Wednesday, January 9, 2008

The Fence or The Ambulance?

Pagar atau Ambulans?
Di sebuah desa berbukit-bukit terdapat jalan raya yang cukup terjal. Pada suatu tikungan yang menurun, jalan itu membelok dengan tajam dan sering memakan korban kecelakaan. Banyak pengendara motor atau mobil yang terjun ke bawah lembah dan mengalami luka-luka parah bahkan ada korban jiwa pula.

Oleh karena itu di sekitar tikungan maut itu diberi tanda-tanda bahaya agar setiap kendaraan yang melewati jalan itu agar berhati-hati. Namun peringatan itu tidak terlalu membawa hasil. Tetap saja ada pengemudi sepeda motor atau mobil yang tiba-tiba kaget dan tidak sempat berbelok dengan sempurna, sehingga mereka meluncur ke bawah lembah.

Oleh karena itu orang-orang di desa itu mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan ambulans bagi desa mereka, sehingga apabila ada korban yang terperosok ke jurang itu mereka dengan cepat memakai ambulans membawa semua korban ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah usul itu disetujui, ambulans itu banyak mengangkut para korban kecelakaan di tikungan maut itu. Orang-orang di desa kembali tidak merasa puas. Ternyata ambulans tidak menolong mereka untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di tikungan itu.

Akhirnya seorang bijak di desa itu menawarkan suatu solusi, "Mengapa kalian tidak membangun tembok pagar saja yang cukup kuat agar tidak ada kendaraan yang terjun ke jurang di bawah sana?" "Ya, kenapa tidak?" kata orang-orang mengangguk setuju. "Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?" "Bukankah lebih baik sedia payung sebelum hujan?"

Sayangnya, banyak orang lebih suka menyediakan ambulans. Mereka lebih suka terpojok dengan masalah dan menyelesaikannya. Mereka lebih suka mengobati penyakit daripada mencegah sedini mungkin. Banyak orang hidup seperti biasa, namun ingin hasil yang luar biasa. Banyak orang ingin hidup berkelimpahan, namun hidup seenaknya. Banyak orang ingin hasil yang berbeda, namun selalu melakukan hal yang sama. If you don't change your direction, you will end up where you're heading. Persiapkanlah kehidupan kita, jangan terpaksa membereskan hidup kita karena kita gagal merencanakan keberhasilan.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com