Search This Blog

Monday, March 31, 2008

Ayat Ayat Cinta

Mendengar publikasi yang menggebu tentang film AAC, sampai Presiden SBY dengan rombongan para Dubes di Jakarta menonton film ini di Plaza EX, maka saya tergerak membeli buku novel Ayat-Ayat Cinta. Novel fiksi ini ternyata telah menyihir banyak orang sehingga kisah fiktif di dalamnya seolah-oleh kisah nyata, persis seperti yang dilakukan oleh buku The Da Vinci Code.

Saya baru saja membaca bab pertama, di situ dengan cerdik penulisnya, Habiburrahman El Shirazy, seorang intelektual jebolan Al Azhar Kairo, menyampaikan puja puji dari seorang Kristen Koptik, Maria, terhadap Al Qurán. Itu adalah bentuk edifikasi yang cemerlang. Kalau seorang Maria yang Kristen Koptik, Kristen Ortodoks Mesir, memuji-muji agama Islam dan Al Qurán memang tidaklah aneh, karena pemahaman mereka tentang Alkitab sendiri mungkin masih terbatas.

Novel AAC berkisah di Mesir. Dan di dalam bab pertama saja ada pernyataan dari penulis yang keliru, ketika dikatakan bahwa Mesir adalah bumi para nabi. Di dalam Al Qur'an dan Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, para nabi zaman dulu banyak bermukim di Tanah Israel, mulai dari Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Salomo, Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia, Daniel, dan lain-lain.

Karena baru sedikit yang saya baca, ya sekian dulu komentar ini.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Personal Note

Teman saya di Bali menginformasikan ada Tanah Dijual:
Luas 6.300 m2, Letak di daerah Kerobokan - di dekat Cafe Warisan - Bali, Harga Rp. 1,7 Milyar - Negotiable.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Blessings in Small Things

Seringkali kita lupa mengucap syukur atas hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari, padahal hal itu sangat bermanfaat. Ibu Indri Pardede bersaksi bahwa ia pernah mengalami kesulitan buang gas (kentut - maaf) beberapa hari. Akibatnya ia kembung. Perutnya tambah membesar bersamaan dengan kesulitan membuang gas itu. Hal yang sering dianggap sepele ini akhirnya membuat ia harus dirawat di Rumah Sakit.

Kalau mengingat kejadian itu Ibu Indri bersyukur sekali atas kasih karunia Tuhan sehingga ia bisa membuang gas lagi. Itulah berkat Tuhan yang sering luput dari pengucapan syukur kita.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, March 28, 2008

Your Heavenly Father Knows

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia... Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih... Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja... Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon. Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, March 27, 2008

To Bless Other Countries

Tadi malam seorang bankir bercerita kepada kami, ia pernah membangun tiga sekolah di tanah leluhur ayahnya. Ketika akan meresmikan pemakaian gedung sekolah itu, semua anak sekolah di daerah itu diliburkan dan mereka disuruh berbaris di sepanjang jalan yang akan dilalui mobilnya, sambil mengibar-ngibarkan bendera Indonesia, menyambut kedatangannya sebagai tamu VIP. "Sampai malu saya ini! Selanjutnya saya minta mereka tidak usah mengadakan penyambutan seperti itu," kata pemilik bank yang sangat rendah hati itu.

Tadi pagi dia terbang ke Guangzhou, lalu ke Nanping, untuk menyerahkan bantuan pribadi yang diatas-namakan Bapak Gembala Sidang, yang akan diserahkannya kepada Bapak Walikota di Nanping. Yesaya 60:1 "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu."

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Surviving From A Fatal Accident

Luput Dari Kecelakaan Maut
Dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah mendrop klien ke Cengkareng, roda mobil depan sebelah kiri Rudy yang memang sudah aus mulai berbunyi. Namun Rudy berpikir dengan kondisi bannya yang sudah seperti itu, mobilnya masih dapat dikendarai paling tidak sampai ke rumahnya di Bandung. Malam itu di ruas jalan tol Cikampek, Rudy yang sedang mengendarai mobilnya seorang diri hendak menyalip sebuah bis yang ada di depannya. Karena ingin segera tiba di rumah, Rudy memacu kecepatan mobilnya dengan cukup tinggi. Namun justru kecelakaan fatal yang terjadi.

"Waktu itu saya lihat mobil itu terbang di atas bis," kisah Iwan Setiawan, salah satu saksi mata dalam kejadian itu. Iwan pun langsung memberikan pertolongan pertama pada Rudy. Iwan melihat sosok tubuh Rudy yang sudah tergeletak di pinggir jalan. Kabar pun segera disampaikan kepada Yenni, istri Rudy melalui telepon genggam milik Rudy.

Yenni sangat terkejut mendengar kabar itu. Hal pertama yang dilakukan Yenni adalah menelepon kedua orang tua Rudy menyampaikan kabar kecelakaan yang menimpa Rudy. Kegemparan serta merta menghampiri keluarga mereka. Saat tiba di rumah sakit, mereka hanya dapat menyaksikan tubuh Rudy yang tergolek lemah di atas tempat tidur dengan badan yang dipenuhi noda darah.

"Ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik lagi, terlihat dari kreatinin yang menumpuk di darahnya. Hal ini yang menyebabkan pasien koma. Kegagalan ginjal yang kronis seperti itu kemungkinan sembuhnya kecil kecuali jika diadakan pencangkokan ginjal," ujar Dr. Djewaladi, Msc menjelaskan kondisi cedera akibat kecelakaan mobil yang diderita Rudy.

Saat itu Yenni hanya bisa berserah kepada Tuhan. Yenni merasa kalau beban ini terlalu berat untuk dapat ia tanggung sendiri. Yenni pun hanya dapat berdoa menyerahkan Rudy ke dalam tangan Tuhan. Kalau memang Tuhan ingin mengambil Rudy, Yenni hanya meminta agar diberi kekuatan kepada dirinya dan kedua anaknya untuk dapat melalui semua hal ini.

Dukungan doa dari teman-teman Yenni membuat Yenni semakin yakin bahwa Tuhan akan menolong Rudy. Salah satu kelompok ibu-ibu yang datang mendoakan Rudy mengatakan kalau Tuhan sendiri yang akan memulihkan Rudy di atas tempat tidurnya, pulih seperti sediakala. Dan janji itu dipegang Yenni dengan teguh. Keyakinan Yenni akan kuasa doa menjadi penghiburan yang sangat besar bagi Yenni.

Dan memang Tuhan bukanlah Tuhan yang tinggal diam saat anak-anak-Nya berseru kepada-Nya. Tuhan menjawab doa Yenni. Dalam waktu kurang lebih satu minggu, kreatinin Rudy mulai turun sehingga menjadi 6 dan kemudian minggu kedua sudah turun menjadi sekitar 4. Ginjalnya pun sudah mulai membaik. Tuhan Yesus sangat baik sehingga pada hari yang ketiga puluh, Rudy mulai sadar dari komanya.

Melihat keadaan mobil Rudy, semua orang pasti menyangka pengemudinya meninggal dunia. Namun jika Rudy bisa tetap hidup sampai saat ini, semua hanya karena mukjizat Tuhan.

"Saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah berkenan menyembuhkan suami saya," kisah Yenni menutup kesaksiannya.

"Saya sekarang sudah sehat kembali, sudah kembali dapat berolahraga, dapat mengemudi kembali. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan," ujar Rudy menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan 25 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV). Sumber Kesaksian : Rudy Hendra Sujono (Jawaban.com)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, March 26, 2008

The Story of An Ex-Gay

Kisah Jupiter "Jupe" Fourtissimo
Artis tampan kelahiran 3 Februari 1982 itu menyatakan dirinya pernah menjadi gay akibat trauma terhadap pelecehan seksual yang diterimanya ketika kecil. Sebelum pembeberan fakta yang berani dari Jupe, demikian ia biasa disapa, memang tak banyak orang yang tahu bahwa ia dahulu adalah seorang gay, meskipun orang-orang terdekatnya sekalipun.

Memang sudah sepantasnya pengakuan Jupe yang berani itu patut dihargai. Saat ditanya, apa yang menjadi alasan keberaniannya itu, Jupe mengatakan bahwa sebelumnya ia bermimpi bahwa Tuhan menyuruhnya untuk bersaksi akan masa lalunya yang kelam itu. Namun skenario untuk pengakuannya itu berbeda dari apa yang ia rencanakan. Ia percaya bahwa Tuhanlah yang menjadikannya demikian.

"Sebelum wawancara dengan media massa tersebut, saya telah menyiapkan skenario sedemikian rupa. Namun entah mengapa semua terjadi mengalir begitu saja. Yang saya ingat, saya hanya bisa menangis dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan," jelasnya.

Sebelumnya Jupiter adalah seorang pencandu alkohol dan pemakai obat-obatan terlarang. Kehidupan seeprti itu membuat kerohaniannya kering. Karena kebiasaan buruk itulah karier Jupiter di dunia hiburan sempat terancam. Beberapa kontraknya diputus secara sepihak oleh pihak produser.

Hanya saja Tuhan memang punya waktu-Nya buat Jupe. Sejak beberapa tahun belakangan ini ia banyak berubah. Bahkan setahun terakhir ini ia lebih sering mendekatkan diri kepada Tuhan, bahkan sekarang Jupiter saat ini bersekolah khusus untuk menjadi Pendeta.

Kisah masa lalu yang kelam berawal dari masa kecilnya. Ketika kedua orangtua Jupe bercerai, ia dititipkan kepada pamannya. Tak disangka, sang paman ternyata sering melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Pengalaman pahit itu membuatnya tertarik kepada sesama jenis. "Tapi saya bersyukur karena Tuhan menyelamatkan saya. Saya melepaskan semua itu dalam nama Tuhan Yesus. Saya bertobat dan saya dilepaskan karena berkat Tuhan," tegas Jupe.

"Hari itu adalah sehari sebelum hari ulang tahun saya. Saya sengaja tidak bepergian keluar rumah sharian, bahkan juga tidak keluar kamar. Tepat jam 12 malam, saya menyalakan lilin dan memadamkan lampu kamar. Dalam kesendirian itulah saya menangis sepuasnya di kaki Tuhan dan mohon ampunan-Nya. Saat itu saya sungguh hancur hati dan Tuhan pulihkan hidup saya," ungkapnya.

"Tantangan saat pertama setelah lahir baru itu ialah saya harus berubah, dan menanggalkan yang lama," lanjutnya.

Meski diakuinya bahwa tidak mudah baginya untuk berubah. Setelah pertobatannya itu, ia sempat jatuh bangun. Tahun 2002 sampai 2004 ia meninggalkan Tuhan dan tak pernah ke gereja, juga tidak pernah bersaat teduh. Tahun 2005 Tuhan kembali menyadarkannya, hingga puncaknya ia berani mengaku di depan publik tentang masa lalunya.

"Sekarang saya sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Tak ada lagi yang bisa saya sembunyikan. Saya bersyukur atas pengampunan dan kesembuhan dari Tuhan Yesus."

Kini selain bermain sinetron, menjadi model iklan, Jupe juga banyak menghabiskan waktunya untuk pelayanan. Baginya sesibuk apapun pekerjaannya, ia bertekad untuk tetap mengutamakan Tuhan Yesus. "Saya tidak mau disentil Tuhan lagi. Lagi pula lebih enak hidup dekat Tuhan," tandasnya. (Sumber: Tabloid Keluarga Edisi 23/Maret/2008)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, March 25, 2008

Hectic Moments

Hari-hari ini saya sedang sibuk dengan urusan macam-macam, diantaranya urusan perpajakan yang harus diselesaikan sebelum akhir Maret ini. Pada saat seperti ini, sulit sekali punya waktu untuk menulis kesaksian. Namun kata-kata bijak dari Pemazmur dan dari OG Mandino memberi kekuatan lagi.

Mazmur 40:2-6 "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung."

"If I feel depressed I will sing. If I feel sad I will laugh. If I feel ill I will double my labour. If I feel fear I will plunge ahead. If I feel inferior I will wear new garments. If I feel uncertain I will raise my voice. If I feel poverty I will think of wealth to come. If I feel incompetent I will think of past success. If I feel insignificant I will remember my goals. Today I will be the master of my emotions." - Og Mandino

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, March 24, 2008

The Faith of Bleeding Women

Isteri saya biasanya mengalami menstruasi selama 4 - 6 hari. Namun minggu lalu ia terus mengalami pendarahan sampai hari ke 10. Menghadapi itu kami semua cemas dan menganjurkan ia memeriksakan diri ke dokter. Ia menolak dan terus berdoa, memohon mukjizat kesembuhan dari Tuhan.

