Buta
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena ia buta. Ia membenci siapapun, kecuali kekasihnya tercinta. Kekasihnya ini selalu ada baginya. Ia mengatakan kepada kekasihnya, "Kalau saja aku dapat melihat, aku akan menikah denganmu."
Pada suatu hari seseorang menyumbangkan sepasang mata kepada gadis ini. Ketika perban dibuka, ia dapat melihat segalanya, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang engkau telah dapat melihat, maukah engkau menikah denganku?"
Gadis ini melihat kepada kekasihnya dan mendapati bahwa pria ini buta. Pemandangan kelopak mata yang tertutup telah mengejutkan gadis ini. Ia tidak menduga hal itu. Pikiran bahwa ia akan harus melihat kebutaan itu seumur hidupnya menyebabkan ia menolak untuk menikahinya.
Kekasihnya meninggalkan gadis itu dengan deraian airmata dan beberapa hari kemudian ia menuliskan sepucuk surat kepadanya, yang mengatakan: "Peliharalah matamu, kekasihku, karena sebelum mata itu menjadi milikmu, sepasang mata itu tadinya adalah milikku." (Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com - mohon bagian ini jangan dihapus ketika anda memforwardnya)
****
There was a blind girl who hated herself because she was blind. She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for
her. She told her boyfriend, 'If I could only see the world, I will marry you.'
One day, someone donated a pair of eyes to her. When the bandages came off, she was able to see everything, including her boyfriend. He asked her, 'Now that you can see the world, will you marry me?'
The girl looked at her boyfriend and saw that he was blind. The sight of his closed eyelids shocked her. She hadn't expected that. The
thought of looking at them the rest of her life led her to refuse to marry him.
Her boyfriend left in tears and days later wrote a note to her saying: 'Take good care of your eyes, my love, for before they were yours, they were mine.'
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com