Thursday, December 13, 2007

Touch My Heart

Sentuh Hatiku

Kasih yang selalu memberi. Itu yang saya lihat dalam orang-orang yang mendoakan pasien di RS Cikini, RS Siloam Hospitals, dan di Rumah Sakit lainnya. Kasih yang bagai air mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah, terus ke tempat paling rendah. Air itu membawa harapan baru, membawa pemulihan, membawa semangat baru. Kasih yang selalu memberi, itu yang saya lihat dari orang-orang yang melayani pemulung, PSK, gelandangan, pengamen dll. Kasih yang selalu memberi, itu yang saya lihat dari orang-orang yang melayani di pedesaan, di hutan, di gunung, di lembah, dimana saja ada orang yang memperlukan kasih Kristus.

Lagu "Sentuh Hatiku" ini telah menjadi theme song sebuah sinetron di sebuah stasiun TV. Lebih enak kalau kita menyanyikan lagu itu dengan keyakinan bahwa kita rela mau menjadi seperti air itu, turun ke tempat lebih rendah, mengisi kekosongan, mengisi celah-celah yang gersang.

SENTUH HATIKU

BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T'LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI

BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK
OLEH KARENA KASIH

REFF :
BAPA, SENTUH HATIKU, UBAH HIDUPKU
MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU

BAPA, AJARKU MENGERTI SEBUAH KASIH
YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com