Kali ini saya menulis hal lain yang mudah-mudahan menjadi berkat. Bahan ini diambil dari Oprah Winfrey Show dan quiz di bawah ini disusun oleh Ed Diener dari Universitas Illinois, USA.
Apakah anda puas dengan hidup ini? Untuk mengetahuinya, bacalah kelima pernyataan di bawah ini. Lalu, gunakan skala 1-7 untuk menilai tingkat kesesuaian anda dan tambahkan semua nilai itu.
1 = Sama sekali tidak benar.
4 = Cukup benar.
7 = Sangat benar.
1. Dalam banyak hal, kehidupanku hampir ideal.
1 2 3 4 5 6 7
2. Keadaan hidupku sangat baik (excellent).
1 2 3 4 5 6 7
3. Aku puas dengan hidupku.
1 2 3 4 5 6 7
4. Sejauh ini aku telah dapatkan hal-hal penting yang kuinginkan dalam hidup.
1 2 3 4 5 6 7
5. Jika aku dapat mengulang kehidupan ini, aku akan menjalani kehidupan seperti ini lagi.
1 2 3 4 5 6 7
Apakah anda sungguh-sungguh bahagia? Jika anda dihadapkan dengan sekelompok orang yang anda belum pernah temui sebelumya, apakah anda dapat menentukan siapa yang sungguh-sungguh puas dengan hidupnya? Sebuah panel terdiri dari lima orang telah menguji seberapa besar sesungguhnya mereka bahagia dari orang-orang berikut ini:
Peggy adalah seorang ibu, 44 tahun, dengan dua putra yang berangkat remaja dan bekerja sebagai seorang tenaga pembukuan di sebuah usaha keluarga. Tahun lalu ayahnya dan adiknya meninggal, dan ibunya dinyatakan terkena sakit Alzheimer.
Noreen adalah seorang ibu, 52 tahun, bercerai dengan dua anak yang kuliah. Ia perenang yang handal dan bekerja di bagian operasional suatu maskapai penerbangan besar.
Lachelle, 27 tahun, sudah menikah namun belum punya anak. Ia bekerja di dua tempat dan memiliki dua ekor anjing. Tahun lalu, empat orang temannya meninggal dan dua sanak saudaranya juga meninggal dalam waktu enam bulan.
David, 53 tahun, dan ia telah menjadi direktur suatu Rumah Duka selama 30 tahun. Ia menikah dan memiliki dua orang anak.
Lorrie telah menikah selama 15 tahun dan memiliki enam orang anak. Ia bekerja di toko eceran dan menjadi Wakil Ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru.
Siapa diantara mereka yang paling berbahagia selama hidup?
Ketika mereka diminta mengisi quiz di atas, Peggy, David dan Lachelle mendapat nilai tertinggi, sedangkan Noreen dan Lorrie mendapat nilai terendah.
Kepuasaan bagi Peggy diperoleh karena ia melingkupi dirinya dengan kebahagiaan. Siapa yang paling berperan dalam hal ini? Suaminya! “Ia selalu ada bagiku. Ia tidak hanya mengasihiku, ia menghargaiku dan membuat aku merasa nyaman,” kata Peggy. Kebahagiaan tidak bergantung pada uang, katanya. Sesungguhnya kebahagiaan adalah menikmati hal-hal sederhana. “Setiap pagi aku punya ritual tersendiri. Sesudah anak-anak pergi ke sekolah, aku dan suamiku masuk ke bath tube yang diisi air hangat. Kami berendam bersama di situ, dan itulah waktu kami yang menyenangkan. Kami ngobrol ngalor ngidul, kami ngobrol tentang hal-hal yang akan dilakukan bersama pada hari itu. Itulah waktu berkualitas agar kami senantiasa nyambung dan terikat satu sama lain.”
