Search This Blog

Loading...

Wednesday, October 31, 2007

Air Mata Di Surga

Kita sudah sering mendengar kesaksian Mary K. Baxter tentang pengalamannya dibawa Tuhan jalan-jalan ke Neraka. Kesaksian ini menceritakan pengalaman Mary diangkat ke surga:

Saat itu saya dibawa ke suatu tempat khusus di mana malaikat tersebut berhenti dan berkata kepada saya: “Allah menginginkan aku untuk menunjukkan kepadamu tempat yang penuh dengan air mata."

Anda mungkin telah membaca beberapa kali pasal-pasal dalam kitab Mazmur mengenai air mata kita dan mengenai betapa pedulinya Allah kepada kita. Malaikat tersebut menampung air mata kita dan menaruhmya di dalam kirbat-kirbat (Mazmur 56:9). Saya telah seringkali bertanya-tanya mengenai maksud dari ayat tersebut.

Saya tahu bahwa banyak di antara Anda yang membaca kata kata ini telah banyak mencucurkan air mata bagi orang-orang yang Anda kasihi, anak-anak Anda, teman Anda dan keluarga Anda. Khususnya, jika Anda telah mengalami sebuah perpisahan atau perceraian, Anda merasa sepertinya semua harapan telah hilang. Anda bersedih karena orang-orang yang Anda kasihi terhilang.

Saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa Allah menunjukkan kepada saya sebuah ruangan yang penuh dengan air mata di Sorga. Itu sangat indah. Malaikat tersebut membawa saya ke sebuah jalan masuk utama yang tidak mempunyai pintu. Saat saya melihat ke dalamnya, saya dapat melihat bahwa ruangan itu sendiri tidak besar, tetapi kekudusan dan kuasa yang memancar darinya sungguh mengagumkan saya. Dibatasi dengan rak-rak kristal, dinding bagian dalam ruangan tersebut penuh dengan cahaya. Pada rak-rak tersebut ada banyak kirbat, beberapa di antaranya berada di dalam tiga kelompok dan kelihatan seperti gelas yang jernih. Di bawah kilauan gelas yang seperti botol tersebut ada sebuah plakat dengan sebuah nama di atasnya. Ada banyak kirbat di ruangan tersebut.

Kemudian di dalam ruangan tersebut, saya melihat seorang laki laki yang tampaknya telah dimuliakan. Baju ungunya yang tebal sangat indah dan kelihatan seperti beludru. Sebuah meja yang begitu elok, yang terbuat dari material yang kelihatan berharga dan memancarkan cahaya dengan kemegahan yang mulia, berada di bagian dalam ruangan itu. Dengan tampilan yang mewah tersebut, saya melihat sesuatu yang mengherankan saya. Buku-buku berada di atas meja dan tampak seolah-olah dijahit dalam bahan seperti sutera yang sangat indah seperti yang pernah saya lihat. Beberapa berlian, mutiara dan renda berada di atasnya; buku-buku lainnya mempunyai batu-batu berwama hijau dan ungu di atasnya. Semuanya dibuat dengan rumit.

Saya berpikir: "Ya, Tuhan, betapa indahnya buku-buku ini!" Saya mencintai buku-buku. Buku-buku ini secara khusus telah menarik saya. Mereka menarik perhatian. Ketika saya memandangnya, saya diliputi dengan kekaguman.

Saat itu, laki-laki yang berada di ruangan tersebut berkata kepada saya: "Mari dan lihatlah. Saya ingin menunjukkan ruangan ini kepadamu dan saya ingin menjelaskan kepadamu mengenai air mata. Ini hanya satu dari beberapa ruangan yang seperti itu. Saya bertanggung jawab atas ruangan ini."

Ketika dia berbicara, seorang malaikat yang besar datang dari jalan masuk tersebut. Keindahan dan kemuliaan dari makhluk surgawi ini mengagumkan saya. Saya memperhatikan bahwa dia mengenakan jubah putih yang berkilauan dengan sisi emas yang terjuntai di sepanjang jalan. Tingginya sekitar dua belas kaki dan memiliki sayap yang sangat besar.

Malaikat tersebut memegang sebuah cawan kecil di tangannya. Cawan emas tersebut dipenuhi (lihat Wahyu 5:8) dengan cairan. Laki-laki di dalam ruangan tersebut berkata kepada saya: "Dia baru saja membawakan kepada saya sebuah cawan yang penuh dengan air mata dari bumi. Aku ingin engkau melihat apa yang kami lakukan dengan cawan ini." Malaikat tersebut menyerahkan cawan kepadanya dengan selembar kertas. Catatan itu berisi nama seseorang yang air matanya disimpan di dalam cawan itu.

Laki-laki di dalam ruangan itu membaca catatan tersebut dan kemudian pergi ke salah satu tempat di mana kirbat-kirbat tersebut disimpan. Dia membaca plakat di bawah kirbat tersebut dan saya mengetahui bahwa itu cocok dengan orang dari bumi yang namanya tercantum di catatan tersebut.

Laki-Iaki tersebut mengambil kirbat yang hampir penuh itu dan membawanya ke atas cawan tersebut. Dia mencurahkan air mata dari cawan emas ke dalam botol tersebut. Laki-laki itu berkata kepada saya: ”Aku ingin menunjukkan apa yang kami kerjakan di sini. Katakan kepada orang-orang di bumi mengenai ini.” Kemudian dia mengambil kirbat yang berada di atas meja, mengambil satu dari buku-buku, membukanya dan berkata: ”Lihat! Halaman-halaman di dalam buku itu sama sekali kosong. Penjaga ruangan tersebut berkata kepada saya: ”Ini adalah air mata dari umat kudus Allah di bumi ketika mereka menangis kepada Allah. Lihatlah apa yang terjadi.”

Kemudian laki-laki tersebut mencurahkan satu tetes dari kirbat tersebut, satu tetesan kecil air mata ke atas halaman pertama dari buku tersebut. Ketika dia melakukan ini, kata-kata mulai muncul dengan segera. Kata-kata yang indah, tulisan tangan yang elok mulai kelihatan di halaman tersebut. Setiap kali satu tetes air mata tersebut jatuh ke atas halaman, halaman itu tampak penuh dengan tulisan tangan. Dia melanjutkan melakukan hal ini kepada tiap-tiap halaman, lagi dan lagi.

Ketika dia menutup buku dan berbicara, dia kelihatannya mengatakan kepada semua manusia juga kepada saya. "Doa-doa yang paling sempurna adalah doa-doa yang dibasuh dengan air mata yang datang dari hati dan jiwa para pria dan wanita di bumi." Kemudian malaikat dengan sayap pelangi itu berkata kepada saya: "Marilah dan lihatlah kemuliaan Allah."
(Kesaksian Mary K. Baxter dalam buku "Penglihatan Tentang Surga")

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Pertobatan Isteri Pengkhotbah

Nama saya Tanya Sparks. Saya tinggal di sebuah kota kecil di East Tennessee. Saya lahir di kota Erwin, Tennessee pada tahun 1979. Orang tua saya bukanlah orang Kristen. Saya tumbuh dewasa dengan pengalaman kekristenan ketika saya harus pergi ke gereja bersama-sama teman dan sanak keluarga. Saya tahu tentang Tuhan Yesus, tapi masih bingung. Di keluarga saya ada beberapa orang dengan kepercayaan yang berbeda-beda seperti Mormon dan Free Will Baptist dan mendengar bermacam-macam cerita. Yang saya tahu, kalau saya baik maka saya akan masuk sorga.

Pada tahun 1995 ibu saya banyak minum minuman keras dan ayah saya jarang di rumah karena banyak kerja lembur. Saya tahu keadaan kami berantakan sekali. Lalu, suatu hari, ayah saya memutuskan untuk datang ke suatu KKR bersama seorang teman. Satu perkara menuntun kepada perkara lain, dan tak berapa lama kemudian, kedua orang tua saya diselamatkan dan sejak itu mereka rajin beribadah di gereja. Saya dan adik perempuan saya pikir mereka gila. Mereka berubah dalam satu malam!

Pada bulan Maret 1997, saya mendapatkan pengalaman yang saya pikir itu adalah hari keselamatan saya. Saya hanya menyatakan penyesalan karena saya sakit hati diputuskan seorang pacar, bukan pertobatan atas dosa saya. Perasaan menyesal itu hanya bertahan selama dua minggu. Kemudian saya kembali lagi ke jalan yang lama. Sepanjang tahun itu saya datang dan absen ke gereja, sambil menganggap diri telah diselamatkan. Kemudian pada bulan September saya berkenalan dengan seorang pemuda yang akhirnya menjadi suami saya. Ia adalah seorang pengkhotbah dan saya perlu banyak khotbah. Saya begitu excited. Ia lebih tua daripada saya, begitu dewasa. Saya tahu pada saat saya bertemu pertama kali dengannya bahwa dialah calon suami yang saya idamkan. Saya tahu bahwa ia tidak akan menikahi saya jikalau saya bukan orang Kristen, sehingga saya mulai bersandiwara. Kami menikah pada tanggal 15 Nopember 1997. Akhirnya saya pikir saya telah memegang kendali atas hidup saya.