Ia memilih berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Ditemani anak saya yang memainkan keyboard, mereka menyembah Tuhan sampai masuk ke dalam ruang Mahakudus. Kemudian esok malamnya kami bersama-sama lagi masuk dalam penyembahan yang dalam. Esok harinya pendarahan itu berkurang banyak, dan lusanya sembuh total. Puji Tuhan!
Saya jadi ingat tulisan Joel Osteen di bawah ini yang sangat menguatkan:

Faith of A Bleeding Woman
In Mark, chapter five, there was a woman who had been sick for twelve years. The doctors gave her no hope. But she heard that Jesus was coming through her town. Something deep on the inside said to her, “This is your season. This is your time to get well.” In the natural, when she saw all the people around Him, she thought, “I’ll never get to Him. It’s so crowded and I’m weak. I just don’t think I can do this.” She almost missed her season. But instead of dwelling on those negative thoughts, she started reminding herself, “If I can just get to Jesus, I will be whole.” She made the choice to turn her thoughts in the right direction. She kept pressing her way through the crowd until she got just close enough to Jesus to reach out and touch the edge of His robe. Instantly, she was made whole. Jesus said to her, in Mark 5:34, “Daughter, your faith has made you well.” Notice it’s our faith that activates God’s power. What have you been believing God for? Don’t give up! Press through! Keep praying! Keep asking! Keep seeking! God is faithful! As you press through, He’ll meet your faith with His miraculous power, and you’ll step forward in the victory He has planned for you!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Saturday, March 22, 2008

Empowered By The Pastor

Diberdayakan
Seorang pemimpin Persekutuan Doa sangat memperhatikan kesejahteraan para pengerja yang bekerja sepenuh waktu bagi persekutuan itu. Seperti Bapa membagi-bagikan talenta, ada yang mendapat 1 talenta, ada yang mendapat 2, atau ada yang mendapatkan 5 talenta, demikian juga pemimpin ini mempercayakan modal usaha kepada para pengerjanya. Ada yang diberi Rp. 1 juta, Rp. 2,5 juta dan lebih dari itu.

Salah satu cara untuk melipatgandakan modal kerja itu adalah dengan bertransaksi di pasar modal. Karena anak sang pemimpin itu ahli dalam bidang keuangan dan pasar modal, maka sang anak memberikan tuntunan dan tips bagaimana memilih saham yang blue chips dan akan menghasilkan keuntungan besar. Beberapa orang yang dimodali itu ternyata bisa mendapatkan untung Rp. 1 sampai Rp. 2 juta per minggu. Lumayan. Meskipun mereka aktif dalam bisnis itu, sang pemimpin persekutuan tetap mengajak mereka berdoa secara teratur, karena kalau mereka mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan, maka sebagai orang yang dicintai Tuhan, mereka akan mendapatkan berkat berkelimpahan.

Selain berbisnis di pasar modal, para pengerja yang lain juga didorong berbisnis di bidang lain yang sesuai dengan talenta mereka. Semuanya diberkati Tuhan, sehingga mereka tidak terlalu ngotot mencari "uang persembahan kasih" dari pelayanan.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, March 20, 2008

The Story of A Church in Achen Germany

Kisah ini berasal dari kota Achen di Jerman. Sebuah persekutuan doa orang-orang Indonesia, kebanyakan mahasiswa, di kota itu perlu tempat beribadah yang menetap. Gembala di situ digerakkan Tuhan untuk membeli sebuah gedung gereja. Namun harga properti di Eropa, seperti kita ketahui, mahal.

Pada waktu itu ada gereja Baptis yang mau dijual karena gereja ini akan pindah ke gedung yang lebih besar. Harga yang ditawarkan adalah Euro 650 ribu, atau sekitar Rp. 9 milyar. Bagi gereja Indonesia di Achen, jumlah itu sangat besar. Jemaat mereka cuma sekitar 100 orang. Nampaknya mustahil membayar sebesar itu.

Gembala itu bertemu seorang Penatua dari Abbalove MInistries di Eropa. Ia sharingkan pergumulan jemaatnya untuk memiliki gedung gereja sendiri. Dari pihak Abbalove memberi respons dengan mengirimkan bantuan keuangan, namun jumlahnya tidak terlalu besar. Para pemimpin di Abbalove meneguhkan gembala Achen itu bahwa Tuhan pasti menggenapkan kebutuhan dana mereka. Dalam waktu 9 bulan sejak saat itu terkumpul dana Euro 275 ribu. Untuk membeli gedung itu hanya diperlukan Euro 325 ribu, sisanya bisa kredit jangka panjang dari Bank. Ketika tinggal satu minggu untuk membayar Euro 325 ribu itu, gembala Achen telpon lagi ke Abbalove Jakarta. Pimpinan Abbalove hanya bisa berdoa, dan memastikan bahwa dananya pasti ada pada waktunya. Ketika kurang dari 3 hari dari deadline pembayaran, gembala itu menelpon teman lamanya. Sang teman langsung bilang, "Saya ini digerakkan Tuhan untuk menyumbang Euro 75 ribu, tapi tidak tahu harus diserahkan ke gereja mana?" Ketika gembala itu menceritakan kebutuhan dana mereka, sang teman langsung berkata, "Wah, dari enam bulan lalu harusnya kamu telpon kami, supaya kami tidak bingung memikirkan dana ini harus diserahkan kemana." Akhirnya dana ditransfer dan gedung gereja Baptis itu sekarang menjadi milik mereka. Jarang sekali gereja di Eropa memiliki gedung sendiri, dan gereja di Achen Jerman itu salah satunya. Itulah Tuhan! Dia ajaib, Dia memungkinkan segala sesuatu yang tadinya nampak mustahil. Sumber Kesaksian: Penatua Seno Wijaya

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, March 19, 2008

The Time To Dance

Saatnya untuk Menari!
Tuhan datang padaku dan berkata, "Aku mau engkau bertemu sahabat-sahabat-Ku. "Saya bersukacita dan berpikir bahwa akan bertemu Yesaya, Yeremia, Petrus, Zacharia, Musa." Dia memegang tangan saya dan kamipun terangkat terbang keliling langit, seperti film Karton Loop to Loop. Saya tak takut walaupun berada sangat tinggi dari tanah.

Kami berkeliling dan dapat kurasakan terpaan angin lembut di wajah saya. Dapat saya rasakan tangan-Nya memegang tangan saya dan sangat tinggi dari permukaan tanah dan senang merasakan angin pada wajah saya. Saya tak takut, dan terus memegang tangan-Nya. Tiba-tiba saya melihat wajah-Nya berubah. Dia menatap sesuatu pada bumi dan kamipun mulai turun. Saya pandangi wajah-Nya dan dapat saya lihat mata-Nya, wajah yang penuh kepastian.

Saya terus berpikir bahwa kami tak akan menabrak tanah, tetapi saya lihat wajah-Nya dan ada ketentuan pasti di wajah itu dan saya rasakan sesuatu yang mengerikan muncul pada saya, walaupun tangan-Nya saya pegang. Kami tetap terbang menuju ke bumi dengan kepala tertuju ke tanah dan Dia terlihat seperti tak akan berbalik. Tiba-tiba kami menerobos dan masuk terus ke dalam tanah. Saya rasakan gumpalan tanah. Seperti menonton film aksi. Dapat saya dengar suara meledak di sekeliling kami seperti suara saat berdiri disamping pesawat roket yang siap meluncur. Sangat memekakkan telinga. Kami masuk tembus ke bumi dan wajah Tuhan tak pernah menoleh ke kanan atau ke kiri; sangat pasti, ke depan. Dapat saya lihat dengan mata saya saat mendekat ke bumi, menembus tanah dan ledakan itu saat kami melaluinya. Dapat saya lihat bumi, batu, air, api yang bernyala dan saya rasakan seperti tersengat dan kulit-saya seperti terbakar. Saya sungguh merasakan batu-batu dan bumi yang merobek kuli saya seolah-olah terjadi pada saya. Dapat saya rasakan kesakitan yang sangat dalam mimpi ini.

Tiba-tiba kami menembus keluar bumi dan berada di tempat lain. Saya berdiri disana dan saya lihat tubuh yang terkelupas, kulit saya terkelupas, dan sangat menderita karenanya, tetapi semuanya itu bukan tentang saya. Yesus memandang saya, dekat pada wajah saya, mata dengan mata, dan Dia berkata, "Kumau engkau bertemu teman-teman-Ku." Saya menangis kesakitan. Dan berpikir pasti Dia akan mengerti betapa sakit kulit saya yang terluka dan terkelupas, tetapi Dia tidak melakukannya. Saya lihat sekeliling saya dan saya lihat tempat yang ramai. Saya tak pernah berada di sana sebelumnya, namun saya tahu tempat itu India. Bau yang menyebalkan dan banyak orang dimana-mana. Saya mengikuti Tuhan. Dia tak menoleh pada saya. Seolah-olah Ia mau saya merasakan kesakitan dan luka pada kulit saya. Banyak anak-anak yang saya lihat disana-sini. Ada anak-anak perempuan cantik terkurung dan Tuhan sertai mereka masing-masing. Dia hanya berdiri disana bersama mereka. Mereka dilupakan. Dunia merekalah yang Tuhan sebutkan sahabat-sahabat-Nya. Saya lihat anak-anak kecil terbaring di tanah dengan lalat-lalat pada kulitnya, dan saya lihat mereka meninggal saat di kehidupan yang keji ini dan saat terbangun, Tuhan-pun ada disana, bagi tiap-tiap mereka, Dia ada disana. Tak satupun dari mereka yang terlupakan di mata-Nya, tak satupun.

Sedih saya lihat, bersamaan dengan rasa sakit di tubuh saya, membuat saya menangis. Tuhan berdiri dihadapan saya dan saya pikir pasti Ia mengenai saya saat ini, Ia pasti melihat penderitaan saya,namun Ia berkata, "Sampai hatimu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku." Saya tak sanggup. Berada disana melihat anak-anak meninggal, ibu-ibu yang menarik nafas terakhir, penyakit-penyakit menyebar, dan anak-anak perempuan kecil dijual dan Tuhan terus menerus berkata, "Sampai hatimu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku. Engkau tak mengenal-Ku”. Lalu saya tenggelam dalam tangisan, kejutan terjadi, Tuhan memandang wajah saya, mata bertemu mata lalu berbisik, "Saatnya untuk menari." Ia berbicara seperti itulah senjata rahasia-Nya, menari…

Tuhan menari, kaki-Nya dihentakkan. Kaki sempurna yang menyatakan luka-luka kematian dan kehidupan sedang menari dengan ritmenya, detak suku-suku, kaki-Nya menghentak ketidak-adilan. Tarian yang sangat dahsyat dan hentakkan kaki yang pernah saya saksikan. Menonton Tuhan sendiri, bekas luka oleh pengasihan menari diatas ketidak-adilan atas sahabat-sahabat-Nya. Ia berkata,"Sampai hati-mu terluka dan tersayat menjadi dua,kau tak kenal sahabat-sahabat-Ku. kau tak mengenal-Ku."

Lalu tangan saya dipegang dan kami pergi menuju pusat bumi. Saya rasakan sakit pada kulit saya dan kulit yang terkelupas serta daging yang tersayat dari tulangku dan suara ledakan saat kami melalui bumi. Tiba-tiba kami berada di ruangan Dokter di RS. Awal pikiran saya adalah sakit tubuh saya, saya rasa seperti tak ada kulit pada tulang saya, seperti semuanya terkelupas. Dia berkata,"Ku-mau kau temui sahabat-sahabat-Ku." Saya melihat tempat sampah terisi bayi-bayi mungil. Dapat kulihat kepala dan tangan dan kaki-kaki mungil mengisi tempat-tempat sampah. Beberapa masih hidup dan bergerak, kulitnya terbakar, beberapa kepala diantara mereka hancur, beberapa lagi utuh, mata terbuka dan menatap. Saya terkejut. Tuhan menatap saya dan berkata,"Sampai hati-mu terluka dan tersayat seperti dagingmu, kau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku, inilah sahabat-sahabat-Ku. Mereka-lah sahabat-sahabat-Ku." Saya melihat saat bayi dipegang melalui kakinya dan dibuang pada tempat sampah, bayi utuh. Dapat kurasakan pikiran Tuhan.

"Oh kesunyian di bumi, mereka terlihat seperti dilupakan. ENGKAU TAK DILUPAKAN! ENGKAU TAK TERLUPAKAN! ENGKAU TAK TERLUPAKAN!” Sunyi di bumi, namun suara mereka terdengar di telingah sang Bapa,Allah Maha Tinggi. Jeritan-nya tak terhenti di koridor Surga. Terdengar pagi dan malam, malam dan pagi, tangisan mereka MENARIK PERHATIAN SURGA. SELURUH PERHATIAN TERTUJU PADA MEREKA, telinga ALLAH MAHA TINGGI. Saya menjerit. "KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, LOU. KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, Lou Engle! KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, LOU!" Saya lihat di koridor Sorga dan bahwa nama Lou Engle dikenal. Lou kenal sahabat-sahabat Tuhan.

Saya dengar tangisan bayi-bayi terus-menerus melalui koridor Sorga, terlihat hening di bumi, yang terlupakan oleh bumi, namun tangisan mereka mendapat telinga Bapa dan pagi dan malam serta malam dan pagi menangis bagi keadilan di bumi, menangis bagi keadilan mereka yang telah mengambil kehidupannya. Namun.....di seberang sana MEREKA BERSUARA!!! Pagi dan malam serta malam dan pagi.....menangis akan keadilan di bumi......dan MEREKA mendapat TELINGA SANG BAPA! Dan lagi, Tuhan memandangi saya dan berkata, "Sampai hati-mu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, kau tak mengenal Sahabat-sahabat-Ku, kau tak mengenal-Ku."

