Friday, March 27, 2009

Thinking Big

Berpikir Besar
"Karena tak ada yang mustahil bagi Allah." (Lukas 1:36-37)

Saat itu jam 4 pagi di Cape Town, Afrika Selatan, di bulan Juli 2000 ketika seorang pengusaha bernama Graham Power dibangunkan oleh sebuah penglihatan dari Bapa yang datang dalam tiga bagian berbeda. Dalam penglihatan bagian pertama, Bapa memerintahkan Graham untuk menyewa stadion rugby Newlands yang berkapasitas 45.000 tempat duduk di Cape Town untuk dipakai dalam sebuah hari pertobatan dan doa bagi kota itu.

Dalam penglihatan bagian kedua, ia melihat gerakan doa menyebar ke seluruh Afrika Selatan sehingga diadakan hari doa nasional. Dalam penglihatan bagian terakhir, ia melihat aktivitas doa itu menyebar ke seluruh benua Afrika.

Tiga puluh hari sebelumnya seorang hamba Tuhan bernama Gunnar Olson berdiri di mimbar pada akhir sebuah konferensi para pengusaha di Johannesburg, Afrika Selatan dan memproklamasikan Yesaya 60 yang berbunyi: “Bangkitlah dan menjadi teranglah!” pada seluruh benua Afrika, dan dia menyatakan bahwa Bapa akan menggunakan orang-orang Afrika untuk memberkati bangsa-bangsa lain.

Graham taat pada penglihatan itu, dan pada tanggal 21 Maret 2001, banyak orang datang berkumpul di stadion rugby Newlands untuk berdoa dan bertobat. Segera sesudah itu, seorang penjahat yang terkenal kejam di kota itu diselamatkan Tuhan. Kabar-kabar tentang pertemuan itu menyebar dengan cepat, dan pada tahun 2002, delapan kota besar di Afrika Selatan mengadakan hari doa bersama. Menyusul peristiwa itu, anak-anak muda dari segala penjuru Afrika Selatan mengambil bagian dalam acara “jalan pengharapan”, yaitu mereka berjalan kaki dari Bloemfontein menuju delapan stadion dimana pertemuan-pertemuan doa akan diadakan. Peristiwa-peristiwa itu disiarkan melalui televisi.

Pada bulan Juni 2006, apa yang dimulai sebagai “Transformasi Afrika” berubah menjadi Hari Doa Sedunia yang diikuti oleh perwakilan dari 200 negara dari tujuh benua di seluruh dunia. Dan gerakan doa ini masih terus berkembang.

Semuanya itu berawal dari ketaatan seorang pengusaha. Apa yang mungkin Bapa ingin lakukan melalui kehidupan anda? Hal itu harus dimulai dengan ketaatan pada hal-hal kecil dan menggunakan iman anda untuk mempercayai bahwa Bapa sanggup melakukannya. Bagian kita adalah taat. Bagian Tuhan adalah perwujudan hasilnya.
(Naskah asli ditulis oleh Os Hillman, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian pada 27 Maret 2009 di http://pentas-kesaksian.blogspot.com)

****

Thinking Big
"For nothing is impossible with God" (Luke 1:36-37).
It was 4:00 A.M. in Cape Town, South Africa, in July 2000 when businessman Graham Power was awakened by a vision from God that came in three distinct parts. In the first part of the vision, God instructed Graham to rent the 45,000-seat Newlands rugby stadium in Cape Town for a day of repentance and prayer for that city. In the second part of the vision, he saw the prayer movement spreading to the rest of South Africa for a national day of prayer. In the final part of the vision, he saw the prayer effort spread to cover the rest of the continent.

It was only thirty days earlier that a man named Gunnar Olson stood in front of a podium at the conclusion of a marketplace conference in Johannesburg, South Africa and proclaimed Isaiah 60 which said to "Arise and shine" over the continent of Africa and that God was going to use Africa to bless the nations.

Graham was obedient to the vision, and on March 21, 2001, a capacity crowd gathered in the Newlands rugby stadium for prayer and repentance. Soon after, a notorious gangster in the city was saved. News of the first gathering spread quickly, and in 2002, eight cities in South Africa hosted a day of prayer. Leading up to the event, young people from all over the country took part in a "walk of hope" from Bloemfontein to the eight stadiums where the prayer meetings were to be held. The events were broadcast on television.

By June 2006, what began as Transformation Africa became the Global Day of Prayer with participation from 200 nations from seven continents around the world. And this prayer movement is still growing.

It all started from the obedience of one businessman. What might God want to do through your life? It begins with being obedient to the small things and exercising your faith to believe God can do it. Our part is obedience. His part is outcome.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com