Tak berapa lama kemudian akhirnya Steve, suami saya, tahu bahwa saya belum diselamatkan. Satu setengah tahun pertama dalam pernikahan kami sangat berat. Saya seringkali tidak pergi ke gereja, dan hal ini melemahkan hati dan pelayanan suami saya. Saya mencoba menjauhi gereja.

Pada bulan Juli 1999 saya menghadiri suatu KKR dan disana saya ditempelak Tuhan. Saya kembali bertobat dan menganggap saya sudah lahir baru. Tetapi saya kembali lagi jatuh dalam dosa dan saya tidak dapat melepaskan diri dari dosa. Pada bulan April 2000 di gereja kami terjadi pertentangan hebat. Gembalanya mengundurkan diri dan banyak jemaat meninggalkan gereja itu, termasuk juga pemain pianonya. Saya dengan segera menggantikan pemain piano itu. Saya pikir saya sudah baik.

Pada tanggal 10 Desember 2000, seorang pengkhotbah tamu dari Madison County, North Carolina datang berkhotbah. Ia berkhotbah pada hari itu tentang bagaimana kita tahu kita sudah diselamatkan. Tuhan dengan segera mulai beracara membereskan hati saya. Saya tahu pada saat itu bahwa saya termasuk orang yang terhilang dan jika saya mati sebelum hari itu, maka saya pasti masuk ke neraka. Saya segera maju ke altar dan bertobat, mengaku dosa-dosa saya lagi, memohon belas kasihan Allah untuk mengampuni saya, dan menyerahkan seluruh kehidupan saya kepada Allah. Tuhan telah menyelamatkan saya! Ketika pagi hari itu saya mengumumkan bahwa saya baru saja menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya dengan sungguh-sungguh, banyak orang terkejut. Bahkan suami saya sendiri kaget. Saya pikir suami saya di dalam hatinya tahu bahwa saya orang yang terhilang, tetapi ia tidak pernah mengatakan hal itu kepada saya. Jika Tuhan sanggup menyelamatkan orang seperti saya, yang menipu seorang pengkhotbah untuk menikah dengan saya, hidup dalam kepura-puraan dan kebohongan selama satu setengah tahun, isteri seorang pendeta pula, maka Ia dapat menyelamatkan siapapun juga. Setiap orang dapat menerima Tuhan, bahkan orang brengsek seperti saya!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, October 30, 2007

Dibebaskan dari Homoseksualitas

Kadang-kadang, karena anda kehilangan sesuatu dalam hidup ini, anda melakukan hal-hal lain sebagai kompensasi. Itulah yang terjadi pada saya.

Saya adalah gadis berusia 22 tahun yang telah percaya kepada Kristus sejak usia 8 tahun. Sepanjang 7 tahun terakhir ini, hidup saya berantakan dan meluncur turun karena keadaan-keadaan di sekitar saya: ibu saya terkena anorexia/Obsessive Compulsive Disorder/depresi parah, ayah saya yang lari dari keluarga, karena depresi saya keluar dari College, pacaran dengan banyak lelaki yang berakhir dengan tragedi. Pada suatu hari, karena dipengaruhi ibu saya, saya sangat khawatir terhadap berat badan dan penampilan saya. Saya selalu melihat gadis-gadis lain di sekitar saya, membanding-bandingkan diri saya dengan mereka. Namun, karena terus menerus melihat, memandang, dan membanding-bandingkan, saya akhirnya tertarik dengan gadis-gadis.

Saya ingat di College, pada waktu itu saya belum merasakan tabiat homoseksual ini, tetapi sesuatu terjadi di dalam saya, dan itu adalah suatu hal yang berbahaya. Saya keluar dari kuliah setelah 1,5 tahun karena depresi parah. Saya tidak dapat berkonsentrasi di dalam pelajaran, dan ada dua pemuda di sana yang saya pacari, dan saya tidak dapat menahan stres itu.

Ketika saya kembali ke rumah, saya tergerak mengirim iklan di internet, cari kenalan. Kemudian saya bertemu Sarah (bukan nama sebenarnya), seorang lesbian yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Ia sedang mencari teman kencan juga. Pada waktu itu saya belum punya pengalaman homoseksual, dan terus terang saja, tidak pernah berpikir menjadi begitu. Saya tidak dapat menceritakan bagaimana saya akhirnya menjadi lesbian. Sarah mengajak saya ke bar para gay dimana kemudian saya biasa datangi selama 2,5 tahun terakhir. Saya berkencan dengan banyak wanita di sana, dan ujung-ujungnya saya pacaran serius dengan seseorang. Saya tinggal bersama gadis ini selama 4 bulan, setelah berhubungan selama 3 bulan. Kemudian saya menjadi YAKIN bahwa saya seorang lesbian. Pada waktu itu saya menganggap bahwa Alkitab salah. Saya bahkan mencari buku-buku kristen yang menganggap homoseksualitas itu sah.

Selama periode kehidupan ini, saya tidak peduli dengan siapapun kecuali diri sendiri. Saya mengonsumsi obat-obatan (kokain, ecstasy, shabu-shabu dll), menjadi perokok berat, menjadi peminum berat. Saya begitu depresi. Saya begitu gelisah. Dan saya jauh dari Tuhan.

Saya tidak tahu apakah karena ada orang-orang yang berdoa bagi saya, atau karena Allah sendiri yang menjamah saya dalam belas kasih-Nya, tetapi pada suatu hari saya memutuskan untuk meninggalkan gaya hidup najis dan meninggalkan club lesbian yang sudah menjadi seperti rumah saya sendiri. Saya mengenal semua orang di club itu, dan kami seperti sebuah “keluarga”. Saya mengambil keputusan bahwa pada malam itu saya akan mengajak pacar saya ke bar itu dan akan mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa bersamanya lagi. Kemudian saya menjadi sangat mabuk, karena saya ternyata tidak tega. Dan saya duduk bersamanya di pojokan di belakang restoran. Di sana saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak dapat bersamanya lagi, dan saya perlu waktu untuk berpikir dulu. Ini adalah sesuatu yang paling menakutkan yang saya lakukan dalam hidup. Saya meninggalkan pacar saya, ”keluarga” saya dan semua teman-teman di club itu, dan saya harus berserah kepada Allah, ...tetapi apakah Ia akan membebaskan saya?’

Airmata mengalir dari mata kami berdua, saya tidak dapat mempercayai, pada waktu itu, apa yang saya dengar. Bar itu merangkap klub dansa setiap Sabtu malam, dan itu Sabtu malam yang penuh pesta pora kemabukan, lalu saya mendengar lagu dari Jars of Clay, berdentam dari loudspeaker, meluluhkan hati saya:

"Lift me up (Angkat saya)
When I'm falling (Ketika saya jatuh)
Lift me up (Angkat saya)
I'm weak and I'm dying (Saya lemah dan sekarat)
Lift me up (Angkat saya)
I need you to hold me (Saya perlu engkau untuk memegang saya)
Lift me up (Angkat saya)
To keep me from drowning again." (Untuk mencegah saya jangan tenggelam lagi)

Allah datang kepada saya pada malam hari itu. Allah mendengarkan saya, bahkan dalam keadaan saya berdosa dan berantakan. Allah mendengar saya memohon untuk diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan seperti dulu yang saya kenal. Ia datang kepada saya malam itu, dalam bentuk suatu lagu, menggelegar mengenai saya seperti petir. Sejak saat itu hidup saya tidak sama lagi.

Saya dapat berkata dengan bangga sekarang bahwa saya mempunyai hubungan yang istimewa dengan seorang pemuda Kristen. Kami saling menguatkan satu sama lain setiap waktu di dalam Kristus. Selama jangka waktu yang lama setelah kejadian itu, saya bergumul terus menerus untuk lepas dari nafsu terhadap para wanita. Saya percaya sungguh-sungguh bahwa pilihan sayalah yang membuat saya berdosa, dan sekarang saya sedang membayar harga karena kehilangan teman-teman yang saya cintai, kehilangan pacar saya yang saya sakiti karena keegoisan saya, dan karena nafsu saya. Ya, saya masih memiliki nafsu itu, namun Allah mengendalikan hidup saya! Ketika saya tergoda nafsu, saya berdoa. Ketika saya tidak tergoda, saya juga berdoa. Dan saya dapat berkata dengan setulusnya bahwa Allah mencukupi segala kebutuhan-kebutuhan saya menurut kekayaan dan kemuliaan di dalam Kristus Yesus. Percayalah, homoseksualitas bukanlah jawaban atas kebutuhan anda. Percayalah kepada Tuhan, dan Ia akan membebaskan, seperti yang Ia lakukan terhadap saya.
--Adelaide, umur 22

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, October 29, 2007

Dari Waria Jadi Pria Lagi

Catatan: Sudah beberapa kali saya bertemu langsung dengan Hendra dengan kesaksiannya yang luar biasa. Nyata sekali kasih sayang Tuhan dalam kehidupannya. Silakan nikmati kisah yang diambil dari http://www.jawaban.com ini.