Saya menangis lalu Tuhan memandang saya, dekat di wajah saya, dan berbisik, "Saatnya untuk menari." Dia memulai "Tarian Baru" dengan kaki yang sempurna yang telah menapak bagian bumi tertinggi, sekarang kaki-kaki tersebut menari dan berdetak, tepat diantara klinik pengguguran bayi. Sangat dahsyat. Di saat saya sangat terluka Tuhan akan berkata,"Saatnya untuk menari. Saatnya untuk berperang,menari ialah berperang." Dia menghentakkan kaki, dengan ritme baru, detakan kaki-Nya. Bukan dua langka, hanya mendetakkan kaki pengadilan akan ketidak-adilan, dengan kaki-Nya sendiri Ia Berkata, "Hanya nantikan saja hingga seluruh bumi bergabung dengan-Ku dalam tarian ini, beberapa telah bergabung dengan-Ku dan Aku membuka undangan namun engkau hanya menari saat hati-mu sangat terluka dan tersayat."

Lalu Ia datang kepada saya dan berkata, "Aku mau engkau bertemu beberapa dari sahabat-sahabat-Ku." Dan kami-pun pergi melewati pertengahan bumi, lagi-lagi. Saya hampir tak dapat berdiri. Hati saya hancur. Kulit saya tersayat. Saya lihat ke bawah dan terlihat seperti kejatuhan bom disamping saya. Kami berjalan di jalan yang sangat, sangat ramai. Dia berjalan didepan saya, sedang saya dalam kesakitan yang sangat, ingin sekali agar Ia berjalan perlahan, namun bukan mengenai saya. Dia mau saya merasakan penderitaan, sebab Ia mau hati saya MENGENAL penderitaan, memeluknya dan memilikinya sebagai milik saya. Dia menunggu saya berjalan disamping-Nya.Tempat ini Israel. Saat yang lain saya lihat Dia menyondong pada seseorang, seolah-olah berkata,"Hello" atau "Syalom". Dia tak berbicara, hanya menyondongkan kepala. Dia memandang mata mereka dan menyondongkan kepala-Nya dan saya lihat orang yang didatangi-Nya, mata mereka membesar. Saya lihat juga hati mereka dan saya lihat nyala terang. hanya sesaat, Yesus membuka hati mereka dan mereka dapat MELIHAT DIA, sebagai Yesus, Mesias. Saya dapat melihat kedalam mereka saat kami berjalan di jalan Yerusalem di saat dimana tiba-tiba mata hati mereka dibuka oleh Tuhan dan nyala terang mulai bersinar dalam hati mereka.

Beberapa orang diantara mereka saya tahu mempunyai wewenang, pemimpin-pemimpin Yahudi dalam golongan Yahudi – Rabbi-Rabbi. Dapat saya lihat sejenak Tuhan membuka mata mereka; Saya lihat Tuhan menampakkan diri-Nya. Dia menampakkan diri-Nya kepada beberapa Rabbi-Rabbi di daerah itu, dan hanya dalam sekejap, Api penglihatan ini mulai membakar hati mereka, dalam sekejap mata hati mereka terbuka. (Masmur 102:17 Bila Tuhan sudah membangun Zion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya.)
Kami mengikuti Rabbi-Rabbi ini ke kamar atas mereka dan saya melihat mereka jatuh berlutut dan menangis, “Ini merubah SEMUANYA. Ini merubah SEMUANYA.” Saya dapat melihat Tuhan berdiri dan meniup api dalam hati mereka dan sedikit demi sedikit mulai menyala tak terkendali . Saya melihat api dalam hati mereka menjadi seperti 'Api yang menutup kulit mereka." Ku-lihat api ini terus menyala hingga hari yang ditentukan tiba saat Rabbi-Rabbi ini tak dapat menahan lagi dan mereka akan berteriak di atas gunung-gunung, "Yeshua adalah Mesias"......YESHUA ADALAH MESIAS!" Saya sebenarnya sedang berpikir bagaimana kami berdoa dalam kumpulan doa kami di Kota Kansas, bahwa Tuhan Yesus akan muncul, dalam kemuliaan-Nya. Dia sungguh, sungguh mulia.

Saya menoleh dan saat pertama kali saya pandang wajah Yesus dan air mata yang jatuh di pipi-Nya dan saya dengar Ia berkata, "Oh Yerusalem, Oh Yerusalem." Saya rasakan dihati saya belas kasihan dan cinta yang dimiliki-Nya bagi Israel. Dan saya rasakan sakit hati kekasih itu ketika tak ada yang mencintai-Nya sebagaimana Cinta-Nya pada Israel dan Ia memandang saya, dan berkata lagi, "Sampai hati-mu terluka dan tersayat, sama seperti kulit-mu,engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku.Engkau tak mengenal-Ku." Dalam hati saya, saya rasakan cinta-Nya yang mendalam bagi Israel. Seperti Yakub mencintai Rahel, Elkana mencintai Hannah, namun belas kasih-Nya menyeluruh lebih dari cinta alami. Saya menangis dan air mata saya membasahi luka di daging saya, walaupun demikian saya tak dapat berhenti saat saya berpikir bahwa saya tak sanggup lagi, dan terjatuh di lantai, Dia berbisik, "Saatnya untuk menari."

Tiba-tiba kami berada di Tembok Ratapan dan Tuhan memulai lagi, menghentakkan kaki, menghentak, ritme ini, tarian ini dengan kaki sempurna-Nya, tak pernah saya lihat sebelumnya. Selalu terjadi pada saat saya merasa terluka dan berduka Tuhan akan berkata, "Saatnya untuk menari." Saya dapat merasakan kehadiran Kuasa dan kuasa tarian ini, menari karena ketidak-adilan. Oh, alangkah indahnya menyaksikan saat Anak Allah menari dengan kaki sempurnah berputar dan berdansa atas ketidak-adilan. Yesus terus mengatakan, "Saatnya untuk menari. Saatnya untuk menari." Ada tarian baru yang muncul, yang muncul pada saat kita menyembah-Nya dan hati kita bagi bumi yang hina ini, bagi mereka yang terlupakan, namun yang disebut Tuhan sahabat-sahabat-Nya dan saat hati kita sungguh hancur, SAAT ITULAH saat menari. Oh, alangkah indahnya saat RAJA segala raja, Hakim seluruh bumi dan kaki sempurna yang berbekas luka pengasihan, mulai berdansa dan menghentakkan ketidak-adilan. Sebuah tarian bermakna. Hentakkan kaki bermakna! Saatnya menari. Dan saya tahu dalam mimpi saya dimana kami berjalan di Yerusalem, terus ke atas puncak Tembok Ratapan, dimana Ia memulai tarian-Nya. Saya tahu bahwa Ia telah menampakkan diri-Nya kepada orang-orang penting dalam golongan Yahudi, bahkan Rabi tertinggi dalam golongan Yahudi, di tengah-tengah tarian-Nya, saya lihat mata mereka terbuka. Dapat saya lihat kedalam hati. Hati mereka mulai bergejolak. Saya lihat Tuhan menaruh dalam hati mereka, "pengenalan" bahwa Dia-lah Mesias itu. Saatnya telah pasti ketika Rabi-Rabi tertinggi ditentukan di bumi, waktu Tuhan – Dia akan mengaduk hati mereka dan hati mereka akan bergejolak dan mereka berlari ketempat tertinggi di Yerusalem dan berseru ke seluruh Yerusalem, Yeshua adalah Mesias. Yeshua ADALAH MESIAS!

Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama Tuhan. Saat ini, mereka menyembunyikan-Nya dan menanyakan diri mereka sendiri jika hal itu sungguh-sungguh terjadi. Telah ditentukan saatnya dan hari-hari ke depan, Dia sedang menampakkan diri-Nya dan membuka mata hati manusia dan menyalakan api dalam tulang-tulang itu. Saya lihat Rabi-Rabi ini melonjak dengan Firman Tuhan, menyatakan penampakan-Nya. Sedang terjadi. Saatnya telah ditentukan. Sedang terjadi hari ini.
Yeremiah 20:9 Tetapi apabila Aku berpikir, "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan Firman lagi demi nama-Nya,"maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti menyala-nyala,terkurung dalam tulang-tulangku. Kemudian, Tuhan berkata lagi,"Sampai hatimu tersayat dua dan hatimu terbelah dua, seperti dagingmu,engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku." Saatnya untuk menari!
Sumber Kesaksian: Julie Meyer, pemimpin puji-pujian pada International House of Prayer di Kota Kansas sejak tahun 1999.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, March 18, 2008

The Transformation of A Ladies Boy

Dari Banci Menjadi Pria Sejati
Anisa adalah seorang banci asal Jawa Barat. Ia mencari peruntungan di Semarang. Seperti kebanyakan banci, ia terjerumus ke dalam dunia pelacuran. Mudah diduga, ia mudah terserang berbagai penyakit.

Dalam keadaan sakit parah, ia terbaring sendirian di kamar kontrakannya. Dalam penderitaannya ia melihat pemandangan yang mengagetkan. Di kamar itu datang seorang pria yang tampan namun sorot matanya tidaklah nakal, melainkan penuh kasih dan kekudusan. Pria ini tersenyum kepadanya. Secepat kilat ia ingat bahwa wajah pria ini sering dilihatnya di kalender-kalender. "Wah, Tuhannya orang Kristen koq ada di sini?" pikirnya. Pria itu berlalu.

Ia bertanya-tanya, mengapa Tuhannya orang Kristen mau datang ke rumah kontrakannya yang kumuh? Mengapa Dia mendatangi orang penuh dosa seperti dirinya? Beberapa hari kemudian ketika masih terbaring di kamarnya ia sedang mengharapkan kesembuhan atas penyakitnya. Tiba-tiba di kamarnya datang lagi Tuhannya orang Kristen. "Kalau Engkau memang benar-benar Tuhan, sembuhkan saya! Kalau saya disembuhkan, saya akan percaya dan menyembah Engkau," katanya memberanikan diri. Pria itu tersenyum, lalu menjamah tubuhnya. Seketika itu juga ada aliran hangat mengalir ke sekujur tubuhnya. Aliran itu begitu penuh kasih dan kuasa. Ia mulai merasakan tubuhnya segar dan sehat. Penyakitnya hilang lenyap.

Di tempat lain di JKI Injil Kerajaan di Semarang, ada seorang staf yang senang berdoa bagi kaum waria. Pada suatu hari ia meminta ijin kepada Pdt. Petrus Agung untuk melayani kaum waria. Ia mendatangi suatu komunitas waria di kota Semarang. Ketika ia bertemu mereka, ia bertanya apakah diantara mereka ada yang pernah mendengar tentang Yesus. Salah seorang dari mereka berkata dengan mantap.
"Saya kenal Dia!"
"Oh ya?"
"Saya pernah ketemu Dia. Dia menyembuhkan sakit saya dengan ajaib. Saya mau percaya dan menyembah-Nya."

Akhirnya beberapa orang dari kalangan waria itu diajak ke sebuah ibadah anak-anak muda. Wah, ada kehebohan ketika para waria itu dengan gayanya yang khas memasuki ruang ibadah. Namun mereka diterima di antara mereka. Sejak saat itu Anisa, yang mengalami perjumpaan dengan Kristus sendiri, terus bertumbuh dalam iman dan bersemangat memperkenalkan Juruselamatnya. Ia kemudian dibaptis dan mengubah namanya menjadi Salomo, dan sejak saat itu ia berpakaian dan berperilaku sebagai pria sejati. Sekarang ini ada ibadah khusus bagi kaum waria di Semarang, dan salah satu pengerjanya adalah Salomo yang mengalami sendiri betapa Tuhan itu hidup!
Segala puji dan hormat hanya bagi Dia! (Sumber Kesaksian: Pdt. Petrus Agung)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, March 17, 2008

The Value of A Boucket of Flower

Nilai Dari Seikat Kembang

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."

"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.

"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri. (Sumber: Internet)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

A Worthy Awaiting

Penantian Yang Tidak Sia-Sia
Suaminya tergeletak sakit ginjal. Sudah berbulan-bulan ia sangat menderita karena uang simpanan mereka habis untuk berobat dan biaya rumah sakit, sementara sang isteri tidak bekerja, sehingga masalah keuangan keluarga menjadi sangat serius. Akibatnya, anak perempuan satu-satunya terancam dikeluarkan dari sekolah karena sudah tiga bulan menunggak uang sekolah. Kepala Sekolah sudah mengancam kalau tanggal 10 bulan itu ia tidak membayar tunggakan semua uang sekolah maka anaknya harus drop out dari sekolah.

Sang isteri hanya bisa pasrah kepada Tuhan dalam doa dan iman. Ia banyak mengadakan saat teduh pribadi, sehingga pada suatu hari ia mendengar Tuhan katakan, Uang sekolah akan tersedia pada tanggal 10 bulan ini. Pada tanggal 10 pagi hari ia belum punya uang sama sekali, namun ia percaya bahwa yang berkata-kata di dalam hatinya adalah Tuhan yang berjanji dan tidak mungkin ingkar atau lalai menepati janji-Nya. Pagi hari tanggal 10 itu anaknya bertanya, ”Ma, udah ada uangnya?” ”Pasti ada hari ini.”

