Thursday, August 9, 2007

Jalan Keluar Dari Tuhan

Seorang manager yang bekerja di Jakarta mendapatkan pengalaman luar biasa dengan Tuhan belakangan ini. Hari Rabu kemarin dia diajak kakaknya terbang ke luar kota untuk menagih pembayaran atas pembangunan sebuah rumah mewah yang dibangun perusahaan kontraktor milik kakaknya. Denny sebetulnya ogah pergi di hari libur kemarin, namun karena kakaknya terus mendesak ia akhirnya mau ikut juga. Di hati Denny timbul keinginan kecil, ”Ah enaknya kalau bisa terbang di kelas bisnis ya?” Sesampai di airport, tiket kelas ekonomi ternyata habis, dan yang masih tersedia adalah kelas bisnis. Kakaknya langsung membayar dua tiket kelas bisnis bagi mereka.

Sesampai di kota tujuan kakaknya bertanya, ”Den, gimana strategi kita menagih orang ini? Aku sudah memerintahkan anak buahku di kota ini untuk menanyakan perihal pembayaran itu tapi tanpa hasil.”
”Bang, aku teringat sebuah kisah pada waktu aku saat teduh beberapa waktu lalu. Ada seorang ayah yang kehilangan anak di sebuah mall. Ia gelisah mencari kesana dan kemari. Namun sebelum ia melaporkan kehilangan anaknya ke petugas sekuriti di hatinya timbul suara, ’Berdoalah kepada Tuhan!’ Ia segera berdoa di tempat yang sepi. Beberapa menit kemudian, muncullah anaknya yang sedang ketakutan dan gelisah mencari dirinya. Jadi, dalam hal ini kita tidak usah mendatangi pemilik rumah itu. Yuk, kita cari order pembangunan rumah yang lain di kota ini.”
”Masa gitu sih?”
”Ya, berdoa saja, nanti Tuhan yang bereskan urusan tagihan ini.”

Kakak Denny akhirnya setuju. Mereka mendatangi kenalan-kenalan di kota itu. Seharian mereka menemui orang-orang itu. Pada sore harinya ternyata benar saja, kakak Denny mendapat order pembangunan rumah baru. Kakaknya pikir hanya itulah berkat Tuhan yang diterima. Keesokan harinya ketika mereka sudah kembali ke Jakarta, ada telpon masuk dari pemilik rumah yang tidak jadi mereka datangi itu.

”Pak, minta maaf ya, saya belakangan ini sakit. Maaf saya belum telpon bapak untuk melunasi pembayaran pembangunan rumah saya. Segera saya akan transfer hari ini ya!”

Kakaknya Denny kaget sekali. Ia tidak mengontak pemilik ini, namun orang itu digerakkan Tuhan untuk melunasi tagihannya segera. Kakak Denny bukan hanya terima pembayaran tagihan, namun juga terima order baru.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com