Hendra terlahir dengan cacat fisik. Ia tidak memiliki dubur dan kaki yang sempurna layaknya bayi lainnya. Sampai ia beranjak remaja, pergumulan berat telah mengisi hari-harinya. Ayah Hendra sangat malu memiliki anak yang cacat fisik. Ia selalu menatap Hendra dengan pandangan sinis, tanpa ada rasa belas kasihan kepada anak kandungnya yang malang tersebut. Ayah Hendra tidak memperlakukan Hendra seperti anak-anaknya yang lain. Karena malu dengan kondisi anaknya, maka Hendra pun tidak pernah dimasukkan ke bangku sekolah. Ia hanya diberi les privat di rumah hingga ia tumbuh remaja. Mempertunjukkan Hendra di depan umum merupakan sesuatu yang sangat memalukan bagi ayahnya. Setiap kali ada acara keluarga atau undangan pesta, orang tua Hendra tidak pernah mengajaknya ikut. Bahkan ketika kakak kandungnya menikah, Hendra ditinggal sendirian di rumah sambil menahan kesedihan yang mendalam.

Sering kali Hendra menangis ketika malam tiba. Dan ia hanya bisa mengutarakan perasaan di hatinya kepada sang ibu dengan polos. "Ma, kenapa papa kok jahat? Apakah aku ini bukan anaknya? Kalau memang aku ini bukan anaknya lebih baik aku dari kecil diracun saja supaya mati," ucap Hendra dengan suara parau dan isak tangis tersedu-sedu.

Setiap hari caci maki dan kata-kata kutukan selalu terlontar dari mulut sang ayah. Dengan suara lantang dan tatapan jijik, ayah Hendra menghina dirinya. Hendra kecil setiap hari harus menahan rasa pilu di hatinya ketika ia menerima cacian tersebut. Kata-kata yang menyakitkan itu membuat hati Hendra terasa seperti disayat pisau silet. Pedih sekali rasanya mendengar ayah kandung sendiri menghina dirinya seperti binatang. Namun Hendra hanya bisa pasrah dan tidak bisa melawan.

Dari kecil seharusnya sudah ditanamkan sifat kepriaan pada diri Hendra, tetapi ia tidak mendapatkan itu dari sang ayah. Citra dirinya rusak dengan cacian yang ia terima dari ayahnya setiap hari. Ia merasa seperti hewan yang terkurung dan tidak pernah bebas bersosialisai seperti anak-anak lainnya. Hingga pada usia 11 menjelang 12 tahun, Hendra yang ingin merasa bebas mulai mengenal dunia waria dan sering berada di lingkungan mereka. Di situ ia merasa diterima dengan baik. Satu hal yang bisa membuat ia merasa bahagia karena ia tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya. Akhirnya ia pun mulai menjadi seorang waria dan meninggalkan keluarganya.

Hendra mengganti namanya menjadi Sandra saat ia menjadi seorang waria. Setiap malam ia menjual dirinya di pinggir jalan dan mengonsumsi narkoba. Sudah beberapa kali ia masuk rumah sakit karena over dosis pemakaian obat-obatan tanpa ada satu orang pun dari keluarganya yang tahu. Namun ia tidak jera. Sekeluarnya dari Rumah Sakit, Hendra kembali menjual narkoba dan mengonsumsinya lagi. Tak hanya itu, untuk menambah penghasilannya Hendra pun menjual teman-teman wanitanya kepada para lelaki hidung belang. Ia juga berprofesi sebagai germo yang sering mangkal di sebuah diskotik dan di pinggir jalan. 15 tahun lamanya Hendra menjadi seorang waria dan menjalani kehidupan yang liar. "Hidup saya semakin nggak bener, semakin hari semakin tidak karu-karuan," ujar Hendra.

Hingga tiba pada suatu hari Hendra mulai merasa jijik dengan dirinya sendiri dan ia memutuskan untuk bunuh diri. "Namun pada saat itu saya mendengar suara Tuhan yang berkata, ‘Aku menciptakan kamu seperti gambar-Ku, bukan seperti modelmu ini'," cerita Hendra. "Saya berontak kepada Tuhan dan berkata, Tuhan, saya tidak mampu Tuhan! Tapi suara Tuhan berbicara berulang kali seperti itu."

Dorongan yang kuat untuk mengakhiri kehidupannya yang salah membuat Hendra bertekad untuk berubah. Ia mulai meresponi suara Tuhan. Beberapa hari setelah ia mendengar suara Tuhan, Hendra pergi ke salon dan memotong rambutnya yang panjang menjadi model potongan rambut laki-laki. Begitu ia melihat potongan rambutnya yang baru setelah lama memiliki model rambut panjang serupa wanita pada umumnya, Hendra melihat wajahnya tampak berbeda. Ia terharu dan menangis di hadapan Tuhan. Hendra berkata dalam hati, "Tuhan, mengapa Engkau sungguh baik Tuhan Yesus? Mengapa semua orang menganggap saya sampah, keluarga saya yang terutama, tetapi Engkau menjadikan saya berharga seperti ini?"

Dalam sekejap Hendra merasakan damai sejahtera dan segala kepahitan terhadap orang-orang yang pernah menyakitinya hilang. Terutama kepahitan terhadap ayahnya yang dulu sering mencaci-maki dirinya. Hendra mulai meninggalkan dunia malam dan kehidupannya sebagai seorang waria. Ia berubah seutuhnya menjadi seorang pria dan kembali ke tengah-tengah keluarganya. Berkat pertolongan Tuhan, keluarga Hendra pun diubahkan dan mau menerima keberadaan dirinya apa adanya. Ucapan syukur Hendra semakin bertambah melihat dirinya dicintai oleh sang ayah dan bisa tinggal kembali di tengah-tengah kehidupan keluarga yang harmonis.

"Walaupun secara fisik saya sudah berubah pada saat itu, tapi perasaan saya masih seperti perempuan. Saya masih bisa mencintai seorang pria," ujar Hendra. Apa yang berhasil ia ubah pada bagian luar ternyata tidak sama dengan bagian dalam dirinya. Ternyata Hendra masih merasa seperti seorang perempuan. Ia menemukan kenyataan bahwa tidak semuanya berubah. Setiap malam ia menangis sambil berdoa kepada Tuhan. "Tuhan Yesus, kalau Engkau mau pulihkan saya tolong jangan setengah-setengah seperti ini. Tolong Tuhan, ubah saya!" seru Hendra dalam doanya. Ia merasa sedih melihat sebagian dari dirinya ternyata masih sama seperti dulu.

Seiring dengan doa yang ia utarakan kepada Tuhan setiap hari, tahap demi tahap Hendra mulai merasakan sisi kewanitaannya memudar. Tuhan mulai menghilangkan perasaan menyukai seorang pria dalam diri Hendra. Hingga Hendra benar-benar merasakan dirinya sudah utuh kembali sebagai seorang laki-laki.

"Kalau saya bisa dipulihkan, dari waria menjadi seorang pria sejati, Tuhan Yesus sungguh ajaib. Kasihnya sungguh luar biasa," ujar Hendra menutup kesaksiannya. (Kisah ini telah ditayangkan 26 September 2007 dalam acara Solusi Life di O Channel).

Sumber Kesaksian :
Lukas Pohan Hendra/jawaban.com

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, October 26, 2007

Ucapkan Syukur Selalu

Ini adalah salah satu pengalaman Drg. Yusak Tjipto bersama Tuhan. Tuhan mengajarnya bahwa cara Tuhan menolong itu berbeda-beda, berubah terus, karena Dia adalah Bapa yang kreatif. Inilah salah satu cara Tuhan menolong, beda dari apa yang sering dibayangkan orang.

Suatu kali Drg. Yusak pergi dari Bandung ke Jepara malam-malam. Sebelum berangkat mereka berdoa dan Tuhan berkata, "Ucapkan syukur apapun yang akan terjadi." Mereka berangkat bertiga: Drg. Yusak, isterinya, dan adik Drg. Yusak. Pada waktu berangkat Drg. Yusak yang menyetir. Ia berkata kepada isterinya, "Siap-siaplah karena pasti akan terjadi sesuatu."

