Wednesday, March 26, 2008

The Story of An Ex-Gay

Kisah Jupiter "Jupe" Fourtissimo
Artis tampan kelahiran 3 Februari 1982 itu menyatakan dirinya pernah menjadi gay akibat trauma terhadap pelecehan seksual yang diterimanya ketika kecil. Sebelum pembeberan fakta yang berani dari Jupe, demikian ia biasa disapa, memang tak banyak orang yang tahu bahwa ia dahulu adalah seorang gay, meskipun orang-orang terdekatnya sekalipun.

Memang sudah sepantasnya pengakuan Jupe yang berani itu patut dihargai. Saat ditanya, apa yang menjadi alasan keberaniannya itu, Jupe mengatakan bahwa sebelumnya ia bermimpi bahwa Tuhan menyuruhnya untuk bersaksi akan masa lalunya yang kelam itu. Namun skenario untuk pengakuannya itu berbeda dari apa yang ia rencanakan. Ia percaya bahwa Tuhanlah yang menjadikannya demikian.

"Sebelum wawancara dengan media massa tersebut, saya telah menyiapkan skenario sedemikian rupa. Namun entah mengapa semua terjadi mengalir begitu saja. Yang saya ingat, saya hanya bisa menangis dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan," jelasnya.

Sebelumnya Jupiter adalah seorang pencandu alkohol dan pemakai obat-obatan terlarang. Kehidupan seeprti itu membuat kerohaniannya kering. Karena kebiasaan buruk itulah karier Jupiter di dunia hiburan sempat terancam. Beberapa kontraknya diputus secara sepihak oleh pihak produser.

Hanya saja Tuhan memang punya waktu-Nya buat Jupe. Sejak beberapa tahun belakangan ini ia banyak berubah. Bahkan setahun terakhir ini ia lebih sering mendekatkan diri kepada Tuhan, bahkan sekarang Jupiter saat ini bersekolah khusus untuk menjadi Pendeta.

Kisah masa lalu yang kelam berawal dari masa kecilnya. Ketika kedua orangtua Jupe bercerai, ia dititipkan kepada pamannya. Tak disangka, sang paman ternyata sering melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Pengalaman pahit itu membuatnya tertarik kepada sesama jenis. "Tapi saya bersyukur karena Tuhan menyelamatkan saya. Saya melepaskan semua itu dalam nama Tuhan Yesus. Saya bertobat dan saya dilepaskan karena berkat Tuhan," tegas Jupe.

"Hari itu adalah sehari sebelum hari ulang tahun saya. Saya sengaja tidak bepergian keluar rumah sharian, bahkan juga tidak keluar kamar. Tepat jam 12 malam, saya menyalakan lilin dan memadamkan lampu kamar. Dalam kesendirian itulah saya menangis sepuasnya di kaki Tuhan dan mohon ampunan-Nya. Saat itu saya sungguh hancur hati dan Tuhan pulihkan hidup saya," ungkapnya.

"Tantangan saat pertama setelah lahir baru itu ialah saya harus berubah, dan menanggalkan yang lama," lanjutnya.

Meski diakuinya bahwa tidak mudah baginya untuk berubah. Setelah pertobatannya itu, ia sempat jatuh bangun. Tahun 2002 sampai 2004 ia meninggalkan Tuhan dan tak pernah ke gereja, juga tidak pernah bersaat teduh. Tahun 2005 Tuhan kembali menyadarkannya, hingga puncaknya ia berani mengaku di depan publik tentang masa lalunya.

"Sekarang saya sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Tak ada lagi yang bisa saya sembunyikan. Saya bersyukur atas pengampunan dan kesembuhan dari Tuhan Yesus."

Kini selain bermain sinetron, menjadi model iklan, Jupe juga banyak menghabiskan waktunya untuk pelayanan. Baginya sesibuk apapun pekerjaannya, ia bertekad untuk tetap mengutamakan Tuhan Yesus. "Saya tidak mau disentil Tuhan lagi. Lagi pula lebih enak hidup dekat Tuhan," tandasnya. (Sumber: Tabloid Keluarga Edisi 23/Maret/2008)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com