Para Penari di Penjara
Byron F. Garcia (48 tahun) tidak pernah bermimpi menjadi konsultan penjara, apalagi bertanggungjawab untuk penjara di Cebu (CPDRC) yang terkenal dengan penjahat kelas kakap. Penjara itu dihuni lebih dari 1,500 orang terpidana berat, terkenal sebagai sarang narkoba, dengan para petugas yang korup dan selalu terjadi kekerasan di antara para napi. Inilah penjara terberat dan ditakuti di seluruh Filipina. Itu dulu…
Hanya dengan modal tekad kuat untuk membuat penjara 'heboh' ini menjadi lebih manusiawi, Byron melakukan beberapa pembenahan. Setelah memperbaiki dan memperketat sistem pengamanan, Byron mencari cara untuk memperlakukan para napi dengan lebih manusiawi yaitu dengan memberikan mereka musik dan melatih mereka menari. Gak salah? Memang orang Filipina suka menyanyi dan menari, kenapa tidak dicoba? Memangnya pembunuh, pemerkosa, pengedar narkoba ini tidak boleh menari? Maka Byron pun mencoba idenya sejak tahun 2007.
Dimulai dengan mengambil latihan 4 jam setiap hari dengan mengundang seorang koreografer, seluruh penjara perlahan tapi pasti berubah ke arah pembentukan sikap disiplin yang positif. Semua napi jadi bersemangat setiap berlatih menari, bahkan sampai tidur pun para napi pun terbayang-bayang dengan hitungan dan gerakannya. Hal ini dapat diketahui karena semua sudut penjara di monitor CCTV selama 24 jam.
Pendalaman iman diadakan setiap hari dan selalu penuh dihadiri para napi; mereka saling mendoakan dan memuji Tuhan. Akhirnya kekerasan yang menjadi keseharian para napi menjadi turun sampai nol, digantikan dengan semangat pertemanan dan sukacita di dalamnya. Acara makan yang sebelumnya adalah saat-saat menyeramkan karena sering terjadi baku hantam, menjadi saat yang menyenangkan layaknya keluarga besar makan bersama. Para napi yang semula bahasanya 'kekerasan' berubah menjadi lebih manusiawi, saling tolong menolong.
Akhirnya semenjak tarian "Thriller" di-upload ke YouTube oleh Byron Garcia, woala, sampai hari ini (17 Juli 2008) video ini mendapat lebih dari 16 juta hits dan menjadikan mereka terkenal bahkan mengharumkan nama negerinya. Gimana gak bangga tuh para napinya, bahkan Presiden Arroyo akan mampir sendiri mau nonton lho!
Kalau kita memiliki kehendak baik, apapun mungkin dan bisa dilakukan, apalagi kita menyertakan Tuhan di dalamnya. Byron belum selesai berkarya, ia bahkan memikirkan akan membangun pusat latihan tari di Manila bagi para 'alumni' penjaranya karena mereka sudah berubah menjadi 'orang baik' katanya. Well, keep up the good work! Semoga penjara-penjara lain bisa memperlakukan hal yang sama: memperlakukan napi selayaknya manusia dan menjadikan penjara sebagai tempat rehabilitasi dimana terjadi perubahan sikap mental.
Lihat karya Byron di http://www.youtube.com/user/byronfgarcia
PS: silahkan search "byronfgarcia" di YouTube maka anda akan menemukan banyak tarian sinkronisasi yang waah… Kita saja yang di luar penjara belum tentu bisa melakukannya. (Sumber: Email dari Shanti - Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com)