Tuesday, October 28, 2008

Kindness

Saya teringat cerita yang disampaikan mas Jarot Wijanarko pada hari Minggu yang lalu tentang kebaikan yang tak pernah sia-sia. Seorang teman baik Napoleon Bonaparte, Charney, menyatakan pendapat dan nasihatnya kepada Jenderal Perancis yang hebat itu. Nasihat itu merupakan kritikan pedas yang disampaikan dengan maksud baik. Namun Bonaparte memandangnya sebagai bentuk pemberontakan, sehingga teman baiknya ini dimasukkan ke dalam penjara, karena dikhawatirkan akan membuat makar atau kudeta.

Sahabatnya tidak dendam, tidak marah atas perlakuan tak adil itu. Dia menikmati keberadaannya di penjara untuk merenungkan hal-hal yang indah. Di ruang tahanan yang pengap dan lembab itu ada lantai yang terbongkar dan ada tanaman kecil sedang mulai tumbuh. Tanaman itu dirawat Charney dengan sangat telaten. Semakin hari ternyata tanaman bunga itu tumbuh subur dan berbunga sangat indah.

Kepala penjara yang melihat bunga itu sangat takjub akan keindahannya, sehingga ia menceritakannya kepada atasannya. Atasannya menceritakan hal itu kepada orang lain lagi, sampai pada suatu hari urusan bunga di ruang tahanan itu sampai ke telinga isteri Bonaparte. Setelah isterinya mendatangi ruang penjara untuk melihat seberapa indah bunga itu, ia langsung mengadu kepada suaminya.

"Ada bunga indah di ruang tahanan Charney. Saya tidak percaya bunga itu dirawat oleh orang jahat. Pikirkanlah sekali lagi apakah seseorang yang dengan penuh cinta kasih merawat tanaman bunga itu dapat melakukan kejahatan kepadamu sebagai sahabatnya?"

Napoleon Bonaparte terhenyak mendengar kata-kata isterinya yang penuh kebenaran. Ia memeriksa ulang perkara Charney dan ternyata tidak terdapat kesalahan yang setimpal untuk dihukum penjara. Ia segera membebaskan sahabat baiknya. Kebaikan kepada tanaman saja tidak sia-sia, apalagi kebaikan kepada orang lain!

Apakah pernah anda berpikir bahwa kebaikan anda sia-sia? Jangan cepat-cepat berpikir seperti itu! Saya seringkali bertanya-tanya apakah blog ini ada gunanya bagi orang lain. Namun pada suatu hari seorang Yuni Sucipto asal Surabaya yang sekarang tinggal di States (L.A) yang sedang searching Google menemukan nama sahabat lamanya sewaktu jaman SMA di blog saya. AlberD Tanoni, musisi dan produser rekaman, dapat Yuni hubungi lagi setelah bertahun-tahun tak ada kontak.

Kalau nama anda disearch di Google, apakah ada sahabat yang menemukan anda? Saya sudah lama ingin menemukan teman kuliah saya, Ina Mulia. Setiap kali saya melewati rumah keluarganya yang dibiarkan kosong dan dijarah saya jadi sedih. Saya pernah beberapa kali mengunjungi rumah megah itu dulu sekitar tahun 1977. Dulu rumah itu penuh tawa dan kebahagiaan. Rumah indah di jalan Rempoa Raya itu sekarang gelap pada waktu malam dan tampak berantakan di waktu siang. Pintu gerbangnya dibiarkan terbuka lebar. Orang-orang kampung di sekitar rumah itu sudah menjarah apa saja yang dapat diambil dari bangunan besar tak berpenghuni itu. Dulu di sana tinggal seorang Ina Mulia, dia adalah salah seorang penghuni cantik di rumah itu. Ina, where are you?

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com