Di perjalanan, setelah melewati Tegal, adiknya berkata, "Ayo, saya gantikan menyetir." Baru adiknya menyetir kurang lebih 10 menit, di jalan yang lurus itu setir mobil dibelokkan dan mobil masuk sawah, lompat kali kecil. Drg. Yusak bertanya, "Tadi kamu lihat apa sampai bisa jadi begini?"
"Aku lihat jalanan membelok, jadi setirnya aku belokkan." Padahal dia tidak mengantuk. Saat itu jam 1 malam. Di tengah sawah.

Tuhan ingatkan supaya apapun yang terjadi kita belajar mengucap syukur. Yang luar biasa, tidak ada satu orangpun yang terluka. Drg. Yusak mulai menyetop kendaraan yang lewat dan ada satu mmobil yang berhenti, di dalamnya hanya ada seorang pengemudi dan Drg. Yusak dan isterinya boleh menumpang. Sementara itu adiknya menunggu mobil rusak itu sambil menunggu pertolongan esok harinya.

Di mobil yang mereka tumpangi Drg. Yusak mendengar cerita pengemudi ini. "Saya ini heran karena saya belum pernah membeli mobil yang harus dibawa malam hari seperti ini. Dari tadi pagi saya membeli mobil ini saya terhalang terus, sampai siang terhalang, sampai sore juga terhalang, tidak bisa berangkat. Baru malam-malam saya bisa berangkat dan ternyata saya harus menolong kalian."

Orang ini bukan orang percaya, tapi Tuhan bisa atur untuk menolong kita. Segala sesuatu sudah diatur Tuhan dan itulah Tuhan, pembuat hal-hal yang luar biasa. Apapun boleh terjadi dan Allah yang menyelesaikan.
(Kesaksian Drg. Yusak Tjipto Purnomo dalam buku "Masa Persiapan Di Akhir Zaman")

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Pesan Chuck Pierce 18 Oktober 2007 (2)

"Jangan menginjak aliran sungai yang ada di depanmu terlalu terburu-buru. Jangan terkecoh, aliran sungai itu lebih dalam daripada yang engkau tahu. Izinkan hadirat-Ku berjalan di depanmu dan dan engkau akan melihat dasar sungai itu menjadi tempat lewatnya engkau. Engkau akan melihat dasar yang kering sebelum engkau menjejakkan kakimu ke dalam sungai yang tadinya berusaha menghanyutkan engkau. Biarkan hadirat-Ku mempersiapkan jalan di depanmu.

Aku akan mampu mengarahkan kembali jalanmu agar berbelok ke kanan dan kemudian ke kiri untuk menghindarkan tabrakan yang bakal terjadi di sepanjang jalanmu. Apa yang tadinya akan menimpa kepalamu akan luput daripadamu dan engkau akan menemukan jalan yang akan membawa penggenapan di dalam kehidupanmu.

Kekhawatiranmu tentang dari mana berkat itu datang telah membuat engkau kehilangan waktu dan membuat engkau tidak siap menerima apa yang Aku miliki bagimu. Tinggallah terus di dalam hadirat-Ku supaya engkau dapat melihat jalan datangnya berkat itu dari depanmu.

Banyak diantara kalian yang sedang mencari kelepasan, tetapi jalannya belum jadi dan tabut-Ku belum masuk ke jalan kalian. Tunggulah sampai kalian melihat hadirat-Ku mulai mentransformasi dan membongkar serta membedah, kemudian barulah kelepasan itu datang dengan cepat. Jalanku adalah jalan kebebasan. Jalan yang satu itu bukanlah jalan yang Aku perintahkan agar engkau berusaha masuki dan jalani.

Kini hati-Ku akan berdenyut selaras dengan hatimu, karena engkau telah menyeberangi ke arah suatu permulaan yang baru. Biarkan tabut-Ku berjalan lebih dahulu! Biarkan tabut-Ku berjalan di depanmu. Ini akan menjadi waktu memulai dan waktu berhenti. Karena engkau ada di dalam suatu permulaan baru, engkau harus memulai dan berhenti bersama-Ku. Engkau jangan mencoba muncul kalau Aku tidak memerintahkan engkau muncul. Engkau jangan naik ke tempat pijakan baru yang tidak Aku perintahkan engkau untuk naiki, karena anginnya sangat kencang di sana. Angin itu akan terlalu hebat bagimu sehingga engkau akan terlempar, bukannya melihat langkah berikut yang harus engkau jalani.

Jangan merayakan kemenangan terlalu terburu-buru di hadapan-Ku. Perhatikan dan nantikanlah, dan engkau suatu saat akan melihat dirimu sendiri siap merayakan kemenangan itu. Engkau akan melihat kemenangan gilang gemilang di depan dan kemenangan ini akan terus berlangsung sampai pada pertempuran berikutnya."
(Tamat)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Untuk Direnungkan

Penugasan Allah
Apakah anda pernah berpikir bagaimana peran anda dalam
rencana besar Allah?

Dalam perkataan lain... apakah peran yang anda mainkan
dalam waktu anda yang terbatas di bumi ini?

Apakah peranan anda penting dalam kekekalan?

Apakah yang akan Allah kerjakan melalui anda selama sisa
hidup anda sebelum Tuhan Yesus datang kembali?

Dampak anda mungkin jauh lebih BESAR daripada yang
anda pernah pikirkan.

Apakah anda tahu bahwa Allah menempatkan anda dalam
proses terbentuknya perubahan dunia ini?

Mungkin peranan anda tidak mengubah seluruh dunia ini.

Namun ada bagian anda dalam rencana-Nya!

*****

God Assignments to You

Have you ever thought about how you fit in the
grand scheme of God's plans?

In other words... what role do you play
in your limited time here on earth?

Is it eternally significant?

What will God do through you in your remaining days
before Jesus returns?

Your impact may be MUCH more significant than you think.

Did you know God has you in a process of formation
to literally change the world?

Probably not the entire world...

But the part that involves His plans through YOU!
(Market Place Leaders)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, October 25, 2007

Berkat Allah Melimpah Bagi Orang yang Memberi Dengan Sukacita

Hidup John Bell hancur. Dia berpartisipasi dalam peperangan Vietnam dan kemudian mulai mencoba untuk memakai obat-obat sekembalinya dari sana. John memulai dengan yang ringan seperti marijuana tetapi segera terseret kepada obat-obat yang lebih keras seperti heroin dan cocain. Seringkali John berusaha untuk berhenti meminum obat tersebut dengan kekuatannya sendiri, tetapi situasi dan keadaan di sekelilingnya sepertinya selalu mencoba menariknya kembali ke dalam cengkeraman obat-obat terlarang.

John menerima Tuhan Yesus pada tahun 1978, tetapi dia tidak hidup dari kuasa firman Allah. Kemudian suatu hari dia menemukan dirinya berjalan seorang diri di sebuah lorong di San Jose, California dalam keadaan tertekan dan sangat gelisah. Dia telah mengalami perceraian yang sangat menyedihkan dan mempunyai persoalan dalam pekerjaannya. Sementara dia berjalan dengan kepala tertunduk. dan bahu yang memikul seluruh beban hidup dalam pundaknya, matanya tertuju kepada suatu kertas berwarna yang tergeletak di depannya. Segera dia mengambil kertas tersebut dan menemukan bahwa itu adalah brosur dari kebaktian kebangunan rohani Morris Cerullo. John berpikir tidak ada ruginya menghadiri kebaktian tersebut. Dia seorang gelandangan. Dia menerima 86 dollar setiap bulan dari pensiunnya dan 30 dollar dari jaminan sosial, total 116 dollar.

Di kebaktian Morris Cerullo Miracle Exploison, sementara persembahan dijalankan, John menyadari bahwa dia tidak mempunyai uang sepeserpun di kantongnya. Dan di atas mimbar, Allah memimpin Morris Cerullo untuk mengatakan bahwa jika mereka mau mengosongkan kantong mereka dan menanam benih, Allah akan mengembalikannya kepada mereka. Di tengah-tengah orang banyak John ingin menanam benih, tetapi dia tidak mempunyai uang. Dia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan apalagi untuk persembahan. Tetapi John tidak hanya duduk-duduk di sana dan mengasihani dirinya sendiri. Dia mengambil tindakan. Dia berjalan keliling ruangan untuk meminta uang untuk dimasukkan ke dalam kantong persembahan. Melalui jemaat yang murah hati yang ada di sana John mengumpulkan 40 dollar. Meskipun dia tidak memiliki tempat untuk tidur dan makanan untuk dimakan, John tidak menyimpan uang itu ke dalam kantongnya. Tetapi dia berdoa kepada Allah, "Bapa di surga, saya akan memberikan semua ini kepadamu." Kemudian dia meletakkan 40 dollar tersebut dalam persembahan meskipun dia tidak tahu bagaimana nanti dia bisa makan atau di mana dia akan tidur.