Sang ibu datang menghadap Kepala Sekolah. Ia tidak tahu harus berkata apa, namun untuk menyelamatkan sekolah anaknya ia datang juga.
”Mau bayar sekarang, Bu?”
”Ya, pak.”
”Mana uangnya? Ingat kan, hari ini terakhir kami bisa memberikan toleransi.”
”Ya, pak. Kan hari ini belum habis. Saya mohon izin ke luar sebentar ambil uangnya pak.”
”Ya, silakan saja, Bu. Jangan terlambat. Hari ini anak ibu keluar atau terus sekolah di sini.”

Ibu itu keluar lingkungan sekolah tidak tahu mau kemana. Ia berjalan menyusuri trotoar hingga mencapai halte bis. Ia menunggu di situ. Tak tahu juga siapa yang ia tunggu sebenarnya, namun ada bisikan di hati, ”Tunggu di sini!” Sambil menyandar di pagar halte ia diam saja. Berganti-ganti bis datang dan kondekturnya menawarkan si ibu ini naik. Berkali-kali juga ia menggelengkan kepalanya. Satu jam berlalu. Rasanya lama. Dua jam berlalu. Ia tidak tahu harus ketemu siapa di situ. Apakah firasatnya benar, apakah kata-kata itu dari Tuhan agar ia menunggu seseorang di halte itu? Dan tiga jam berlalu lagi.

Seorang ibu yang parlente datang ke halte. Ia sedang berbicara di HP dengan seseorang. Nampaknya ibu ini agak kesal karena belum dijemput juga. ”Sekarang jemput ya, di halte jalan anu anu. Ike gak mau nunggu lama di sini, panas!” Setelah selesai bicara di HP ibu ini melirik sang ibu yang sudah tiga jam berdiri di situ.
”Lagi nunggu juga?”
”Ya, Bu!”
”Nunggu siapa?”
”Gak tau juga. Saya tadi dari sekolah anak saya. Dia akan dikeluarkan kalau saya tidak bisa bayar uang sekolah.”
”Lho, koq?”
”Ya, bu. Suami saya sedang sakit keras, tidak bisa kerja. Jadi, kami sudah tidak bisa membayar uang sekolah selama 3 bulan. Hari ini terakhir batas pembayarannya. Kalau kami tidak bayar, anak saya harus keluar dari sekolahnya.
”Oh, begitu. Dimana sekolahnya?”
”Di seberang sana, Bu!”
”Nanti kita ke sana bersama suami saya ya?”

Beberapa menit kemudian sebuah mobil sedan mewah mendekati halte itu.
”Tuh, suami saya datang, yuk ikut kami.”
Di dalam mobil itu sang nyonya menceritakan sedikit tentang wanita yang diajaknya serta. Ia katakan kepada suaminya agar mereka datang ke sekolah di dekat halte itu. ”Berapa tunggakan uang sekolahnya?”
”Tiga ratus ribu...”
”Ya, sudah, kami akan bayar tunggakan itu ditambah uang sekolah bulan ini.”
”Terima kasih banyak, Pak, Bu!”

Bersama-sama mereka menghadap Kepala Sekolah.
”Pak, kami akan bayar tunggakan uang sekolah anaknya ibu ini.”
”Oh, ya! Bapak dan Ibu keluarga ibu ini?”
”Ya...”

Setelah urusan pembayaran uang sekolah beres, anak perempuan itu dipanggil ibunya menemui bapak dan ibu penolong mereka. Sang anak perempuan yang sangat berterima kasih atas pertolongan mereka menundukkan kepala sangat.
”Terima kasih, Tante!”
”Jangan berterima kasih sama saya, yang bayar adalah suami saya.”
”Terima kasih, Oom!”
”Jangan berterima kasih sama saya. Itu dari Tuhan!”

Karena melihat bahwa anak itu pintar dan baik hati, maka pasangan suami isteri itu memutuskan untuk menjadi orangtua asuh bagi anak ini. Segala biaya dan keperluan anak itu akan ditanggung semua oleh mereka.

Ketika mereka mengantarkan ibu itu ke rumahnya, ternyata suami ibu ini sudah meninggal. Mereka melihat rumah ibu itu yang kumuh, lalu tergerak merenovasi rumah itu. (Sumber Kesaksian : Andreas Melkisedek)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Personal Notes

To Whom It May Concern:

Sorry, last week March 13-14, I was attending Dr. Morris Cerullo Conference at Istora, Jakarta. And the worst, the internet connection at my office has been broken down since last Friday. So, I have to post the stories from my home facility.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, March 12, 2008

Mas Adi Prasodjo SH

Hari Senin lalu kami ngobrol-ngobrol dengan mas Adi Prasodjo, pemain perkusi di GMB dan TrueWorshipper (TW). Meskipun kini mas Adi tidak diajak lagi bermain di TW, tak nampak sedikitpun rasa kecewa atau kepahitan di wajahnya. Ia tidak memusingkan lagi apakah ia masih mendapat royalty dari rekaman-rekaman TW yang lalu. Ia orang yang sangat legowo.

Sambil makan belimbing muda (masih hijau) yang pasti sangat asam, ia cerita ngalor ngidul. Diantaranya ia bercerita tentang seorang anggota Kopassus yang mau menghabisi sebuah keluarga. Ketika bertemu dengan orang ini di sekitar rumahnya, orang ini sangat berangasan. Dia berteriak-teriak mau membunuh sebuah keluarga. Ia membawa sebuah tas plastik yang ternyata belakangan diketahui isinya adalah Senapan Mesin M 16. Dengan sabar mas Adi mengajak orang ini agar menenangkan diri dulu dan ia mengajak dia ke Starbucks. Ketika akan memasuki kedai Starbucks di Plaza Indonesia, penjaga pintu memeriksa bungkusan plastik itu dan diketahui ada M 16. Buru-buru laki-laki itu mengeluarkan kartu anggota Kopassusnya.

Mas Adi memancing segala unek-unek orang ini. Dengan emosi pria ini menceritakan latar belakang mengapa ia mengamuk dan mau membunuh satu keluarga. Intinya, orang ini merasa tertolak. Ia sangat sakit hati dan kepahitan. Dengan penuh kasih akhirnya mas Adi mengajak orang itu menginap di rumahnya, padahal orang ini belum dikenalnya. Orang itu menangis terharu karena masih ada orang yang mau menerimanya.

Ketika mereka kembali di rumah mas Adi, orang-orang di rumah itu berkomentar: "Mas Adi, gimana laki-laki ngamuk tadi?" Mas Adi memberikan kode dengan gerakan wajahnya agar mereka diam karena yang bersangkutan ada di sebelahnya. Tapi dasar pembantu, orang-orang itu tidak mengerti.
"Iya, mas, masa ada orang serem begitu sih!"
Pria yang sedang diomongi mereka ini hanya senyam senyum saja.
"Sudahlah, dia ini orangnya yang tadi. 'Kan gak serem lagi ya?" kata mas Adi harus menjelaskan kepada mereka.

Mas Adi dikenal sebagai orang yang murah hati, gampang memberi tumpangan kepada orang baru. Seorang tukang bakmie ditampung di rumahnya berbulan-bulan, tinggal tanpa bayar, dan menggunakan rumah itu untuk memasak dan mempersiapkan dagangannya. Tukang bakmie ini berdagang di dekat rumah mas Adi. Sekarang tukang bakmie ini sudah pergi, karena ia telah mengumpulkan cukup uang untuk biaya sekolah anaknya di desa.

Banyak orang telah ditolong mas Adi. Macam-macam saja persoalannya. Pernah ia menasihatkan seorang pelacur kelas atas agar meninggalkan profesinya. Wanita cantik ini menantang, "Kalau benar Tuhan itu ada, coba sekarang saya minta uang dari Tuhan!" Mas Adi langsung memberi segepok uang, bukan untuk transaksi seks. Jumlahnya cukup lumayan. Wanita itu menangis tersedu-sedu, betapa ada orang yang tidak dikenal, mau memberi dia uang tanpa pamrih harus melayaninya di tempat tidur.

Mas Adi memang banyak temannya. Ia banyak menolong orang yang kesusahan, padahal ia sendiri banyak persoalan. Ia berkhotbah dengan tindakan nyata. Ia menjabarkan Kabar Baik melalui perilaku dan perbuatannya.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

What is love?

The definition of love...as told by children 4-8 years old!

Love is...When someone hurts you... even when you hurt terribly...you don’t cry because you know it will hurt the person who has hurt you! Mathew – 6 years old

Love is...When my Granny had athritis, and couldn’t paint her nails...my Granpa did it for her, even though he had athritis too... Rebbecca – 8 years old

Love is... When a girl uses perfume and a boy uses after shave...and they go out together...and smell one another. Carl – 5 years old

Love is... When you know that your older sister loves you...because she gives you all her old clothes...and has to go out and buy new! Lauren – 4 years old

Love is...When an old lady and an old man...are still good friends even though they’ve known one another for a long time. Tommy – 6 years old

Love is... When someone loves you...the way they say your name... It’s different! Billy – 4 years old (beautiful!!!!!!!)

Love is... When you go out and offer your potato chips to someone, without waiting for the other person to offer you his! Chrissy 6 years old

Love is... If you want to learn to love better...start with a friend you don’t like! Nikka - 6 years old

Love is...When you tell someone...something bad about yourself...and you are scared that, that person won’t love you because of what you said...then that person surprises you by loving you even more! Samantha – 7 years old
(Note the deepness in this expression)

Love is...When Mommy sees Daddy all sweatty and dirty...but still tells him..."You are still more handsome than ROBERT REDFORD“ Chris – 8 years old.

Love is...When you tell a boy that he is wearing a beautiful shirt...even though he wears the same one everyday! Noelle – 7 years old

Love is...To hug...to kiss...to say NO! Patty – 8 years old

Love is...When your pet dog licks your face...even though you have left it all alone the whole day! Mary Ann – 4 years old

Love is... When you love someone...your eyes roll up and down...and little stars shine from them! Karen – 7 years old

Love is...GOD could have said magic words to be released from the nails on the cross...but HE didn’t...That is LOVE! Max – 5 years old
(For sure the best definition of love I have ever heard)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, March 11, 2008

I Saw Heaven in 8 Hours (3)

MELIHAT SORGA (3)
Kemudian di kejauhan dan dari kota tersebut, saya melihat seorang sosok yang penuh wibawa dengan jubah putih sedang menunggangi kuda putih. Semakin sosok ini mendekat kepada saya, malaikat-malaikat tersebut tidak berhenti memuji dan meninggikan nama Tuhan. Figur ini datang ke arah saya kira-kira jaraknya 4 meter dan bentuknya sangat indah, jauh lebih indah daripada malaikat-malaikat lainnya. Saya mengharapkan dia untuk berkata kepada saya, tetapi dia malah melihat saya untuk beberapa saat dan berkata, ”Saya adalah Michael yang bertugas menjaga kamu dan gereja di muka bumi!” Saya telah melihat malaikat Michael muka dengan muka dan dia sangat indah! Dia membalikkan badan dan menunjukkan saya suatu jalan untuk masuk ke kota sorga. Dia berkata, ”Masuklah! Tuhan Yesus sedang menunggu kamu!” Saya sedang berjalan menuju kota sorga dan selama saya berjalan, malaikat-malaikat bersorak dan memuji Tuhan. Saya menangis dan menangis selama saya melihat kota tersebut.

Kota sorga itu terbuat dari emas murni dan pintu-pintu gerbangnya terbuat dari mutiara. Permukaan lantainya terbuat dari kristal. Saya tidak pernah melihat hal ini sebelumnya di bumi dan tidak ada seorangpun yang bisa membuat seperti ini. Arsiteknya adalah Tuhan sendiri dan Tuhan alam semesta. Saya berada di luar kota dan gerbang pintunya terbuka lebar. Sewaktu gerbangnya terbuka lebar, saya bisa melihat ke dalam dan dinding-dindingnya terbuat dari batu rubi, safir, dan mutiara. Mereka sangat berkilauan. Dan di dalam kota, berjuta-juta kali berjuta-juta suara memuji Tuhan. Saya jatuh tersungkur dari luar mendengar hal ini. Saya mendengar suatu suara yang mengguncangkan sorga dan di balik suara ini, ada berjuta-juta pujian kepada Tuhan berkata, ”Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan dan Bapa. Bagi-Nya semua kemuliaan dan hormat selama-lamanya Amin!” Suara yang berkuasa ini berkata, “HIDUPLAH KUDUS, KARENA AKU KUDUS. HANYA YANG HIDUP KUDUS YANG BISA MASUK KE TEMPAT INI! TANPA KEKUDUSAN, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG BISA MELIHAT TUHAN.” Tanpa kekudusan, tidak ada seorangpun yang bisa melihat Tuhan.

Suara tersebut berkata, “Masuklah” dan saya memasuki kota tersebut. Saya melihat sebuah tahta dengan api dan api tersebut keluar dari tahta, saya melihatnya dan saya melihat Yesus, Raja atas segala raja, dan Tuhan atas segala tuhan. Saya jatuh tersungkur ke tanah dan saya tidak mempunyai kekuatan. Tangan-Nya keluar dari api dan menyentuh saya dan Dia berkata, “Bangunlah!” Saya mendapat kekuatan dan berdiri. Saya kemudian menyentuh kaki-Nya, tangan-Nya dan tubuh-Nya. Ketika saya melihat wajah-Nya, muka-Nya tidak seperti artis-artis di bumi mengambarkan muka-Nya! Banyak orang membuat dewa-dewa dari kayu dan gambar-gambar lainnya. Tetapi saya ingin memberitahukan kepadamu, bahwa Yesus tidak seperti gambaran-gambaran tersebut. Dia sangat kuat dan perkasa! Dia bukan Tuhan yang tidak ada apa-apanya. Dia Maha Kuasa!Dia hidup!” Dia kemudian melanjutkan, ”Beritakan kepada gereja-Ku di bumi bahwa Aku ada! Aku benar-benar hidup dan ada! Katakan kepada umat-Ku bahwa Sorga itu nyata dan Aku menantikan mereka!”

