Tuesday, July 22, 2008

Not As Good As It Seems

Rumput Di Rumah Tetangga Tidak Selamanya Lebih Hijau
Saya teringat pada suatu kisah suami isteri yang mengalami prahara rumah tangga. Sang suami mulai melirik isteri orang lain, ibaratnya melirik rumput tetangga yang nampak lebih hijau. Ia berpikir bahwa wanita tetangganya jauh lebih OK dibandingkan isterinya. Diam-diam ia mulai memacari wanita itu.

Memang secara fisik wanita ini termasuk cantik sekali, dengan tubuh tinggi semampai. Banyak pria yang mengincar wanita ini. Waktu tersenyum kecantikan wanita ini semakin bertambah saja. Setelah beberapa bulan pria ini memacari wanita ini, mulailah ia melihat watak asli wanita selingkuhannya. Ternyata wanita itu 'matre' sekali, mau uangnya saja. Ketika uangnya mengalir lancar pada wanita itu, maka wanita itu ada dalam mood yang baik. Tetapi jika tidak ada uang, tidak ada hadiah, wanita itu judesnya minta ampun. Pertengkaran demi pertengkaran akhirnya menghiasi hubungan perselingkuhan itu karena pria ini mulai membatasi pengeluaran uangnya bagi sang wanita tetangga.

Suatu kali ketika ia habis bertengkar dengan wanita itu gara-gara sang wanita minta dibelikan perhiasan yang sangat mahal, pria itu pulang ke rumah menemui isterinya. Sang isteri menyambut dengan hangat seperti biasanya. Isterinya melihat ada kemurungan di wajah suaminya, sehingga ia bertanya, "Ada apa, mas?" Tentu saja sang suami tidak berterus terang mengenai masalah dengan selingkuhannya. Ia hanya berkata, "Ada masalah keuangan!"
"Apakah saya harus kembali bekerja?"
"Tidak perlu."
"Atau saya buka salon atau mengambil simpanan uang saya?"
"Tidak perlu juga."

Saat itu juga terbukalah mata suaminya betapa isterinya rela berkorban apa saja untuk mengatasi keuangan mereka. Saat itu juga terlihatlah betapa rumput di rumah tetangga tidak selalu lebih hijau. Saat itu juga sang suami merasa malu dan berdosa terhadap isterinya. Sekarang ia bisa melihat betapa berkat besar yang telah diberikan kepadanya melalui kehadiran isterinya. Di hadapannya ada seorang wanita yang ia miliki, yang tidak materialistis dan yang mendukung dirinya senantiasa. Betapa berdosanya ia menyia-nyiakan isteri yang terbaik yang ia miliki. Ternyata rumput di rumah tetangga tidak selalu lebih hijau. (Sumber: Ps. Edward Supit yang ditulis dalam Tabloid Keluarga Edisi 30/2008)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com