Segera, sesudah Miracle Explosion, uang pesiun John dinaikkan dengan ajaib dari 86 dollar perbulan menjadi 550 dollar perbulan. Dia juga mulai menerima pemberian dari jaminan sosial 9.000 dollar sekaligus. Diajuga menerima cek dari Lembaga Veteran sejumlah 15.000 dollar! Dari pendapatan yang biasanya 100 dolar per bulan, pendapatannya melompat menjadi lebih dari 1000 dollar per bulan. "Setiap kali saya menerima pendapatan yang lebih," katanya, "Saya mau menanam benih ke dalam kerajaan Allah. Allah membuat saya menjadi orang yang memberi dengan sukacita."

Di World Converence 1994 John memberikan 1000 dollar untuk misi Israel. Hanya enam bulan kemudian dia menerima kenaikan 100 persen pensiunnya, 52.000 dollar yang dibayar oleh pemerintah. Pendapatannya sebulan menjadi 2882 dollar setiap bulan seumur hidupnya! Di School of Ministry di Los Angeles 1994, Allah telah menyembuhkan keuangan John, sehingga dia dapat memberikan persembahan sejumlah 10.000 dolar!

Pikirkan ini. Dalam empat tahun Allah mengangkat orang ini dari orang yang tidak mempunyai rumah dan bangkrut menjadi orang yang dapat memberikan persembahan 10.000 dollar!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, October 24, 2007

Pesan Chuck Pierce 18 Oktober 2007 (1)

Selasa 16 Oktober 2007 yang lalu dalam doa pagi Tuhan mulai menetapkan hadirat-Nya diantara kita dengan cara yang baru. Dalam musim permulaan-permulaan baru ini, kita tidak boleh menganggap kita tahu kemana Tabut Hadirat-Nya sedang bergerak. Kita harus menantikan dan memandang dengan penuh harap untuk melihat bagaimana Ia akan memerintahkan kita maju pada peperangan berikutnya.

Pada hari Selasa pagi itu, Allah mulai memerintahkan kami berdiri dalam diam sehingga kami dapat mendengar detak jantung kami sendiri. Saya akan mendorong anda untuk mendengarkan dengan seksama bagaimana jantung anda berdetak. Mintalah agar ia mencocokkan keinginan hati anda dengan keinginan hati-Nya. Lalu berdoalah kepada Tuhan agar anda mendengar ketenangan alam sorgawi. Di tengah-tengah gejolak kehidupan anda yang hiruk pikuk, berdoalah kepada-Nya untuk mengizinkan anda mendengarkan ketenangan bayangan-Nya. Berdoalah kepada-Nya agar Ia mengizinkan anda untuk mendengarkan suara-suara yang belum pernah anda dengar. Katakan kepada-Nya bahwa anda sedang mendengarkan, dan izinkan Dia untuk melingkupi atmosfir sorga ke sekitar anda. Berdoalah kepada-Nya untuk membawa dan menghidupkan perubahan atmosfir. Biarlah kekuatiran dan kesibukan sehari-hari pergi jauh sehingga anda mendengar kehendak Sorga. Jangan hidup dengan kekuatan anda sendiri. Nantikan denyut jantung Allah untuk mengalirkan darah keluar dari jantung anda ke seluruh tubuh. Beberapa orang diantara anda menentang ketika orang-orang lain bergerak maju. Beberapa orang lainnya bangkit dengan kegelisahan dan bertanya-tanya bagaimana anda akan menyelesaikan banyak hal sehingga anda dapat maju meraih keberhasilan di hari-hari mendatang.

Lalu saya mendengar Tuhan berkata, ”Hati-Ku tidak gelisah. Nantikan akan hati-Ku yang akan menyelaraskan hatimu. Tinggallah dengan detak waktu yang sama dengan detak jantung-Ku. Duduklah di hadapan-Ku dan dengarkanlah sekarang dan engkau akan dipulihkan tenagamu untuk membawa segala sesuatu menjadi teratur yang tadinya nampak membingungkan, yang membawa kesemrawutan dalam hidupmu. Detak jantung-Ku menunjukkan posisi Tabut-Ku. Engkau tidak dapat berjalan maju saat ini tanpa hadirat-Ku, maka engkau harus menantikan letak hadirat-Ku. Berikan Aku ruang gerak. Jika engkau berjalan terlalu cepat, engkau akan tersandung. Biarlah tabut itu berjalan di depanmu. Di hadirat-Ku engkau akan terjamin aman. Di hadirat-Ku engkau akan melihat jalanmu yang harus engkau tempuh. Di hadirat-Ku engkau akan melihat siapa musuh-musuhmu. Maka pandanglah, karena langit jernih sekali. Meskipun ada asap dan sampah di jalanmu, ingatlah langit itu jernih di hadapanmu. Di hadirat-Ku engkau menyadari sekelilingmu. Engkau akan tahu kapan berbelok ke kanan dan kapan ke kiri. Jadwal waktu yang engkau buat mengizinkan musuh untuk masuk dan menemukan jalan untuk mengubah waktumu dan mendirikan tembok-tembok legalistik. Kalau begitu engkau tidak sedang memilih yang terbaik. Yang terbaik adalah apa yang ada di hati-Ku untukmu. Izinkan hati-Ku berdetak di dalam engkau sehingga yang terbaik itu dapat menjadi milikmu. Akulah Allah yang dapat dengan mudah bergerak di belakangmu atau di depanmu. Selaraskan dirimu dengan diri-Ku dan Aku akan membukakan jalan itu dan akan melindungi agar engkau tidak keliru lagi." (Bersambung)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Dijamah Di Konser "Hadirat-Mu Membawa Kesembuhan"

Tadi malam saya berkesempatan bertemu dengan Ketua Panitia Konser "Hadirat-Mu Membawa Kesembuhan - Bersama Bapak Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo". Beliau adalah seorang bankir dan hamba Tuhan. "Yang mengharukan saya," kata beliau, "ada seorang rekan pengusaha yang bersaksi bahwa ia dijamah Tuhan pada waktu konser berlangsung di Hotel Shangri-la, pada 26 September 2007 yang lalu." Selama ini orang itu dikenal sebagai orang Kristen yang suam-suam kuku. "Tapi malam itu saya menangis, hati saya dijamah Tuhan. Saya melihat kepada isteri saya, dan ia juga menangis. Selama beberapa tahun terakhir ini saya tidak pernah berpegangan tangan dengan isteri saya sendiri. Malam itu saya menggenggam tangan isteri saya. Kami menangis berdua di tengah acara konser itu." demikian pengakuan pengusaha itu kepada Ketua Panitia yang bankir itu. Kesaksian seperti itu bukan hanya dialami pasangan suami isteri itu saja, tentu banyak orang lain juga mengalami betapa kasih dan anugerah Tuhan nyata selama konser berlangsung.

Memang orang yang mendengarkan lagu-lagu dari kaset atau CD berisi album terbaru Pdt. Niko seperti yang dinyanyikan beliau di dalam konser itu akan diberkati. Namun menyaksikan sendiri konser itu akan mengalami hadirat Tuhan yang sangat kuat, lain dibandingkan mendengarkan lagu-lagu itu dari kaset atau CD-nya.

Tanggal 31 Oktober 2007 malam nanti akan diadakan konser untuk khalayak yang lebih luas. Kalau konser di Hotel Shangri-la itu hanya diperuntukkan bagi sekitar 800 undangan khusus dari kalangan para pengusaha, maka tiket konser di Istora Senayan ini dijual untuk umum dengan harga tiket berkisar dari Rp. 100 ribu sampai Rp. 500 ribu. Itupun sudah terjual habis, bahkan masih banyak orang yang tidak kebagian. "Tiket seharga Rp. 100 ribu itu hanya tersedia untuk 1100 orang, tapi yang memesan 2200 orang!" kata bankir itu. Semua hasil penjualan tiket dan sumbangan dari konser di Hotel Shangri-la maupun di Istora Senayan diperuntukkan bagi pembangunan Sentul City Convention Centre. Bagi yang tidak kebagian tiket kali ini, jangan kecewa, karena konser ini akan ditayangkan ulang di RCTI.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, October 23, 2007

Yesus Palsu

Pada suatu hari ada seseorang yang mau bertemu dengan Drg. Yusak Tjipto karena dia mengaku pernah bertemu dengan "Yesus", tetapi "Yesus" yang ini memakai jubah abu-abu. Setelah dia berdoa puasa di Tibet, maka dia mendapat jawaban bahwa Allah yang tertinggi itu "Yesus" yang berjubah abu-abu. Yesus yang menemui orang itu berkata, "Aku adalah kamu dan kamu adalah aku."

Orang itu bersikeras ingin bertemu dengan Drg. Yusak biarpun Yesus-nya dengan keras melarangnya. Tetapi orang ini tetap memaksa dan lalu mengajak diskusi dan mulai menantang Drg. Yusak supaya Drg Yusak ikut Yesus-nya. Kemudian Drg. Yusak menjawab, "Firman Tuhan katakan:'Aku di dalam Yesus dan Yesus di dalam aku.'