Kemudian Tuhan berkata kepada saya, “Mari, berjalanlah bersama-Ku dan Aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu yang luar biasa.” Kami melihat ke bawah dan dari lantai yang kami pijak, kami bisa melihat planet bumi dan semua yang dikerjakan di atas muka bumi. Tuhan berkata, “Aku bisa melihat segala sesuatu yang gereja-Ku kerjakan!” Tuhan tahu segala sesuatunya apa yang kita kerjakan dan saya bisa melihat banyak dari umat-Nya di Sorga. Tuhan berkata kepadaku, “Lihat gereja-Ku!” dan saya melihat saudara melawan saudara dan gereja melawan gereja. Kata Tuhan, “Gereja-Ku telah kehilangan iman, mereka tidak mau percaya kepada-Ku, kejahatan telah bertambah-tambah di muka bumi, dan orang tidak mau percaya bahwa Aku ada. Katakan kepada umat-Ku bahwa Aku akan melakukan sesuatu yang luar biasa di muka bumi! Gereja-Ku malah berpaling daripada-Ku dan bukannya bertumbuh.” Tuhan mulai menangis untuk gereja-Nya dan Dia berkata, “Gereja ini bukan gereja-Ku!” Saya berkata, “Tuhan, jangan berkata seperti itu! Tentu kami adalah gereja-Mu.” Kemudian Tuhan berkata, ”Tidak. Gereja-Ku berjalan dengan kuasa dan tanda-tanda mukjizat! Gereja-Ku telah menurun! Bagaimanapun juga, katakan kepada mereka, Aku akan mengangkat mereka kembali!”

Tuhan berkata kepada saya untuk tetap berjalan bersama dengan Dia dan kami melewati sebuah pintu dan jalannya beralaskan emas. Saya mulai berlari sepanjang jalan emas dan mengambil debu emas dan menaburkan ke seluruh tubuh saya. Kemudian Tuhan berkata untuk berjalan ke arah-Nya dan memberitahukan kepada kita semua bahwa banyak jalan-jalan emas di sorga. “Semua ini adalah untuk kepunyaan umat-Ku,” kata Tuhan, “Tetapi, di gereja-Ku, banyak sekali pencuri-pencuri yang mencuri persepuluhan dan persembahan! Katakan kepada umat-Ku bahwa tidak ada pencuri yang bisa masuk ke dalam kerajaan sorga.” Kita perlu meluruskan hidup kita untuk Tuhan. Kemudian kami melihat sebuah meja yang sangat panjang untuk berjuta-juta orang dengan banyak makanan dan buah-buahan. Disana juga banyak mahkota dan mangkok kristal untuk minum. Tuhan berkata, “Ricardo, semua ini telah disediakan untuk umat-Ku!” Meja ini telah disiapkan untuk pernikahan Anak Domba.”

Saya juga mengetahui bahwa ada seorang wanita yang pernah dibawa ke sorga dan melihat malaikat-malaikat sibuk mempersiapkan perjamuan pernikahan! Saya berkata kepada Tuhan, “Kenapa wanita ini melihat malaikat-malaikat sibuk mempersiapkan perjamuan tetapi saya tidak melihat persiapannya sedang dikerjakan?” Tuhan berkata, “Itu karena persiapannya sudah selesai!” Di sana banyak mahkota untuk mereka yang bekerja dan taat kepada Tuhan. Saya berkata,” Tuhan, kapan Tuhan akan datang kembali, jika persiapannya sudah selesai? Berapa lama lagi Tuhan akan datang? Tunjukkanlah kepada saya sebuah jam, berapa lama lagi sisa waktunya menurut jam sorga?” Banyak orang telah mendapatkan mimpi mengenai jam, menunjukkan hampir jam 12 malam ketika Tuhan seharusnya datang kembali. Saya bertanya, “Tuhan, kapan jam tersebut akan mencapai jam 12 malam? Apakah tinggal 1 menit? 5 menit?” Tuhan mengamati muka saya untuk sementara waktu dan kemudian Dia berkata, “Ricardo, di sorga sudah tidak ada jam lagi.” Kemudian saya bertanya, “Kalau begitu Tuhan, kalau jam-nya sudah tidak ada lagi, kenapa Tuhan tidak datang kembali kedua-kaliNya?” Tuhan mengangkat kedua tangannya dan dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, Dia menunjukkan tanda yang sangat kecil dan berkata, “Sisa waktu yang ada adalah hanya kemurahan Bapa kepada mereka yang telah berpaling dan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan kembali ke pekerjaan mula-mula.” Dan Tuhan pencipta segala makhluk belum kembali karena Dia memberikan kita semua waktu yang sangat singkat untuk bertobat dan waktu ini dikatakan, “waktu kemurahan Tuhan”. Tuhan akan datang kapanpun, kita harus mulai mencari Dia dengan sepenuh hati dan berpuasa dan berdoa dan melakukan pekerjaan mula-mula. Saya hampir selesai. Yesus berkata, ”Sekarang kita berada di dalam masa kasih karunia Bapa!”

Kemudian seorang malaikat muncul di sebelah kanan kami dan berteriak, “Waktunya telah tiba!! Waktunya sudah selesai. Setiap persiapan sudah selesai! Yesus sedang menerima pengantin wanita-Nya!” Tuhan akan datang dan semua tanda-tanda di Firman-Nya sudah digenapi. Film-Film sedang menunjukkan bencana alam yang akan datang. Ilmuwan-ilmuwan tahu bahwa sesuatu bencana alam yang besar akan terjadi tetapi mereka tidak tahu itu apa! Bagaimanapun, kita sebagai gereja-Nya tahu bahwa Tuhan akan datang kedua kalinya! Ketika malaikat selesai berteriak, kemudian berjuta-juta malaikat mulai melompat dan bersuka-cita bahwa pengantin wanita-Nya (gereja-Nya) akhirnya kembali ke sorga. Saya tetap bertanya, ”Apa yang sedang tejadi?” Tetapi tidak ada seorangpun yang memperhatikan saya, mereka semuanya sedang bersuka-cita dengan berita yang baik. Jadi, saya kemudian ikut serta dengan malaikat-malaikat dan mulai meninggikan nama Yesus. Seketika, ketika saya mengangkat kedua tangan saya, saya merasa seseorang mengangkat saya dari sorga dan menuju ke bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Sekarang, malaikat-malaikat bersuka-cita bahwa pengantin wanita-Nya sedang kembali ke sorga. Saya kembali ke bumi dan diletakkan di atas mimbar gereja dimana saya berdoa setiap hari. Waktunya sangat singkat! Jika pembaca tidak percaya kepada saya, janganlah percaya. Tetapi Yesus akan datang dan hal itu adalah kekekalan. Umat Tuhan tidak mau percaya akan pengangkatan orang percaya. Tolong sadar, demi kemurahan Tuhan, sadarlah akan kebenaran!! (Ricardo sedang menangis)

Tuhan ada di sisi saya dan Dia berkata, “Ricardo, ini yang akan terjadi kalau pengangkatan orang percaya terjadi sekarang ini!” Saya bisa melihat seluruh bumi. Saya melihat Roh Kudus yang begitu indah dan berharga. Roh Kudus memberikan kita damai dan sukacita. Kemudian, Roh Kudus meninggalkan bumi. Saya kemudian melihat asap masuk ke dalam gereja dan mengelilingi saya dan saya berkata kepada Tuhan, “Apakah ini?” Dia berkata, “Inilah yang Aku maksudkan pengangkatan orang percaya.” Kemudian saya melihat orang-orang mendobrak pintu gereja, ingin masuk, dan berteriak, “Dimana anak saya? Mereka semua telah pergi!” Banyak anak-anak telah pergi karena Tuhan tidak meninggalkan mereka.Orang pertama yang masuk ke dalam gereja adalah pimpinan paduan suara, berteriak, “Dimana orang-orang gereja! Saya ditinggal! Saya tetap di bumi! Saya tetap di bumi!” Setelah pimpinan paduan suara, saya melihat pendeta-pendeta, jemaat, dan penatua gereja semuanya menangis,”Saya di tinggal!” Banyak orang-tua dan pasangan-pasangan yang mencari orang-orang yang mereka kasihi dan orang-orang di gereja berteriak, ”Orang-orang yang anda kasihi tidak disini! Tuhan membawa mereka.” Kemudian orang-orang tersebut menangis, ”Kalau begitu, itu semuanya benar, Tuhan datang dan mengambil pengantin wanita-Nya.”

Banyak orang-orang menangis dan meratap, berharap bahwa mereka seharusnya telah percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sudah hilang! Saya melihat banyak orang dan pendeta-pendeta menangis dan orang-orang mulai mendesak pendeta-pendeta, ”Kenapa kamu tidak mengajarkan kebenaran, kenapa kamu tidak mengajarkan kekudusan dan memperingatkan kami semua tentang hal ini? Ini semua adalah kesalahanmu sehingga kami ditinggalkan!!!” Banyak orang yang ditinggalkan karena mereka tidak hidup di dalam kekudusan. Kita perlu mengajarkan kekudusan dan mengajarkan orang untuk benar-benar bertobat! Saya melihat orang-orang memukul pendeta-pendeta dan mencabut rambut mereka. Pendeta-pendeta tersebut menangis dan memohon orang-orang tersebut untuk tidak melukai mereka. Orang-orang tersebut tidak berhenti melukai pendeta-pendeta tersebut karena orang-orang tersebut telah dirasuki setan.

Ada juga gereja-gereja yang seluruh jemaat-Nya ditinggalkan. Saya melihat seorang laki-laki yang berusaha untuk mencongkel matanya karena kesedihannya. Orang-orang berusaha membenturkan kepalanya ke lantai dan dinding karena mereka tidak bisa mengerti bahwa Yesus hanya satu-satunya jawaban. Karena orang-orang ingin hidup di dalam dosa dan kejahatan dan hidup menurut kehendak mereka sendiri. Orang-orang juga memotong diri mereka dan membenturkan kepala mereka sampai tengkorak mereka pecah dan mereka jatuh ke lantai. Saya melihat darah mengalir kemana-mana dari orang-orang yang berusaha melukai diri mereka. Kemudian saya melihat seorang anak muda menangis kepada Tuhan, ”Tolong Tuhan, bawa saya!” Itu sudah telat. Yesus telah datang dan menerima gereja-Nya. Saya jatuh tersungkur karena saya telah melihat banyak hal-hal yang sangat menyedihkan.

Yesus berkata kepada saya, ”Dalam masa kesusahan, akan terjadi banyak masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Saya kemudian bertanya, ”Kenapa banyak orang yang berusaha melukai diri mereka sendiri sebegitu parahnya?” Tuhan menjawab, ”Karena pada saat itu, orang-orang ingin mati, tetapi tidak menemukannya. Kematian telah meninggalkan bumi.” Saya bertanya kepada Tuhan, ”Kenapa banyak pendeta-pendeta dan orang-orang ditinggalkan?” Tuhan berkata, ”Karena Aku tahu mereka. Aku tahu hati mereka.” Semua tentang diri kita terbuka di hadapan Tuhan. Tuhan tahu segala sesuatu dalam hati kita. Saya jatuh tersungkur, hampir lemas. Yesus berkata, ”Aku menunjukkan hal ini kepada kamu supaya kamu bisa memperingatkan gereja-Ku dan memberikan mereka harapan. Beritahukan mereka bahwa jika mereka bertobat sekarang, Aku akan mengampuni mereka selama masih ada waktu. Aku akan melakukan hal yang besar di muka bumi ini.”

Tolong, bukalah mata anda. Penginjilan di negara Chile sedang berkembang. ”Beritakanlah kepada umatKu kalau mereka meminta pengampunan, Aku akan mengampuni mereka.” Kemudian saya melihat penglihatan lain dan saya melihat api yang menyelimuti langit. Yesus bertanya, "Kamu melihat itu? Api yang kamu lihat di langit itu adalah api yang menutupi negara Chile. Karena negara Chile adalah untuk Tuhan, Tuhan akan mengubah negara Chile!” Saya kemudian melihat api bergerak dan mendatangi negara Chile dan Yesus berkata, ”Mata Bapa-Ku tertuju kepada negara Chile.” Ketika api tersebut turun ke atas chile, negara-negara lain akan melihat dan memperhatikan kebangkitan Tuhan di Chile.

