Pada tanggal 27 Feb 2008 anak saya, namanya Kevin, ada masalah dengan sekolahnya. Saya dipanggil oleh Wakil Kepala Sekolah. Setelah saya mengetahui semua duduk permasalahannya saya pulang dengan perasaan sedih dan sedikit kecewa dengan Kevin.
Malamnya saya beri dia sanksi atas perbuatannya itu dengan cara menyuruh dia tidur di kamar sendirian tanpa ditemani oleh omanya, karena sejak kecil dia itu dimanja sekali oleh omanya sampai tidurpun tidak mau pisah. Apa yang terjadi? Ternyata dia mengamuk di kamar sambil berteriak-teriak dan memukuli pintu. Dia berteriak memanggil saya suruh saya masuk dan menantang saya untuk memukul saya.
Saya dengan istri saya masuk ke kamarnya yang saya kunci dari luar dan kami coba menenangkan dia, tetapi usaha itu gagal karena dia dengan kuatnya berteriak. Dan yang saya rasakan tenaganya bukan tenaga dia lagi. Juga saya lihat tatapan matanya lain seperti biasanya. Saya bersama istri pada saat itu sudah putus asa dan Kevin masih saja berteriak-teriak dan meloncat-loncat.
Setelah saya merenung sejenak, mata saya tertuju pada botol minyak urapan yang saya dapatkan dari gereja saya. Tanpa pikir panjang lagi saya masuk ke kamar Kevin, saya cipratkan minyak urapan tersebut dan saya tengking setan yang ada di dalam tubuh anak saya. Saya tumpangkan tangan saya yang sudah saya olesi dengan minyak urapan itu di dahinya dan berkata sedikit bernada keras dan berwibawa: "Dalam nama Tuhan Yesus, keluar kau setan, iblis tempatmu bukan di sini...., kembali kau iblis ke hutan!" Apa yg terjadi? Saat itu juga anak saya langsung lemas dan memeluk saya dengan berkata, "Kevin mau tidur sama papi...". Saat itu saya masih belum puas.
Dan saya berkata lagi, "Bakar Roh Kudus....bakar...., hai setan keluar kau dan kembali ke hutan..., di sini bukan tempatmu..." Setelah saya berkata begitu Kevin bener-benar sadar, dia langsung lemas dan menangis kepada saya. Saya berkata kepadanya untuk saat itu juga agar dia berdoa, minta ampun sama Tuhan dengan apa yang dia lakukan tadi siang. Saya menyuruh dia untuk mengakui segala dosa-dosanya, minta Tuhan pimpin dia dan lindungi dia agar setan tidak bisa mengganggu dia lagi.
Setelah dia berdoa saya memberi dia Alkitab di samping ranjangnya untuk dia baca. Dengan tenang dan pulasnya akhirnya dia tertidur. Sayapun masih tumpangkan tangan saya dengan minyak urapan sambil mendoakan dia. Puji Tuhan! Sumber Kesaksian : Iwan Setiawan
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com