Kemudian Drg. Yusak berdoa dan Roh Kudus memberitahu,"Dia itu antikris!"
Selanjutnya ia menjawab orang itu,"Saya punya Tuhan Yesus sendiri dan coba kamu tanya Yesusmu sendiri apakah dia berani mengaku sebagai Yesus Kristus di depan saya sekarang?"

Yang mengaku sebagai "Yesus" kepada orang itu ternyata tidak berani masuk ke rumah Drg. Yusak dan ia telah mengikat roh jahat penipu itu untuk tidak coba-coba masuk. Kemudian Drg. Yusak berkata lagi,"Coba panggil kalau memang Yesusmu itu sama dengan Yesusku. Sekarang kamu tanya, apa dia Yesus Kristus yang paling berkuasa, karena dia itu sebenarnya yesus palsu."

Rupanya "Yesus"nya tidak mau menjawab dan marah sekali kepada orang itu karena orang itu sudah dilarang menemui Drg. Yusak tapi tetap nekad. Kemudian orang itu pulang dan mengirimkan serangan dengan kuasa kegelapan untuk merubuhkan rumah Drg. Yusak. Pada waktu itu terdengar bunyi ledakan yang sangat keras, sehingga banyak orang kaget mendengarnya. Serangan itu gagal dan kemudian Drg. Yusak mendengar bahwa orang itu yang sebenarnya dukun telah sering datang ke gereja dan dia meninggal setelah serangannya gagal total.

Kita harus berhati-hati karena setan juga dapat melakukan tanda-tanda ajaib untuk menyesatkan orang-orang percaya. Jangan sampai mukjizat atau tanda-tanda ajaib membuat kita tertipu dan tidak melihat Pribadi Tuhan Yesus yang membuat tanda-tanda ajaib dan mukjizat yang asli untuk kemuliaan Allah. (Diambil dari buku "Masa Persiapan Di Akhir Zaman" oleh Drg. Yusak Tjipto Purnomo.)

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, October 22, 2007

Batalnya Pentas David Copperfield di Istora

Semula David Copperfield, ahli sulap, dijadwalkan mementaskan kebolehannya di Istora Senayan mulai tanggal 23 - 28 Oktober 2007 nanti. Pada saat yang hampir bersamaan, yaitu tanggal 31 Oktober 2007 akan diadakan Konser "Hadirat-Mu Membawa Kesembuhan" bersama Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo.

Perlu diketahui, kalau pentas David Copperfield jadi dilaksanakan, maka akan ada kesulitan bagi Panitia Konser Pak Niko, karena panggung David Copperfield baru akan selesai paling cepat dibereskan pada tanggal 29 Oktober pagi. Sedangkan konser ini perlu menata panggung sejak tanggal 29 Oktober jam 00.00 karena panggung akan di-set dengan megah dan agung.

Pertolongan Tuhan sungguh nyata dalam hal ini. Eh, tiba-tiba pentas World of Wonder-nya David Copperfield dibatalkan. Ini kejadian yang tidak pernah dibayangkan semula karena promosi besar-besaran telah dilakukan oleh Buena Productions bersama sponsor utama Bank BCA. Pertolongan Tuhan datang tepat pada waktunya. Kini Panitia Konser dapat dengan leluasa menata panggung dan mempersiapkan acara sebaik-baiknya. Acara sulap dan berbau sihir tidak boleh mendahului Konser Pujian dan Penyembahan kepada Raja di atas segala raja! Puji Tuhan!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, October 12, 2007

Libur

Dalam rangka liburan hari raya Lebaran, posting untuk Pentas Kesaksian libur sampai tanggal 21 Oktober 2007. Tuhan Memberkati!
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, October 10, 2007

Diberkati Pohon-Pohon

Kemarin saya bertemu dengan seorang pengusaha perkebunan yang berhasil. Dia bercerita bagaimana Tuhan memberkatinya berlimpah-limpah. Dia menjual tanaman hias semacam aglonema, anterium, dan lain-lain. Setiap dia impor tanaman itu, dalam dua hari sebanyak 2500 tanaman impor langsung terjual. Bahkan para pembeli sering marah-marah kalau mereka tidak dapat membeli sesuai dengan jumlah yang mereka inginkan.

Selain itu dia sudah memberkati banyak penggemar tanaman hias di Jawa Tengah. Beberapa tahun yang lalu dia mendorong seorang anggota keluarga pengusaha jamu di Jogja untuk memelihara anterium. Karena keluarga pengusaha jamu ini banyak waktu, maka ia membuka kebun tanaman hias. Sekarang orang ini memiliki koleksi anterium yang diberi nama Super Nova, yang sudah ditawar Rp. 2 milyar tapi belum mau dilepas. Bayangkan pohon anterium yang bagi orang kebanyakan tidak ada apa-apanya bisa bernilai ratusan juta atau milyaran.

Di Jogja, Klaten, Sragen, Solo banyak petani tanaman hias yang memiliki koleksi anterium yang ditawar Rp. 200 juta satu pokok tanaman tidak mau dilepas. "Buat apa uang segitu banyak buat kulo? Disimpan dimana?" kata petani yang lugu itu dan tak biasa menyimpan uang di bank. Mereka lebih suka memiliki anterium dan menjual bijinya ratusan ribu per biji untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Suatu saat ketika pengusaha di atas belanja tanaman di luar negeri, ia mendengar bahwa jenis tanaman Anterium Venus sudah dibeli pengusaha Indonesia lainnya. Ia tidak ada minat ke Venus itu. Namun ketika ia datang ke penjual Venus, ia ditawari Venus yang dibatalkan pengusaha lain namun saat itu sedang booming di Indonesia. Ia setuju mengimport beberapa ribu pokok tanaman. Ketika sampai di Jakarta pengusaha ini hatinya tidak damai sejahtera. Sepertinya Tuhan melarang dia membeli Venus itu. Akhirnya ia memutuskan untuk membatalkan pembelian itu. Ia mengutus saudaranya ke luar negeri untuk mengurus pembatalan kontrak itu. Penjual di sana oke saja. Beberapa minggu kemudian ternyata harga Venus jatuh, sehingga banyak pengusaha lain yang masih memegang Venus mengalami kerugian yang besar. Pengusaha ini bersyukur Tuhan memberi tahu untuk membatalkan kontrak pembelian Venus itu, ia terhindar dari kerugian besar. Puji Tuhan!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, October 9, 2007

Lebih Berkat Memberi

Pdt. Johan Lumoindong saat itu hendak berangkat pelayanan ke Surabaya. Isteri dan anaknya sudah menunggu di mobil. Pdt. Johan (dibaca: yo-han, bukan djo-han) masih ada urusan di dalam rumah dan datanglah seorang teman yang biasa meminta bantuan keuangan kepadanya. Ia sudah sering memberi uang kepada orang ini yang memang ada dalam kesusahan, tidak bekerja, dan tidak ada orang lain yang menolong. Kali ini temannya bilang, "Saya perlu uang untuk biaya persalinan isteri saya..." Pdt. Johan membuka dompetnya, menghitung ada enam lembar uang ratusan ribu di situ. Orang itu juga tahu hanya ada uang enam ratus ribu di dompet itu. Berapa yang harus diberikan kepada orang ini?

Akhirnya Pdt. Johan digerakkan Tuhan untuk memberi lima ratus ribu kepada orang ini.
Temannya sangat berterima kasih dan terharu melihat kemurahan hamba Tuhan ini. Klakson mobil berbunyi lagi untuk mengingatkannya untuk segera ke Bandara Soekarno Hatta. Di mobil isterinya tanya,
"Kasih uang berapa?"
"Lima ratus."
"Di dompet tinggal berapa?"
"Seratus"
"Buat airport tax kita berdua, Rp 60.000,-, buat tol Rp. 20.000,- buat parkir mobil Rp. 10.000,- Jadi pergi ke Surabaya bawa uang cuma Rp. 10.000.-? Gimana kalo yang jemput kita ada masalah? Mana uang buat naik taksi disana?"
"Gak ada masalah, pasti ada yang jemput kita!"

Setelah pelayanan khotbah di Surabaya, pulangnya Pdt. Johan mendapat berkat 100 kali lipat dari uang yang dia berikan kepada temannya. Apa yang dia tabur, pasti dia akan tuai, dan pemberian dari Tuhan selalu lebih besar daripada takaran yang kita pakai untuk memberi.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Saturday, October 6, 2007

Tuhan Memeluk Saya

Ada satu pasangan ateis yang memiliki seorang anak. Pasangan ini tidak pernah menceritakan kepada anak perempuan mereka tentang Tuhan Yesus. Pada suatu malam ketika anak kecil itu berumur lima tahun, kedua orang tuanya berkelahi dan ayahnya menembak mati ibunya di depan mata anak ini. Lalu ayahnya membunuh diri dengan pistol yang sama. Anak perempuan itu melihat kejadian yang mengerikan itu.