Tuhan menunjukkan kepada saya penglihatan di suatu tempat yang bernama “Paseo Humada” dan menunjukkan kepada saya orang-orang yang yang lumpuh dan cacat. Kemudian saya melihat orang-orang percaya berdoa bagi orang-orang cacat tanpa kaki dan menyuruh anggota badan untuk bertumbuh. Anggota badan akan taat dan bertumbuh di depan mata mereka. Orang tanpa tangan akan menerima tangan baru. Dalam waktu ini. Tuhan akan menunjukkan mukjizat-mukjizat yang kreatif. Di dalam gereja-gereja, banyak orang yang akan disembuhkan. Dalam waktu ini, yang mati dibangkitkan dan Tuhan akan memakai orang percaya di Chile untuk melakukan mukjizat yang sama seperti yang rasul-rasul lakukan di dalam Alkitab. Itulah seluruh wahyu yang Tuhan telah berikan kepada saya (Ricardo Cid). Dia akan datang segera. Maranatha! Amin! (Sumber: Milis)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

I Saw Heaven in 8 Hours (2)

MELIHAT SORGA (2)
Pada hari Kamis di minggu kedua selama masa doa syaafat, saya bangun dengan rasa sakit yang luar biasa di tulang dan sendi-sendi saya dan tidak bisa bangun. Ibu saya telah bangun dan akan pergi ke gereja untuk berdoa, tetapi saya menggerutu bahwa saya mengalami kesakitan dalam tubuh dan tulang saya. Ibu saya menyarankan agar saya berdoa di rumah. Bagaimanapun juga, saya mengingatkan kepada ibu saya bahwa Tuhan secara terinci menyuruh saya untuk pergi ke gereja dan berdoa di sana. Jadi, ibu saya menolong saya memakai pakaian saya dan membawa saya ke gereja. Pagi hari itu, banyak sekali orang yang sedang berdoa di gereja dan saya meminta didoakan karena sakit di dalam tubuh saya. Saya memberitahukan mereka bahwa saya sangat lemah untuk berdoa. Lalu, mereka mengurapi saya dan berdoa untuk kesembuhan atas tubuh saya. Saya segera menerima kekuatan ilahi dari Tuhan. Puji Tuhan!

Saya memulai berdoa sambil berjalan meminta belas kasihan Tuhan untuk negara Chile dan untuk keluarga-keluarga, dan untuk orang-orang yang terkena narkoba dan untuk gereja Tuhan. Setelah saya selesai berdoa syafaat, saya pergi ke kebaktian malam. Setelah doa berkat dari pendeta, saya mengangkat kedua tangan saya dan merasakan seseorang lewat dan menyentuh belakang saya. Ketika hal ini terjadi, saya kehilangan semua tenaga saya dan jatuh ke lantai. Pendeta menanyakan kepada saya apa yang terjadi dan saya mengatakan tidak tahu, saya tidak punya tenaga dan susah untuk berbicara. Kemudian seluruh jemaat mengelilingi saya dan memulai berdoa dalam bahasa Roh dan berteriak. Kemudian beberapa jemaat bisa melihat seorang malaikat Tuhan datang dan malaikat Tuhan tersebut meminta saya untuk meninggalkan tubuh saya. Pendeta saya berkata, ”Kamu tidak akan meninggalkan tubuhmu!” Setelah berkata ini, malaikat Tuhan tersebut berhenti dan tidak lagi memberikan tanda kepada saya untuk meninggalkan tubuh saya. Anda lihat, siapapun yang mempunyai otoritas di dalam Yesus akan dihargai oleh malaikat Tuhan.

Kemudian pendeta bertanya kepada saya, “Berapa lama malaikat Tuhan akan membawa kamu?” Saya bertanya kepada malaikat tersebut, “Apakah anda akan membawa saya untuk 1 jam? 2 jam? 3 jam?” Malaikat Tuhan berkata, ”Tidak, kamu akan pergi selama 8 jam untuk bertemu dengan Yesus di surga tingkat ketiga. Yesus ingin berbicara kepadamu.” Kemudian malaikat tersebut berkata, ”Saya bukannya malaikat yang akan memimpin kamu ke sorga karena saya adalah malaikat penjagamu yang telah melindungi kamu setiap hari selama kamu hidup di bumi ini. Dua malaikat akan datang dari sorga untuk membawa kamu ke sorga tingkat ketiga pada tengah malam hari.” Saya memberitahukan hal ini kepada pendeta saya dan pendeta saya mengambil keputusan untuk membawa saya ke rumahnya di lantai dua. Sewaktu saya berbaring di dalam ruangan, saya bisa mendengar anjing menggonggong dan orang-orang berteriak.

Setelah pengalaman ini, saya diberitahu bahwa ada dua orang memakai jubah putih yang sangat terang, tiba-tiba muncul di tengah jalan dan berjalan ke rumah dan naik ke lantai dua di mana saya berada. Malaikat-mailaikat Tuhan ini sangat indah. Mereka mempunyai rambut putih yang bersinar, lebih putih dari salju dan mata seperti permata. Kulit mereka halus seperti kulit bayi tetapi badan mereka berperawakan seperti binaragawan. Malaikat-malaikat sangat berkuasa! Saya kemudian berkata kepada pendeta bahwa malaikat-malaikat ini telah dikirim untuk membawa saya ke sorga. Salah satu malaikat tersebut mulai memberikan tanda kepada saya untuk meninggalkan tubuh saya. Pada waktu hal ini terjadi, tulang-tulang saya mulai sakit lagi. Kemudian, salah seorang jemaat yang dekat dengan saya mulai memijati tubuh saya dan memberitahukan kepada saya bahwa tubuh saya semakin dingin seperti es. Kemudian, mereka pergi untuk membawa pemanas ruangan yang kecil dan praktis, untuk menghangati tubuh saya. Setelah malaikat-malaikat memanggil saya untuk meninggalkan tubuh saya, saya mulai merasa sakit dan bergerak dari sisi satu ke sisi lain. Saya mulai merasakan kematian menguasai tubuh saya dan saya berteriak ke jemaat-jemaat “Jangan kubur saya, saya akan kembali!”

Saya meninggalkan tubuh saya dan saya meloncat dari ranjang saya, saya melihat jemaat-jemaat memegang tubuh saya dan berkata, “Dia telah pergi, dia telah meninggalkan tubuhnya.” Tetapi saya ada di sebelah mereka dan memberitahukan mereka, ”Saya disini!” Bagaimanapun juga, mereka tidak bisa melihat tubuh saya karena tubuh saya adalah tubuh rohani yang tidak fana. Jemaat-jemaat tersebut mulai menutupi tubuh saya dengan selimut.

Salah satu malaikat berkata kepada saya, “Sekarang waktunya untuk pergi, karena Tuhan sedang menunggu kamu!” Masing-masing malaikat itu membawa saya dengan tangannya dan menangkat saya ke langit dan saya melewati jagat raya dengan kecepatan cahaya. Saya katakan kepada anda, meskipun anda tidak percaya akan hal ini, Tuhan Yesus yang saya sembah ada dan hidup selama-lamanya!

Di akhir kesaksian saya ini nantinya, ketika Tuhan meminta saya untuk kembali ke tubuh saya, saya berkata kepada-Nya, “Siapa gerangan yang akan percaya kepada saya? Saya mohon supaya saya bisa tinggal di surga bersama-Mu! Tidak ada seorang pun yang akan percaya kepada kesaksian saya, tidak ada yang akan percaya karena mereka tidak mempunyai iman! Di muka bumi, kurangnya iman itu sangat besar, siapa yang akan percaya kesaksian ini?” Tuhan menjawab saya, ”Seseorang akan percaya kesaksianmu, hanya yang sungguh-sungguh kepunyaan-Ku akan percaya kepada kesaksianmu.”

Sekarang saya melanjutkan kesaksian saya. Ketika saya meninggalkan tubuh saya malam itu, saya terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk menemui Tuhan. Saya bisa melihat ke bawah dan melihat planet bumi. Kemudian saya melewati bulan, di mana bulan ini menerangi bumi pada waktu malam. Kemudian, saya bisa melihat matahari yang sangat besar dengan mata saya. Saya bisa melihat api yang membumbung tinggi dari bumi dan memberikan kehangatan ke planet bumi. Kemudian kami tetap terbang dan saya melihat banyak sekali bintang-bintang selama saya melewati mereka. Tuhan membiarkan saya melihat matahari, bulan dan bintang-bintang dengan satu tujuan: untuk memberitakan kepada kita semua bahwa Tuhan kita adalah pencipta alam semesta! Tuhan kita tidak ada bandingannya.

Kami tetap terbang dengan kecepatan tinggi sampai kami mencapai suatu tempat di mana tidak ada lagi bintang-bintang. Tidak ada lagi ciptaan Tuhan, hanya kegelapan. Saya bisa melihat ke bawah dan melihat banyak bintang-bintang di bawah saya. Saya mulai merasa takut dan bertanya kepada malaikat-malaikat, “Kemana kamu membawa saya? Tolong kembalikan saya ke tubuh saya di bumi!” Mereka kemudian memegang saya secara erat dan menyilangkan salah satu kaki mereka ke kaki saya. Kemudian saya mulai membungkukan badan seperti posisi terkelungkup karena saya merasa takut. Malaikat-malaikat tersebut berkata, ”Tetaplah diam! Kami sedang membawa kamu ke sorga tingkat ketiga dimana Yesus sedang menunggu kamu.” Malaikat-malaikat tersebut kemudian berhenti dan pada saat itu saya melihat ke segala arah tetapi saya tidak bisa melihat apapun yang diciptakan Tuhan. Saya tidak tahu dimana saya berada tetapi saya berpikir bahwa saya berada di sorga tingkat kedua.

Sewaktu saya dalam posisi tertelungkup dan malaikat-malaikat tersebut memegang saya, tiba-tiba saya mendengar suara yang sangat riuh ribut di atas saya. Malaikat-malaikat tersebut memegang saya dengan kencang dan berkata, “Ricardo, jangan takut, Yesus bersama dengan kita!” Ketika mereka sedang berkata demikian, mereka juga berkata, ”Lihatlah ke atas!” Kemudian saya kaget karena saya melihat semacam gerakan oleh makhluk-makhluk di atas kami. Salah satu malaikat tersebut berkata, ”Lihatlah, kami akan meperlihatkan kepadamu apa yang ada di atas kami.” Salah satu dari malaikat mengerakkan tangannya dari sisi satu ke sisi lain dan cahaya menerangi langit di atas kami untuk melihat apa yang diatas kami. Sewaktu cahaya menerangi langit, langit tersebut penuh dengan setan-setan. TUHAN YESUS MENGUSIR MEREKA! Firman Tuhan itu benar adanya! Semua yang sedang terjadi di bumi ini sudah tertulis di kitab Wahyu. Tuhan Yesus akan datang kembali! Bagaimana saya bisa menyakinkan kepada anda, waktunya sudah SANGAT SINGKAT!! Saya berkata kepada malaikat, ”Ini tempat apa?” Salah satu dari mereka berkata, ”Ini adalah salah satu dunia maya yang penuh dengan kegelapan dimana Iblis dan setan-setannya bersinggah.” Saya mulai berkata, ”Itulah mengapa karena banyak sekali kejahatan di atas muka bumi! Setan-setan ini datang ke bumi dari dunia maya ini dan menyebabkan banyak kehancuran dan kejahatan di antara umat manusia. Planet bumi ini penuh dengan setan-setan!” Banyak sekali jumlah mereka dan tidak bisa terhitung banyaknya.

Kemudian malaikat-malaikat tersebut mulai memberikan isyarat kepada saya untuk melihat lebih dekat dan mereka menunjukkan wajah-wajah dari makhluk-makhluk ini dan wajah-wajah tersebut mirip sekali dengan wajah-wajah seram yang ditunjukkan di televisi. Makhluk-makhluk ini seperti MONSTER! Saya melihat Thundercats (Kucing geledek) dan Power Rangers dan karikatur dari film animasi dan film horor. Pengarang-pengarang dari film dan animasi ini telah menjalin kerjasama dengan iblis untuk menciptakan hal-hal ini untuk televisi dan bioskop! Semua gambaran tersebut datangnya dari dunia roh yang saya lihat sekarang ini. Kenapa anda berpikir bahwa sekarang anak-anak itu suka berontak? Itu karena setan-setan tersebut telah masuk ke dalam anak-anak sewaktu mereka melihat film-film tersebut. Malaikat tersebut menjelaskan ke saya bahwa ini semuanya adalah kenyataan dan kebenaran. Semua setan-setan dan animasi tersebut hidup dan orang-orang membuat perjanjian dengan iblis untuk membawa setan-setan ke atas muka bumi. Setan-setan ini mulai mengutuki saya, gereja, Bapa di Surga, dan Yesus, dan bumi karena setan-setan ini tidak menghargai Tuhan dan ciptaan-Nya.

Kemudian saya melihat sebuah makhluk yang sangat jelek yang bukan dalam bentuk roh bernama Hugo. Hugo ini adalah karikatur populer di Chile. Dia sangat menyeramkan untuk dilihat. Dia datang dekat saya dan berkata kepada saya, “Kami akan ke bumi dan membunuh anak-anak!” Kenapa anda berpikir bahwa anak-anak membunuh anak-anak lainnya? Itu adalah semuanya pengaruh dari televisi yang merasuki anak-anak untuk membunuh atau melakukan kejahatan. Setan-setan ini menabur kebencian ke atas muka bumi. Semoga Tuhan menyelamatkan dan menyucikan negara Chile! Salah satu dari malaikat tersebut berkata, “Tetaplah melihat!” Dan setan-setan berkata, “Kami telah berusaha menghancurkan gereja, tetapi kami tidak bisa, karena kalau kami membunuh satu, kemudian seribu muncul menggantikan yang satu itu!” Sejak gereja mula-mula, iblis berusaha untuk menghancurkan gereja yang sungguh-sungguh mengajarkan Injil yang benar, tetapi iblis tidak bisa karena Tuhan Yesus melindungi gerejaNya! Puji Tuhan! Kemudian setan-setan tersebut berkata, ”Kita pakai cara baru, mari kita ke dalam gereja karena di dalam gereja tersebut banyak jemaat yang termasuk kawanan kita! Kita akan menggunakan jemaat tersebut untuk menyebarkan gosip dan perpecahan di antara gereja. Kami akan menghancurkan gereja dengan menyebarkan gosip dan Roh Kudus sedih dan meninggalkan gereja.” Setan-setan pergi kemana saja untuk menghancurkan orang-orang yang mengasihi Tuhan. Seperti yang di jelaskan di ayat ini:
1 Petrus 5:8 "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."

