Kamu Harus Memberi Mereka Makan
Senin malam, 1 September 2008 yang lalu, saya diundang menghadiri perayaan Ulang Tahun seorang teman untuk yang ke-54. Dia lahir tahun 1954 dan Senin malam itu perayaan yang ke-54, sehingga dia merayakan hari istimewa itu. Dia ternyata masih segar bugar, sehat, fit, selalu ceria, dan awet muda untuk usia 54 tahun itu.
Diantara salah satu kesaksiannya yang menarik adalah tentang memberi makan. Dia biasa diundang untuk berkhotbah di suatu perusahaan di bilangan Gajah Mada Jakarta, sebulan sekali pada hari Jumat siang jam 12.00 - 13.00 WIB. Yang menarik, dia tidak hanya memberikan berkat rohani. Untuk itu dia pernah bertanya kepada pemilik perusahan itu, "Pak, berapa jumlah anggota persekutuan yang akan ikut?"
Untuk sejenak pemilik perusahaan itu diam, apa maksudnya nih?
"Maaf, pak, bukan apa-apa, saya ingin tahu jumlah orang yang akan hadir karena isteri saya akan membuatkan nasi box bagi seluruh peserta persekutuan doa itu."
"Oh, sekitar tiga puluhan, Pak!"
"Baiklah, pak! Saya akan buatkan lebih, supaya semua kebagian, kalau ada tambahan peserta."
Begitulah uniknya pelayanan teman yang bergerak di bidang jasa EMKL ini. Ia selalu terpanggil untuk memberikan berkat rohani dan berkat jasmani. Pernah ada orang yang menantang, "Bagaimana kalau jumlah orang yang ikut Persekutuan itu lima ratus orang? Apakah anda akan commit membawa nasi box sejumlah lima ratus?"
"Ya, tentu dong!"
"Bagaimana kalau yang datang tiga ribu orang?"
"Kalau Tuhan percayakan saya untuk mengadakan KKR di depan tiga ribu orang, pasti Dia akan cukupkan berkat-Nya kepada kami sehingga kami bisa membawa lima ribu lebih nasi box buat seluruh peserta KKR, ditambah anggota panitianya. Kami tentu commit!"
Itulah salah satu kisah menarik dari teman saya, yang saat ini menjadi Anggota Majelis Jemaat di sebuah Gereja Kristen Indonesia di bilangan Gunung Sahari.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com