Kisah ini berasal dari kota Achen di Jerman. Sebuah persekutuan doa orang-orang Indonesia, kebanyakan mahasiswa, di kota itu perlu tempat beribadah yang menetap. Gembala di situ digerakkan Tuhan untuk membeli sebuah gedung gereja. Namun harga properti di Eropa, seperti kita ketahui, mahal.
Pada waktu itu ada gereja Baptis yang mau dijual karena gereja ini akan pindah ke gedung yang lebih besar. Harga yang ditawarkan adalah Euro 650 ribu, atau sekitar Rp. 9 milyar. Bagi gereja Indonesia di Achen, jumlah itu sangat besar. Jemaat mereka cuma sekitar 100 orang. Nampaknya mustahil membayar sebesar itu.
Gembala itu bertemu seorang Penatua dari Abbalove MInistries di Eropa. Ia sharingkan pergumulan jemaatnya untuk memiliki gedung gereja sendiri. Dari pihak Abbalove memberi respons dengan mengirimkan bantuan keuangan, namun jumlahnya tidak terlalu besar. Para pemimpin di Abbalove meneguhkan gembala Achen itu bahwa Tuhan pasti menggenapkan kebutuhan dana mereka. Dalam waktu 9 bulan sejak saat itu terkumpul dana Euro 275 ribu. Untuk membeli gedung itu hanya diperlukan Euro 325 ribu, sisanya bisa kredit jangka panjang dari Bank. Ketika tinggal satu minggu untuk membayar Euro 325 ribu itu, gembala Achen telpon lagi ke Abbalove Jakarta. Pimpinan Abbalove hanya bisa berdoa, dan memastikan bahwa dananya pasti ada pada waktunya. Ketika kurang dari 3 hari dari deadline pembayaran, gembala itu menelpon teman lamanya. Sang teman langsung bilang, "Saya ini digerakkan Tuhan untuk menyumbang Euro 75 ribu, tapi tidak tahu harus diserahkan ke gereja mana?" Ketika gembala itu menceritakan kebutuhan dana mereka, sang teman langsung berkata, "Wah, dari enam bulan lalu harusnya kamu telpon kami, supaya kami tidak bingung memikirkan dana ini harus diserahkan kemana." Akhirnya dana ditransfer dan gedung gereja Baptis itu sekarang menjadi milik mereka. Jarang sekali gereja di Eropa memiliki gedung sendiri, dan gereja di Achen Jerman itu salah satunya. Itulah Tuhan! Dia ajaib, Dia memungkinkan segala sesuatu yang tadinya nampak mustahil. Sumber Kesaksian: Penatua Seno Wijaya
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com