David, direktur Rumah Duka, mengatakan bahwa ia biasa menciptakan perkataan-perkataan yang menolongnya untuk berpandangan positif. “Aku akan katakan, ‘Ini hari Senin yang luar biasa!’ atau ‘Hari Kamis ini hebat sekali!’” katanya. Meskipun ia berhubungan dengan kematian setiap hari, David menyatakan bahwa pekerjaannya sama sekali tidak membuat depresi. “Banyak orang melihat jasa perkabungan sebagai profesi yang menyedihkan. Aku memandangnya sebagai profesi dimana aku dapat menolong orang banyak pada masa paling sulit dalam kehidupan mereka,” katanya. “Menjadi sukses itu bukan segalanya. Menjadi berarti dalam kehidupan itulah yang paling penting.”
Lachelle bilang bahwa ia hidup dengan filsafat, “Negatif keluar, positif masuk.” Ia berkata bahwa ia percaya kebahagiaan itu merupakan suatu upaya yang sadar. “Ini tentang meraih apa yang menjadi milik anda. Jika anda inginkan kehidupan yang positif, anda perlu berpikir positif dan bertindak positif,” katanya. “Aku selalu berusaha untuk tidak membanding-bandingkan diriku dengan orang-orang lain. Aku selalu merasa apa yang orang lain miliki mungkin bukan untukku.”
Dr. Robert Holden, seorang ahli psikologi yang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari soal kebahagiaan ini, penulis 10 buku soal kebahagiaan dan yang diundang dalam acara Oprah Show itu memberi komentar atas mereka dengan skor tertinggi. Dr. Holden berkata bahwa mereka yang mencari kebahagiaan sering tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah memilikinya. Itulah pelajaran yang ia merasa beruntung mendapatkannya ketika ia berusia 18 tahun dari seorang guru. “Guru itu berkata, ‘Lihat Robert, sebenarnya engkau sudah bahagia.’ Lalu aku berkata,’Wah, hebat benar, tapi aku tidak merasakannya. Jadi, katakan, apa yang harus aku lakukan?’” Dr Holden mengingat-ingat pelajaran penting yang ia dapatkan dulu. “Dan ia mengatakan, ’Engkau harus memahami bahwa mengejar kebahagiaan itu tidak akan berhasil sebelum engkau menemukan Tuhan. Ketika engkau percaya kepada Tuhan yang sejati, kebahagiaan itu masuk ke dalam dirimu. Engkau harus sadar bahwa ada kebahagiaan dalam hatimu ketika engkau percaya kepada-Nya."
Ketika melihat para tamu yang mendapat nilai tertinggi dalam quiz itu, Dr. Holden berkata bahwa ia dengan cepat dapat mengenali kunci-kunci yang membuat mereka puas dalam hidup ini. Bagi David, kuncinya adalah pekerjaannya. “Pekerjaan anda sangat menolong anda untuk memiliki perspektif yang hebat terhadap kehidupan, yaitu: ‘Kita hidup hanya sebentar dan sementara, dan sangatlah penting untuk memanfaatkan semaksimal mungkin dari kehidupan ini.’” Dr. Holden berkata.
Lachelle menggunakan hukum daya tarik untuk tetap bahagia, kata Dr. Holden. “Lachelle, pada dasarnya apa yang aku lihat adalah anda telah memilih menjadi orang yang optimistis. Anda mengalami hal-hal yang sulit dalam hidupmu dan anda memiliki lingkungan yang buruk, tetapi anda sudah membuat pilihan-pilihan yang hebat. Dan begitulah hukum daya tarik bekerja,” katanya. Apa yang aku temukan adalah pada dasarnya kita memiliki keyakinan-keyakinan tentang kehidupan ini, dan persepsi kita mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa keyakinan kita benar. Maka seorang yang optimistis percaya bahwa hal-hal baik akan muncul dari situasi-situasi buruk. Kalau kita meningkatkan penerimaan diri sendiri, kita akan menarik lebih banyak kebahagiaan, begitulah hukum daya tarik,” kata Dr. Holden.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com