Kemudian anak ini dikirim ke sebuah keluarga yang mengangkatnya menjadi anaknya. Ibu angkatnya, seorang Kristen, membawa anak ini ke gereja pada hari Minggu. Pada hari pertama di Sekolah Minggu, ibu angkatnya berkata kepada guru sekolah minggu bahwa anak ini belum pernah mengenal Tuhan Yesus dan harap bersabar. Guru itu kemudian mengangkat gambar Tuhan Yesus dan berkata, "Apakah ada diantara kalian yang kenal gambar siapa ini?" Anak kecil itu bilang, "Ya, saya kenal dia. Pria inilah yang memeluk saya pada malam orang tua saya meninggal."

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, October 5, 2007

Menangkap Peluang (2)



Seringkali gagasan terbaik ada di depan hidung anda, atau di tas ibu anda, atau di kaki anak-anak anda. Selama bertahun-tahun Sheri, seorang ibu beranak tiga yang sangat sibuk, tinggal di rumah mengurus anak-anaknya: Lexie, Julian dan Riley. Seperti banyak anak-anak lainnya, anak-anak Sheri sangat keranjingan sepatu dan sandal merek Crocs. Sheri bilang, setiap anggota keluarganya memiliki sepasang sandal yang berwarna-warni itu. Pada suatu hari ketika Sheri dan anak-anaknya sangat menikmati kegiatan prakarya atau kegiatan seni kerajinan di rumah, Sheri menempelkan bunga-bungaan di semua lubang sandal Crocs. “Lihat, bagus ya?” katanya. “Lalu, kami mencari bahan-bahan lain yang menarik untuk ditempelkan di lubang-lubang sandal Crocs.”

Ketika Rich, suami Sheri, pulang ke rumah dan melihat keluarganya sedang asyik menempelkan aksesori menarik pada sepatu/sandal mereka, seberkas cahaya terang memenuhi pikiran suaminya.

Sheri dan suaminya menangkap peluang yang besar dan menyadari betapa banyaknya sepatu/sandal Crocs berkeliaran di jalan tanpa aksesori menarik itu. Dari tempelan bunga-bunga itu lahirlah bisnis dengan merek Jibbitz. “Ini benar-benar gagasan yang jelas,” kata Rich. “Anak-anak saya sangat suka dengan sandal yang sudah diberi aksesori itu, dan saya pikir, kalau anak-anak saya suka, pasti anak-anak lain akan menyukainya.”

Jibbitz – nama mainan Sheri dan Rich dengan memberi tempelan dekoratif pada sepatu dan sandal Crocs, dimulai dengan sangat sederhana. Sheri bilang bahwa ia mulai membeli barang-barang seperti: stiker wajah lucu, gambar hati, binatang dan gambar lain di toko kerajinan dan mengelem tempelan itu di Crocs. Ia akan membiarkan anak-anaknya memakai sepatu sandal Crocs berdekorasi itu ke sekolah. Begitu anak-anaknya mulai memakai sandal yang fancy itu kemana-mana, order mulai masuk. Usaha Jibbitz mulai memerlukan seluruh lantai basement. Kemudian Sheri membuka website dan baru dua minggu, ia mulai kebanjiran order Jibbitz, yaitu sepatu/sandal Crocs yang sudah ditempeli berbagai dekorasi atau stiker yang menarik. Para toko sepatu juga mulai memesan ratusan pasang sekaligus.

Meskipun Sheri dan keluarganya mengelem Jibbitz siang dan malam, ia mulai sadar bahwa mereka takkan bisa memenuhi order ini sendirian. Mereka mulai memindahkan usaha keluarga ini ke sebuah gudang besar. Dalam tempo dua belas bulan, sepatu sandal Jibbitz terjual di lebih dari 3000 toko.

Rupanya berkat Tuhan belum usai pada keluarga ini. Suatu hari anak Sheri, Lexie, membawa bisnis ini ke tingkat yang baru. Pada suatu hari di sebuah kolam renang umum, seorang pria mendekati Lexie dan menanyakan Jibbitz yang dipakai di kakinya. Lexie menjelaskan bahwa ibunyalah yang membuatkan Jibbitz itu baginya. Kemudian orang itu menyerahkan kartu namanya dan berkata, “Minta ibumu untuk menelpon saya secepatnya ya!”

Orang itu adalah Duke Hanson, pendiri dan pemilik perusahaan Crocs. Ibunya menelpon dan terbukalah peluang baru. Setelah setahun lebih menggeluti industri rumahan Jibbitz, Sheri dan suaminya menjual usaha ini kepada perusahaan Crocs seharga USD 10 juta, dan ada tambahan bonus USD 10 juta lagi kalau mereka mencapai target penjualan. Sheri dan suaminya masih menjalankan usaha Jibbitz yang sudah dimiliki Crocs, dan mereka melihat bisnis Jibbitz terus berkembang. Sekarang, Sheri bilang bahwa mereka sedang berfokus untuk membangun merek itu dan akan beredar produk-produk baru. Segera Jibbitz akan menerbitkan rangkaian produk gelang, topi, ikat pinggang, dompet dan lain-lain. Meskipun Sheri sekarang tampak sibuk bekerja, ia masih berusaha ada di rumah dengan anak-anak sebelum pergi sekolah dan setelah pulang sekolah. Kisah ini ditayangkan dalam salah satu episode Oprah Winfrey Show di bulan September 2007 yang lalu.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Pesan Tuhan Melalui Chuck Pierce

Menurut penanggalan Ibrani, sejak 12 September 2007 yang lalu kita memasuki Tahun Samekh Chet, tahun 5768, Tahun Siklus Kehidupan Baru - Tahun Permulaan Baru - Tahun Momentum Baru.

Inilah pesan Tuhan yang diterima Chuck Pierce pada tgl 30 September 2007 :
"Aku sedang membersihkan pembuluh darah yang menyebabkan hatimu tersumbat dan tidak mampu berdenyut secara harmonis dengan hati-Ku. Aku akan mulai mengalir di dalam engkau dengan cara baru. Aku akan mendorong engkau bergerak maju dan memberi engkau energi untuk berkembang. Karunia di dalam engkau yang telah tersumbat dalam banyak area dan yang telah menghambat engkau untuk memasuki arena baru akan terbuka dan mengalir dengan cara yang baru. Aku juga sedang membongkar kulit yang membungkus benihmu! Aku sedang mengupas kulit dari benihmu! Aku sedang mengupas kulit dari benihmu! Apa yang telah engkau tabur, yang tidak pernah bertunas, sekarang akan mulai bertunas.

Aku akan menarik engkau keluar dari lobang berlumpur yang telah menahan engkau. Ini adalah saat permulaan baru. Aku tidak akan membiarkan engkau macet, terhambat, masuk ke jalan buntu. Aku akan membawa engkau keluar dan Aku membawa engkau masuk. Engkau akan menemukan jalan masuk. Aku akan membangkitkan suatu rasa lapar dan haus akan Daku. Kini permulaan baru ini hanya baru awalnya. Jangan takuti tempat-tempat baru yang akan engkau injak karena dataran baru yang tak biasa ini akan membawa engkau berakar sangat dalam dan banyak buah akan timbul dari situ.

Pada saat itu Aku memerintahkan setiap orang yang mendengar nubuatan ini untuk menerima urapan sehingga warisan mereka (yang artinya bagian mereka yang telah Allah sediakan bagi mereka) akan diterima dengan cara yang baru. Berteriak dan bersorak-sorailah! Bersoraklah, karena bagian-Ku akan datang kepadamu!"

Here was the word I could hear the Lord saying from our prophetic intercessory service on Sunday morning (Sept 30,2007):

"I am cleaning out the arteries where your heart has been blocked and unable to beat in harmony with Mine. I will now begin to flow in you in a new way. I will release you to move forward and give you energy to advance. The gift within you that has been blocked in many areas and has kept you from entering new arenas will now begin to flow in new ways. I am also removing the husk from your seed! I am removing the husk off of your seed! I am removing the husk off of your seed! What you have sown, that has never germinated, now will begin to germinate.

I am pulling you out of the miry pit that has held you. This is a time of new beginning. I would not leave you stuck. I am bringing you out and I am bringing you in. You will find your way in. I will develop a new hunger and thirst for Me. Now the new beginning is beginning. I am raising you up, pulling you out, and the planting of your feet will now begin. Don't fear the new place your feet will stand in for this unusual new ground will be where your roots will go deep and much fruit will come forth.

At that point I commanded everyone who was listening to the prophecy to receive an anointing so that their inheritance (which means their portion that God had for them) would be released in a new way. I think you should stop and shout now! Shout, My portion will now begin to come in!"

