Friday, May 23, 2008

I Always Love You

Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memastikan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam

Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: "Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!"

Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: "Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu!" Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...

*****

When the rescuers found her, she was already dead, crushed by the collapsed house. Through all the debris, people can see her posture: both knees down, upper body forward with hands holding her body, like praying to the heaven. The rescuer pushed his hand in through the crevices to confirm her death. He again shouted and knocked the loose bricks with his tool, no response from inside.

The rescue team moved on to the next collapsed building. The team leader must feel the strange posture of the dead lady. He went back, checked again and shouted to his team: "come back, there is a baby alive under her body!"

After a hard try, they carefully cleared the debris around the dead woman. Lied under her body was her well-wrapped baby, about three or four month old. Because of her mother's protection, he was not hurt at all. He was still sleeping when he was taken out. His quiet sleeping face really calmed people nearby. The doctor came over to perform the routine check and found out a cell phone tucked under his blanket. He took a look of the screen, an already written message is there: "my loving baby, if you can survive, please remember I always love you." Even the Doctor, who is so used to seeing life and death, cried. The cell phone was passed along, and everybody cried.


Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com