keharmonisan. Syaratnya? Kedua pasangan perlu belajar banyak tentang pasangannya dan tentang pernikahan itu sendiri. Tak ada pernikahan yang berjalan dengan sendirinya tanpa upaya bersama dari kedua pasangan. Kita tak dapat bertepuk sebelah tangan, cinta juga tidak enak jika bertepuk sebelah tangan. Jadi? Perlu dua belah pihak yang bekerja habis-habisan membangun keluarga dan rumah tangga, dan menyertakan Tuhan dalam kehidupan pernikahan anda. Pasti bahagia dan harmonis deh!
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com