Wednesday, October 29, 2008

The Evil of Unforgiveness

Saya teringat pada kisah lain yang diceritakan mas Jarot Wijanarko tentang jahatnya sikap tidak mau mengampuni. Ada seorang pria, katakanlah namanya Jack, dipenjara untuk jangka waktu 25 tahun di penjara terkenal, Alcatraz, Amerika Serikat. Ketika ia sudah menjalani masa tahanan selama 24,5 tahun, pengadilan akhirnya menemukan bahwa ternyata si Jack bukanlah pelaku pembunuhan yang sesungguhnya. Ia hanya menjadi korban gara-gara fitnahan seseorang.

Ketika ia dibebaskan dari Alcatraz saat itu juga, apa yang ada di kepalanya adalah membalas dendam kepada orang yang telah menyengsarakan hidupnya. Ia menyelidiki dan memburu pemfitnah itu dengan telaten. Ia menelusuri dari alamat ke alamat, dari negara bagian yang satu ke negara bagian yang lain. Akhirnya ia menemukan orang itu. Pikirnya, kalau ia membunuh orang ini, maka ia puas dan lega, walaupun dipenjara lagi. Toh, ia cuma akan menjalani hukuman 25 tahun untuk pembunuhan itu dan akan dipotong masa tahanan yang telah keliru dijalaninya selama 24,5 tahun. Pendek kata, ia tinggal menjalani tambahan hukuman cuma enam bulan saja.

Ketika pistol itu diledakkan di muka korbannya, Jack memandang korbannya dengan sangat puas. "Inilah orang yang membuatku tinggal di Alcatraz dengan sia-sia selama 24,5 tahun!" pikir Jack puas.

Ketika polisi menangkap Jack, pria itu tenang-tenang saja menyerahkan diri. Dan proses pengadilan menghukum Jack dengan ganjaran 50 tahun atas tuduhan pembunuhan berencana, dipotong masa tahanan 24,5 tahun, ia akan masih mendekam di Alcatraz selama 25,5 tahun lagi!

Mengapa banyak orang tidak melihat dan memilih pengampunan, alih-alih membalas dendam? Jika engkau tidak mau mengampuni, Bapa di Sorga juga tidak akan mengampuni engkau....

****
Terima kasih atas pesanan 2 (dua) buku "Mukjizat Kehidupan" dari Seorang Ibu di Sydney. I hope you'll get a blessed inspirations from the books. God bless you!


Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com