Saya sudah tidak tahan melihat semuanya lagi, tetapi malaikat tersebut menyuruh saya untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung. Saya melihat setan-setan tersebut kabur sewaktu ada suatu cahaya yang sangat terang datang. Sewaktu cahaya ini semakin mendekat, bintang tersebut membawa pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Cahaya ini bukanlah suatu bintang, melainkan itu adalah berjuta-juta malaikat menunggangi kuda-kuda putih memuji Tuhan alam semesta! Mereka berteriak, “Kudus, Kudus, Kudus untuk Dia yang hidup selama-lamanya. Tuhan adalah Alfa dan Omega, yang terdahulu dan yang kemudian dan biarlah yang bernafas semua memuji Tuhan!”

Kemudian saya melihat suatu peperangan besar dan tidak bisa melihat setan-setan lagi. “Jangan takut lagi karena lebih banyak jumlah malaikat yang bersama dengan kita daripada musuh kita!” Malaikat-malaikat tersebut membuka jalan ke sorga tingkat ketiga. Mereka dipecah menjadi 2 group, satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri. Hal ini membuka jalan ke sorga tingkat ketiga. Jalan ini mencapai ke sorga dan saya bisa melihat kota sorga. Saya bisa melihat jalur malaikat-malaikat yang memancarkan kemuliaan Tuhan. Malaikat-malaikat ini telah membersihkan lingkungan tersebut dari setan-setan dan malaikat-malaikat tersebut tidak berhenti-hentinya memuji Tuhan. Malaikat-malaikat tersebut meletakkan saya di hadapan malaikat-malaikat lainnya dan berkata kepada saya, “Kamu harus tunggu disini!” (Bersambung)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

I Saw Heaven in 8 Hours (1)

MELIHAT SORGA (1)Gereja Tuhan, dengarkan apa yang telah terjadi dalam hidup saya. Di dalam mimpi saya, Tuhan memulai pekerjaan-Nya kepada saya. Saya ingat di dalam mimpi saya, saya berjalan keluar dari rumah saya. Saya berjalan ke jalan di lingkungan rumah saya dan saya merasa bahwa ada sesorang mengangkat saya melalui tangan saya ke udara dan kemudian saya berlari-lari di atas awan-awan dan memuliakan Tuhan.

Suatu cahaya yang sangat terang menyelimuti saya dan sebuah suara mengatakan di dalam cahaya tersebut, “Ricardo, Ricardo, keluarlah dari pekerjaanmu sekarang karena Aku akan melakukan sesuatu dalam kehidupanmu dan gereja-Ku di atas bumi ini.” Setelah saya mendengar suara-suara tersebut, saya jatuh tersungkur secara hebat dan bangun dalam mimpi saya. Saya bangun dan mulai menangis kepada Tuhan dan berkata, “Apakah ini Tuhan?”

Suara itu datang kepada saya dengan sangat jelas. Suara itu datang kepada saya untuk beberapa hari kemudian. Kemudian saya berbaring tidur kembali dan saya mempunyai mimpi yang sama lagi. Tuhan mengulangi pesan yang sama kepada saya. Setelah mimpi tersebut di ulang beberapa kali, saya bangun dari mimpi dan berteriak seketika itu juga karena suara Tuhan semakin kencang setiap mimpi itu di nyatakan. Orang tua saya biasa bertanya, “Ada apa gerangan?” Saya biasanya menerangkan mereka mengenai mimpi-mimpi saya dan ibu saya berdoa untuk saya dan berkata, “Jika Tuhan yang sedang berbicara kepadamu, Dia akan memberikan pengertian kepadamu.” Saya dan ibu saya berdoa semalam suntuk sampai waktunya untuk saya bekerja di esok hari. Ibu saya berkata kepada saya untuk bersiap-siap dan pergi kerja. Kami meminta Tuhan sebuah tanda apakah Tuhan yang sedang berbicara kepada saya. Saya mandi, bersiap-siap, dan pergi kerja.

Saya dulunya bekerja di “Chile Laboratories” (Chile itu adalah nama negara). Saya sangat menyukai pekerjaan saya. Saya biasanya pergi ke stasiun bis untuk pergi ke tempat kerja. Ketika saya keluar dari bis, seseorang tiba-tiba berkata kepada saya, “Apa yang kamu sedang kerjakan di sini? Kamu tidak seharusnya di tempat ini lagi.” Dalam kesempatan yang lain, orang-orang lain mengatakan hal yang sama. Yang lebih mengherankan lagi, orang-orang yang mengatakan hal tersebut adalah orang-orang bukan Kristen. Ini adalah pertanda yang Tuhan telah berikan kepada saya. Setelah tanda tersebut, saya mengambil keputusan untuk pergi ke boss saya dan meminta berhenti kerja. Saya berkata kepada boss saya, “Saya harus meninggalkan perusahaan karena Tuhan telah memerintahkan saya untuk berhenti kerja.” Ketika Tuhan menyuruh kita, kita mesti taat. Boss saya sangat khawatir dengan saya dan berkata “Habis ini kamu mau ngapain? Dimana lagi kamu bisa menemukan pekerjaan sebagus ini?” Saya berkata kepadanya bahwa saya harus menuruti Tuhan. Kemudian, perusahaan saya mengadakan pesta perpisahan untuk saya dan 2000 orang ikut berpartisipasi. Setelah itu, saya mengumpulkan barang-barang saya dan pulang ke rumah.

Sewaktu saya sampai di rumah, saya menangis dan ibu saya telah menunggu saya di pekarangan depan rumah. Saya berkata kepada ibu saya bahwa saya berhenti kerja karena Tuhan telah mengkonfirmasikan mimpi-mimpi saya melalui orang-orang yang telah berkata kepada saya sebelumnya. Ibu saya berkata,”Jika Tuhan yang berbicara kepadamu, biarlah Dia melakukan apapun dalam hidupmu seperti yang Dia inginkan.”

Saya dan Ibu saya masuk ke rumah dan berbincang-bincang sampai malam. Saya berkata kepada ibu saya bahwa saya harus tidur karena Tuhan akan berbicara kepada saya melalui mimpi. Saya tadinya berpikir bahwa Tuhan akan berbicara kepada saya melalui mimpi, ternyata tidak terjadi seperti yang saya pikirkan. Tuhan mempunyai cara lain untuk menyatakan sesuatu kepada saya malam itu. Ketika saya masuk ke kamar dan menanggalkan pakaian saya, ruangan kamar saya mulai bergetar. Saya berteriak, “Ini gempa bumi menguncang Santiago, Chile” Saya mencoba meninggalkan kamar tidur saya, tetapi seseorang yang tidak keliatan menghalangi saya untuk keluar dari pintu kamar tidur saya. Saya bisa melihat ibu saya dan famili saya di ruangan seberang dan saya berteriak minta tolong tetapi tidak seorangpun bisa mendengarkan saya. Sekarang saya tahu, seseorang yang tidak keliatan ini adalah malaikat Tuhan. Saya mundur dan berbaring di ranjang saya dan menangis di hadapan Tuhan, meminta Dia untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Kemudian suatu suara berkata kepada saya. Roh Kudus mula berbicara kepada saya dengan suara-Nya yang begitu indah. Roh Kudus berkata, “Ricardo, kamu telah meninggalkan pekerjaanmu sekarang, Aku mau kamu pergi ke gereja dan berdoa 7 jam setiap hari. Doa yang harus kamu panjatkan adalah untuk kehidupanmu dan untuk gereja-Ku di bumi ini.”

Setelah Roh Kudus selesai berkata-kata, ruangan kamar tidur saya berhenti berguncang. Saya kemudian mengulurkan tangan saya melalui pintu kamar dan menyadari bahwa saya sudah bisa meninggalkan kamar tidur saya. Kemudian saya berlari ke ibu saya dan berteriak, “Saya telah mendengar suara Roh Kudus” dan kemudian keluar dari rumah saya dan mulai berteriak di luar rumah. Beberapa orang tidak percaya bahwa Tuhan masih berbicara kepada kita pada saat ini tetapi saya katakan bahwa pada saat ini Tuhan masih berbicara kepada kita. Jika Tuhan bisa berbicara kepada Abraham, Dia bisa berbicara kepada kita. Saya pergi ke gereja dan berbicara kepada pendeta disana dan kami bersepakat untuk membuka gereja jam 8 pagi setiap hari, sehingga saya bisa berdoa dan mematuhi perintah Tuhan. Setiap pagi, saya pergi ke gereja dan berdoa satu jam, dua jam, dan pada jam ketiga, saya tidak mempunyai apapun yang bisa saya doakan dan saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, apalagi yang bisa saya doakan? Saya masih punya sisa 4 jam!”

Kemudian, saya mendengar suara bergemuruh di bawah tanah, mulai dari arah pintu belakang gereja. Saya kemudian merasa gereja di goyangkan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya orang mabuk. Dalam goyangan ini, saya mendengar suara Tuhan secara jelas tetapi suaraNya tidak sama seperti di dalam mimpi sebelumnya. Suara yang saya dengar di mimpi sebelumnya bernada wibawa, tetapi kali ini, suaraNya bernada sedih. Dia berkata, “Ricardo, Ricardo berdoalah untuk gereja-Ku ! Gereja-Ku tidak lagi sama di bandingkan dulu !! GerejaKu di bumi ini telah berubah. Gereja-Ku telah kehilangan iman. Gereja-Ku tidak lagi percaya kepada-Ku atau keberadaan-Ku! Beritakan kepada gereja-Ku bahwa Aku ada! Berdoa syafaatlah untuk gereja-Ku, karena gereja-Ku tidak lagi berdoa dan berpuasa!” Guncangannya berhenti setelah Dia berkata demikian. Saya kemudian memulai doa syaafat dan berjalan ke atas dan ke bawah gereja selama sisa 4 jam. Di doa saya, saya memohon agar umat Tuhan untuk bangkit. (Bersambung)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Healed From Coronary Heart Disease

Ir. Timotius Arifin kemarin berkisah tentang kesembuhan yang dialaminya secara supranatural. Bulan Juni tahun lalu ia diperiksa oleh seorang dokter spesialis jantung. Dari pemeriksaan itu diketahui ada dua saluran pembuluh darah utama ke jantung yang penyumbatannya lebih dari 70%, dan harus segera dioperasi by-pass.
"Kalau tidak dioperasi, apa risikonya, Dok?"
"Ya, sudden death, mati mendadak, atau kena stroke!"

Namun ia yang percaya bahwa: "We are supernaturally natural", ia juga yakin bahwa pertolongan Tuhan akan turun kepadanya. Sementara itu ia terus berdoa menantikan mukjizat kesembuhan dari Tahta Mahatinggi. Bulan September tahun lalu ia berkesempatan melayani jemaat di Australia dan ia memeriksakan kondisi jantungnya di sana. Dr. Hosen Kian, seorang dokter ahli jantung di Australia, memeriksa dengan teknologi nuklir juga mendeteksi adanya penyumbatan di pembuluh darah itu, bahkan diketahui juga ada bagian jantung yang otot-ototnya mengerut karena kurang pasokan oksigen dan makanan. Wah, wah, wah.

Ir. Timotius Arifin mulai mempersiapkan diri untuk mengalihkan asset-asset gereja yang masih tertulis atas namanya, mulai dialihkan secara hukum melalui Notaris agar dipindah-tangankan ke badan hukum gereja. Untunglah ia sudah mempersiapkan para pengganti, para pemegang tongkat estafet, dalam pelayanan seandainya sesuatu terjadi pada kehidupannya. Selama ini ia sudah menjadi bapa, bukan boss, bukan pemimpin, bagi rekan-rekan sekerja di dalam pelayanan.

Bulan Februari yang lalu ia diperiksa lagi kondisi jantungnya. Ternyata sekarang sudah normal, tidak ada penyumbatan lagi. Sejak itu ia tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan untuk sakit jantung koronernya. Sembuh total!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, March 10, 2008

Taste and See that the Lord is Good!

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Elizabeth Philip, dari Semarang, mengalami kebaikan Tuhan yang sering tidak terduga. Suatu hari dia diundang untuk melayani ke Australia. Di Aussie dia ingin membeli lipstik dan sepatu. Karena kesibukannya ia tidak sempat membeli kedua barang itu. Di Melbourne ia bertemu dengan host dan hostess-nya, suami isteri, keduanya dokter. Dalam pertemuan pertama hostessnya langsung mengatakan, "Bu Elizabeth, kami sudah belikan beberapa barang keperluan ibu, lho!" Ketika barang-barang itu ditunjukkan, ternyata di dalamnya ada lipstik dan sepatu. Yang luar biasa, merek lipstik itu dan warnanya persis sama dengan lipstik sebelumnya yang biasa dipakai, padahal lipstik yang lama dibeli sendiri. Yang juga luar biasa, ukuran sepatu hadiah itu persis ukuran nomor kaki Elizabeth. Semuanya Tuhan yang sediakan.

