Monday, January 26, 2009

Almost Give

Ada suatu kampanye iklan yang kreatif beberapa tahun yang lalu, yang disebut "Jangan Hampir Memberi." Tujuannya adalah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan-kebutuhan di sekitar mereka, dan mendorong orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Salah satu iklan itu memperlihatkan seorang wanita tua yang duduk sendirian di kursinya, memandang ke depan dengan tatapan kosong. Si pencerita yang menyertai iklan itu berkata, "Ini adalah Sarah Watkins. Banyak orang hampir menolongnya. Seseorang hampir memasak baginya. Orang lain hampir membawa dia ke dokter. Masih ada lagi orang lain yang hampir berhenti di depannya dan menyapa "Hallo." Mereka semua hampir membantunya. Mereka hampir memberikan diri mereka. Namun hampir memberi sama saja dengan tidak memberi sama sekali."

Iklan itu menyimpulkan dengan kata-kata, "Ingatkah pada saat ketika anda hampir menolong orang? Anda memang berniat, namun anda lupa akan hal itu. Anda terlalu sibuk dan hal itu lewat dari pikiran anda." Yah, itulah manusia, hampir memberi. Namun jika anda hampir memberi, kemungkinan besar orang-orang lain juga hampir memberi. Janganlah hampir memberi! Berilah!"

Ditulis oleh Eric Elder, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihapus ketika anda memforward/mempostingnya dalam website/blog anda. Terima kasih banyak.

*****

There was a creative ad campaign a few years ago called, “Don’t Almost Give.” Its purpose was to raise people’s awareness of the needs around them, encouraging people to help meet those needs.

One ad showed an elderly woman sitting alone in her chair, staring blankly ahead. The narrator said, “This is Sarah Watkins. A lot of people almost helped her. One almost cooked for her. Another almost drove her to the doctor. Still another almost stopped by to say ‘Hello.’ They almost helped. They almost gave of themselves. But almost giving is the same as not giving at all.”

The series of ads concluded with the words, “Remember all those times you almost helped? You meant to, but somehow you forgot. You were too busy and it slipped your mind. Well, it’s only human, this almost giving. But if you almost gave, there’s a good chance everybody else almost gave, too. Don’t almost give. Give.”
Sumber: Eric Elder.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com