Sunday, December 14, 2008

It Takes Two Hands To Clasp

Ini kisah menarik yang dialami oleh seorang seniman panggung yang terkenal di masa lalu, yaitu Jimmy Durante. Pada suatu kali Jimmy diminta untuk mengisi acara pertunjukan amal bagi para veteran Perang Dunia II. Karena jadwalnya padat, ia hanya bersedia menyediakan waktu beberapa menit saja.

Ketika pertunjukan dimulai, Jimmy melakukan aksinya yang brilian sehingga para penonton bertepuk tangan sepanjang pertunjukan itu. Meski semula Jimmy berjanji untuk menyediakan waktu beberapa menit saja, tetapi karena ada sesuatu yang luar biasa terjadi di kursi penonton, maka ia melanjutkan sampai selesai. Kemudian Jimmy mengundurkan diri dengan membungkukkan badannya ke arah penonton yang masih antusias bertepuk tangan, lalu ia bergegas pergi.

Di balik panggung seorang anggota panitia bertanya kepada Jimmy, "Mengapa anda berubah pikiran? Bukankah tadinya anda hanya akan mengisi acara selama beberapa menit saja?" Jimmy menjawab, "Baiklah, mari ke sini. Saya akan tunjukkan mengapa saya melanjutkan pertunjukan saya." Mereka naik ke panggung dan Jimmy berkata, "Lihatlah penonton yang duduk di barisan terdepan."

Di barisan terdepan itu duduklah dua orang pria yang masing-masing lengannya buntung karena tertembak senjata musuh dalam Perang Dunia II. Yang seorang buntung tangan kanannya, yang lain tangan kirinya. Tetapi karena duduknya berdampingan, maka mereka dapat bertepuk tangan dengan saling menepuk-nepukkan tangan yang masih utuh. Hal itulah yang mereka lakukan selama menyaksikan pertunjukan itu, sehingga Jimmy Durante berubah pikiran. Melihat dua orang yang harmonis bertepuk tangan itu, hati Jimmy terharu dan tidak mau mengecewakan mereka. Dua orang itu memancarkan kasih yang luar biasa. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Bapa, sebab Bapa itu kasih. (Sumber: AbbaNews 6-7 Desember, diposting oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com)

*****

Notes:
Terima kasih banyak atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Shally di Bintaro dan Ibu Rosalina di Daksinapati. Buku akan dikirim dengan Pos Kilat Khusus pada hari Senin, 15 Desember 2008. Apabila buku itu menjadi berkat, mohon informasikan kepada keluarga dan kolega Ibu. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati.



Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com