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, October 4, 2007

Menangkap Peluang (1)

Seorang pengusaha, teman pelayanan saya, mengisahkan berkat Tuhan yang diperolehnya beberapa tahun lalu. Ketika itu ia hadir dalam sebuah jamuan makan malam diantara para pengusaha dan eksekutif top di sebuah restoran di Singapura. Mereka membicarakan bisnis dan peluangnya di tahun itu.

Seorang chief financial officer dari sebuah maskapai penerbangan terkenal bercerita bahwa pencapaian perusahaannya begitu bagus untuk tahun itu, mendapat keuntungan besar dari perekonomian kawasan yang sedang berkembang pesat. Mendengar informasi tadi, pengusaha ini langsung menangkap peluang yang pasti menguntungkan. Sepulang dari dinner itu ia mencari informasi berapa harga saham maskapai penerbangan itu dan esok harinya ia memerintahkan sekretaris pribadinya untuk mengatur pembelian saham perusahaan penerbangan itu sebanyak yang dapat dibeli sesuai dengan persediaan dana yang ada.

Beberapa minggu kemudian maskapai penerbangan terbaik di dunia itu secara resmi mengumumkan kinerja perusahaan di tahun itu, dimana perusahaan membukukan keuntungan di atas seratus juta dollar. Bursa saham langsung menggeliat dan boom, saham maskapai itu naik secara signifikan. Pengusaha ini mendapat untung banyak.

Bulan depannya pengusaha ini mengundang rekan-rekan bisnis yang waktu itu satu meja makan malam bersama. Ia mengadakan syukuran karena berkat Tuhan dinyatakan dalam transaksi saham maskapai itu. Seorang temannya protes, "Kenapa sih lu gak bilang-bilang ama gua saham itu bakal naik?" "Kan kita sama-sama mendengar informasi dari orang itu pada waktu kita makan malam di sini. Peluangnya sudah ada di depan mata, tapi gua segera bertindak. Lagian, kalau gua bilang saham itu bakal naik, lalu gak jadi, nanti lu nuntut ama gua, gimana?" kata pengusaha yang diberkati Tuhan ini.

Peluang selalu ada di sekitar kita, yang penting apakah kita jeli melihatnya dan segera bertindak dengan memperhitungkan segala risikonya? Inilah saatnya anak-anak Tuhan diberkati melalui peluang bisnis yang dibukakan dari sorga. Open heaven is for us!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, October 2, 2007

KKR TB Joshua

Hari Jumat malam yang lalu saya mengantar mama mertua yang ingin mengalami kesembuhan ilahi pada kaki dan tangannya. Karena sudah mendaftar terlebih dahulu dan sudah dicheck secara medis, maka kami bisa duduk di barisan depan di daerah orang-orang sakit di Istora Senayan yang hampir penuh sesak.

Pada awal acara tampil Bapak Pati Ginting, Roni Sigarlaki dan Max, yang diutus gereja-gereja di Indonesia untuk mengecek pelayanan TB Joshua di Singapura, karena di Internet memang beredar kabar miring tentang pelayanan hamba Tuhan ini. Bapak Pati Ginting bersaksi bahwa mereka semua mengikuti pelayanan TB dan menyaksikan sendiri betapa pelayanan TB menggunakan kuasa darah Tuhan Yesus, selalu mengajak jemaat yang disembuhkan dan dilepaskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan hidup kudus sesuai Alkitab.

Memang khotbah TB Joshua agak sulit dimengerti karena pengucapan bahasa Inggrisnya berlogat Nigeria. Penerjemah juga sering salah menerjemahkan, bukan hanya kata-kata yang asing bagi telinga kita, namun karena keterbatasan kemampuan menerjemahkannya.

Sesudah selesai khotbah dan turun mimbar, TB Joshua mendatangi area orang-orang sakit, ia berkeliling dahulu mengitari seluruh daerah, sampai ke bagian belakang. Itu adalah sesuatu hal yang jarang dilakukan hamba-hamba Tuhan besar lainnya. Kebanyakan hamba Tuhan besar lain hanya berdiri di panggung, para pasien didoakan oleh para pendoa syafaat yang lain. Di atas panggung hanya untuk kesaksian.

Yang dilakukan oleh TB Joshua yang rendah hati ini, ia mendatangi para pasien, mendoakan dan menumpangkan tangan kepada setiap pasien, mulai dari barisan depan. Tampak seorang pria dengan penyangga leher didoakan dan rebah ke tanah. Orang-orang sekitar tampak ngeri, melihat lehernya disangga dan jatuh rebah ke tanah. Namun ketika bangun, penyangga itu dilepas, maka lehernya disembuhkan, pulih. Orang-orang bertepuk tangan melihat kejadian itu. TB Joshua bergerak terus.

Banyak yang mengalami manifestasi akibat dari cengkeraman roh-roh jahat. Dalam acara itu terjadi 'duel' kuasa kegelapan dengan kuasa Roh Kudus. TB Joshua sering menanyakan siapa yang merasuk orang itu dan roh jahat terang-terangan mengaku ingin menghancurkan pelayanan TB. Salah satu diantaranya dikuasai tujuh raja iblis. Selama pelayanan, berkali-kali tubuh orang itu terjengkang akibat kuasa Roh Kudus yang dilepaskan oleh TB. Ia mendemonstrasikan Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Dua raja iblis itu kemudian bisa diusir dengan mudah, dan setelah itu TB melayani dan bergerak kemana-mana. Pada akhirnya lima raja iblis itu diusir dengan cara yang sederhana. TB memeluk orang itu, mengasihinya dengan kasih Bapa, dan orang yang sangat kepahitan itu menerima jamahan kasih Tuhan. Seketika itu juga lima raja iblis tidak kuat berdiam di dalam tubuh yang sudah mengalami kasih Bapa, menerima kesembuhan luka batin. Orang itu dilepaskan dari ikatan-ikatan kuasa jahat.

Mama mertua saya berkali-kali dilewati TB dan ternyata pada akhirnya mama mertua didoakan, rebah ke tanah. Dan ketika bangkit, sakit di kakinya mendadak lenyap. Ia datang memakai tongkat penolong jalan yang berkaki tiga, pulangnya tongkat itu tidak perlu dipakai lagi. Puji Tuhan!

Salah satu hal yang menarik, pada acara KKR itu tidak dipungut kolekte, baik pada malam pertama maupun malam kedua. Saya mendengar bahwa TB Joshua di negerinya sering membagi-bagikan uang bagi janda-janda tua dan orang-orang miskin. Ia sendiri mengaku tidak memiliki uang tabungan atau rekening bank. Semua Tuhan sediakan pada waktu dibutuhkan.

Dalam kesempatan KKR itu banyak orang-orang dari negara lain yang ikut KKR. Satu keluarga dari Singapura yang pernah menerima pelepasan dari roh jahat datang bersaksi di tempat itu. Dalam rekaman video tampak bagaimana wanita itu memanifestasikan kuasa gelap sebelum mengenal Tuhan Yesus, sehingga ia sampai ingin membunuh anaknya dan membunuh dirinya. Namun pada KKR di akhir tahun 2006 di Singapura ia dilepaskan Tuhan dari kuasa kegelapan melalui hamba-Nya TB Joshua.

Pada KKR malam kedua (Sabtu, 29 September 2007), jemaat yang datang jauh lebih banyak. Dan terlihat beberapa hamba Tuhan, seperti Bapak Yosia Abdisaputra dan lain-lain menyaksikan pelayanan TB. Pada malam kedua mukjizat-mukjizat yang terjadi jauh lebih banyak. TB bukan hanya datang melayani orang sakit di dalam gedung Istora, namun tiba-tiba ia menghilang ke luar gedung, mendoakan orang-orang yang sakit yang ada di lorong-lorong luar Istora. Ia mau repot-repot mendatangi mereka. Banyak orang lumpuh dapat berjalan kembali. Setiap kali orang lumpuh berjalan, jemaat lain bertepuk tangan dan bersorak-sorai.

Salah seorang hamba Tuhan yang menyaksikan KKR TB Joshua berkomentar,"Sayang sekali orang yang sekaliber TB hanya sendirian berdoa, sementara ratusan orang sakit menunggu dilayani. Harusnya hamba-hamba Tuhan yang sama-sama mendapat karunia kesembuhan ilahi datang dan melayani bersama sehingga banyak orang sakit akan lebih cepat disembuhkan dan dilepaskan."

Satu hal lagi perlu dicatat, TB Joshua datang dengan team yang cukup besar, 45 orang, termasuk Worship Leader dan singers. Worship Leadernya, seorang gadis hitam, suaranya bagus dan jernih, mendukung dan menyelingi khotbah TB dengan penyembahan kepada Tuhan secara manis. Puji Tuhan untuk pelayanan hamba-Nya, TB Joshua, di Indonesia!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, October 1, 2007

Kisah Seorang Guru dan Muridnya

Silakan lihat :
http://www.teachermovie.com

Sangat mengharukan.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI