Monday, March 31, 2008

Ayat Ayat Cinta

Mendengar publikasi yang menggebu tentang film AAC, sampai Presiden SBY dengan rombongan para Dubes di Jakarta menonton film ini di Plaza EX, maka saya tergerak membeli buku novel Ayat-Ayat Cinta. Novel fiksi ini ternyata telah menyihir banyak orang sehingga kisah fiktif di dalamnya seolah-oleh kisah nyata, persis seperti yang dilakukan oleh buku The Da Vinci Code.

Saya baru saja membaca bab pertama, di situ dengan cerdik penulisnya, Habiburrahman El Shirazy, seorang intelektual jebolan Al Azhar Kairo, menyampaikan puja puji dari seorang Kristen Koptik, Maria, terhadap Al Qurán. Itu adalah bentuk edifikasi yang cemerlang. Kalau seorang Maria yang Kristen Koptik, Kristen Ortodoks Mesir, memuji-muji agama Islam dan Al Qurán memang tidaklah aneh, karena pemahaman mereka tentang Alkitab sendiri mungkin masih terbatas.

Novel AAC berkisah di Mesir. Dan di dalam bab pertama saja ada pernyataan dari penulis yang keliru, ketika dikatakan bahwa Mesir adalah bumi para nabi. Di dalam Al Qur'an dan Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, para nabi zaman dulu banyak bermukim di Tanah Israel, mulai dari Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Salomo, Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia, Daniel, dan lain-lain.

Karena baru sedikit yang saya baca, ya sekian dulu komentar ini.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com