Thursday, August 14, 2008

Tragic Behaviour

Sebuah berita di Kompas.Com, Kamis, 24 Juli 2008 | 09:29 WIB
"JAKARTA, KAMIS-Istri seorang dokter spesialis anak, Renata Tan (49), tega menyiksa Septiana Maulina alias Lina, gadis yang bekerja di rumahnya, secara keji hingga tewas. Renata secara membabi buta memukuli, menjambak, dan membenturkan kepala Lina ke lantai.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah Renata di perumahan elit Kedoya Garden, Kedoya Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa (22/7) pagi. Tanpa alasan yang jelas, ibu tiga anak tersebut menyiksa Septiana Maulina alias Lina (l6), satu dari tiga wanita pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.

Peristiwa yang menimpa Lina merupakan aksi ketiga Renata. Pada tahun 1991 dan 1996, Renata juga menyiksa hingga tewas dua wanita pembantunya. Renata diajukan ke sidang namun hakim membebaskan wanita itu dari segala tuntutan karena Renata dianggap berkepribadian ganda atau tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatannya."

Berita itu sungguh memilukan, karena keluarga Renata dilingkupi dengan hamba-hamba Tuhan. Adik iparnya adalah seorang dokter spesialis terkenal yang juga gembala dari beberapa gereja di Jakarta. Bagaimana kekristenan dapat menyembuhkan perilaku yang menyimpang seperti itu? Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan! Pembantu juga manusia, mereka sudah sangat berjasa kepada kita.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com