Laut Selatan memang terkenal akan ombak yang tinggi, cuaca yang tak menentu karenanya sering kali menelan korban jiwa. Ada sejumlah kapal yang tenggelam dan sulit ditemukan mayatnya.
Salah satu korban penumpang tenggelamnnya KM Lisma Jaya di Muara Asmat, Kabupaten Asmat, Papua, 14 Januari 2009 lalu yang ditemukan tim penyelamat diterbangkan dari Asmat ke Timika 16 Januari lalu untuk dilakukan otopsi.
Jenasah Dr Wendiansyah Sitompul diterbangkan dari Bandara Ewer Asmat dengan menggunakan pesawat Mimika Air Milik Pemerintah Kabupaten Mimika tiba di Bandara Mozes Kilangin Jumat (16/1) pukul 09.00 WIT. Selain jenasah Dr Wendiansyah juga didampingi istrinya Dr Lidya bersama tim Dokter serta Pejabat Pemerintah Kabupaten Asmat yang diwakiili oleh Asisten I Drs George Tuantana serta tim Dokter dari Pemerintah Asmat.
Selain berita di atas yang terambil dari http://cafeinbuti.blogspot.com/search?q=dr+wendiansyah, saya mendengar kabar dari teman isteri Dr. Wendiansyah Sitompul, bahwa almarhum dokter itu menyerahkan satu-satunya pelampung yang dia pegang kepada penumpang lain, dan membiarkan dirinya tenggelam. Itulah pengorbanan seorang dokter yang sangat langka di zaman ini.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com