Wednesday, September 3, 2008

Saved by the Cross

Selamat Berkat Bayang Salib
Pada tahun 1967 di sebuah kelas fotografi di Universitas Cincinnati, seorang pemuda bernama Charles Murray, sedang dilatih untuk persiapan Olimpiade tahun 1968, sebagai seorang pelompat indah dari papan kolam renang. Charles dikenal sebagai seorang yang sabar.

Charles tidak dibesarkan dalam keluarga Kristen, namun keingin-tahuannya tentang Yesus sangatlah besar. Ia mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pengampunan dosa dan hal-hal lain. Ketika akhirnya Charles ditantang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, ia masih menolak.

Setelah kejadian itu Charles tampak gusar dan ia penasaran dimana ia dapat mempelajari tentang keselamatan. Melalui referensi beberapa bagian Alkitab yang didengarnya, ia bergumul dengan dirinya dan ia menjadi sangat gelisah.

Oleh karena Charles sedang berlatih untuk pertandingan Olimpiade, maka ia memperoleh fasilitas khusus di kolam renang Universitas Cincinnati. Pada suatu malam antara pukul 10.30 - 11.00, Charles memutuskan untuk berenang dan melakukan sedikit latihan lompat indah. Malam itu di bulan Oktober sangat cerah dan bulan purnama tampak cemerlang. Kolam renang di Universitas itu berada di bawah langit-langit kaca sehingga cahaya bulan purnama dapat menembus langit-langit.

Charles mendaki papan lompat yang paling atas untuk melakukan lompatannya yang pertama. Pada saat itu Roh Allah mulai menempelak hatinya akan dosa-dosanya. Semua ayat-ayat firman Tuhan yang telah dibacanya bersaksi tentang Kristus dan memenuhi benaknya.

Ia berdiri di atas papan dengan membelakangi kolam renang untuk melakukan lompatan indahnya, merentangkan kedua belah lengannya untuk keseimbangan, memandang ke atas dinding dan melihat bayang-bayangnya sendiri yang disebabkan oleh cahaya rembulan.

Bayang-bayangnya berbentuk sebuah salib. Ia tak dapat menahan beban dosanya lebih lama lagi. Hatinya hancur dan ia duduk di atas papan lompat itu serta meminta Allah mengampuninya dan menyelamatkannya. Ia percaya kepada Tuhan Yesus Kristus di ketinggian lebih dari dua puluh kaki di atas tanah.

Tiba-tiba lampu-lampu di areal kolam renang itu menyala terang benderang. Petugasnya masuk untuk mengadakan pemeriksaan kolam renang. Ketika Charles menengok ke bawah dari atas papannya, ia melihat bahwa kolam renang itu tak berair, tengah dikeringkan untuk beberapa perbaikan. Ia kaget sekali. Hampir saja ia menerjunkan dirinya ke bawah menuju kematian, namun Salib telah menghentikannya dari bencana tersebut.
(Sumber: Tabloid Keluarga no. 33/2008)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com