Tadi malam sekitar jam 10 saya mendatangi apotik 24 jam untuk membeli salep anti nyeri "Feldene". Ketika berada di depan kasir, terdengar tangisan seorang perempuan, cukup keras suaranya. Pembeli lain bertanya, "Ada apa?" Seorang pelayan apotik berkata, "Teman saya kehilangan motor yang tadi diparkir di depan apotik." Pembeli lain itu berkata, "Ketika kita kehilangan motor, lapor polisi tidak ada gunanya. Laporan cuma diterima tanpa ditindak-lanjuti. Mendingan doa saja minta ganti motor yang baru."
Ya, tangisan tidak akan mengembalikan motor yang hilang. Tangisan tidak akan membuat pencuri motor itu iba dan mengembalikan motornya. Tangisan juga tidak membuat iba Tuhan. Namun tangisan dan doa akan menyentuh hati Tuhan.
Minggu pagi saya juga mendengar tentang orang-orang yang menyentuh hati Tuhan, luar biasa akibatnya. Yairus, seorang kepala rumah ibadat, menyentuh hati Tuhan ketika ia menanggalkan rasa jaim-nya dan menyembah Tuhan. Alkitab mencatat: Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." (Markus 5:22-23). Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat yang terpandang. Namun ia merendahkan diri di depan kaki Tuhan. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Tuhan Yesus pada waktu Ia ada di bumi, namun hanya beberapa orang seperti Yairus yang berhasil memikat hati Tuhan.
Ada lagi seorang wanita tanpa nama yang memikat hati Tuhan. Wanita ini sudah dua belas tahun mengalami pendarahan. Wanita yang menderita pendarahan pada zaman itu biasanya dipisahkan, tidak boleh membuat orang lain najis. Wanita ini sudah habis-habisan: habis uang dan habis badannya digerogoti pendarahan. Namun ia tidak kehabisan pengharapan. "Kalau dapat kujamah saja jubah-Nya, maka aku pasti sembuh." Meskipun Tuhan Yesus dikerubuti begitu banyak orang, wanita ini tanpa peduli hinaan dan cemoohon (karena wanita najis tak boleh berdekatan dengan orang-orang lain), dengan susah payah ia berusaha mendekati Tuhan Yesus. Meskipun ia harus merangkak dan merayap di bawah kaki orang banyak, tekadnya satu: menjamah jubah-Nya, maka aku akan sembuh. Iman dan upaya wanita pendarahan ini bekerja dengan baik dan mengeluarkan kuasa dari tubuh Tuhan Yesus, sehingga wanita ini disembuhkan.
Membuat Tuhan terpikat dan tersentuh oleh sikap kita, itu akan memicu terjadinya mukjizat. Coba deh!
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com