Wednesday, September 5, 2007

A Prayer To Send People Rest in Peace

Ketika saya mengajar pelajaran Alkitab, tadi malam saya bertemu dengan seorang ibu yang melayani di sebuah GBI di kawasan Sudirman. Diantaranya dia bercerita tentang banyaknya orang yang didoakannya langsung meninggal. "Biasanya sebelum saya berdoa bagi pasien di ruang ICU, saya minta ketemu dahulu dengan semua anggota keluarga. Saya cari masukkan bagaimana sikap keluarga terhadap pasien ini: apakah saya perlu mendoakan kesembuhannya, atau keluarga sudah merelakan kepergiannya. Kita harus sepakat berdoa kepada Bapa di Sorga. Kalau yang satu minta kesembuhan, yang lain merelakan pasien ini, maka doa kita tidak efektif. Kalau saya mendapatkan kesepakatan dari semua pihak keluarga bahwa mereka sudah merelakan pasien ini, maka saya akan membisiki sesuatu di telinga pasien yang sudah koma ini." demikian penjelasan sang ibu yang doyan ngobrol ini.

"Apa sih yang dibisiki ibu?" tanya saya.
"Yah, saya ajak dia melepaskan sakit hati, ganjalan, atau beban lain. Saya ajak dia melepaskan apa yang masih memberatkan hatinya. Termasuk kalau dia masih pegang jimat-jimat atau "ilmu" atau susuk."

Memang pelayanan ibu ini ibarat "Malaikat El Maut", semua pasien yang didoakan langsung pulang ke Rumah Bapa. Banyak keluarga yang tertolong dengan cara ini, karena pernah ada keluarga yang sampai menjual rumah untuk membiayai keluarganya yang dirawat di ICU berbulan-bulan (!) dan setelah didoakan ibu cantik ini, langsung beristirahat dengan damai (RIP).

"Wah, kalau gitu saya ajak ibu ke Medan saja ya. Disana ada keluarga saya yang sudah berbulan-bulan dalam keadaan koma. Sebagian badannya sudah membusuk, tapi dia tidak mati-mati..." kata seorang bapak menimpali cerita ibu ini.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com