Pada perjalanan pulang Elizabeth bilang kepada temannya di atas pesawat ketika mereka baru lepas landas dari Melbourne menuju Jakarta.
"Aku ini pengin makan sawo lho!"
"Ah, ada-ada aja, mana ada sawo?" kata temannya.

Ketika mereka sampai di Semarang, seorang pembantunya tergopoh-gopoh membawa satu kardus Aqua.
"Nyonya, barusan ada kiriman sawo dari Blora..."
"Wah, ini dia yang aku kepengin!"

Ketika di atas Melbourne Elizabeth minta sawo, Tuhan menggerakkan seseorang di Blora untuk menyiapkan dan mengirim sawo itu ke Semarang untuk sampai tepat pada waktunya.
Itulah Tuhan!

PS : Elizabeth Philip adalah seorang hamba Tuhan yang buta, tinggal di Semarang. Ia dikenal Gubernur, Pangdam, Walikota dan para pejabat di Semarang, karena sebelum Menteri Dalam Negeri Mardiyanto diangkat, Elizabeth sudah mengatakan sebelumnya sebagai nubuatan kepada beliau, "Bapak akan dipromosikan menjadi Menteri Dalam Negeri". Oleh karena itu banyak orang datang kepadanya meminta nasihat, karena mereka pikir apa yang dikatakan Elizabeth seperti "Sabda Pandita Ratu", artinya: apa yang diperkatakan seperti perkataan raja, yaitu selalu terjadi sesuai sabda baginda, karena ada karunia-karunia Roh yang bekerja dalam pelayanannya.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

The Retirement Cruise

Sekitar dua tahun yang lalu teman saya dan saya pergi naik kapal pesiar mengarungi bagian barat Laut Tengah di atas kapal pesiar Princess. Pada waktu makan malam kami memperhatikan seorang ibu lanjut usia yang duduk sendirian di dekat pagar tangga besar di ruang makan utama. Saya juga memperhatikan bahwa semua staf, perwira kapal, para pramusaji, anak kapal dan lain-lain nampaknya sangat mengenal wanita itu. Saya bertanya kepada pramusaji siapa wanita itu, berharap bahwa dia itu pemilik kapal pesiar ini, namun ia menjawab bahwa yang ia tahu wanita itu telah empat kali berturut-turut ikut kapal pesiar ini pulang pergi.

Ketika kami meninggalkan ruang makan pada suatu malam saya bertatapan dengannya dan bertegur sapa. Kami bercakap-cakap dan saya katakan, "Saya tahu anda sudah ikut kapal pesiar ini sebanyak empat kali." Ia segera menjawab, "Ya, itu benar!" Saya menjawab, "Saya tidak mengerti." Ia kembali menjawab tanpa menunggu, "'Kan itu lebih murah dibandingkan tinggal di rumah jompo."

Oleh karena itu saya tidak mau tinggal di rumah jompo di kemudian hari. Kalau saya sudah pensiun saya mau pelesir di atas kapal pesiar Princess ini saja. Biaya perawatan di rumah jompo di Amerika Serikat sekitar $ 200 per hari. Saya sudah mengecek pemesanan tempat di kapal pesiar Princess ini dan saya dapat diskon untuk perjalanan jangka panjang dan diskon untuk orang usia lanjut, harga tiket menjadi $ 135 per hari. Artinya, masih ada sisa $ 65 per hari untuk :

1. Tip, yang besarnya $ 10 per hari. Dan sisanya masih bisa dipakai untuk bersenang-senang di mesin games, kalau mau.
2. Saya bisa makan 10 kali sehari kalau saya sanggup, atau saya pesan room service saja (artinya saya dapat makan pagi di ranjang setiap hari sepanjang minggu).
3. Kapal pesiar Princess memiliki banyak kolam renang, ruang olahraga, kamar mandi yang banyak, dan ada pertunjukan di setiap malam.
4. Mereka menyediakan odol, pisau cukur, sabun, dan sampo gratis.
5. Mereka akan memperlakukan anda sebagai pelanggan, bukan sebagai pasien. Kalau anda memberi tip ekstra $ 5 dan menang di kasino akan membuat semua staf saling berebut membantu anda.
6. Saya akan bertemu dengan orang baru setiap 7 hari atau 14 hari di kapal ini.
7. TV rusak? Bola lampu putus? Perlu ganti kasur? Jangan kuatir! Mereka akan membereskan semuanya dan meminta maaf atas ketidak-nyamanan itu.
8. Seprei dan handuk bersih tersedia setiap hari, dan anda bahkan tidak perlu memintanya.
9. Kalau anda tinggal di rumah jompo dan punggung anda terkilir, anda harus berurusan dengan asuransi Medicare. Kalau anda terkilir di punggung selama perjalanan di kapal pesiar Princess ini, anda akan dipersilakan tinggal di Suite Room seumur hidup.

Nah, harapkan yang terbaik! Anda ingin berlibur ke Amerika Selatan, Terusan Panama, Tahiti, Australia, Selandia Baru, Asia, atau sebutkan tempat yang ingin anda kunjungi, Princess memiliki kapal pesiar yang siap pergi? Jadi, jangan mencari saya di rumah jompo, carilah saya di kapal pesiar.

PS: Dan jangan lupa, kalau anda meninggal di atas kapal pesiar, mereka tinggal melempar anda ke laut, tanpa tambahan biaya. (Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com)

***

About 2 years ago my friend and I were on a cruise through the western Mediterranean aboard a Princess liner. At dinner we noticed an elderly lady sitting alone along the rail of the grand stairway in the main dining room.

I also noticed that all the staff, ships officers, waiters, busboys, etc., all seemed very familiar with this lady. I asked our waiter who the lady was, expecting to be told she owned the line, but he said he only knew that she had been on board for the last four cruises... back to back.

As we left the dining room one evening I caught her eye and stopped to say hello. We chatted and I said, "I understand you've been on this ship for the last four cruises". She replied, "Yes, that's true." I stated, "I don't understand" and she replied, without a pause, "It's cheaper than a nursing home".

So, there will be no nursing home in my future. When I get old and feeble, I am going to get on a Princess Cruise Ship. The average cost for a nursing home is $200 per day. I have checked on reservations at Princess and I can get a long term discount and senior discount price of $135 per day. That leaves $65 a day for...

1. Gratuities, which will only be $10 per day. And the rest can be put into the slot machines.

2. I will have as many as 10 meals a day if I can waddle to the restaurant, or I can have room service (which means I can have breakfast in bed every day of the week).

3. Princess has as many as three swimming pools, a workout room, free washers and dryers, and shows every night.

4. They have free toothpaste and razors, and free soap and shampoo.

5. They will even treat you like a customer, not a patient. An extra $5 worth of tips and your casino winnings will have the entire staff scrambling to help you.

6. I will get to meet new people every 7or 14 days.

7. T.V. broken? Light bulb need changing? Need to have the mattress replaced? No problem! They will fix everything and apologize for your inconvenience.

8. Clean sheets and towels every day, and you don't even have to ask for them.

9. If you fall in the nursing home and break a hip you are on Medicare; if you fall and break a hip on the Princess ship they will upgrade you to a suite for the rest of your life.

Now hold on for the best! Do you want to see South America, the Panama Canal, Tahiti, Australia, New Zealand, Asia, or name where you want to go? Princess will have a ship ready to go. So don't look for me in a nursing home, just call shore to ship.

P.S. And don't forget, when you die, they just dump you over the side... at no charge. -- Author Unknown

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, March 6, 2008

What I Have Learned

Aku telah belajar bahwa . .
... ruang kelas terbaik di dunia ada di kaki orang-orang tua.

... ketika anda jatuh cinta, hal itu kelihatan.

... kalau ada satu orang saja yang berkata kepadaku, ”Kamu membuat hariku cerah”, maka itu benar-benar membuat hariku cerah.

... ketika ada seorang bocah tertidur pulas di pangkuanku, itulah perasaan paling damai di dunia ini.

... berlaku baik hati itu lebih penting daripada merasa benar.

... anda jangan pernah menolak kado dari seorang anak kecil.

... bagaimanapun keharusan anda untuk hidup serius, setiap orang perlu teman yang dapat diajak becanda.

... kadang-kadang semua orang perlu tangan untuk digenggam dan hati untuk mengerti.

... perjalanan ringan bersama ayahku mengelilingi sekitar rumah di malam hari di musim panas ketika aku kecil memberikan pengalaman yang menakjubkan bagiku setelah dewasa.

... kehidupan ini ibarat segulung kertas tisu toilet. Makin dekat ke ujung pangkalnya, makin cepat bergulung keluar.

... untunglah Allah tidak memberikan kepada kita semua yang kita doakan.

... uang tidak dapat membeli kelas kehidupan kita.

... kejadian kecil setiap hari membuat hidup ini menjadi luar biasa.

... di balik topeng setiap orang ada orang yang ingin dihargai dan dikasihi.

... Tuhan tidak melakukan semuanya dalam satu hari. Apa yang membuatku berpikir aku bisa melakukan semuanya dalam satu hari?

... mengabaikan fakta tidak mengubah fakta itu.

... ketika anda berencana membalas seseorang, anda hanya membuat orang itu terus menyakiti hati anda.

... kasih, bukan waktu, yang akan menyembuhkan.

... cara paling mudah bagiku untuk tumbuh sebagai seseorang adalah melingkupiku dengan orang-orang yang lebih cakap dan cerdas dari padaku.

... setiap orang yang bertemu dengan anda pantas disapa dengan senyuman.

... tidak ada yang lebih manis dibandingkan dengan tidur bersama bayimu dan merasakan hembusan nafasnya di pipimu.

... tidak ada seorangpun yang sempurna sampai anda jatuh cinta kepada mereka.
... hidup itu keras, namun aku lebih tangguh.

... kesempatan itu tidak pernah hilang; hanya diambil orang lain ketika anda mengabaikannya.

... ketika anda berlabuh di dalam kepahitan, kebahagiaan akan bersandar di tempat lain.

... aku harap aku telah mengatakan satu kali lagi kepada ayahku bahwa aku mengasihinya sebelum ia meninggal.

... orang harus menjaga agar kata-katanya lemah lembut dan halus, karena esok hari mungkin ia harus menelannya.

... senyuman adalah cara paling murah untuk memperbaiki rupa anda.

... aku tak dapat memilih bagaimana perasaanku, namun aku dapat memilih apa yang akan aku lakukan dengan perasaan itu.

... ketika bayi kecil cucu anda menggenggam jari kelingking anda, saat itulah anda menautkan kehidupan.

... setiap orang ingin hidup di puncak gunung, namun semua kebahagiaan dan pertumbuhan terjadi ketika anda mendaki ke puncaknya.

... yang terbaik untuk memberikan nasihat hanya ada dalam dua keadaan: ketika diminta dan ketika dalam situasi yang membahayakan jiwa.

... makin sedikit waktu untuk mengerjakan sesuatu, makin banyak hal yang aku dapat kerjakan.
(Andy Rooney)

***

I have learned that...

... the best classroom in the world is at the feet of an elderly person.

... when you're in love, it shows.

... just one person saying to me, "You've made my day!" makes my day.

... having a child fall asleep in your arms is one of the most peaceful feelings in the world.

... being kind is more important than being right.

... you should never say no to a gift from a child.

... I can always pray for someone when I don't have the strength to help him in some other way.

... no matter how serious your life requires you to be, everyone needs a friend to act goofy with.

... sometimes all a person needs is a hand to hold and a heart to understand.

... simple walks with my father around the block on summer nights when I was a child did wonders for me as an adult.

... life is like a roll of toilet paper. The closer it gets to the end, the faster it goes.

... we should be glad God doesn't give us everything we ask for.

... money doesn't buy class.

... it's those small daily happenings that make life so spectacular.

... under everyone's hard shell is someone who wants to be appreciated and loved.

... the Lord didn't do it all in one day. What makes me think I can?

... to ignore the facts does not change the facts.

... when you plan to get even with someone, you are only letting that person continue to hurt you.

... love, not time, heals all wounds.

... the easiest way for me to grow as a person is to surround myself with people smarter than I am.

... everyone you meet deserves to be greeted with a smile.

... there's nothing sweeter than sleeping with your babies and feeling their breath on your cheeks.

... no one is perfect until you fall in love with them.

... life is tough, but I'm tougher.

... opportunities are never lost; someone will take the ones you miss.

... when you harbor bitterness, happiness will dock elsewhere.

... I wish I could have told my Dad that I love him one more time before he passed away.

... one should keep his words both soft and tender, because tomorrow he may have to eat them.

... a smile is an inexpensive way to improve your looks.

... I can't choose how I feel, but I can choose what I do about it.

... when your newly born grandchild holds your little finger in his little fist, that you're hooked for life.

... everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.

... it is best to give advice in only two circumstances; when it is requested and when it is a life threatening situation.

... the less time I have to work with, the more things I get done.
-- By Andy Rooney

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI