Jumat malam yang lalu (10/8/07) anak-anak Sekolah Minggu diundang untuk menghadiri khotbah dari Pdt. Suryadi Sunarko tentang "Pengaruh Buruk Film, Games, dan Komik". Banyak anak-anak hadir ke rumah seorang pengusaha yang murah hati menyediakan rumahnya di bilangan Pondok Indah untuk pertemuan itu. Banyak anak-anak yang baru tahu bahaya film Spiderman3, games Ragnarock, film Avatar, dan komik tertentu yang berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa anak2, dan bahaya film lain, di luar sinetron tentang hantu dan sejenisnya.
Namun yang lebih indah anak-anak itu bukan hanya dilarang menonton film negatif, main games atau baca komik negatif, Kak Suryadi juga mengajarkan tentang Kasih Bapa yang menggantikan kekosongan di hati anak-anak itu. Yang penting, anak-anak itu harus dipuaskan dengan kasih Tuhan dan dengan firman Tuhan.
Bicara soal anak-anak, kemarin saya mendengar kisah seorang ibu yang sibuk berkarier di sebuah perusahaan asing. Memang gajinya menggiurkan: tidak kurang dari lima puluh juta rupiah per bulan. Namun karena ia mempercayakan anaknya diasuh babysitter, ia akhirnya menyesal karena satu dari dua anaknya terjatuh sampai gegar otak dan perkembangan jiwanya terganggu. Anak ini menjadi idiot. Ibunya sadar dan meninggalkan pekerjaan di perusahaan asing itu meskipun gajinya besar, dan berkonsentrasi mengasuh anaknya. Sayang, sampai saat ini anaknya masih terkebelakang.
Anak-anak itu ibarat anak panah di tangan pahlawan, di tangan orang tuanya. Anak panah itu akan meluncur kemana, bergantung pada orang tuanya. Kita perlu menginvestasikan waktu dan kasih sayang bagi mereka, sebelum terlambat, yaitu sebelum dunia luar mempengaruhi anak kita dan sudah tidak dapat diubah lagi.
Salah satu contoh, seorang ibu yang telah ditinggal mati suaminya masih menanggung kesedihan karena bukan hanya dia menjadi single parent, namun anak lelakinya terikat narkoba. Anak ini bukan hanya menghabiskan uang ibunya, namun juga mengiris hati ibunya. Bagaimana masa depan anak seperti itu?
Anak-anak kita perlu perhatian lebih karena saat ini lingkungan sekitar, multi media memberondong anak-anak kita dengan pengaruh negatif yang sangat tersamar. Nilai-nilai dunia dijejalkan kepada anak-anak melalui film, games dan bacaan negatif. Apakah kita mau mempercayakan anak-anak hanya dididik di sekolah atau di gereja saja? Anak-anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua. Berbahagialah orang tua yang anak-anaknya mempermuliakan nama Tuhan, membanggakan kita, dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com